Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 112


__ADS_3

Berulang kali Ica memberontak agar Yordan menurunkannya,namun Yordan tak menghiraukan kata-kata Ica,Yordan malah mengancam akan mencium bibir Ica di depan umum jika Ica masih terus saja memberontak.


Bip bip bip bip bip. Susah payah Yordan memencet tombol untuk membuka pintu karena sambil menggendong tubuh Ica.


BRAAAK..Yordan langsung membuka pintu dengan cara menendang dengan kasar. Membuat Y dan Z kaget karena aksi Yordan.


"Kalian berdua keluar!!!" Perintah Yordan pada Y dan Z dengan nada yang sedang menahan emosi. Tanpa banyak pertanyaan Y dan Z pun keluar dari dalam unit apartemen Yordan.


Setelah Y dan Z keluar,Yordan berjalan menuju kamarnya dengan masih menggendong tubuh Ica. Begitu sampai di dalam kamar,barulah Yordan menurunkan Ica dan mendudukkannya di tepi ranjang.


"Kak Yordan kenapa sih,kok tiba-tiba nyeremin gini?!" Tanya Ica yang masih belum peka penyebab sang kekasih kesurupan hantu pencemburu.


"Kamu tanya aku kenapa?! Apa kamu gak ngerasa bersalah sama aku atas perbuatan kamu sama si Bayam di dalam club tadi?!" Yordan malah bertanya balik sambil membuka kancing kemejanya,sehingga memperlihatkan jelas dada bidang berbulu dan roti sobek milik Yordan. Karena terlalu emosi,membuat suhu AC tidak lagi mempan untuk mendinginkan tubuhnya,apalagi mendinginkan hatinya.


"Kakak ngomong apaan sih,aku gak ngerti!!" Jawab Ica sambil memalingkan wajahnya karena melihat penampakan tubuh Yordan.


Melihat Ica memalingkan wajahnya,Yordan sadar kalau kini Ica tengah malu melihat dada dan roti sobeknya.


"Kenapa buang muka? Kalau sama si Bayam itu kamu malah mau aja di pegangin dia. Masa liat punya calon suami sendiri buang muka.!!! Apa punya si Bayam lebih menggoda dari punya aku,hah?!" Tanya Yordan sinis.


Ica membelalakkan matanya karena kaget mendengar kata-kata Yordan yang seperti sedang merendahkannya.

__ADS_1


"Kok kakak ngomong gitu sih? Apa serendah itu aku dimata kakak,sampe-sampe kakak punya pikiran gitu sama aku?!" Jawab Ica dengan nada sedikit meninggi karena kesal.


"Aku bicara sesuai fakta Ca,aku liat dengan mata kepala aku sendiri apa yang udah kalian berdua lakuin di dalam private room itu. Coba aku gak mergokin kalian berdua,pasti kalian berdua udah lanjutin ke hotel kan?!"


PLAAAAK. Ica berdiri dan langsung mendaratkan tamparan ke pipi Yordan karena sudah tidak tahan dengan hinaan yang keluar dari mulut Yordan.


"Tega kakak nuduh aku kayak gitu yah!!! Kalau kakak cemburu yah cemburu aja,gak usah ngerendahin aku kayak gitu kak!!" Teriak Ica.


"Gak usah munafik Ca,sekarang jujur sama aku,udah ngapain aja kamu sama si Bayam itu?! Apa kamu udah serahin perawan kamu sama dia?!" Sepertinya emosi Yordan masih belum stabil,ia masih terus berprasangka buruk tentang Ica.


"Stoooop!!! Mulut kakak jahat!!!" Ica makin tidak tahan dengan kata-kata Yordan,ia memilih untuk keluar dari dalam kamar Yordan. Namun baru saja ia memutar tubuhnya,Yordan sudah menarik tangannya dan menghempaskan tubuh Ica ke atas ranjang.


"Aaakkkh.." pekik Ica saat Yordan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.


"Aku mau ngehapus jejak yang di tinggalin si Bayam selama aku gak ada." Kini Yordan sudah menindih tubuh Ica.


