Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 193


__ADS_3

Mommy Sarah membuka kotak yang berisi APD itu dan melubangi APD itu di ujungnya,kemudian memasukkan kembali APD itu ke dalam kotaknya.


"Madam ngapain?" Tanya mbak Dini saat melihat mommy Sarah melubangi APD-APD yang ada di dalam kotak.


"Mau ngasih ventilasi udara. Biar nanti si Jeki gak sesak nafas pas balapan."


"Hah...Jeki?! Ini bukan buat Jeki madam,ini buat den Yordan."


"Udahlah,kamu gak akan ngerti juga kalau di jelasin. Nih..Kamu kasih deh tuh sama si bule kampret,kalau dia tanya kenapa APD nya udah terbuka,bilang aja tadi kamu penasaran sama isi kotak itu,makanya kamu buka mau lihat bentuk APD nya."


"Gak akh madam,Dini takut."


"Gak usah takut,nanti saya yang tanggung jawab. Kamu di bayar berapa sama si bule kampret buat beli APD ini?"


"Di bayar dua puluh kali lipat dari harga APD ini madam."


Mommy Sarah pun melihat harga sekotak APD yang mbak Dini beli.


"Oh..cuma satu juta dua ratus kamu di bayar. Kalau gitu saya bayar kamu tiga kali lipat dari bayaran kamu yang di kasih si bule kampret."


"Tiga kali lipat? Berarti tiga juta enam ratus dong madam?"


Mommy Sarah mengangguk.


Tanpa pikir panjang mbak Dini langsung menganggukkan kepalanya.


"Asik nih,dari den Yordan dapet,dari si madam dapet." Kata mbak Dini dalam hati.


"Ya udah sana cepet kamu kasih sama si bule kampret."


"Iya madam. Saya permisi dulu kalau gitu."


Mommy Sarah pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum licik. Mommy Sarah yakin kalau Yordan enggan memakai APD itu dan akan marah-marah pada Dini saat melihat APD nya berlubang. Dan itu akan membuat mood Yordan atau pun Ica berantakan dan tidak jadi mempertemukan dua makhluk yang sedang saling merindu.


Kini mbak Dini sudah berada di depan pintu kamar Yordan.


Tok tok tok. Mbak Dini mengetuk pintu markas dua.


Tak lama pintu kamar Yordan pun terbuka. Dengan menggunakan bathrobe,Ica membuka pintu markasnya. Sebenarnya Yordan yang ingin membuka pintu,tapi karena Ica melihat sahabat suaminya tercetak jelas di balik handuk yang Yordan lilitkan di pinggangnya,makanya Ica melarang Yordan membuka pintu dan mau tak mau Ica lah yang membukakan pintu untuk mbak Dini.


"Ini non,pesanannya den Yordan." Kata mbak Dini sambil menyerahkan kantong plastik pada Ica.

__ADS_1


"Makasih yah mbak. Oh iya,ini buat gantiin uang mbak Dini." Kata Ica sambil menyerahkan uang sebesar dua juta kepada mbak Dini.


Dengan senang hati mbak Dini mengambil uang itu dari tangan Ica.


"Makasih yah non." Setelah mengucapkan terimakasih,mbak Dini pun pergi dari depan pintu markas Ica dan Yordan.


Sambil menuruni anak tangga,mbak Dini menghitung uang yang Ica berikan padanya.


"Woaaah...dua juta. Berarti kalau di kali tiga,enam juta dong gue dapetin nanti dari madam." Lirih mbak Dini pelan.


Dengan setengah berlari mbak Dini menghampiri mommy Sarah yang sedang duduk sambil menatap sinis ke arah daddy Edwin dan baby Millie yang sedang asyik berenang.


"Madam,tugas udah saya kerjakan."


"Hemh..bagus." jawab mommy Sarah tanpa melihat mbak Dini.


"Kok bagus aja madam? Bayarannya mana?" Tanya mbak Dini.


