Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 68


__ADS_3

Meninggalkan Yordan yang sibuk membujuk sahabat kecilnya. Kita beralih ke Ica.


Ica kini telah bersiap-siap untuk keberangkatannya bersama mommy Sarah,mama Nivi dan bang Satria.


Sekarang mama Nivi dan Ica tengah mengisi perut mereka sebelum berangkat ke bandara.


Setelah selesai sarapan,Ica mendapat pesan dari mommy Sarah kalau keberangkatan mereka di tunda sampai jam satu siang,tapi mommy Sarah tidak menyebutkan alasan kenapa keberangkatan mereka di tunda.


Ica pun memilih untuk pergi ke kantor mommy Sarah,mengambil barang berharga yang tertinggal di meja kerjanya yang berada dalam ruangan Yordan.


"Mah,Ica pergi ke kantor mommy Sarah dulu yah,ada barang Ica yang ketinggalan disana." Pamit Ica pada mama Nivi.


"Iya,hati-hati."


Ica pun keluar dari unit apartemennya.


Setengah jam setelah Ica keluar dari unit apartemennya,bel unit apartemen Ica berbunyi.


Ting tong ting tong.


Mama Nivi mengernyitkan keningnya.


"Siapa yang dateng? Gak mungkin Sarah,dia kan tau kode pass nya. Apa jangan-jangan nak Satria atau nak Yordan?" Mama Nivi bertanya-tanya dalam hatinya.


Mama Nivi pun membuka pintu unit apartemen Ica.


Ceklek.


Mata mama Nivi membulat saat melihat sosok yang sangat ia rindukan ada di depan unit apartemen putrinya.


"Fano.." lirih mama Nivi.


Iya..yang datang adalah papa Fano. Selama beberapa hari ditinggal istrinya papa Fano begitu kehilangan. Setiap hari hati dan pikirannya tidak tenang memikirkan keberadaan istrinya. Rasa cinta yang begitu besar kepada istrinya membuat keegoisan dalam diri papa Fano akhirnya runtuh seketika. Dia menanyakan pada Nita dimana keberadaan istrinya itu,dan Nita pun memberikan alamat kakaknya pada sang papa.


"Maafin aku Niv,maaf atas keegoisan ku,pulang lah ke rumah Niv,aku gak sanggup tanpa dirimu." Papa Fano langsung memeluk istrinya,ia menangis menyesali segala keegoisannya.


"Fan,jangan gini. Malu kalau ada yang lihat. Kita bicarakan di dalam,ayo." Mama Nivi melepaskan pelukan suaminya dan membawa sang suami masuk ke dalam.


"Duduk dulu. Kamu mau minum apa?"


Papa Fano menggeleng.


"Aku cuma mau kamu pulang sama aku Niv,ke rumah kita. Tolong maafin aku Niv,aku mohon." Papa Fano menggenggam tangan istrinya.

__ADS_1


Mama Nivi melihat sorot mata papa Fano yang sangat serius dan tulus memohon maaf dan menyesali keegoisannya.


"Kalau memang kamu mau minta maaf,seharusnya kamu juga minta maaf sama Ica. Disini perasaan Ica yang lebih tersakiti dibanding perasaan ku."


"Apapun akan aku lakukan demi kamu Niv."


Mama Nivi menghela nafasnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Bukan demi aku Fan,tapi demi keutuhan keluarga kita,demi masa depan anak mu. Kalau kamu tidak bisa mengikhlaskan Ica untuk meraih cita-citanya,sampai kapan pun aku juga tidak mau kembali pada mu. Lebih baik kamu pulang dan urus gugatan perceraian kita. Atau kamu mau aku yang mengurusnya?"


Kata-kata dari mama Nivi sukses membuat hati papa Fano kembali kalang kabut.


"Gak. Jangan lakukan itu Niv. Oke,aku akan meminta maaf pada Ica dan membiarkan dia untuk menggapai mimpinya. Aku janji tidak akan menghina kemampuan yang di miliki Ica,aku akan mendukung ia menggapai cita-citanya,aku akan sekolahkan Ica ke tempat yang ia mau." Papa Fano memohon pada istrinya.


Mama Nivi kembali mengehela nafasnya,entah suaminya itu melakukan itu karena memang ia sadar akan kempuan Ica atau suaminya melakukan itu karena ancaman dari dirinya.


"Kalau kamu gak ikhlas,lebih baik gak usah." Kata mama Nivi sambil melangkahkan kakinya mencoba menjauhi suaminya.