Ica memberontak sekuat tenaga,namun sayang tenaga Yordan yang sedang emosi tidak sebanding dengan tenaga Ica. Yordan menaikkan kedua tangan Ica dan menguncinya. Kaki Ica juga sudah di buka lebar oleh Yordan,ia sepertinya tidak ingin kejadian Jeki yang diambang kematian terulang lagi.


"Hemph..." Yordan langsung meraup dengan rakus bibir Ica,bahkan Yordan sampai menggigit pelan bibir bawah Ica agar Ica membuka mulutnya agar Yordan bisa mempertemukan lidahnya dengan lidah Ica. Sedangkan Ica masih terus berusaha lepas dari kungkungan Yordan,namun tetap saja tidak berhasil malah Yordan semakin menggila,tangan kanan Yordan sudah mulai ikut menjelajah ke gunung kembar.


Merasa kehabisan oksigen, Yordan pun melepaskan pungutannya agar Ica bisa mengambil oksigen. Namun bibir Yordan tak menganggur begitu saja. Kini ia sudah bermain di leher Ica.

__ADS_1


"Kak..stop kak.!!! Jangan gini kak.!!" Kata Ica sambil menangis. Kekuatannya untuk memberontak pun sudah habis. Kini ia hanya bisa memohon sambil menangis agar Yordan sadar dari perbuatannya.


Namun kata-kata dan isak tangis Ica di juga di gubris Yordan,malah kini bibirnya sudah ikut menjelajah dengan tangan kanan Yordan. Sedangkan tangan kanan Yordan pindah tempat ke lembah Ica.


"Rusakin aja aku kak,rusakin!!! Tapi setelah ini kakak akan liat tubuh aku terbujur kaku di peti mati!!!" Kata Ica masih sambil menangis.


Mendengar Ica menyebutkan kata-kata peti mati,kesadaran Yordan muncul kembali. Ia langsung menjauhkan tubuhnya dari atas tubuh Ica dan duduk di tepi ranjang. Ia mengusap wajahnya kasar,menyesal telah berbuat khilaf pada Ica. Sangking menyesalnya,kata maaf pun sampai tidak bisa keluar dari dalam mulutnya.


Ica pun bangkit dari atas ranjang.


"Lebih baik kita akhiri aja hubungan ini. Aku ngerasa gak pantes buat kakak.!" Kata Ica sambil mengusap air matanya dan melangkahkan kakinya menuju pintu kamar.


Mata Yordan membulat sempurna mendengar Ica meminta untuk mengakhiri hubungan mereka. Yordan langsung bangkit berdiri dan berlari ke arah pintu untuk menghadang Ica.


"Gak Ca,aku gak mau putus sama kamu. Aku minta maaf Ca,aku nyesel!!!" Mohon Yordan.


"Nyesel??? Minta maaf?? Kakak minta maaf untuk apa? Kakak menyesali perbuatan kakak yang mana?!" Tanya Ica dengan nada yang meninggi.


Yordan terdiam. Ingin sekali mulutnya mengatakan untuk hal yang barusan ia lakukan pada Ica,namun mulut laknatnya seperti terkunci rapat dan membiarkan Yordan dalam masalah sendiri.


"Gak bisa jawab?! Jadi buat apa kakak bilang nyesel,minta maaf,kalau kakak sendiri gak tau untuk apa kakak melakukan itu.!!"

__ADS_1


"Asal kakak tau,aku sama Bryan gak ada hubungan apa-apa. Tadi itu cuma salah paham aja,dia bantu ngeluarin rambut aku yang nyangkut di sleting dress aku. Tapi dengan sadisnya kakak nuduh aku sama Bryan melakukan hal rendahan!!! Apa segitu gak percayanya kakak sama aku,sampe-sampe kakak nuduh aku begitu?!" Ica menjeda kata-katanya untuk mengambil nafas panjang sebelum melanjutkan kata-katanya.


"Kalau kakak segitu gak percayanya sama aku,buat apalagi kita terusin hubungan ini.!! Sedangkan aku aja percaya sama kakak kalau kakak gak akan berbuat macam-macam disana. Aku buang semua bayangan masa lalu kakak dari otak aku,supaya hubungan kita baik-baik aja. Tapi kenapa malah kakak yang gak percaya sama aku? Apa aku punya masa lalu yang sama dengan masa lalu kakak?!" Ica menghela nafasnya lagi.


__ADS_2