Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 81


__ADS_3

Seperti yang sudah di prediksikan mommy Sarah,kini si anak kampretnya itu sedang guling-guling bak cacing yang sudah kena garam.


Yordan dan pak Ari sudah berada di kota Y untuk melakukan sidak dadakan. Karena mereka tiba di kota Y pukul satu subuh,jadi pak Ari dan Yordan memilih untuk mengistirahatkan tubuh mereka di salah satu hotel di kota Y. Begitu tiba di hotel,Yordan langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur,mungkin sangking lelahnya hanya dalam hitungan menit,Yordan sudah terbuai ke alam mimpi.


Bagaimana tidak lelah,Yordan yang hanya terbiasa duduk di kursi kebesarannya sambil memandang layar laptop dan memeriksa berkas-berkas yang harus ditanda tangani,kini ia harus terjun langsung ke pabrik pengolahan aneka jenis frozen food keluaran perusahaan sang mommy. Bukan hanya sekedar melihat-lihat,tapi juga membantu karyawan-karyawan yang ada di bagian produksi,mulai dari memperhatikan cara pengolahan kemudian tahap pengemasan sampai ke bagian distribusi. Bukan tanpa sebab Yordan melakukan itu,namun itu semua adalah perintah dari sang mommy yang ingin Yordan mengecek langsung tingkat ke higienisan produk-produk mereka.


Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Dering di hp Yordan yang sudah dari satu jam lalu berbunyi pun tak sanggup membangunkan Yordan dari alam mimpi. Terpaksa pak Ari mendatangi langsung ke kamar Yordan untuk membangunkan Yordan.


Pak Ari menggedor-gedor pintu kamar Yordan,sudah hampir lima belas menit pak Ari menggedor,akhirnya Yordan bangun dan membuka pintu kamarnya.


Ceklek.


"Apaan sih pak Ari? Pagi-pagi udah bikin ribut!!" Kesal Yordan karena dirinya masih mengantuk.


Pak Ari menutup hidungnya,karena bau naga yang di keluarkan Yordan dari mulutnya.


"Pak Yordan tadi malam gak sikat gigi yah sebelum tidur?!" Tanya pak Ari sambil menutup hidungnya.


"Gak. Emang kenapa?"


"Pantesan. Itu mulut bapak bau tempat sampah pak." Jawab pak Ari.


Mata Yordan membulat mendengar asisten sang Mommy mengatakan hal yang sangat melukai harga dirinya. Baru kali ini ada orang yang mengatakan hal itu padanya. Seandainya saja laki-laki setengah tua itu bukan asisten sang mommy,sudah di pastikan Yordan akan menyemburkan api naga ke wajah pak Ari. Sayangnya nyali Yordan tak berani melakukan itu,ia takut akan pembalasan yang harus ia dapatkan kalau berani melawan pada orang suruhan sang mommy.


"Salah sendiri,ngapain pagi-pagi udah kesini."


"Ini udah siang pak. Kita harus berangkat ke pabrik secepatnya."


"Siang dari hongkong!! Ini masih jam tujuh,berarti masih pagi. Lagian kan jadwal kita ke pabrik jam sepuluh."


Pak Ari menggeleng.


"Madam bilang kalau kita harus ke pabrik sebelum para karyawan yang sift pagi memulai aktivitasnya,agar kita juga mengecek ke higienisan para karyawan yang akan mengolah produk kita."


Yordan mengernyitkan keningnya mencerna kata-kata pak Ari.


"Emangnya si madam bar-bar itu kalau sidak kayak begitu juga? Gak kan?!" Tanya Yordan penasaran,karena ia yakin seribu persen kalau sang mommy tidak mungkin melakukan itu.


Pak Ari menggeleng.

__ADS_1


"Madam tidak pernah melakukan itu secara langsung,tapi madam menyuruh saya dan tim untuk melakukan itu." Bohong pak Ari. Karena sebenarnya ini hanya lah akal-akalan pak Ari untuk mengerjai anak bos nya,tapi dengan seizin dari bosnya. Karena pak Ari mendapat perintah dari mommy Sarah untuk membuat jadwal yang sangat padat untuk si bule kampret. Dan tadi malam pak Ari memutar otaknya untuk menemukan ide bagaimana cara agar waktu Yordan lebih padat dari waktu mereka di kota S.


"Ya udah kalau gitu pak Ari aja yang pergi duluan ke pabrik,kenapa musti ngajak-ngajak saya. Kan saya disini gantiin mommy."


"Maaf pak Yordan,madam bilang pak Yordan juga harus ikut turun langsung. Makanya kita kesini hanya berdua dan tidak membawa tim."


"Arrgh.." Yordan mengacak-acak rambutnya sendiri.


"Ya udah,pak Ari tunggu aja di kafe di bawah. Nanti saya nyusul. Saya mau mandi dulu."


Pak Ari pun meninggalkan unit kamar hotel Yordan. Setelah pak Ari pergi,Yordan menutup pintu kamarnya. Dan membuka semua pakaiannya. Namun tiba-tiba hatinya penasaran dengan status di aplikasi chat sang mommy,apa sang mommy mengupload lagi perkembangan Ica dan si Satria Baja Hitam.


