Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 73


__ADS_3

Bunyi dentuman musik yang sangat keras langsung menyambut kedatangan mereka. Karena waktu masih menunjukkan pukul sembilan malam,pastinya belum banyak wanita-wanita yang bisa di seleksi. Jadi mereka memilih untuk masuk ke dalam privite room khusus untuk mereka bertiga. Tidak ada yang boleh menempati private room itu,sekalipun mereka bertiga tidak datang ke club itu.


Yordan dan Igo memesan beberapa botol minuman beralkohol dan beberapa cemilan untuk menemani mereka sampai lantai dansa di lantai bawah lebih rame lagi.


"Gue denger,katanya ada model yang di bikin tamat kariernya sama madam mommy?!" Tanya Igo membuka pembicaraan setelah minuman dan beberapa cemilan datang.


Dengan santainya Yordan mengangguk.


"Tau dari mana loe kabar itu?" Yordan bertanya balik,sambil menuangkan minuman beralkohol di gelasnya dan gelas Igo.


"Tau lah. Beberapa waktu lalu partner gue model satu agensi sama tuh cewek yang nyari masalah sama madam mommy." Igo menjeda ceritanya sambil mengambil gelas yang berisi minuman beralkohol tersebut.


Setelah menyesap nya Igo kembali melanjutkan ceritanya.


"Partner gue bilang,tuh cewek fitnah loe di depan umum,ngaku-ngaku katanya perawannya udah loe ambil terus loe tinggalin gitu aja."


"Bukan cuma itu doang yang bikin si bule bar-bar ngamuk.!! Masa tuh cewek nekat bilang si bule bar-bar nenek sihir.!! Auto tamat lah riwayatnya.!!"


Mata Igo membelalak. Tak lama ia tertawa terbahak-bahak.


"Keren tuh cewek.!! Emangnya tuh cewek gak kenal sama madam mommy yang udah malang melintang di bungkus nugget sama sosis keluaran pabriknya??!" Kata Igo di akhiri dengan tawa sekencang-kencangnya.


"Njiiir loe.!! Gue aduin loe sama si bule bar-bar,biar di kirim loe ke hutan amazone!!" Yordan melempar korek gas ke wajah Igo.


"Abis nya lucu aja. Tuh cewek apa gak tau tentang madam mommy yang brutalnya kebangetan??"


Yordan menggedikkan bahu.


"Katanya dia baru datang ke negara ini."


"Pantesan.."


"Jadi selama gue cuti,loe yang lembur cari mangsa?" Kini mata Yordan menatap intens wajah Igo.


Mendengar cerita Igo barusan,Yordan seperti tak terima kalau Igo tak ikut cuti bersamanya.


"Cuma sekali,sama model yang gue bilang tadi. Abisnya otak gue mumet,bokap ngasih kerjaan banyak banget,gue mau ngajak loe atau si Irlan gak mungkin. Yah udah gue single karier dulu." Jelas Igo. Ia tahu pasti sekarang Yordan sedang menuju mode ngambek.


Semenjak Yordan cuti,Igo memang masih sering datang ke club. Tapi hanya sekali ia membawa partnernya berakhir di ranjang,sedangkan partner yang lainnya hanya sebatas membuat Igo pelepasan oral di dalam private room.


Yordan berdecih tak suka mendengar jawaban Igo.


"Dan,loe masih konsumsi obat kuat yang loe pesan dari Las Vegas itu gak?" Tanya Igo tiba-tiba.


Yordan mengernyitkan keningnya.


"Kenapa?? Loe mau make gituan? Cih...si dragon udah letoy? Cuma sanggup lima menit doang?" Tanya Yordan mengejek.


"Bukan gitu,udah lama si dragon gak atraksi gue jadi gak pede aja,takutnya nanti cuma bertahan lima menit."

__ADS_1


Tawa Yordan pecah sepecah-pecahnya. Sepertinya ia juga tak tau diri dengan kondisi Jeki yang tidak memungkinkan untuk atraksi.


"Gue udah gak make itu lagi. Loe kan tau obat itu paten banget. Loe minum sekali efeknya sampe tiga bulanan."


Igo mengangguk menyetujui perkataan Yordan.


"Sesuai lah sama harganya. Jadi sekarang loe gak mau balas dendam lagi sama si tante?" Si tante yang di maksud Igo adalah Fika mantan Yordan.


Yordan menghela nafasnya. Apa ia harus menceritakan tentang perasaannya pada Ica dan keadaan Jeki yang sebenarnya pada Igo?


"Sebenarnya gue belum puas ngebalas dendam sama perempuan-perempuan yang se tipe dengan si tante girang itu,tapi sekarang demi suatu misi dan visi gue harus akhiri semuanya." Kata Yordan dengan arah mata yang memandang langit-langit private room.


