
"Ica....Ica sayang...istriku..." teriak Yordan dari ruang tamu saat ia sudah kembali masuk kedalam unit kamarnya.
Namun yang di panggil tak menyahut.
"Apa jangan-jangan dia udah tidur?" Yordan bertanya-tanya dalam hati sambil berjalan menuju ruang tidur.
Ceklek. Yordan membuka pintu ruang tidur. Matanya langsung mengarah ke ranjang yang akan mereka pakai sebagai ring pergulatan. Tapi ia tak menemukan Ica disana.
Tak lama pintu kamar mandi terbuka. Dengan menggunakan bathrobe ditambah rambut Ica yang basah,Ica keluar dari dalam kamar mandi. Melihat penampakan Ica yang baru keluar dari kamar mandi,tubuh Yordan langsung menegang,begitu juga dengan sang sahabat yang sudah siap menyengat terowongan Icablanca dengan tegangan tinggi. Sungguh persahabatan yang kelewat kompak.
Dengan tergesa-gesa Yordan menghampiri Ica dan langsung memberikan serangan dibibir istrinya itu.
"Hemph.." Ica berusaha sekuat tenaga mendorong tubuh Yordan.
"Kebiasaan ikh!!" Ica memukul dada Yordan kemudian menyeka sliva yang menempel di bibirnya saat dirinya sudah berhasil lepas dari kuncian Yordan.
"Gak tahan Ca. Landasan udah siap kan?!" Tanya Yordan sambil memeluk tubuh istrinya itu.
"Kak.." lirih Ica,ia nampak ragu mengatakan sesuatu pada Yordan,apalagi melihat wajah Yordan yang sudah sangat sendu,ia takut mengecewakan suaminya itu.
"Apa?! Hemh.." tanya Yordan sambil menciumi leher Ica.
"Jangan sekarang yah." Kata Ica berhati-hati.
Yordan yang sudah di selimuti kabut nafsu tak mendengar apa yang Ica katakan,ia malah semakin bermain di leher Ica.
"Kak.." rengek Ica sambil mendorong tubuh Yordan.
"Aaaakkkhhh.." teriak Ica saat Yordan malah menggendongnya.
Yordan membaringkan Ica di atas ranjang dan menindihnya.
__ADS_1
"Kak,aku lagi...hemph." Yordan tak membiarkan Ica bicara,ia langsung melahap bibir istrinya dengan rakus.
Tangan lihai Yordan pun mulai menjelajah ke duo squishy milik Ica,membuat Ica yang tadinya meronta malah makin menikmati permainan Yordan,sampai-sampai ia lupa mengatakan pada suaminya kalau ia sedang kedatangan si bulan.
Yordan melepaskan ciuman panas mereka,namun tangannya tetap bermain bersama si kembar.
"Sshhh...aahh.." desah Ica saat bibir Yordan turun ke lehernya dan meninggalkan jejak kepemilikannya disana.
Puas bermain di leher Ica,bibir Yordan pun makin turun ke di tempat dimana tangan Yordan sedang bergerilya. Tangan Yordan membuka belahan bathrobe yang Ica gunakan. Begitu belahan bathrobe dibuka,duo squishy yang tak memakai kain penghalang itu langsung menggoda iman Yordan,apalagi duo squishy memiliki puncak yang masih merah muda kecoklatan,membuat Yordan makin bergairah,tak ingin membuang waktu Yordan langsung memainkan bibir nya dengan duo squishy secara bergantian.
Dengan satu tarikan jari jemari Yordan membuka tali bathrobe yang masih terikat,kemudian membuka bathrobe itu lebar-lebar. Setelah bathrobe terbuka lebar, Yordan juga ikut melepaskan semua kain yang menempel ditubuhnya termasuk melepaskan sang sahabat dari jeruji kain. Kini Yordan sudah dalam keadaan polos,Yordan kembali memberi setruman-setruman kenikmatan untuk Ica,tangan Yordan juga ikut merayap di paha Ica,mulai dari lutut naik dan naik hingga tiba di depan pintu terowongan Icablanca yang masih di lapisi segitiga berenda. Niat hati ingin mengecek landasan pacu sebelum sang sahabat balapan,kening Yordan mengkerut saat merasakan ada sesuatu mengganjal di balik segitiga berenda itu.
