
Berawal dari ciuman lembut,berubah ganas,tangan sang profesional yang tidak mau diam serta Jeki yang sudah kesurupan,akhirnya runtuh juga pertahanan Yordan untuk menjaga kesucian Ica sampai berlabel halal. Yordan pun menarik diri dari atas tubuh Ica untuk membuka pakaian yang masih Yordan kenakan. Karena hasrat yang sudah di ubun-ubun,dengan gerakan cepat Yordan membuka satu persatu kain yang menempel di tubuhnya,begitu juga jeruji kain yang membelenggu sang sahabat. Tak perlu ditanya bagaimana senangnya Jeki saat ia terbebas dari jeruji kain itu,yang pasti ia sangat senang dan makin tidak sabaran untuk bermain jungkat-jungkit bersama soulmatenya.
Setelah membuat dirinya dalam keadaan polos,Yordan kembali menindih tubuh Ica untuk kembali melakukan pemanasan sebelum berolahraga,agar tidak salah urat. Setelah puas dengan bibir dan leher serta memberikan banyak jejak kepemilikan di leher Ica,kini mulut Yordan beralih ke pabrik susu yang belum pernah terjamah itu. Bak bayi besar yang sedang menyusu,Yordan sampai lupa nafas saat merasakan nikmatnya sumber susu yang belum ada susunya itu.
"Akh..." desah Ica saat merasakan cara Yordan menyedot sumber susu untuk anak-anak mereka kelak.
Mata Yordan melirik Ica yang baru saja mendesah. Di mata Yordan wajah sayu Ica yang kini ia lihat makin membuatnya bergairah. Yordan tak sanggup lagi menahan Jeki yang dari tadi tidak sabaran untuk menerobos pintu rumah baru nya.
"Ca...aku masuk yah." Yordan meminta izin sebelum ia memasukkan Jeki ke dalam kandangnya.
Ica hanya menjawab dengan anggukan,sama seperti Yordan,hasrat Ica juga sudah di ubun-ubun.
Yordan membuka lebar kedua kaki Ica,sebelum memasukkan Jeki ke dalam kandang,Yordan terlebih dulu meraba pintu rumah baru Jeki,untuk memastikan apa rumah baru Jeki sudah siap di masuki apa belum. Dan ternyata rumah baru Jeki sudah mengeluarkan pelumas alami,jadi tidak perlu Yordan menaruh slivanya untuk di jadikan pelumas.
Tangan Yordan pun membantu Jeki untuk masuk ke dalam rumah barunya.
"Ketuk dulu Jek,jangan asal terobos!!" Yordan memberikan peringatan pada Jeki.
Jeki pun menuruti saran Yordan,dengan sangat perlahan Jeki mengetuk pintu rumahnya. Kalau saja Jeki bisa bicara,pasti ia sudah bicara 'yank...yank..babang Jek masuk yah.'
"Uuughhh kak cepetan..!!" Racau Ica yang sudah tidak tahan karena Jeki lama sekali di depan pintu.
"Sabar Ca. Lagi usaha ini." Jawab Yordan,sambil tangan kanannya membantu Jeki yang sedang berusaha membuka pintu.
Karena pintu rumah Jeki yang masih tersegel membuat Jeki setengah mati membuka pintu,Jeki pun sepertinya hampir menyerah,sinyalnya mulai melemah karena tenaganya yang sudah banyak terkuras.
"Ayo dong Jek semangat!!! Jangan insecure gitu dong!!! Bukannya ini yang dari dulu loe mau. Ayo semangat!!" Yordan memberikan semangat pada sang sahabat. Mendapat semangat dari Yordan,Jeki pun kembali menguatkan sinyalnya dan berusaha membuka pintu rumahnya.
__ADS_1
"Kalau gak bisa cara lembut,udah terobos aja Jek gak pa-pa kok,gue gak bakal marah sama loe,yang penting loe cepet-cepet masuk ke rumah loe,kasihan bini gue Jek udah nungguin loe dari tadi."
Mendapat lampu hijau dari Yordan,tanpa perlu berlembut-lembut lagi,Jeki langsung mendobrak pintu yang masih bersegel itu.
"Aaarrrrgghh." Ica dan Yordan mengerang saat Jeki berhasil mendobrak pintu,walaupun Jeki belum memasukkan dirinya semua,tapi karena tubuh Jeki yang kekar,besar,berotot dan panjang,membuat Ica sudah kesakitan luar biasa.
"Sakiiit." Pekik Ica.
Terlambat!!! Kalau Jeki sudah masuk,pantang keluar sebelum membuang calon Yordan junior ke wc pribadinya. Yordan mendaratkan ciuman di bibir Ica untuk mengalihkan rasa sakit Ica,disaat Yordan melakukan tugasnya untuk menenangkan Ica,dengan perlahan Jeki memasukkan tubuhnya semua ke dalam rumah barunya.
