Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 128


__ADS_3

"Kamu jangan egois gitu dong Ca,tadi malam aku udah nolongin kamu ngeredain hasrat kamu,masa sekarang kamu gak mau nolongin aku. Kalau aku sampe kena stroke dan mati gara-gara hasrat yang tertahan, kasihan calon dedeknya kan,gak bisa ketemu bapaknya pas lahir nanti." Si Otak cerdas nan mesum langsung mentransfer kalimat-kalimat rayuan ke mulut laknat Yordan untuk meyakinkan Ica untuk menolong Jeki yang dalam keadaan darurat.


"Tapi kak..."


"Gak ada tapi-tapian Ca. Aku udah nyalain mesin,tinggal tancap gas ini. Jadi pantang untuk matiin mesin sebelum masuk arena balap. Kamu cuma perlu siapin arena balap aja,biar aku yang kerja keras di arena balap.!" Kata Yordan memotong kata-kata Ica.


"Hemph..." Yordan langsung memberi serangan dadakan di bibir Ica dan kembali membaringkan tubuh Ica. Sedangkan Ica terus memukul-mukul dada Yordan dan berusaha sekuat tenaga mendorong tubuh Yordan. Tapi tetap saja kekuatan Ica tak bisa di bandingkan dengan kekuatan Yordan. Ingin menendang benda pusaka Yordan yang sudah mengeras itu pun tidak bisa karena kaki Ica sudah di buka lebar oleh Yordan. Mau tidak mau,Ica hanya bisa pasrah dengan sengatan-sengatan yang Yordan berikan. Apalagi sengatan yang Yordan berikan tepat sasaran,membuat Ica yang tadinya tidak ikhlas dengan permainan Yordan menjadi sangat ikhlas dengan sengatan yang Yordan berikan. Bahkan kini Ica ingin merasakan lebih dari sekedar sengatan.


"Terowongannya udah becek Ca." Kata Yordan saat meraba pintu terowongan dengan tangannya.


"Boleh yah aku balapan sekarang di terowongan?!" Tanya Yordan dengan nafas yang sudah memburu.


"Tapi kak,mommy nungguin kita." Kata Ica yang tidak ingin menunjukkan dirinya kalau ia juga ingin Yordan secepatnya masuk arena balap.


"Gak lama kok Ca,dua puluh menit doang." Jawab Yordan sambil terburu-buru melepaskan Jeki dari jeruji kain.


Mata Ica membelalak sempurna saat melihat penampakan Jeki yang mirip dengan tongkat baseball.


"Astaga....pantesan sakit banget!! Gede banget itu!!" Kata Ica dalam hati.


"Kenapa kok ngeliatinnya gitu Ca?! Mau kenalan dulu?!" Tanya Yordan saat melihat Ica melotot melihat penampakan Jeki.


Ica menggelengkan kepalanya sambil menelan slivanya susah payah,tapi bola matanya tetap menatap sahabat Yordan yang mirip tongkat baseball.


"Gak usah malu-malu Ca. Kenalin namanya Jeki,Ca." Yordan menarik tangan Ica untuk bersalaman dengan sang sahabat.


Bagaikan tersengat listrik,Ica cepat-cepat menarik tangannya saat bersentuhan dengan sahabat Yordan.


"Jeki masuk yah Ca." Yordan meminta izin sebelum mempertemukan Jeki dengan soulmatenya.


"Jangan kak!! Itu gede banget,gak bakalan muat!!" Ica menolak Jeki untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Muat Ca,orang tadi malam aja muat kok!! Masa pagi ini jadi gak muat.!"


"Tapi aku takut kak,serem banget itu. Kok bisa gede gitu sih?!"


"Ya elah,cewek lain aja pada klepek-klepek sama si Jeki,ini bini gue malah ketakutan!!" Gerutu Yordan dalam hati.


"Gak usah takut Ca, nanti aku suruh dia masuk pelan-pelan. Oke." Kata Yordan meyakinkan Ica.

__ADS_1


"Tapi kak..."


"Ayo lah Ca,jangan buang-buang waktu. Kamu gak kasihan sama dia,lihat tuh udah sampe ngences-ngences.!!" Kata Yordan lagi memotong kata-kata Ica.


Ica pun menatap sahabat kecil Yordan itu,merasa ditatap sang induk semang rumah barunya,Jeki pun menatap balik sang induk semang dan mulai menghipnotis Ica.


Ica yang sudah terhipnotis,langsung menganggukkan kepalanya tanda ia menyetujui Jeki masuk ke dalam terowongan dan bermain balap-balapan di sana.


Mendapat persetujuan dari Ica,Yordan kembali memberikan sengatan-sengatan untuk menambah tingkat kebecekan terowongan Ica. Setelah di rasa cukup becek,Yordan langsung menuntun sang sahabat untuk masuk ke dalam terowongan.


"Aaakh.." desah Ica saat merasakan kepala besar sahabat Yordan itu masuk ke dalam terowongan. Mendengar desahan Ica,makin blingsatan saja lah si Jeki,ingin rasanya ia cepat-cepat menerobos masuk,tapi sayangnya tangan Yordan menahannya agar Jeki tetap sabar dan masuk dengan perlahan.


Namun,baru saja Yordan ingin membenamkan sang sahabat lebih dalam,suara pintu yang seperti sedang ingin di buka menghentikan aksinya. Sontak Yordan,Ica dan Jeki sama-sama menahan nafas mereka.


"Yordan...Ica...kok belum keluar juga sih!!!" Teriak mommy Sarah dari ruang tamu.