Yordan menjauhkan wajahnya dari si duo squishy untuk melihat sesuatu yang mengganjal di balik segitiga berenda. Sedangkan Ica yang sudah terbuai dengan setruman-setruman kenikmatan yang Yordan berikan,benar-benar lupa kalau dirinya sedang kedatangan si bulan.
"ICAAAAAA....AAA!!!" Teriak Yordan saat membuka segitiga berenda milik Ica. Penampakan roti tawar berselai stroberi itu membuat kepala atas dan bawah Yordan sempoyongan.
Ica yang sedang menutup matanya,sontak langsung membuka matanya lebar-lebar saat sadar kalau sekarang suaminya sudah melihat roti tawar berselai stroberi itu. Cepat-cepat Ica menutup kembali terowongannya dengan segitiga berenda.
Seperti mendapat hukuman dari Sailor Moon dengan kekuatan bulannya,Yordan langsung terduduk lemas di hadapan Ica. Melihat Yordan terduduk lemas di depannya,Ica pun ikut duduk. Dan kini mereka sudah duduk berhadapan.
"Tadi aku kan udah mau bilang,tapi kak Yordan aja yang nafsuan langsung nyerang aku." Jawab Ica,ia pun merasa bersalah karena ikut terbuai dengan pemanasan yang diberikan suaminya.
"Terus ini gimana?!" Tanya Yordan lagi sambil menunjuk sang sahabat yang siap balapan.
Ica menggedikkan bahunya.
"Aaarrrrgghhhh!!!!! Sial sial sial sial!!!" Umpat Yordan sambil beranjak dari atas ranjang menuju kamar mandi. Ya mau gimana lagi,hanya sabun lah yang bisa menyelesaikan masalah ini.
"Apa loe liat-liat?!" Marah Yordan pada sang sahabat.
"Mau marah loe sama gue,hah?! Harusnya gue yang marah sama loe!!! Loe punya pasukan cebong gak ada berguna tau gak,capek-cepek gue mompa,eh..gak taunya pasukan cebong loe gak ada yang jago berenang!!!" Lanjut Yordan.
__ADS_1
Yordan pun mengambil sabun untuk ia tumpahkan di tubuh sang sahabat.
"Eh..tunggu tunggu. Kan gue udah punya bini,tapi kenapa gue lagi yang harus nge spa si Jeki." Gumam Yordan.
"Jek,loe mau yah di spa sama si Ica?!" Tanya Yordan pada sang sahabat.
Jeki pun menganggukkan kepalanya. Sepertinya dia juga sudah bosan di spa oleh Yordan.
Mendapat anggukan dari sang sahabat,Yordan pun keluar dari dalam kamar mandi masih dalam keadaan polos dan Jeki yang masih tegak berdiri.
"Ca.." panggil Yordan karena tak melihat Ica di ruang tidur.
"Aku disini kak." Sahut Ica dari dalam ruang ganti.
Yordan pun berjalan menuju ruang ganti.
"Ikut aku." Kata Yordan sambil menarik tangan istrinya.
"Eeh..mau kemana?!"
Yordan tak menjawab pertanyaan Ica dan terus menarik tangan Ica sampai ke dalam kamar mandi.
"Kamu harus tanggung jawab." Kata Yordan setelah mereka sampai di dalam kamar mandi.
"Tanggung jawab apa?!"
"Nih.." sambil mengacungkan sang sahabat di hadapan Ica.
Sontak Ica langsung menutup matanya karena melihat penampakan si Jeki yang menurut Ica seperti tongkat baseball.
"Gak usah ditutup gitu matanya,orang kamu juga udah pernah ngerasain juga kok." Kata Yordan.
__ADS_1
"Aku malu kak. Kakak tuh frontal banget sih jadi orang." Jawab Ica.
"Heleh..kamu kan istri aku,ngapain juga harus basa-basi. Udah sini,sekarang kamu spa si Jeki biar tidur nyenyak lagi." Kata Yordan lagi sambil menarik tangan Ica.