"Loe mau pensiun dini?"


Yordan mengangguk.


"Ya gitu deh,karena si bule bar-bar ngancem akan ngeluarin gue dari ahli waris kalau gue masih kayak gini."


"Kalo loe di keluarin dari ahli waris,terus yang ngewarisin semua harta si madam sama suaminya siapa?"


Yordan menggedikkan bahu pura-pura tidak tahu.


"Gue mau deh jadi anak angkat si madam."


"Si bule bar-bar yang gak sudi punya anak angkat kayak loe.!!" Kini Yordan melempar bungkus rokok ke wajah Igo.


Mata Yordan kembali menatap langit-langit private room,kini ingatannya kembali ke masa enam bulan lalu.


Flashback On


Enam bulan yang lalu,ia kembali bertemu dengan Fika setelah sepuluh tahun mereka berpisah di club malam langganan Irlan,Igo dan Yordan.


"Dan,itu bukannya mantan loe si Fiks formula empat empat?" Tunjuk Igo pada sekumpulan wanita di table di depan mereka.


Mata Yordan mengikuti arah telunjuk Igo.


Yordan pun mengangguk setelah melihat sosok yang di maksud Igo.


"Beugh makin bohay aja tuh sih tante." Goda Igo pada Yordan.


Igo menjuluki Fika dengan sebutan tante,karena memang umur Fika lebih tua dari mereka empat tahun.


Namun Yordan seolah acuh tak acuh,padahal matanya sesekali melirik ke arah Fika.


Tanpa mereka sadari ternyata salah satu teman Fika yang semeja dengan Fika memberitahu pada Fika kalau ada laki-laki yang memperhatikannya sejak tadi.


"Fik,loe lihat deh table yang disana,cowoknya cakep gila. Yuk samperin,manatau cakep juga isi dompetnya." Fika pun menoleh ke arah table yang di maksud Yunda teman Fika itu.


Mata Fika membelalak melihat sosok Yordan. Walaupun lampu penerangan yang temaram,tapi Fika yakin kalau itu Yordan.

__ADS_1


Fika pun tersenyum licik.


"Boleh,yuk." Fika dan Yunda pun berdiri dan menghampiri Yordan cs.


"Hai.." sapa Yunda dengan genitnya. Ia langsung menerobos duduk di tengah-tengah Igo dan Yordan.


Sedangkan Fika duduk di sebelah Irlan.


"Boleh kenalan?" Yunda menyodorkan tangannya.


Igo menyambut tangan Yunda.


"Igo."


"Yunda." Kemudian tangan Yunda beralih ke Yordan.


Namun Yordan tak menyambut tangan Yunda,ia malah mengambil gelas yang berisi minuman beralkohol dari atas meja dan menyesap minuman itu.


Yunda mencebik kesal,namun ia tak mau ambil pusing karena masih ada Irlan. Yunda pun menyodorkan tangannya pada Irlan,namun respon Irlan sama denga Yordan bahkan Irlan menepis tangan Yunda.


"Kalian tuh ganteng-ganteng tapi sombong yah." Umpat Yunda kesal karena mendapat penolakan dari dua laki-laki sekaligus.


Namun Yordan dan Irlan tak menanggapi.


"Kalian sekarang mainannya udah di club yah??! Perasaan dulu mainannya masih di taman bermain." Kini Fika yang buka suara mengejek tiga sekawan itu. Fika merasa tidak terima dengan perlakuan Yordan dan Irlan terhadap temannya.


"Loe kenal sama mereka?" Tanya Yunda terheran-heran.


Fika mengangguk.


"Apalagi sama yang itu,gue kenal banget. Bahkan sampe durasi goyangannya aja gue hapal mati." Kata Fika mengejek Yordan.


Yordan mengeraskan rahangnya karena Fika mengumbar masalah ranjang yang pernah mereka lakukan.


Mata Yunda membelalak.


"Serius? Longtime atau short time?" Tanya Yunda penasaran.


"Menurut loe?" Jawab Fika tersenyum sinis pada Yordan.


"Pasti longtime lah,masa babang bule short time."


Fika tertawa terbahak-bahak. Kemudian ia menggelengkan kepalanya.


"Loe pikir semua bule tahan lama? Tuh buktinya cuma mampu lima belas menit,gue aja belum crat dia udah **** duluan!" Kata Fika di akhiri tawa yang semakin menjadi-jadi.


Sedangkan Yordan,wajahnya sudah sangat merah menahan malu dan emosi sejak kedatangan Fika di table mereka.


Mendengar kata-kata Fika,Yunda semakin tidak percaya bahwa Yordan yang memiliki tubuh atletis dan memiliki gen bule yang terkenal ganas,hanya mampu berdurasi lima belas menit.

__ADS_1


__ADS_2