Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
BonChap 1


__ADS_3

Mobil yang Yordan kendarai kini telah terparkir mulus di rumah utama.


Yordan dan Ica langsung melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga tempat mommy Sarah,daddy Edwin dan baby Millie sedang bersenda gurau,ralat mommy Sarah hanya melihat kemesraan antara suami tercintanya dengan si pelakor Millie. Millie tidak mengizinkan mommy Sarah mendekati mereka.


"Kalian udah pulang? Terus gimana keadaan Nia?" Tanya mommy Sarah saat melihat anak dan menantunya masuk ke ruang keluarga.


"Nia dan anaknya sehat kok mom." Jawab Yordan.


"Terus kenapa istri kamu manyun-manyun begitu?" Tanya mommy Sarah saat melihat wajah menantu kesayangannya cemberut.


Yordan menggedikkan bahunya tanda kalau ia tidak tahu apa yang menyebabkan sang istri cemberut. Padahal ia tahu persis apa yang menyebabkan bibir sang istri manyun-manyun,apalagi kalau bukan karena kehamilannya.


Sepanjang perjalanan pulang dari rumah sakit ke rumah utama,Ica selalu manyun dan menyalahkan Yordan. Sedangkan Yordan hanya bisa diam saja saat sepanjang perjalanan Ica selalu ngedumel tidak jelas,karena Yordan sadar kalau ini memang kesalahan dirinya yang terus membiarkan si Jeki untuk balap liar padahal ia tahu kalau APD sang sahabat tidak layak pakai pada saat itu.


"Kamu kenapa Ca? Si bule kampret ketauan nyimpen segitiga berenda perempuan lain?" Tanya mommy Sarah tebak-tebak buah manggis.


Sontak Yordan langsung menoleh ke arah mommy Sarah karena tebakan sang mommy yang mengundang perang dunia ke tiga.


Ica menggeleng. Untung saja hormon ibu hamil yang sensitif tidak lagi menyerang Ica,kalau sampai hormon ibu hamil sedang menguasai Ica,habis lah Yordan malam ini.


"Terus kenapa kamu cemberut gitu?" Tanya mommy Sarah penasaran sambil mendekati Ica dan menggiring Ica untuk duduk di sofa.


Setelah mendaratkan bokongnya di sofa,Ica langsung membuka tas nya dan mengeluarkan foto hasil usg calon anak ke duanya.


"Gara-gara ini mom." Kata Ica sambil menyerahkan hasil usg itu pada mommy Sarah.


Mata mommy Sarah membelalak saat melihat hasil usg Ica.


"Ka...kamu ha..hamil lagi Ca?" Tanya mommy Sarah terbata-bata.


Sedangkan daddy Edwin yang sejak tadi asyik bermain dengan baby Millie dan tidak memperdulikan kedatangan anak dan menantunya,langsung menoleh ke arah Ica dan mommy Sarah saat mommy Sarah mengatakan kalau Ica hamil lagi. Daddy Edwin sampai berhenti bermain dengan baby Millie dan menggendong baby Millie untuk sama-sama duduk di sofa bersama nini dan orangtua baby Millie.


"Kamu hamil Ca?" Tanya daddy Edwin untuk memastikan apa yang barusan ia dengar.


Ica menganggukkan kepalanya.


"Udah berapa bulan?" Tanya daddy Edwin semakin penasaran. Entah kenapa hatinya sangat senang dengan kabar kehamilan menantu satu-satunya itu.

__ADS_1


"Jalan tiga bulan dad."


"Bagus lah,berarti sebentar lagi Millie bakalan punya adik." Kata daddy Edwin dengan raut wajah berbinar-binar.


Namun tidak dengan mommy Sarah yang langsung berpikir kalau cucu ke duanya ini tidak jauh beda dengan baby Millie yang menguasai suami tercintanya.


"Kok bisa kamu kebobolan Ca? Bukannya kamu suntik?" Tanya mommy Sarah.


Ica menggeleng.


"Ica udah lama mom gak suntik,semenjak kak Yordan ke Jerman dan pas kak Yordan pulang,Ica juga belum suntik. Jadi pas kak Yordan mau nyuntik Ica,kak Yordan pake APD. Mulai saat itu kalau kak Yordan mau nyuntik Ica,kak Yordan selalu pake APD."