Mommy Sarah memutar bola matanya malas mendengar perkataan mbak Dini.


"Kamu tuh yah,udah suasana hati saya lagi panas,kamu tambahin lagi." Gerutu mommy Sarah.


Mbak Dini pun memberikan nomor rekeningnya pada mommy Sarah.


"Berapa yang di kasih si bule kampret?"


"Dua juta madam."


Mommy Sarah langsung melihat ke arah mbak Dini dan memberi tatapan tajam pada asisten rumah tangganya itu.


"Beneran madam dua juta. Nih kalau gak percaya." Kata mbak Dini sambil menunjukkan uang yang baru Ica berikan,karena mbak Dini tau arti tatapan tajam madamnya.


Mommy Sarah pun percaya dan akhirnya mentransfer uang sebesar enam juta ke rekening mbak Dini.


Tak lama hp mbak Dini berbunyi tanda ada notifikasi pesan yang masuk. Dan ternyata itu adalah pesan pemberitahuan kalau uang yang mommy Sarah kirim sudah masuk.


"Sudah masuk kan Din?"


"Iya madam sudah. Makasih madam."


"Hemh..udah sana kamu." Usir mommy Sarah yang ingin melanjutkan melihat aksi menggemaskan si pelakor.

__ADS_1


Mbak Dini pun langsung pergi dari tempat itu.


"Gara-gara si APD,gue dapet rejeki nomplok." Kata mbak Dini kegirangan.


Balik ke markas dua.


Setelah Ica menerima plastik dari mbak Dini,Ica pun menghampiri sang suami dan memberikan kantong plastik itu pada Yordan.


"Ini kak."


Cepat-cepat Yordan mengambil kantong plastik itu dan membuka kotak APD yang mbak Dini beli.


Yordan mengkerutkan keningnya bingung karena melihat kotak APD sudah terbuka dan bungkus APD pun sudah tersobek.


Tapi karena hasrat yang sudah menggebu-gebu,seribu satu pertanyaan yang ada di otaknya langsung buyar begitu saja saat merasakan rontaan sang sahabat di bawah sana yang sudah tak sabar ingin balapan.


Yordan pun mengambil salah satu APD itu tanpa banyak berpikir lagi. Setelah Yordan memakai kan sahabatnya APD,Yordan pun langsung menindih Ica dan menggiring sahabatnya untuk masuk ke dalam arena balap.


Dan di pagi menjelang siang itu,Jeki pun kembali balapan setelah vakum selama dua bulan karena harus menemani Yordan tugas ke Jerman.


⭐⭐⭐⭐⭐


Tiga bulan kemudian.


Ica yang merasa ada sesuatu yang aneh dengan tubuhnya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk melakukan check-up.


Ica pergi ke rumah sakit tanpa memberitahu Yordan atau mertuanya,karena Ica takut kalau dirinya mengidap penyakit keras.


Begitu jam makan siang,Ica langsung keluar dari butik dan pergi kerumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit,Ica langsung di bawa ke poli penyakit dalam. Tapi dokter penyakit dalam tidak menemukan penyakit Ica,karena hasil tensi,gula,kolestrol,asam urat Ica masih di batas normal semua. Dokter spesialis penyakit dalam pun merujuk Ica untuk pergi ke poli kandungan. Karena feeling sang dokter mengatakan kalau sekarang Ica sedang berbadan dua,tapi sang dokter enggan mengatakan kecurigaannya itu jika bukan dokter spesialis kandungan langsung yang mengatakan.


Sesuai dengan saran dokter spesialis penyakit dalam,Ica pun pergi ke poli kandungan. Dan kebetulan saat ini kak Irna lah dokter yang ada di dalam poli kandungan.


Setelah mendapatkan nomor antrian,Ica pun duduk di depan ruangan tempat kak Irna memeriksa para ibu hamil.


"Ca.." panggil seseorang.


Ica pun menoleh.


Mata Ica membelalak saat melihat siapa yang memanggilnya.

__ADS_1


__ADS_2