Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 63


__ADS_3

"Apa kamu sekarang masih dalam pengaruh obat itu?" Tanya Edwin.


Sarah menggeleng.


Tanpa Sarah duga,Edwin langsung menggendong Sarah ala bridal style ke tempat tidur.


"Aaaaaa..." teriak Sarah saat dirinya digendong tiba-tiba oleh Edwin.


"Kamu mau apa hah?!" Tanya Sarah saat Edwin sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Ayo kita lakukan sekali lagi,agar kamu mengizinkan ku untuk mempertanggung jawabkan perbuatan ku. Karena sekarang kamu tidak dalam pengaruh obat,jadi kali ini adalah kesalahan ku."


Mata Sarah membelalak mendengar kata-kata Edwin. Baru saja dirinya ingin protes,namun bibir Edwin sudah membungkam bibirnya. Ingin sekali Sarah menolak dan memberontak,tapi keinginan itu terpatahkan dengan kata-kata Edwin yang sangat menyentuh hati Sarah.


"Menikahlah dengan ku,jadi lah ibu dari anak-anak ku. Aku mohon jangan menolak,karena bisa jadi benih yang aku tabur tadi malam bertumbuh menjadi generasi penerus ku." Kata Edwin di telinga Sarah saat ia melepaskan pungutannya.


Tak terasa air mata pun mengalir dari sudut mata Sarah. Ia pun mengangguk menyetujui permintaan Edwin yang ingin menikahinya.


Edwin pun mengecup kening Sarah. Dan kembali mencumbu Sarah. Mereka pun kembali berolah raga di pagi hari.


Keesokan harinya,Sarah membawa Edwin ke rumahnya dan memperkenalkannya kepada kedua orangtua Sarah. Sarah adalah anak paling kecil dari tiga bersaudara. Kedua saudara Sarah adalah laki-laki dan mereka semua sudah menikah dan keduanya tidak tinggal di New York.


Edwin pun mengutarakan keinginannya melamar Sarah,tapi ia tidak mengatakan alasan sebenarnya karena Sarah melarangnya untuk mengatakan tentang kejadian malam itu pada kedua orangtuanya.


Awalnya orangtua Sarah tidak mau merestui,tapi karena melihat keseriusan dan kesungguhan Edwin pada putri mereka akhirnya mereka pun merestui hubungan mereka.


Satu minggu kemudian orangtua Edwin datang ke New York dan melamar Sarah. Setelah lamaran,dua minggu kemudian Sarah dan Edwin pun menikah,namun mereka tidak mengadakan resepsi besar-besaran. Hanya acara makan bersama dengan keluarga inti di sebuah restoran yang sudah di booking.


Setelah Sarah lulus kuliah,baru lah Edwin membawa Sarah pulang ke negara Edwin.


Flashback Off


Setelah lama berendam,mommy Sarah pun keluar dari dalam bath up dan membilas tubuhnya. Ia keluar dari dalam kamar mandi,ia melihat sang suami yang masih tertidur pulas. Ia meneruskan langkah kakinya menuju kamar ganti.


Di dalam kamar ganti,ia memperhatikan kembali tubuhnya dari cermin,banyak sekali jejak-jejak kepemilikan yang suaminya tinggalkan ditubuhnya. Mommy Sarah senyum-senyum sendiri.


"Dasar,sudah tua tapi masih bringas saja.!!" Umpat mommy Sarah yang mengingat kembali ritual mereka tadi malam.

__ADS_1


Mommy Sarah memakai pakaiannya,setelah itu keluar dari dalam kamar ganti. Ia melihat kembali sang suami yang masih tertidur. Mommy Sarah pun meneruskan langkahnya menuju pintu,ia tidak berniat membangunkan suaminya. Karena ia tau sang suami pasti masih sangat lelah.


Mommy Sarah membuka pintu kamarnya. Sekarang tujuannya adalah kamar putranya.


Tok tok tok.. Mommy Sarah mengetuk pintu kamar Yordan.


Namun sepertinya si bule kampret itu masih tertidur pulas.


Ceklek. Mommy Sarah membuka pintu kamar Yordan yang sepertinya Yordan lupa menguncinya.


Karena setiap Yordan tidur di rumah utama,ia pasti akan mengunci pintu kamarnya,karena takut sang mommy masuk dan mengganggu tidurnya,apalagi Yordan kalau tidur hanya menggunakan boxer saja bahkan sesekali ia tidak memakai apa-apa.


Mommy Sarah melangkahkan kakinya mendekati ranjang anaknya,terlihat jelas Yordan yang masih tertidur pulas. Mommy Sarah duduk di tepi ranjang,dan mengusap pipi anak semata wayangnya. Ada rasa sedih di dalam hati mommy Sarah melihat putra semata wayangnya yang sekarang. Karena sebelum Yordan mengenal Fika,Yordan adalah laki-laki yang sangat menghargai wanita.