"Arrrgh.." Ica dan Yordan kembali mendesah bersamaan kala Jeki sudah berhasil memasukkan semua tubuhnya ke dalam rumah barunya. Darah segar pun keluar dari dalam rumah baru Jeki,menandakan kalau memang Jeki lah yang pertama memasukki rumah itu.
Dengan gerakan pelan dan lembut Jeki mulai bermain jungkat-jungkit di rumah barunya. Suara desahan yang keluar dari mulut Ica dan Yordan pun menjadi musik pengiring Jeki bermain. Makin lama permainan Jeki makin buas dan ganas,membuat Ica bukan hanya mendesah tapi sudah berteriak nikmat. Hampir dua puluh menit Jeki mengguncang rumah barunya,dan kini Jeki hampir sampai pada puncak gelombang
"Kak...aku...." sepertinya Ica juga sudah hampir sampai pada puncak gelombang.
"Sama-sama Ca." Kata Yordan dengan nafas yang sudah terengah-engah. Dan...
Yordan langsung tumbang di atas tubuh Ica. Ia tak langsung mengeluarkan sang sahabat dari dalam rumah barunya,ia membiarkan sang sahabat beristirahat sejenak setelah mengeluarkan calon Yordan junior di dalam sana. Yordan mengangkat wajahnya untuk melihat Ica yang kini terlihat lebih tenang. Ia mengecup singkat bibir Ica.
"Makasih Ca,I Love You." Lirih Yordan. Ia pun memisahkan Jeki dari soulmatenya,dan berbaring di samping Ica. Ia menarik tubuh Ica agar memeluknya,dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya dan Ica.
Tiba-tiba saja ia teringat akan durasi permainannya dengan Ica. Mata Yordan membelalak ketika melihat jam di dinding ruang tidur.
"Dua puluh menit?! Yang bener? Biasanya sama jalang loe bisa sejam lebih Jek?! Kok sama Ica cuma dua puluh menit?!" Protes Yordan pada sang sahabat.
Yordan mungkin lupa kalau saat bermain dengan para jalang,Jeki di pengaruhi obat super yang membuat Jeki tahan lama. Namun kini,Yordan tidak mengkonsumsi obat super lagi,otomatis Jeki kembali pada dirinya semula.
__ADS_1
Kini mata Yordan menatap lekat wajah Ica.
"Maafin Jeki yah Ca,kalau durasinya gak bisa memuaskan loe." Lirih Yordan sambil mengusap wajah Ica.
"Apa gue harus minum obat kuat itu lagi yah,biar Jeki bisa muasin loe?!" Kini Yordan kembali insecure dengan ketangguhannya di atas ranjang.
"Akh..gak gak gak!! Gue gak boleh minum obat itu lagi,kasihan Ica,bisa-bisa dia tersiksa!!! Mending gue olah raga aja biar tetap fit,biar Jeki bisa tahan lama secara alami." Kata Yordan pada dirinya sendiri lagi.
Baru setengah jam mereka beristirahat,Ica kembali mengeluarkan gelagat aneh. Yordan yang melihat gelagat aneh Ica itu pun meyakini bahwa pengaruh obat perangsang itu masih ada.
"Shiiit!!! Bener-bener tuh si Igo!! Kalau dia tepat sasaran,si Tia bener-bener di garap habis-habisan sama si Igo.!!" Umpat Yordan.
"Kak..." racau Ica.
"Kenapa?! Mau lagi?!" Tanya Yordan to the point.
"Tolong kak,badan aku gak enak lagi." Racau Ica lagi.
Yordan menghela nafasnya.
"Ini sebenarnya,obat perangsangnya yang paten,apa gue yang kurang memuaskan?! Kok bisa-bisa nya Ica minta lagi?!" Lirih Yordan makin tidak percaya diri dengan kekuatannya.
"Apa gara-gara si Jeki gue sabunin mulu kali yah,makanya si Jeki jadi lupa kodratnya.!!"
"Kak...cepetan!!" Rengek Ica.
Mendengar Ica yang merengek seperti anak kecil yang minta naik odong-odong. Yordan pun kembali membantu Ica menuntaskan hasratnya.
__ADS_1
Dan malam itu,Yordan dan Ica lah yang mulai start ah uh ah uh dari pada sang pengantin baru. Padahal Irlan dan Nia saja mulai start di jam sebelas,sedangkan Yordan-Ica sudah start dari jam sembilan malam.
Bahkan disaat jam sudah menunjukkan pukul satu subuh,Yordan dan Ica sudah masuk ronde ke empat. Setelah menyelesaikan ronde keempatnya,Yordan benar-benar ambruk di atas tubuh Ica. Begitu pun Ica yang sepertinya sudah sangat kelelahan. Yordan berharap ini adalah ronde terakhir untuk mereka malam ini,karena sekarang dengkul Yordan sudah sangat gemetaran menolong Ica.