
"Yordan memang bukan pacar atau selingkuhan apalagi mantannya Ica mom,tapi Yordan adalah masa depannya Ica. Hanya Yordan yang pantas bersanding dengan Ica."
Mendengar kata-kata sok puitis si bule kampret,mommy Sarah memutar bola matanya malas.
"Mimpi kamu.!!! Udah jangan ganggu Ica lagi. Biarin dia bahagia dengan pilihannya." Mommy Sarah berdiri dari tempat duduknya untuk pergi meninggalkan anaknya.
Yordan langsung menyambar tangan sang mommy untuk mengehentikan langkah sang mommy.
"Kasih tau Yordan dimana Ica sekarang. Pliss mom. Jangan sembunyiin Ica dari Yordan."
Mommy Sarah memutar tubuhnya untuk menghadap sang anak.
"Apa untungnya buat mommy nyembunyiin Ica dari kamu. Ica kan punya orangtua,kamu tanya aja orangtuanya dimana Ica sekarang."
"Iya juga yah. Kok gue gak kepikiran,kalau Ica udah balik dari New York,pasti sekarang Ica ada dirumah orangtuanya." Kata Yordan dalam hatinya.
Yordan melepaskan tangan sang mommy dari genggaman tangannya,ia melangkahkan kakinya keluar dari ruang keluarga.
"Mau kemana kamu?" Tanya mommy Sarah melihat Yordan yang keluar dari ruang keluarga.
"Mau tanya keberadaan Ica sama calon mertua." Teriak Yordan yang sudah melangkah jauh dari ruang keluarga.
Mommy Sarah tersenyum tipis mendengar perkataan Yordan. Ada rasa haru di dalam hatinya,akhirnya ia bisa melihat sang anak kembali ke wujud aslinya. Walaupun ia belum yakin seratus persen tentang bagaimana perasaan Yordan pada Ica,tapi mendengar Yordan yang selalu uring-uringan karena melihat statusnya,mommy Sarah yakin,di lubuk hati Yordan terdalam,Yordan sudah sangat mencintai Ica.
Namun mommy Sarah tak ingin semudah itu mempertemukan Ica dengan Yordan,mommy Sarah ingin membuat sedikit rintangan pada Yordan mendapatkan Ica,makanya mommy Sarah tidak memberitahu kalau Ica masih berada di New York untuk melanjutkan pendidikannya.
Flashback On
Sebelum mereka pulang ke tanah air,mommy Sarah meminta papa Fano dan mama Nivi untuk berbicara enam mata.
Kini mereka bertiga sudah berada dalam ruang kerja orangtua mommy Sarah. Jangan tanyakan dimana keberadaan daddy Edwin,karena kepergian ke New York ini dadakan,jadi sekarang daddy Edwin di sibukkan dengan data-data yang harus ia periksa lewat email yang dikirimkan asistennya.
"Apa yang ingin kamu bicarakan Sar,apa ini mengenai Ica?" Tanya mama Nivi.
Mommy Sarah mengangguk.
"Kalau ibu..." papa Fano tak melanjutkan kata-katanya karena di sela oleh mommy Sarah.
"Ibu..ibu..memangnya saya ibu kamu." Protes mommy Sarah karena ia tidak suka dipanggil ibu.
__ADS_1
"Jadi saya harus panggil apa?" Tanya papa Fano yang merendahkan egonya karena papa Fano tidak mau menyinggung perasaan istri dari orang terkaya nomor lima di negaranya.
"Panggil aja Sarah. Seperti istri mu memanggil saya. Saya sudah menganggap kalian keluarga,jadi tidak perlu ada kecanggungan di antara kita." Pinta mommy Sarah.
"Baik lah. Jadi apa kamu ingin membicarakan masalah perkuliahan Ica? Kalau iya,aku tetap pada prinsip ku dari awal,biar aku yang membiayai kuliahnya. Karena aku ingin membuktikan pada Ica dan Nivi kalau aku mendukung Ica sepenuh hati untuk mencapai cita-citanya."
"Ya...ya...ya...aku tau itu. Tapi sayangnya bukan itu yang mau aku bicarakan."
"Lalu?" Tanya mama Nivi makin penasaran.
Mommy Sarah mengehela nafasnya sebelum menceritakan tentang hubungan Ica dan Yordan yang sebenarnya.
"Ini tentang hubungan Ica dan Yordan?"
"Nak Yordan dan Ica? Apa mereka bertengkar?" Tanya mama Nivi.
Mommy Sarah mengangguk.
Papa Fano tak mengerti dengan pembicaraan mama Nivi dan mommy Sarah. Hatinya bertanya-tanya,siapa Yordan,ada hubungan apa dengan Ica. Tak ingin rasa penasaran menghantuinya papa Fano menanyakan tentang Yordan.
"Tunggu sebentar. Yordan itu siapa? Apa hubungannya dengan Ica?!"
Mata papa Fano dan mommy Sarah membulat sempurna mendengar kata-kata mama Nivi.
Mommy Sarah kaget karena baru kali ini mendengar anaknya di katai parasit,berbeda papa Fano yang kaget karena ternyata pemuda yang pernah ia maki adalah anak tunggal dari Edwin Adiguna dan Sarah Florentina.