Yordan mengambil hp nya dan membuka aplikasi chat dan melihat status sang mommy. Betapa terkejut nya Yordan ketika melihat status mommynya. Hatinya menjerit tak karuan,seandainya nangis guling-guling di tengah jalan tak dianggap sebagai orang gila,mungkin Yordan sudah melakukan itu sekarang untuk meluapkan rasa kekesalannya. Kesal karena dirinya harus terpenjara dengan jadwal yang sudah di buat sang mommy. Kini yang hanya bisa Yordan lakukan untuk meluapkan kekesalannya hanyalah dengan berguling-guling di atas tempat tidur dengan keadaan yang polos,persis seperti cacing yang sudah disiram air garam.


Nada dering di ponsel Yordan mampu menghentikan aksinya yang sedang menggeliat-geliat seperti cacing kesurupan. Yordan mengambil hp nya dan terlihat nama pak Ari di layar ponsel.


"Uuh..nih si tua bangka gak tau apa gue lagi patah hati.!!" Kesal Yordan karena pak Ari selalu menghantuinya.


Yordan menggeser tombol hijau.


"Iya pak...iya..ntar lagi turun.!!" Kata Yordan yang sangat paham apa maksud dan tujuan pak Ari menghubunginya.


⭐⭐⭐⭐⭐


Sepuluh hari sudah berlalu,rombongan mommy Sarah kecuali bang Satria sudah kembali ke tanah air. Bang Satria tidak ikut dengan rombongan mommy Sarah karena ia langsung ke Belanda.


Mendengar kabar sang mommy sudah pulang dan sedang berada di rumah utama. Yordan cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya agar bisa cepat pulang ke rumah utama dan menemui sang mommy. Yordan ingin menanyakan langsung kepada sang mommy tentang kebenaran foto-foto yang bang Satria dan Ica yang mommy nya jadikan status. Karena setiap Yordan menghubungi sang mommy atau daddy nya,panggilan telpon atau video nya selalu di reject. Mau menghubungi Ica pun tidak bisa,karena sepertinya Ica sudah memblokir nomor Yordan.


Alarm jam pulang kerja berbunyi. Yordan buru-buru merapihkan meja kerjanya. Dengan langkah panjang ia keluar dari ruangannya untuk pulang ke rumah utama.


Namun sayang,lalu lintas ibu kota tidak mendukung niatnya untuk secepatnya sampai rumah orangtuanya. Butuh waktu satu setengah jam untuk Yordan tiba di rumah utama.


Kini mobil Yordan sudah terparkir mulus di halaman rumah orangtuanya.


"Mom..." teriak Yordan saat sudah berada di dalam rumah.


"Mom.." teriaknya lagi karena tidak ada yang merespon panggilannya.


Mendengar teriakan dari anak majikannya,Dini dengan setengah berlari menghampiri Yordan.

__ADS_1


"Mommy mana Din?" Tanya Yordan.


"Ada di kamarnya den.."


Setelah mendengar jawaban dari Dini,Yordan langsung melangkahkan kakinya berjalan ke arah kamar orangtuanya.


Baru saja Yordan ingin mengetuk kamar orangtuanya,pintu kamar sudah terbuka.


Ceklek.


Tangan Yordan yang sudah melayang di udara untuk mengetuk,terpaksa ia alihkan ke tengkuknya karena yang membuka pintu adalah orang yang sangat ia cari.


"Ada apa cari-cari mommy?" Tanya sang mommy to the point dengan nada sinisnya.


Mommy Sarah berjalan ke arah ruang keluarga,dan di susul Yordan dari belakang. Dengan angkuhnya mommy Sarah mendaratkan bokongnya di sofa ruang keluarga.


"Mom...Ica sama si Satria ke New York beneran foto prewed?"


"Emmm."


"Mom...jawab yang bener dong..!" Kesal Yordan dengan nada setengah berteriak.


Mendengar anaknya meneriaki dirinya,mommy Sarah langsung menendang kaki sang anak.


"Kalau ngomong sama orangtua itu yang sopan bule kampret.!" Kata mommy Sarah sambil menendang kaki sang anak karena Yordan berani berbicara dengan nada tinggi padanya.


"Auw...sakit mom.." ringis Yordan sambil mengelus kakinya.


"Emangnya kenapa kalau Ica sama Satria ke New York untuk foto prewed? Gak salah dong,kan mereka mau nikah." Kata mommy Sarah makin memanas-manasi anaknya.


"Yordan gak rela mom kalau Ica nikah sama si Satria Baja Hitam itu.!"


"Siapa kamu pake gak rela segala? Pacar? Selingkuhan? Atau mantan?"


Yordan menggeleng.


"Yordan memang bukan pacar atau selingkuhan apalagi mantannya Ica mom,tapi Yordan adalah masa depannya Ica. Hanya Yordan yang pantas bersanding dengan Ica."


Othor mau izin dulu yah hari senin dan hari selasa othor gak update,karena othor ada dinas keluar kota. Kita ketemu lagi hari Rabu yah zheyeeenk-zheyeeeenknya othor..🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2