
Waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi,tapi tak ada satu pun dari Ica atau Yordan yang terbangun. Bahkan suara bel pintu pun yang sedari tadi berbunyi tak sanggup membangunkan mereka.
Ting tong ting tong ting tong.
Entah sudah berapa kali mommy Sarah memencet bel unit kamar anaknya itu,tapi tetap saja tidak di respon.
Mommy Sarah yang sudah sangat kesal,langsung melakukan panggilan ke nomor anak buahnya untuk menyuruh anak buahnya meminta kartu serep pintu kamar anaknya di manajer hotel.
Flashback On
Menyadari Ica yang sangat lama di toilet,Tia memutuskan untuk menyusul Ica. Namun baru saja Tia bangkit dari tempat duduknya,tiba-tiba saja Igo mencekal langkahnya.
"Mau kemana loe?!" Tanya Igo.
"Minggir loe!! Gue mau ke toilet!" Tia menghentakkan tangannya agar terlepas dari tangan Igo.
"Mau ngapain?! Mau cari Ica?!"
"Iya. Emang kenapa?!"
"Gak usah di cari,Ica udah pulang sama Yordan tadi." Jawab Igo enteng. Ia tidak sadar kalau jawabannya itu akan membawa kehebohan dua keluarga,khususnya mommy Sarah,apalagi kalau ternyata Ica tidak pulang ke rumah malam itu.
"Kok bisa?!"
Igo hanya menggedikkan bahu.
Tia pun tidak mau memperpanjang urusan dengan Igo,dia memutuskan untuk berpamitan dengan Nia,karena Tia pikir Ica memang sudah pulang dengan Yordan.
Setelah berpamitan pada Nia,Tia pun keluar dari tempat acara. Tidak usah ditanya lagi bagaimana dengan Igo,tentunya ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengantar Tia pulang,meskipun sudah ada supir pribadi yang menunggu Tia. Namun karena Igo sudah banyak belajar dari Irlan dan Yordan tentang hal memaksa kan kehendak,jadi malam ini Tia sukses di antar Igo pulang.
Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam,semua tamu sudah pada berpulangan. Tapi tidak dengan mama Nivi,papa Fano dan Nita yang sibuk mencari keberadaan Ica. Sepertinya Tia tadi tidak memberitahu kepada orangtua Ica karena Tia pikir pasti Ica sudah berpamitan kepada orangtuanya.
"Coba telpon kakak kamu lagi." Perintah mama Nivi pada Nita. Entah sudah berapa kali Nita melakukan panggilan ke nomor kakaknya,tapi tak kunjung di terima.
"Gak di angkat-angkat mah."
"Kemana sih tuh anak!!" Gumam mama Nivi sambil matanya terus clingak-clinguk.
"Tante belum pulang?!" Tanya Nia menghampiri mama Nivi.
__ADS_1
"Belum Ni,ini lagi nyari Ica." Jawab mama Nivi.
"Loh Ica kan udah pulang tan daritadi sama kak Yordan. Memangnya Ica gak pamitan sama tante?!" Kata Nia lagi. Padahal Nia juga tau Ica sudah pulang dengan Yordan dari Tia.
Mama Nivi menggeleng.
"Dia gak ada bilang apa-apa kok."
"Mungkin kak Ica sama kak Yordan berantem lagi kali mah,makanya sampe lupa pamit sama kita." Kata Nita menimpali pembicaraan mamanya dan Nia.
"Bisa jadi." Gumam mama Nivi.
"Ya udah deh. Kita pulang aja. Mungkin Ica sudah sampe rumah." Kata mama Nivi pada Nita.
"Tante pulang yah Nia. Salam sama suami kamu." Pamit mama Nivi pada Nia.
"Iya tante,hati-hati." Balas Nia.
Mama Nivi pun keluar dari tempat acara menuju papa Fano yang sedari tadi mencari Ica di luar tempat acara. Setelah bertemu papa Fano,mama Nivi pun memberitahu kalau Ica sudah pulang dengan Yordan. Papa Fano,mama Nivi dan Nita pun keluar dari gedung hotel dan pulang ke rumah mereka. Mama Nivi tidak berpamitan dengan mommy Sarah dan daddy Edwin karena mereka sudah meninggalkan acara satu jam yang lalu. Tidak usah di tanya kemana dan apa tujuannya,yang pasti mereka tidak pulang ke rumah utama,melainkan pulang ke salah satu kamar yang ada di hotel itu dengan tujuan untuk melakukan ritual. Sepertinya pasangan tidak sadar usia ini tidak mau kalah dengan yang empunya acara.
Sampai di rumah mama Nivi dan papa Fano sepertinya juga tidak mau kalah. Seandainya mereka tidak membawa Nita,sudah bisa di pastikan papa Fano akan memesan satu kamar lagi untuk dia dan istrinya,tapi karena mereka membawa Nita,mau tidak mau papa Fano harus menahan keinginannya untuk bergulat dengan mama Nivi sampai tiba di rumah. Kalau tidak,di hotel milik trio gesrek itu sudah terjadi ah uh ah uh massal.