Mendengar suara si bule bar-bar,cepat-cepat Yordan mengeluarkan sang sahabat dan langsung lompat dari atas tempat tidur dan berlari menuju kamar mandi. Sedangkan Ica juga langsung cepat-cepat turun dari tempat tidur sambil mengikat kembali tali bathrobe nya dan berjalan ke arah pintu ruang tidur. Untung saja,bathrobe nya masih menempel di tubuhnya,jadi ia tidak perlu membuang waktu untuk memungut bathrobe nya.


"Mommy."


"Kok kamu belum pake baju?!" Tanya mommy Sarah saat melihat Ica yang masih memakai bathrobe.


Mommy Sarah jalan mendekati Ica yang masih berdiri di depan pintu ruang tidur. Ia mengendus-endus tubuh Ica layaknya anjing pelacak.


"Si bule kampret gak minta tambahan ronde kan?!" Tanya mommy Sarah menyelidik.


Ica menggelengkan kepalanya dengan cepat. Jantungnya sudah hampir meledak,takut-takut kalau calon mama mertuanya itu tau apa yang baru saja mereka lakukakan.


Mommy Sarah menghela nafasnya. Ia tau Ica tengah berbohong,karena saat mommy Sarah mengendus tubuh Ica,tubuh Ica sudah bercampur dengan parfume Yordan,ditambah lagi tutul-tutul di leher Ica yang bertambah jumlahnya.


"Ya sudah kamu pake baju sana.!" Perintah mommy Sarah pada Ica. Ica pun cepat-cepat memutar tubuhnya untuk masuk lagi ke dalam ruang tidur.


"Oh iya,Yordan mana?!" Tanya mommy Sarah basa-basi.


"Kak Yordan lagi mandi mom." Jawab Ica dengan bibir gemetaran.


"Ambil baju kamu,dan pake di ruang televisi. Jangan kamu pake baju kamu di dalam ruang tidur." Perintah mommy Sarah lagi.


"I...iya mom." Jawab Ica semakin gemetaran. Ica pun buru-buru masuk ke dalam ruang tidur dan mengambil bajunya dalam papper bag. Setelah baju di tangannya,Ica kembali keluar dari ruang tidur dan berjalan ke ruang televisi untuk memakai bajunya.

__ADS_1


Sedangkan mommy Sarah duduk manis di ruang tamu sambil menunggu sepasang anak manusia yang beberapa saat lalu hampir berbuat khilaf kembali.


"Dasar bule kampret,sama aja kayak bapaknya!! Dikasih sekali minta nambahnya berkali-kali.!!" Gerutu mommy Sarah dalam hati.


⭐⭐⭐⭐⭐


Kini mommy Sarah,daddy Edwin,Yordan dan Ica sedang dalam perjalanan menuju rumah orangtua Ica. Mommy Sarah satu mobil dengan Ica sedangkan Yordan satu mobil dengan daddy Edwin. Sengaja mommy Sarah memisahkan mereka,takut-takut di tengah perjalanan Yordan putar balik dan kembali ke hotel kalau ia semobil dengan Ica.


Mommy Sarah sudah memberitahu mama Nivi kalau dirinya kini tengah dalam perjalanan untuk mengantar Ica pulang,mommy Sarah sengaja tidak memberitahukan tujuan lain mereka selain mengantar Ica pulang. Biar itu menjadi tugas Yordan dan daddy Edwin.


"Pak,kita singgah di toko pakaian yah." Kata mommy Sarah pada sang supir.


"Baik madam."


"Mommy mau beli baju?!" Tanya Ica.


"Bukan beli baju,tapi beli syal."


"Beli syal?! Mommy mau make syal panas-panas begini?" Tanya Ica lagi dengan polosnya.


Mommy Sarah menghela nafasnya,untung saja dia yang akan menjadi mama mertua Ica,kalau saja orang lain sudah pasti Ica di blacklist jadi menantu idaman.


"Bukan buat mommy Ica sayang,tapi buat kamu. Tuh lihat leher kamu udah kayak macan tutul gitu,kamu mau orangtua kamu tau kalau kamu sama Yordan abis main kerok-kerok an?!"


Mendengar kata-kata mommy Sarah,Ica langsung menutup lehernya dengan kedua tangannya,dia tidak ingat kalau lehernya sudah di penuhi cap mulut Yordan.


Tak lama mobil yang dinaikki mommy Sarah pun berhenti di salah satu toko pakaian wanita.


"Udah kamu disini aja,biar mommy yang turun.!" Kata mommy Sarah pada Ica. Kemudian mommy Sarah pun turun dari dalam mobil menuju toko pakaian.


Lima belas menit kemudian mommy Sarah kembali masuk kedalam mobil dengan membawa papper bag yang berisi syal untuk Ica.


"Jalan pak." Perintah mommy Sarah pada sang supir ketika mommy Sarah sudah berada di dalam mobil.


"Ini pake." Kata mommy Sarah sambil memberikan syal itu pada Ica.


Ica pun mengambil syal itu dari tangan mommy Sarah.


"Lain kali kalau kalian mau ritual,bilang sama si bule kampret kalau mau bikin tatto temporer jangan di leher. Kalau pun mau bikin di leher,suruh stok syal atau fondation banyak-banyak. Enak banget tuh bule kampret,dia yang kesenangan,mommy yang kleyengan.!" Gerutu mommy Sarah.

__ADS_1


Ica hanya terdiam sambil memasang syal itu di lehernya mendengar calon mama mertuanya ngedumel.


__ADS_2