
Perjalanan dari rumah utama ke rumah sakit yang bisa di tempuh dengan waktu kurang dari setengah jam,apalagi sekarang masih subuh,tapi di tangan daddy Edwin perjalanan begitu sangat lama. Bagaimana tidak lama,kalau daddy Edwin mengendarai mobilnya sangat lambat.
Awalnya tidak ada yang protes dengan cara daddy Edwin mengendarai mobil,namun saat kontraksi palsu Ica datang lagi,dan Yordan harus merelakan rambutnya kena jambakan sang istri,di situ lah Yordan mulai protes.
"Aaarrrgh.." teriak Yordan saat Ica menjambak rambutnya.
"Sa...kit..kak.." ringis Ica saat kontraksi palsunya kembali datang.
"Sabar yah Ca,sebentar lagi nyampe kok." Malah mommy Sarah yang menjawab.
"Gimana mau cepet nyampe,kalau daddy bawa mobil udah kayak jalannya siput yang obesitas!!!" Teriak Yordan menyindir sang daddy.
"Gimana daddy mau ngebut Dan,kita kan lagi bawa ibu hamil. Biar lambat yang penting selamat lah." jawab daddy Edwin.
"Tapi Yordan yang kena siksaan dad."
"Itu sih derita kamu!!!! Kenapa kamu jadi nyalahin daddy kamu?" Mommy Sarah membuka suaranya karena jengah mendengar rengekan si bule kampret.
"Udah...udah diam!!! Gimana daddy mau konsentrasi bawa mobil kalau kalian semua ribut. Apa kalian mau kita bertiga pulang di antar mobil ambulance?"
"Amit...amit...amit..kok daddy ngomongnya horor banget sih!!" Protes Yordan.
"Makanya diam!!!" Kata daddy Edwin dengan nada meninggi.
Akhirnya mobil yang di kendarai daddy Edwin tiba juga di rumah sakit. Kak Irna dan timnya yang akan membantu proses kelahiran Ica dengan sigap menghampiri mobil daddy Edwin dengan membawa brankar.
"Kamu kenapa Dan? Ica yang kontraksi,kok kamu yang basah kuyub" Tanya kak Irna saat melihat penampakan Yordan yang sangat berantakan.
"Yah kenapa lagi kak,kalau bukan jadi tumbalnya Ica." Jawab Yordan malas.
Kak Irna tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Yordan.
"Makanya lain kali kalau gak mau jadi tumbal,sebelum balapan APD nya di cek dulu. Kalau tau APD nya gak layak pakai,langsung di buang bukan malah tetap di pake balapan." Ejek kak Irna sambil menepuk pundak Yordan kemudian berlalu dari hadapan Yordan menuju Ica yang sudah berbaring di brankar.
"Ngapain kamu masih berdiri disitu? Cepet turunin barang-barangnya Ica." Perintah mommy Sarah karena melihat Yordan hanya berdiri di tempatnya.
"Sabar dong mom,orang Yordan lagi ngumpulin kekuatan." Gerutu Yordan,tapi tetap saja ia melakukan apa yang si bule bar-bar perintahkan padanya.
⭐⭐⭐⭐⭐
"Ica udah pembukaan berapa Na?" Tanya mommy Sarah.
"Masih pembukaan lima mom."
"Gak perlu di induksi?"
Kak Irna menggelengkan kepalanya.
"Gak perlu mom,air ketubannya masih banyak kok semuanya juga masih normal. Jadi kita biarin aja kontraksi alami sampai pembukaan sepuluh." Jawab kak Irna.
"Oh." Jawab mommy Sarah sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
__ADS_1
Sedangkan di kamar rawat Ica,Yordan yang baru selesai meletakkan barang-barang Ica langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari keringat yang keluar akibat menjadi pelampiasan rasa sakit Ica.
"Masih tampan kok,masih macho,gak kelihatan bapak-bapak beranak dua." Kata Yordan narsis. Cukup lama ia memandangi wajah dan tubuhnya yang makin atletis.
Tak lama ia teringat kembali akan Ica yang sedang di ruang bersalin.
"Astaga bini gue!!" Kata Yordan sambil menepuk jidatnya. Yordan pun cepat-cepat membersihkan tubuhnya.
Saat ia sedang menyabuni dada nya,ia teringat akan kesadisan Ica saat melahirkan baby Millie dulu.
"Kayaknya gue harus cukurin semua bulu-bulu deh." Gumam Yordan. Ia pun mengambil alat pencukur bulu yang ia simpan di dalam toiletries bag.
Yordan pun mulai mencukur bulu-bulu halus yang tumbuh di lengan dan dadanya.
"Gini kan aman." Kata Yordan setelah selesai mencukur bulu-bulunya.
Dor...Dor...Dor. Bunyi pintu kamar mandi yang di gedor.
"Yordan!!! Ngapain kamu di dalam?!" Teriak mommy Sarah.
"Apaan sih mom,Yordan lagi bersih-bersih ini." Balas Yordan.