Sangking tidak bisa lagi menahan diri,papa Fano langsung menarik tangan mama Nivi masuk ke dalam kamar,padahal tujuan mama Nivi adalah ke kamar Ica. Begitu masuk di dalam kamar,papa Fano langsung memberikan pemanasan pada mama Nivi sebelum mereka melakukan atraksi smackdown. Setelah beberapa menit pemanasan dan mama Nivi juga sudah terbuai,papa Fano pun mulai membolak-balikkan mama Nivi di atas ranjang. Sampai-sampai mereka melupakan Ica. Begitupun dengan Nita, Nita yang sudah lelah dan mengantuk pun langsung masuk ke dalam kamarnya,Nita pikir kakaknya pasti sudah tidur sekarang.
Tok tok tok. Mama Nivi mengetuk pintu kamar Ica.
"Ca.." panggil mama Nivi. Karena tidak ada jawaban dari dalam kamar,mama Nivi pun memutar handle pintu dan masuk ke dalam kamar Ica. Mama Nivi terkejut saat melihat Ica tidak ada di tempat tidurnya dan keadaan tempat tidur yang masih sangat rapih,dan bisa di pastikan Ica tidak meniduri tempat tidurnya. Tak ingin panik dulu, mama Nivi berjalan ke arah kamar mandi untuk mencari keberadaan Ica. Siapa tau saja karena bertengkar dengan Yordan,Ica sampai ketiduran di dalam bathup.
Rasa panik pun tak bisa lagi ia tahan,saat melihat kamar mandi juga dalam keadaan kosong. Cepat-cepat mama Nivi turun ke bawah dan menanyakan Ica kepada asisten rumah tangganya.
"Rul..Ndri..Ica tadi malem pulang gak?!" Tanya mama Nivi dengan wajah paniknya.
Mbak Nurul dan mbak Indri saling berpandangan,karena mereka tidak tau apa Ica tadi malam pulang atau tidak,karena mereka cepat masuk ke dalam kamar.
"Maaf bu,gak tau. Jam sembilan kita udah tidur." Jawab Mbak Indri hati-hati,takut majikannya mengamuk karena mereka tidur sebelum majikannya pulang.
"Aduuuh..gimana ini." Kata mama Nivi makin gelisah saja. Ia pun berjalan ke luar rumah menuju pos penjaga.
"Pak,tadi malam Ica pulang gak?!" Tanya mama Nivi pada satpam rumah mereka.
__ADS_1
"Gak tau bu,kan saya shift pagi. Ini aja saya baru dateng." Jawab satpam yang bertugas di pagi hari.
Mama Nivi menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal karena level panik yang sudah maksimal.
"Duuuh..!! Kenapa tadi malam aku gak langsung aku periksa Ica di kamarnya sih!!! Ini gara-gara si papa!!" Kesal mama Nivi.
Mama Nivi masuk kembali ke dalam rumah dan berjalan menuju kamarnya untuk membangunkan suaminya dan menghubungi Yordan.
"Pah...bangun pah!!! Ica gak ada di kamarnya pah!!" Mama Nivi membangunkan papa Fano dengan suara yang sangat lantang.
"PAAAAAAH!!!" teriak mama Nivi karena papa Fano tak kunjung bangun.
"Apa sih mah? Pagi-pagi udah teriak-teriak?!"
"Bangun!!! Ica gak ada di kamarnya,berarti dia gak pulang tadi malam.!!"
Papa Fano langsung duduk tegak mendengar anak sulungnya tidak pulang.
"Kamu bilang Ica udah pulang sama Yordan?!"
"Kata Nia sih gitu pah!!"
"Coba kamu telpon Yordan,apa benar dia pulang sama Ica tadi malam?!" Perintah papa Fano sambil memungut boxernya dari atas lantai.
Mama Nivi pun melakukan panggilan ke nomor Yordan,namun Yordan tak menjawab telponnya.
"Gak di angkat-angkat."
"Coba telpon Sarah,manatau dia tau Ica ada dimana."
Mama Nivi pun menelpon mommy Sarah.
Tuuut Tuuut Tuuut.
"Halo." Jawab mommy Sarah di seberang telpon dengan suara yang serak. Maklum,mommy Sarah baru tidur jam tiga subuh.
"Halo Sar,kamu tau dimana Ica?" Tanya mama Nivi to the point.
"Ya gak lah Niv,kan aku sama suami ku pulang duluan tadi malam." Jawab mommy Sarah.
__ADS_1
"Tapi tadi malam Ica pulang bareng Yordan,Sar. Aku telponin Ica dan Yordan,tapi gak ada satu pun dari mereka yang jawab telpon aku."
Mendengar kata-kata mama Nivi,sontak mommy Sarah terduduk. Biji matanya pun hampir keluar karena melotot,jantungnya pun sudah berdugup kencang.