
Ica nampak berpikir dan mencerna kata-kata Yordan.
"Kalau kamu takut,kita jadi gak punya waktu untuk berduaan. Kamu tenang aja,kita bisa atur waktu untuk itu,aku yakin mommy sama mama pasti dengan senang hati jaga anak kita nanti kalau kita mau berduaan. Dan kalau kamu pikir kasih sayang aku jadi terbagi setelah kita punya anak,hal itu gak akan terjadi Ca. Karena kamu dan anak kita punya tempat tersendiri di hati aku. Gak mungkin aku lebih menyayangi anak aku di banding kamu,karena kamu lah yang akan menemani aku di hari tua aku. Gimana? Kamu mau kan ngasih aku anak?"
"Tapi bener yah kalau aku udah kasih anak satu,aku bisa nunda kehamilan bertahun-tahun?!"
"Iya sayang."
"Ya udah,aku mau."
Mata Yordan membelalak mendengar Ica yang menuruti kemauannya.
"Yes!!" Teriak Yordan sangking senangnya. Ia berdiri dan menggendong tubuh Ica untuk keluar dari ruang ganti menuju ruang tidur.
Yordan langsung membaringkan Ica di atas ranjang dan menindih tubuh istrinya.
"Mau ngapain?" Tanya Ica saat Yordan ingin menyosor bibirnya.
"Mau ngapain lagi Ca. Yah mau nyetak Yordan junior lah."
"Gak!! Aku laper,mau sarapan dulu."
Yordan menengok ke arah jam dinding. Sudah setengah dua belas siang.
"Nanti aja sekalian makan siang. Sekarang kita satu putaran dulu,habis itu aku akan bawa kamu jalan-jalan naik yacht."
"Tapi aku laper kak." Rengek Ica.
"Eits,gak inget yang kita bicarain kemaren? Lagian ini gak nyampe sejam kok Ca. Udah lah ayo akh." Ia langsung menarik selimut yang menutupi tubuh Ica.
Dan siang hari itu,perang dunia ke tiga pun terjadi di atas ranjang,aksi saling menggempur dan mengguncang ranjang juga tak bisa terelakkan lagi.
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1
"Itu muka kenapa di tekuk-tekuk mulu?" Tanya Yordan melihat wajah Ica yang cemberut.
Bagaimana tidak cemberut,Yordan yang tadi mengatakan akan membawa Ica jalan-jalan naik yacht setelah tambahan satu putaran,ternyata itu semua hanya bualan semata. Karena setelah satu putaran,Ica hanya diberi kesempatan untuk makan siang saja dan setelah itu Yordan meminta dua kali putaran untuk Jeki balapan liar.
Ica tak bisa dan tak sanggup menolak,karena setiap Ica menolak,Yordan selalu marayu nya dengan kata-kata :
"Ayo lah Ca,biar kita cepet punya anak."
Ditambah lagi dengan wajah memelas. Ica yang hatinya gampang lembek seperti gulali yang masuk kedalam mulut,mau tak mau memenuhi kemauan suaminya. Dan akhirnya acara jalan-jalan yang di janjikan Yordan tadi pun hanya lah mimpi belaka.
Kini pasangan pengantin baru yang sedang bulan madu untuk kejar setoran sedang berada di pantai tepat di depan vila tempat mereka menginap.
"Sebel aja sama kakak!!" Jawab Ica ketus.
"Ih..gemes!! Kena laminating nanti itu muka baru tau rasa!" Balas Yordan sambil mencubit gemas bibir Ica.
"Cih..!!" Ica berdecih sambil memutar bola matanya malas.
"Terserah!! Paling juga nanti malam kakak ngajak begadang lagi,terus besoknya kita telat bangun lagi kayak tadi. Akh..gitu aja terus putar-putar sampai dua minggu." Gerutu Ica.
Yordan tertawa terbahak-bahak mendengar gerutuan Ica.
"Gak sayang. Janji deh,nanti malam cuma sekali biar besok kita bangun cepet. Udah yah jangan ngambek lagi." Rayu Yordan untuk meyakinkan Ica.
"Bener yah?! Kalau nanti malam kakak ngajak begadang gimana?"
"Emmm." Yordan nampak berpikir kira-kira apa hukuman untuk dirinya jika ia melanggar janjinya pada sang istri. Yang pasti hukuman yang harus menguntungkan dirinya seorang.
"Kalau nanti malam aku ngajak begadang,aku siap kamu guncang sehari sekali dalam sebulan,tapi kalau aku tepatin janji gak ngajak kamu begadang,aku mau kamu tiga kali sehari dalam sebulan guncang aku dari atas,gimana? Adil kan?" Kata Yordan tanpa berdosa.
Mata Ica membelalak mendengar kata-kata Yordan.
"Cih..apanya yang adil kayak gitu. Itu mah untung di kakak,rugi di aku!!"
__ADS_1
"Masa sih? Kayaknya kita sama-sama untung deh..!" Sok-sok mengernyitkan keningnya berpikir.
"Udah akh aku males ngomong sama kakak!! Gak pernah bisa menang kalau soal begituan.!" Balas Ica ketus,ia pun berdiri dari pasir yang ia duduki.
Namun tangan Yordan secepat kilat langsung menyambar tangan Ica dan mendudukkan Ica di atas pangkuannya.
"Apa lagi sih kak?!" Tanya Ica sedikit kesal.
"Kamu udah nonton film yang adegannya di pantai belum Ca?" Tanya Yordan tepat ditelinga Ica.
"Film apa?" Ica malah bertanya balik karena ia tidak tau apa maksud Yordan.
"Film yang ada di laptop aku."
"Ish..kirain apa!! Belum,emang kenapa?"
"Mau gak aku kasih spoilernya?"
"Maksudnya?"
Yordan menghela nafasnya.
"Sabar Dan sabar!! Untung bini gue loe Ca,coba bukan bini gue,udah gue lelepin loe di laut!!" Gerutu Yordan dalam hati karena Ica yang tak kunjung paham.
"Maksudnya,mumpung kita di pantai,kita cari suasana baru untuk ajang balapan si Jeki. Kan bosen juga Ca kalau di atas ranjang terus. Sekali-sekali lah di atas pasir." Yordan tak mau lagi basa-basi. Semakin lama ia berbasa-basi,semakin lama juga ia menunjukkan pada Ica spoiler adegan balap liar seperti yang ada di salah satu koleksi film panas yang ada di laptopnya.
"Yang bener aja kak,masa kita mau begituan disini?! Gak akh..gak mau!! Nanti ada yang lihat." Tolak Ica.
"Gak ada yang lihat Ca,kan pulau ini udah di sewa mommy dua minggu. Ayo lah Ca,ya?"
"No. Big No!!" Tolak Ica lagi,ia pun berusaha berdiri dari atas pangkuan Yordan.
Tapi bukan Yordan namanya jika langsung menyerah. Tidak bisa diminta dengan cara bersilat lidah,terpaksa ia menggunakan cara membelit lidah.
__ADS_1