"Astaga!!! Sempet-sempetnya kamu bersih-bersih disaat istri kamu mau lahiran!!! Cepet keluar!!! Temenin Ica di ruang bersalin.!!" Perintah mommy Sarah. Setelah memberi perintah pada Yordan,mommy Sarah pun keluar dari kamar rawat Ica.
"Iya..iya!!!" Cepat-cepat Yordan membersihkan tubuhnya dan keluar dari kamar mandi.
Setelah memakai pakaiannya,Yordan menyusul Ica di ruang bersalin.
"Kok mommy sama daddy disini?" Tanya Yordan heran saat melihat orang tuanya malah duduk di depan ruang bersalin,bukannya menemani Ica di dalam.
"Gak akh..mommy masih trauma." Kata mommy Sarah lagi.
Tiba-tiba saja terdengar suara teriakan Ica dari dalam.
"Aaarrrrgh..kak Yordan...sakiiiit!!!" Teriak Ica dari dalam ruang bersalin.
Mendengar suara teriakan Ica,seketika bulu ketiak dan rambut gondrong kang Jeki yang tidak Yordan cukur tadi langsung berjingkrakan. Dan tanpa sadar Yordan langsung memeluk sang daddy erat-erat.
"Kamu ngapain malah meluk daddy mu?! Cepet masuk.!!" Perintah mommy Sarah.
Yordan menggelengkan kepalanya,seketika nyalinya menciut.
"Takut mom."
"Cih..takut!!! Waktu balapan gak ada takut-takutnya!!! Udah sana masuk,kasihan Ica sakit sendirian!!" Perintah mommy Sarah lagi.
"Dad,tolongin Yordan.." rengek Yordan.
Daddy Edwin memutar bola matanya malas dan membuang wajahnya karena mulai geram melihat tingkah anak semata wayangnya itu
"Dad..." rengek Yordan lagi.
__ADS_1
"MASUK!!!" Perintah daddy Edwin dengan nada berat dan tegas.
Kalau daddy Edwin sudah seperti ini,Yordan bisa apa selain menuruti perintah atasan.
"Mending gue kena tembak pas perang deh,dari pada masuk ke kandang macan yang mau lahiran." Gerutu Yordan dalam hati.
"Yordan,masuk!!" Perintah daddy Edwin lagi karena Yordan tetap diam di tempatnya berdiri.
"Iya dad,ini juga Yordan mau masuk."
Yordan menghela nafasnya.
"Mom,dad,doain Yordan yah biar keluar dari ruang bersalin muka Yordan masih utuh."
"Cih...tenang aja,kalau hidung mu hilang,nanti tinggal di ganti sama hidung peppa pig!!!" Jawab mommy Sarah mengejek.
Yordan mencebik mendengar ejekan mommy nya.
Dengan langkah perlahan,Yordan masuk ke dalam ruang bersalin.
⭐⭐⭐⭐⭐
Setelah kurang lebih enam jam drama melahirkan terjadi di ruang bersalin,akhirnya anak kedua Ica dan Yordan pun lahir dengan selamat. Bayi gembal gembil yang hadir di rahim Ica akibat APD yang bolong itu berjenis kelamin perempuan.
Berbeda dengan baby Millie yang terlahir dengan wajah Asia,anak ke dua Yordan dan Ica ini terlahir dengan wajah bule.
Kini Ica dan bayinya sudah di pindahkan ke kamar rawat. Mama Nivi dan papa Fano pun sudah ada di kamar itu.
"Kalian udah punya nama untuk adiknya Millie ini?" Tanya mama Nivi sambil menggendong si bayi gembil.
"Udah dong mah." Jawab Yordan.
"Siapa?" Tanya mama Nivi lagi.
"Namanya Youshiney Diamond Adiguna. Panggilanya..." Yordan menjeda kata-katanya karena masih belum menemukan panggilan yang tepat untuk memanggil anak ke duanya.
"Durlong.." celetuk mommy Sarah.
Sontak mama Nivi dan papa Fano menoleh ke arah mommy Sarah yang sedang duduk di sofa bersama daddy Edwin.
"Durlong? Apaan tuh? Kok gak nyambung sama nama nya?!"
"Durasi Long mah." Cepat-cepat Yordan menjawab.
"Cih..Durlong itu..Du••x Bolong!!!" Timpal mommy Sarah sambil tertawa terbahak-bahak.
Daddy Edwin langsung memberi pelototan pada istrinya. Mommy Sarah langsung terdiam mendapat pelototan dari sang suami.
"Gak usah di dengerin pak Fano,bu Nivi. Kalian kan tau kalau nini nya Millie suka becanda." Kata daddy Edwin.
"Namanya cantik,gimana kalau panggilannya Shine." Kata daddy Edwin lagi mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Mama Nivi dan papa Fano mengangguk setuju dengan usulan daddy Edwin.
Ceklek. Tiba-tiba saja pintu kamar rawat Ica terbuka.