"Kenapa kamu gak suntik si Ca. Harusnya kamu tetap suntik walaupun si bule kampret ini pake APD pas mau nyuntik kamu." Omel mommy Sarah.


"Bukan Ica yang salah,tapi salahin yang udah bikin APD si Jeki gak layak pakai.!!" Sambar Yordan yang tak terima mommy Sarah menyalahkan istrinya.


Mommy Sarah langsung terdiam dan menoleh ke arah Yordan. Ternyata Yordan sudah memberi tatapan tajam untuk dirinya. Mommy Sarah menelan slivanya kasar,baru kali ini ia merasa mati kutu di beri tatapan tajam dari sang anak. Mommy Sarah yakin kalau Yordan tau kalau pelaku pengerusakan APD si Jeki adalah dirinya.


Mommy Sarah menghela nafasnya. Ia sadar kalau dirinya punya andil yang besar dalam kehamilan Ica yang kedua ini.


"Ya udah Ca,mau gimana lagi,terima aja. Lagian anak itu kan sumber rejeki." Kata mommy Sarah berbesar hati walaupun dalam hati nya masih sangat was-was.


"Tapi mom..." kata Ica dengan suara bergetar,sepertinya Ica ingin menangis.


"Tapi apa?"


"Tapi Ica masih boleh ke butik kan?" Tanya Ica takut-takut.


"Ya boleh dong sayang." Jawab mommy Sarah sambil mengelus rambut menantunya itu.


"Asal kamu harus banyak minum air putih dan jangan terlalu capek,apalagi kandungan kamu masih trimester pertama."


Ica menganggukkan kepalanya senang,karena sebenarnya yang membuat ia kesal dari tadi bukan karena kehamilannya,namun karena takut mommy Sarah maupun Yordan tak mengizinkan dirinya pergi ke butik.


"Iya mom,Ica ngerti."


"Ya udah jangan cemberut lagi yah,nanti muka cucu mommy pas lahir cemberut terus." Kata mommy Sarah sambil mengelus perut Ica.

__ADS_1


Ica pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Oh iya..kata Irna kira-kira calon adeknya Millie cewek atau cowok?"


"Belum tau mom,bulan depan lah Ica tanya lagi." Jawab Ica.


"Mudah-mudahan laki-laki,karena kalau laki-laki gak mungkin nempel terus sama grandpanya kayak si Millie." Doa mommy Sarah dalam hati.


"Ya udah kalian istirahat sana. Sekalian bawa Millie naik,udah jam segini masih aja nempel sama grandpanya." Kata mommy Sarah sambil menatap sinis ke arah Millie yang sedang memeluk daddy Edwin.


Dengan sigap Yordan berdiri dan berjalan mendekati baby Millie yang sepertinya sudah mulai mengantuk dalam pelukan sang aki.


"Mill,ayo bobok di kamar Millie." Ajak Yordan sambil mengelus rambut putrinya.


Baby Millie menggelengkan kepalanya. Pikir baby Millie tidur di pelukan sang aki lebih nyaman di banding tidur dalam kamarnya,apalagi tidur bersama dengan papa-mamanya yang ranjangnya selalu berguncang.


"Ayo dong Mill,Millie gak kasihan sama nini? Nini Sarah juga mau bobok di pelukan aki Edwin. Gantian yah sama nini?"


Mendengar perkataan sang papa,baby Millie semakin tidak ikhlas melepaskan pelukannya dari sang aki.


Sedangkan mommy Sarah langsung melempar bantal sofa ke arah Yordan.


"Jangan ngomong gitu Dan,udah tau si Millie cemburuan sama mommy." Omel mommy Sarah.


"Udah...udah...nanti daddy yang bawa Millie ke kamarnya kalau dia udah tidur,kalian istirahat aja duluan." Kata daddy Edwin ke Yordan dan Ica.


"Kamu juga mom,masuk kamar duluan,nanti daddy nyusul." Perintah daddy Edwin pada istrinya.


Mommy Sarah,Yordan dan Ica pun meninggalkan ruang keluarga,meninggalkan baby Millie yang mulai terbuai dalam pelukan sang aki.


Ayo yang dari kemaren-kemaren dan kemarennya lagi pada nanyain TiGo,boleh singgah dan mengobrak-abrik kamar TiGo dengan melempar Vote,Like dan Hadiah buat mereka.



Boleh juga singgah di kamarnya Alex-Risa sambil nunggu update kisah TiGo.


__ADS_1


__ADS_2