Jantung papa Fano berdetak kencang,takut-takut kalau mommy Sarah mengamuk padanya. Namun kenyataannya berbanding terbalik dengan dengan apa yang ada dipikirannya. Karena mommy Sarah malah tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahaha...lucu...lucu..Aku ngebayangin kalau ada parasit sebesar si bule kampret itu."
Papa Fano makin tercengang karena ternyata mommy Sarah malah mengatai anaknya sendiri bule kampret.
"Orangtua absurd." Umpat papa Fano dalam hati. Papa Fano belum mengetahui kalau mommy Sarah selain intel,ia juga seorang cenayang.
"Apa kamu liat-liat begitu? Pasti sekarang kamu lagi mengumpat aku dalam hati kan?!" Sindir mommy Sarah.
"Cih...perasaan." kilah papa Fano.
"Oke kita lanjutkan pembicaraan." Mommy Sarah pun menarik nafasnya dalam-dalam,kemudian menceritakan rentetan-rentetan kejadian yang terjadi antara Yordan dan Ica,mulai dari tantangan yang di berikan Yordan pada Ica,sampai tragedi dimana Ica menendang Jeki. Tapi mommy Sarah tidak menceritakan tentang tabiat buruk anaknya. Karena mommy Sarah tidak mau mengumbar keburukan anaknya pada orang lain,apalagi orang itu adalah orangtua Ica,gadis yang sudah membuat anaknya kembali merasakan cinta.
__ADS_1
Rahang papa Fano mengeras tak terima kalau putri sulungnya diperlakukan seperti itu.
"Kurang ajar anak itu.!!" Umpat papa Fano kesal,ia mengepalkan tangannya siap untuk meninju Yordan seandainya Yordan ada disana.
"Pah...tenang dulu." Mama Nivi menggenggam tangan suaminya untuk menenangkan sang suami.
"Tapi papa gak terima kalau Ica di perlakukan seperti itu mah. Itu sama saja menginjak harga diri Ica."
"Lalu apa bedanya perlakuan papa ke Ica dengan apa yang di lakukan nak Yordan pada Ica. Kalian sama-sama melukai hati dan menginjak harga diri Ica." Mama Nivi mengungkit lagi apa yang sudah suaminya lakukan pada putri sulung mereka.
"Kalau bukan nak Yordan yang mensupport Ica dan mempertemukan Ica dengan Sarah,mungkin sekarang Ica gak akan bisa sampai di negara ini. Kita ambil positivenya saja dari perlakuan Yordan ke Ica. Mungkin saja nak Yordan merasa tidak pantas dengan Ica makanya ia melakukan hal itu,namun sayang hatinya berkata lain,hati nak Yordan malah menginginkan Ica untuk mengisi kekosongan hatinya. Tapi disaat nak Yordan sudah menyadari perasaannya,malah Ica lah yang menutup hatinya untuk nak Yordan,walau sebenarnya Ica masih memiliki perasaan pada nak Yordan." Lanjut mama Nivi.
Mommy Sarah menganggukkan kepala menyetujui perkataan mama Nivi.
Sedangkan papa Fano tertunduk malu dengan perkataan sang istri.
"Aku juga sependapat dengan mu. Makanya sekarang aku ingin berbicara enam mata dengan kalian dengan rencana yang ingin aku buat."
"Rencana? Rencana apa?"
"Aku gak bilang sama Yordan kalau Ica melanjutkan kuliah disini,tapi beberapa hari lalu aku memasang status kalau Ica dan Satria datang ke New York untuk melakukan sesi foto preweding."
"Apaaaa.!!" Teriak mama Nivi dan papa Fano bersamaan. Mommy Sarah sampai menutup telinganya karena teriakkan mereka yang cukup memekakkan telinga.
"Kenapa harus sampai seperti itu sih Sar,gimana kalau nak Yordan berpikir kalau itu benar?"
Mommy Sarah menggeleng.
"Tidak mungkin,aku yakin seratus persen. Karena dari informasi yang ku dapat,Yordan sangat frustasi. Dan aku sangat tau sifat si bule kampret itu,jika ia sudah frustasi dengan sesuatu yang tidak bisa ia dapatkan,ia akan memikirkan seribu satu cara untuk kembali mendapatkan sesuatu yang sangat ingin ia miliki itu."
"Lalu,apa rencananya?" Tanya papa Fano. Sepertinya papa Fano mulai tertarik dengan hubungan Yordan dan putrinya.
"Mungkin begitu sampai kita di tanah air,Yordan akan mendatangi rumah kalian dan menanyakan keberadaan Ica pada kalian."
"Terus apa yang harus kami katakan pada nak Yordan?"
"Yah bilang saja kalau kalian akan menjodohkan Ica dengan Satria dan minta pada Yordan untuk tidak mengganggu hubungan Ica dan Satria."
"Kalau Yordan percaya dan menuruti kata-kata kami bagaimana?"
__ADS_1
"Entah lah kita lihat saja nanti. Kalau memang Yordan percaya dan menuruti kata-kata kalian,itu berarti hati Yordan masih setengah-setengah untuk Ica. Tapi kalau hati Yordan sudah seratus persen untuk Ica,Yordan pasti akan berusaha mendapatkan Ica. Aku melakukan ini hanya untuk melihat keseriusan Yordan,kasihan Ica kalau hanya di jadikan objek obsesi Yordan kalau sampai Yordan mendapatkan Ica tapi hati Yordan hanya setengah-setengah untuk Ica."