Saat pertama kali mommy Sarah tau Yordan menjadi seorang player,mommy Sarah menganggap kalau Yordan seperti itu hanya untuk menghilangkan sakit hatinya,jadi lambat laun pasti Yordan akan sadar sendiri dengan kenakalannya. Namun semakin di biarkan,Yordan malah semakin gila. Bahkan dari informasi yang mommy Sarah dapat kan selama enam bulan terakhir,Yordan menggonta-ganti wanita setiap malam. Dan setiap mommy Sarah menegurnya,Yordan selalu mengelak. Hal itu membuat mommy Sarah mau tidak mau bertindak lebih bar-bar dari sebelumnya dengan sang anak.


Kini melihat Yordan termakan sugesti dari dokter Adrian,mommy Sarah bisa sedikit bernafas lega. Karena paling tidak,untuk sementara Yordan cuti sebagai penjelajah.


Baru sesaat mommy Sarah menumpahkan kasih sayang pada anaknya dengan mengelus pipi Yordan. Tiba-tiba racauan Yordan membuat mommy Sarah menjitak kepala Yordan.


"Jek..bangun jek.. Loe gak mau mamam jek.!!!" Yordan mengigau menyuruh si Jeki makan.


PLETAAAK. mommy Sarah menjitak kepala Yordan.


"Aaauuu.." rintih Yordan kesakitan. Yordan membuka matanya ingin melihat siapa yang sudah menjitak kepalanya.


"Mommy...kok mommy bisa masuk ke sini?!" Yordan kaget melihat sang mommy sudah ada di hadapannya.


"Ya bisa lah,orang tinggal buka pintu terus masuk kesini." Cibir mommy Sarah.


"Shiit.!!" Umpat Yordan dalam hati setelah mengingat kalau dirinya lupa mengunci pintu kamarnya.


"Ayo bangun,hari ini dan sampe batas waktu yang belum mommy bisa tentukan,kamu kerja di perusahaan mommy dulu."


"Emang mommy mau kemana?"


"Mommy mau pulang kampung."

__ADS_1


"Ke kota Y?" Yordan pikir mommy nya akan pulang kampung ke kampung halaman sang daddy.


Mommy Sarah menggeleng.


"Ke New York lah.!!!"


Hampir saja Yordan lupa kalau si bule bar-bar berasal dari New York. Karena sudah hampir empat tahun mommy nya itu tidak pernah pulang ke New York,semenjak kedua orang tua mommy Sarah meninggal akibat kecelakaan.


"Ooo" mulut Yordan membulat.


"Memang berapa lama mommy disana?" Tanya Yordan lagi.


"Paling lama dua minggu." Bohong mommy Sarah,padahal waktu yang daddy Edwin berikan hanyalah seminggu.


"Oke." Yordan menyanggupi perintah mommy nya.


"Ya udah cepet mandi,mommy tunggu di bawah." Mommy Sarah beranjak dari tempat tidur Yordan.


"Oh iya mom..Apa Ica benar-benar sudah mengundurkan diri." Tanya Yordan yang tiba-tiba teringat Ica.


Mommy Sarah menoleh ke arah Yordan dan mengangguk.


"Katanya dia mau nerima tawaran papanya yang akan menikahkan dia dengan anak salah satu rekan bisnisnya." Jawab mommy Sarah berbohong.


Mata Yordan membelalak terkejut,ternyata yang Ica katakan hari itu tidak lah main-main. Tiba-tiba saja seluruh tubuh Yordan melemas tak bergairah.


Melihat ekspresi Yordan yang sepertinya tidak suka dengan kabar yang mommy nya berikan membuat mommy Sarah bersorak dalam hati.


"Rasakan itu bule kampret.!! Mommy udah gak sabar lihat kamu nangis guling-guling.!!" Umpat mommy Sarah dalam hati.


"Mom.." lirih Yordan


"Apalagi?" Mommy Sarah kembali menghentikan langkah kakinya saat Yordan kembali memanggilnya.


"Bisa gak mommy bilang sama papanya Ica,nikahin Ica sama Yordan aja." Lirih Yordan pelan,tapi masih bisa di dengar mommy Sarah.


Mendengar kata-kata anaknya,mommy Sarah memberikan tatapan tajam,setajam SILET...๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž

__ADS_1


ยคยคยค Othor udah kasih sedikit tuh kisah mommy Sarah sama daddy Edwin. Jangan minta othor bikin kisah mommy sama daddy sendiri yah,puyeng kepala othor nanti. Othor aja masih pusing bujuk si Jeki biar mau di publish. Buat yang pada minta kenalan sama si Jeki,sabar yah,othor berusaha bujuk si Jeki nih.... Jek...Jek...keluar dong Jek,banyak yang nyariin loh Jek....๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ ยคยคยค


__ADS_2