
BRAAAAK. Daddy Edwin membuka pintu kamar baby Millie dengan kasar.
Sontak semua mata yang ada di dalam kamar mengarah ke pintu.
"Daddy. Tuan" Lirih mommy Sarah dan sus Vina serta sus Meri.
Sedangkan baby Millie,langsung terdiam dan mengeluarkan senyum terindahnya begitu mencium aroma grandpa tersayang.
Daddy Edwin pun berjalan mendekati baby Millie yang ada dalam gendongan sus Meri.
"Uluh...uluh..cucu grandpa,kenapa sayang kok ngamuk-ngamuk?" Kata daddy Edwin sambil mengambil alih baby Millie dari gendongan pengasuhnya.
Baby Millie hanya menjawab dengan senyuman dan menggeliat-liatkan tubuhnya.
Melihat penampakan kemesraan antara cucu dan kakek,ada seorang nenek yang sedang ngedumel sendiri dalam hati.
"Fix,dna yang ada di tubuh Millie,lebih banyak dna aku. Karena dia pinter akting kalau di depan grandpa nya,pinter ngambil hati seorang Edwin Adiguna yang dingin." Gerutu mommy Sarah dalam hati.
"Kalian ini gimana sih,sudah di bayar mahal-mahal tapi ngediemin anak satu aja gak bisa." Omel daddy Edwin pada sus Meri dan sus Vina.
Sus Vina dan sus Meri hanya tertunduk tak mempu menjawab kata-kata daddy Edwin. Padahal dalam hati mereka,ingin sekali rasanya mereka berteriak mengatakan :
"Salahkan aja istri anda tuan Adiguna yang sok bisa mengasuh baby Millie. Seandainya istri anda tidak masuk ke kamar ini dan merusak mood cucu anda,pasti cucu anda aman di tangan kami."
Begitu lah kira-kira jeritan hati sus Vina dan sus Meri. Karena memang kenyataannya baby Millie mengamuk karena mommy Sarah yang sangat ingin melihat baby Millie tersenyum saat ia ajak bermain.
"Kamu juga mom,masa kamu gak bisa sih diemin Millie?" Kini daddy Edwin memberi tatapan tajam pada sang istri.
"Mommy udah berusaha dad,tapi emang dasar Millie nya aja yang mau di diemin sama kamu." Jawab mommy Sarah tak mau disalahkan.
"Untung aku dateng,kalau aku gak dateng,atau pas aku di luar kota atau luar negri gimana? Jadi Millie akan nangis terus kayak tadi sampe aku dateng,gitu?"
__ADS_1
Mommy Sarah tak bisa menjawab kata-kata sang suami yang sedang emosi.
"Maaf dad." Hanya kata maaf yang bisa mommy Sarah ucapkan agar perdebatan karena ulah baby Millie berakhir.
Daddy Edwin menghela nafasnya.
"Siapkan susu nya Millie,dan bawa ke bawah. Biar Millie tidur di kamar kita." Perintah daddy Edwin pada mommy Sarah.
Daddy Edwin pun keluar dari dalam kamar baby Millie dan turun ke lantai bawah menuju kamarnya dan menidurkan baby Millie di markas satu.
⭐⭐⭐⭐⭐
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Ica dan Yordan yang awalnya ingin menginap di hotel,terpaksa harus pulang ke rumah karena mommy Sarah yang tidak mengizinkan orangtua muda itu untuk menginap. Bagaimana mommy Sarah mau memberi izin,kalau tahtanya di markas satu telah di rebut oleh baby Millie.
"Millie mana mom?" Tanya Yordan pada mommy Sarah saat baru menginjakkan kaki di ruang tamu. Ternyata mommy Sarah sengaja menunggu kedatangan Ica dan Yordan di ruang tamu.
"Ada di kamar sama daddy." Jawab mommy Sarah sinis.
"Oh.." balas Yordan sambil melangkahkan kakinya bersama Ica menuju tangga.
"Mau kemana kalian?" Tanya mommy Sarah saat melihat pasangan suami-istri minim akhlak itu berjalan menuju tangga.
"Ya mau lihat Millie lah mom."
"Millie ada di kamar mommy. Cepetan ambil anak kalian." Perintah mommy Sarah dengan wajah jutek dan tangan yang terlipat di depan dada.
Yordan menggelembungkan pipinya menahan tawa.
"Pantes aja muka nya udah kayak singa laper,eh..gak tau nya gara-gara suaminya udah pindah ke lain hati." Kata Yordan dalam hati.
"Kok malah pada diem? Cepet ambil anak kalian!! Mommy mau istirahat." Perintah mommy Sarah lagi,karena Yordan ataupun Ica tak ada yang mau bergerak.
__ADS_1
"Kalau mau istirahat,yah istirahat aja kali mom. Kan salah mommy sendiri yang nungguin kita pulang." Gerutu Yordan sambil memutar langkah menuju markas satu dan diikuti Ica dari belakang.
"Gimana mommy mau istirahat,kalau mommy baru naik tempat tidur,si Millie udah ngeeek. Jadi mommy yang kena usir daddy." Jawab mommy Sarah sinis.
Yordan dan Ica kembali menggelembungkan pipinya menahan tawa mereka mendengar curhatan hati seorang istri yang kalah saing dengan cucu pertama.
Setelah sampai di depan pintu markas satu,pelan-pelan Yordan memutar handle pintu.
Ceklek.
"Satu-satunya pelakor yang gak bisa mommy singkirkan,yah cuma si Millie." Kata mommy Sarah dengan suara berbisik pada Yordan dan Ica saat melihat penampakan daddy Edwin yang tertidur sambil bersandar di kepala ranjang ssedangkan baby Millie tidur di dada daddy Edwin.
"Itu tandanya Millie punya kasta tertinggi di rumah ini. Mommy udah turun kasta sekarang." Ejek Yordan pada sang mommy.
"Cih..cepet ambil anak mu.!" Perintah mommy Sarah sambil mendorong tubuh Yordan masuk ke dalam markas satu.
Yordan,Ica dan mommy Sarah melangkah perlahan mendekati daddy Edwin.
"Dad..dad.." Yordan menepuk pelan lengan daddy Edwin.
Daddy Edwin mengerjapkan matanya saat merasakan ada yang menepuk lengannya.
"Darimana aja kalian?" Tanya daddy Edwin tegas.
"Nanti Yordan jelasin dad. Sekarang Millie di pindahin dulu ke kamarnya,kasihan ada yang kebakaran bulu kuduk." Sindir Yordan sambil melirik mommy Sarah.
"Ya udah,tapi pelan-pelan. Awas kalau sampai Millie ngamuk lagi."
Ica pun maju untuk mengambil baby Millie.
"Eeeek.." rengek baby Millie sesaat saat Ica mencoba mengambil baby Millie yang sedang terlelap di dada sang grandpa.
__ADS_1
Tapi begitu sudah berada dalam dekapan Ica,baby Millie kembali tertidur pulas.
Melihat baby Millie yang kembali tertidur pulas,mommy Sarah akhirnya bisa bernafas lega. Karena dengan begitu,berakhirlah masa pengasingannya.