Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 185


__ADS_3

"Kak." Panggil Ica.


"Em.." jawab Yordan sekenanya lagi,ia tetap tidak mau melihat ke arah Ica.


"Tolong bantuin aku slettingin dress aku dong."


Akhirnya Yordan menoleh ke arah Ica,Yordan pikir saat ini buah siicakama sudah masuk ke dalam bungkusannya,tapi ternyata buah siicakama masih gondal-gandul tanpa pembungkus.


Lagi dan lagi Yordan menelan slivanya susah payah.


"Oh...God,gini amat sih godaan yang Engkau berikan." Gerutu Yordan dalam hati.


"Kok malah bengong sih kak? Bantuin dong!"


Mau tidak mau Yordan berjalan mendekati Ica dan membantu memasangkan dress sang istri.


"Tahan Dan..tahan.." kata Yordan dalam hati saat melihat punggung putih nan mulus milik Ica yang juga menggoda dirinya untuk di jamah.


Cepat-cepat Yordan menaikkan sletting dress Ica agar tidak termakan godaan punggung istrinya itu. Setelah sletting terpasang,Yordan langsung keluar dari dalam kamar rahasia. Ia mengambil tissue dari atas meja untuk menyeka keringatnya yang mengucur deras saat Yordan menaikkan sletting dress Ica. Yordan mendudukkan dirinya di sofa sambil menyenderkan kepalanya di senderan sofa,ia memejamkan matanya dan mengatur nafasnya untuk menstabilkan hasratnya yang hampir mencapai ubun-ubun.


Melihat Yordan yang keluar dari dalam kamar rahasia,Ica semakin berprasangka buruk pada sang suami.


"Kak Yordan kenapa sih? Kayak dia lagi berusaha menghindar dari aku." Gerutu Ica sambil membereskan alat tempurnya.


Setelah selesai membereskan alat tempur,Ica pun keluar dari dalam kamar rahasia.


Ica melangkahkan kakinya mendekati sang suami yang sedang menyenderkan kepalanya disandaran sofa.


"Kakak pusing?" Tanya Ica sambil memijat kepala Yordan dari arah belakang.


Yordan langsung membuka matanya saat merasakan tangan Ica yang sedang memijat kepalanya.


"Lumayan. Kerjaan lagi numpuk." Jawab Yordan bohong. Padahal ia pusing karena menahan hasrat.

__ADS_1


"Kita honeymoon kedua yuk kak. Hitung-hitung sekalian ngerefresh otak kakak."


Mendengar kata honeymoon,otak Yordan kembali teringat bagaimana panasnya masa-masa honeymoon mereka saat di Hawaii. Yordan langsung menggelengkan kepalanya untuk membuyarkan ingatan tentang adegan-adegan panas mereka saat honeymoon. Bahaya kalau ia meneruskan ingatan itu,bisa-bisa keteguhan hatinya untuk tidak menjamah Ica sebelum dua bulan bisa longsor,sama seperti terowongan Icablanca yang empat puluh tiga hari lalu mengalami longsor.


"Nanti lah kita bicarain lagi yah. Sekarang kita makan dulu. Aku udah laper nih." Yordan menghentikan tangan Ica yang sedang memijat kepalanya.


Ica pun menurut,dan berjalan memutar untuk duduk disebelah Yordan dan menyiapkan makan siang untuk dirinya dan suaminya.


"Ini kamu yang masak Ca?" Tanya Yordan saat merasakan makanan yang Ica bawa.


Ica mengangguk.


"Kenapa,gak enak yah kak?"


"Enak. Enak banget malah. Aku udah lama gak ngerasain masakan kamu,makanya aku pikir kamu udah gak bisa masak."


"Kalau kakak mau,tiap hari aku bisa kok masakin dan nganterin makan siang untuk kakak."


"Terus Millie gimana?" Tanya Yordan yang baru saja teringat akan putri kecilnya.


"Jadi sekarang mommy lagi dirumah jagain Millie?"


Ica mengangguk.


"Loh,kok kata pak Ari,mommy lagi nanganin proyek besar?!"


Ica menggedikkan bahunya.


"Mungkin Millie proyek besarnya mommy,kan mommy belum bisa naklukin hatinya Millie." Jawab Ica asal.


Yordan menganggukkan kepalanya menyetujui kata-kata Ica.


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Setelah Ica dan Yordan selesai menyantap makan siang,Yordan membantu Ica membereskan peralatan yang mereka pakai dan memasukkan kembali ke dalam papper bag.


"Kamu mau langsung pulang atau mau singgah ke butik?" Tanya Yordan setelah selesai memasukkan peralatan makan siang mereka.


Ica menggeleng.


"Gak dua-duanya,aku mau disini aja sampe kakak selesai kerja." Jawab Ica,karena misinya untuk mempertemukan Juliet dengan soulmatenya belum terwujud.


"Aku sibuk Ca,nanti kamu bete lagi nungguin aku. Lagian kasihan juga Millie nya kamu tinggal lama."


"Kakak kenapa sih? Daritadi aku perhatiin,kakak kayak gak seneng banget aku dateng kekantor? Kakak udah bosen sama aku? Atau jangan-jangan kakak mau nemuin wanita simpanan kakak? Makanya aku disuruh cepet-cepet pulang!!" Tuduh Ica. Ia sudah tidak bisa menahan rasa curiganya pada sang suami.


"Astaga...!!!!" Keluh Yordan sambil mengusap wajahnya kasar.


Yordan langsung menarik tangan Ica dan mendudukkan Ica dipangkuannya.


"Kamu tuh ngomong apa sih sayang. Udah berapa kali sih aku bilang,hati aku udah mentok di kamu. Jadi gak mungkin aku selingkuhin kamu."


"Selingkuh itu kan gak butuh hati. Selingkuh itu cuma butuh rasa nyaman sama ***** yang besar."


"Jadi kamu nuduh aku selingkuh hanya untuk muasin ***** gitu?"


Ica mengangguk.


"Salah kalau aku punya pikiran gitu? Secara kakak kan...." Ica tak sanggup melanjutkan kata-katanya.


"Iya..iya aku tau,masa lalu aku buruk. Tapi asal kamu tau,semenjak aku menyadari kalau aku udah jatuh cinta sama kamu,aku memutuskan untuk pensiun dari dunia percasanovaan Ca. Sekarang kita udah nikah,udah punya anak lagi,perempuan lagi anak kita,jadi mana mungkin aku balik lagi di dunia begituan Ca. Semenjak nikah sama kamu,kebutuhan biologis aku terjamin kok,kamu selalu bisa jadi istri solehot untuk memenuhi kebutuhan biologis aku,jadi ngapain aku nyari selingkuhan atau pake pake wc umum hanya untuk nyalurin hasrat. Kamu kenapa sih tiba-tiba punya pikiran kayak gitu?"


Ica menggigit bawahnya,ia ragu untuk mengatakan hal sesungguhnya yang ia rasakan.


Melihat Ica yang diam,Yordan yakin pasti ada sesuatu yang mengganjal hati dan pikiran istrinya itu yang Ica sembunyikan darinya.


"Kenapa sayang? Bilang aja sama aku,apa sebenarnya yang mengganjal di hati dan pikiran kamu sampe-sampe kamu jadi punya pikiran gitu sama aku?" Tanya Yordan sambil membelai rambut sang istri.

__ADS_1


"Aku kangen kak." Jawab Ica pelan,namun masih bisa di dengar oleh Yordan.


__ADS_2