
Entah ada angin apa,Yordan hari ini sangat bersemangat ke kantor. Setelah menyelesaikan sarapan penuh drama dengan kedua orangtuanya,Yordan melajukan mobilnya ke kantor. Ia tidak memberi tahu sang mommy kalau Ica akan datang ke perusahaan jam sembilan.
Seperti anak abege yang sedang jatuh cinta,Yordan keluar dari dalam mobil sambil bersiul-siul. Dengan wajah yang selalu menebarkan senyum sumringah.
Karyawan yang melihat tak percaya dengan pemandangan pagi ini,melihat bos mereka yang biasa terlihat tegas dan cool kini seperti anak SMP yang baru jadian dengan gebetannya.
Yordan membuka pintu ruangannya. Berjalan menuju meja kerjanya. Hari ini melihat setumpuk berkas yang harus ia periksa,tidak membuat kepalanya pusing. Malah dengan penuh semangat empat lima,Yordan mulai mempelajari berkas-berkas yang ada di mejanya. Sesekali ia melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.
Ketukan pintu dari luar sukses membuat Yordan menoleh ke arah pintu. Dengan memasang gay cool Yordan menyuruh orang yang mengetuk pintu untuk masuk.
Ceklek. Pintu terbuka.
Dengan penuh keyakinan Yordan yakin Ica lah yang datang.
Ternyata dugaan Yordan salah,yang datang malah Igo. Raut wajah Yordan langsung berubah drastis.
"Ngapain loe?!" Tanya Yordan malas,dia kembali mengarahkan matanya ke laptop.
"Ck..sensian amat loe sekarang? Efek main solo bro?" Ejek Igo.
"Brisik loe!!" Yordan melemparkan pena ke wajah Igo.
"Cepetan bilang,mau apa loe kesini? Gue lagi sibuk nih..!" Tanya Yordan lagi.
"Gue mau nanyain soal proposal yang gue kasih ke loe waktu itu,udah loe baca belum?"
"Astaga..gue lupa Go...!!"
"Gimana sih loe,masa proposal gue di lupain. Kan gue udah bilang harus langsung loe baca!!" Kesal Igo.
"Iya maaf..lagian salah loe juga nganter proposal ke sini."
"Bokap loe yang nyuruh kunyuk!!"
"Ya udah,nanti gue baca deh.. Loe sekarang balik deh,biar cepet gue beresin kerjaan gue. Nanti kalau kerjaan gue yang ini beres gue langsung baca proposal loe. Janji gue." Yordan memberi alasan agar Igo segera keluar dari ruangannya.
"Ya udah,tapi bener loe yah awas kalo php lagi."
__ADS_1
"Iya bawel!!"
Igo pun keluar dari ruangan Yordan.
⭐⭐⭐⭐⭐
Satu jam lebih Yordan menunggu Ica setelah kepergian Igo,yang berarti ini sudah jam setengah sebelas. Tapi Ica belum muncul juga.
"Kemana sih nih anak,katanya jam sembilan mau dateng. Udah jam segini gak nongol-nongol juga." Kata Yordan bete.
Yordan berinisiatif menelpon Ica,baru saja mengambil hp. Pintu ruangan Yordan terbuka.
Yordan menoleh ke arah pintu.
Ternyata Ica yang datang. Senyum sumringah terpancar saat Ica memasuki ruangan Yordan,tapi senyum itu hanya sesaat terbit karena ternyata dibelakang Ica ada si bule bar-bar.
Ternyata saat Ica sudah sampai di kantor,asisten mommy Sarah lebih dulu menculik Ica dan membawa Ica ke coffee shop dekat kantor.
Sepertinya Yordan memang benar-benar lupa kalau mommy nya adalah cenayang.
Wajah Yordan langsung berubah jadi jutek,ketika melihat dua wanita beda generasi ini asik bercerita di sofa ruangannya. Seolah melupakan dirinya yang memperhatikan mereka di balik meja kerja.
Pupus sudah mimpinya semalam yang ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan Ica.
Eh tunggu,,kenapa Yordan mau menghabiskan waktu lebih lama dengan Ica? Bukannya di awal Yordan malas berlama-lama dengan Ica,dia mendekati Ica hanya untuk membuat mommy Sarah percaya padanya kalau sekarang Yordan sudah insaf. Tapi kenapa disaat mommy nya sudah dekat bahkan sangat menyukai Ica sebelum Yordan mengenalkan Ica pada mommy nya,kenapa sekarang dia merasa enggan untuk membebaskan diri nya dan kembali bermain-main di luar sana? Apa jangan-jangan Yordan sudah menyukai Ica.
Sepertinya begitu,tapi sayangnya Yordan belum menyadari perasaannya itu.
"Gibah kepala mu!! Mommy sama Ica lagi ngomongin kerjaan." Jawab mommy Sarah sinis.
"Emang mommy udah dapet kerjaan untuk Ica?" Merasa tertarik karena membahas Ica,Yordan pun beranjak dari kursi kebesarannya menuju sofa. Dan duduk di sofa yang berhadapan dengan dua wanita ini.
"Ya udah lah,kan dari semalem mommy bilang mommy udah punya kerjaan buat Ica. Tapi tergantung Ica mau apa gak. Ternyata Ica nya mau."
Yordan mengernyitkan keningnya,tau dari mana mommy nya kalau Ica mau? Bukannya mereka baru ketemu?
Yordan masih belum tau kalau mommy nya dan Ica sudah bertemu sebelum masuk ke ruangan Yordan.
__ADS_1
"Emang mommy udah bicara sama Ica?" Tanya Yordan yang tak bisa menahan rasa penasarannya.
Mommy Sarah mengangguk.
"Kapan? Bukannya kalian baru ketemu sekarang?"
"Tadi aku sama mommy udah ngomongin di coffee shop deket sini." Ica yang menjawab.
"Kapan..." kini mata Yordan sudah menatap tajam Ica.
"Waktu aku nyampe sini,asisten mommy nyuruh aku nunggu di coffee shop itu. Setengah jam kemudian mommy dateng deh?" Jawab Ica enteng.
"Jadi kamu udah dateng daritadi?"
Ica mengangguk.
"Iya dari jam sembilan.Kan semalem aku bilang mau dateng jam sembilan."
Yordan mengusap wajahnya kasar,sekarang ia sadar mommy nya benar-benar bukan manusia biasa.
Melihat wajah kecewa anaknya,mommy Sarah tertawa dalam hati.
"Dasar anak licik,kamu pikir bisa ngadalin mommy!!" Kata mommy Sarah dalam hati.
"Mulai besok kamu bisa pake mobil sendiri,dan gak usah pake bodyguard lagi."
Tiba-tiba mata Yordan membelalak.
"Apa maksudnya ini marimar?" Tanda tanya memenuhi hatinya.
Harusnya ia senang,tapi kenapa hatinya mengatakan akan ada suatu bencana mendengar mommy nya membebaskannya secepat ini.
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