"Aku ikhlas Niv,aku sadar walaupun Ica tidak sepintar Nita,tapi Ica mempunyai bakat yang luar biasa seperti mu. Bakatnya menurun dari mu. Hanya saja ambisi ku yang menginginkan semua anak ku menjadi pembisnis handal telah menggelapkan mata dan hati ku untuk mengakui kemampuan Ica. Maafkan aku Niv."


Mama Nivi bernafas lega,akhirnya pengakuan tentang kehebatan Ica keluar juga dari mulut suaminya.


"Kalau begitu kita tunggu dia disini. Dan minta maaf lah sama Ica,karena hari ini Ica akan berangkat ke New York."


"Sekarang kamu sadar kalau kata-kata kamu sangat melukai hati Ica,makanya lain kali sebelum bicara di pikirkan dulu. Bisa-bisanya kamu merendahkan darah daging mu sendiri." Cibir mama Nivi.


Papa Fano menunduk malu mendengar cibiran istrinya.


"Ica pasti memaafkan kamu. Apa kamu tidak tau kalau anak-anak mu mempunyai hati seluas samudra. Asal kamu benar-benar tulus meminta maaf, Ica pasti memaafkan kamu."


Papa Fano mengangguk.


Mama Nivi pun membawa papa Fano untuk duduk di ruang tamu sambil menunggu kedatangan Ica.


⭐⭐⭐⭐⭐


Sesampainya Ica di kantor SFF Group,Ica langsung naik ke lantai dimana ruangan Yordan berada.


Ceklek. Ica membuka pintu ruangan Yordan.


Ia melihat ruangan yang masih kosong. Menandakan sang pemilik ruangan belum datang.


Ica melihat jam yang ada di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul delapan pagi.

__ADS_1


"Kak Yordan belum datang." Lirih Ica. Namun sesaat ia sadar kalau dirinya tidak boleh lagi memikirkan Yordan.


"Ish..ngapain lagi sih mikirin dia." Ica menggeleng-gelengkan kepalanya agar pikirannya tentang Yordan menghilang.


Ica pun meneruskan langkahnya menuju meja kerjanya untuk mengambil barang-barang yang tertinggal di laci meja kerjanya.


Ceklek. Pintu ruangan Yordan terbuka.


Mata Ica membelalak,karena laki-laki yang baru saja melintas di pikirannya muncul dihadapannya.


"Kak Yordan" lirih Ica.


"Ica." Lirih Yordan. Yordan pun mematung melihat keberadaan Ica yang ada di ruangannya.


Yordan pun masuk ke dalam ruangannya dan menutup pintu ruangannya. Kemudian ia berjalan mendekati Ica.


Melihat Yordan masuk dan menutup ruangannya,buru-buru Ica mengalihkan pandangannya dan kembali memasukkan barang-barang yang ada di meja kerjanya ke dalam kotak.


"Ca.." panggil Yordan tepat di dekat Ica.


Namun Ica tak menggubris panggilan Yordan. Ia tetap sibuk memasukkan barang-barangnya.


"Ca.." panggil Yordan sekali lagi dan reaksi Ica tetap sama.


"Ca.." Kini Yordan menarik tangan Ica agar Ica melihat ke arahnya.


"Ish lepas!!!" Ica menghempaskan tangan Yordan dari tangannya.


"Aku minta maaf Ca,soal kejadian di apartemen kamu malam itu. Aku..."


"STOOOP.!!" gak usah diterusin,aku jijik kalau harus inget itu lagi!!! Jadi jangan pernah bahas itu lagi!!"


"Oke,aku gak akan bahas. Tapi aku bener-bener minta maaf. Bukan untuk kejadian malam itu aja,tapi aku juga minta maaf atas tantangan yang aku berikan sama kamu waktu itu." Kata Yordan penuh penyesalan.


Ica menatap mata Yordan.


"Aku udah maafin kakak,jauh sebelum kakak minta maaf sama aku. Jadi kakak gak usah ngerasa bersalah lagi. Aku udah ikhlasin dan ngelupain kakak." Kata Ica dan kembali memasukkan barang terakhir ke dalam kotak.


Ica pun melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan Yordan.


Tanpa Ica sangka-sangka Yordan langsung memeluk Ica dari belakang.


"Jangan terima perjodohan kamu sama si Satria Baja Hitam Ca,kasih aku kesempatan untuk memperbaiki masa lalu ku Ca. Aku janji akan jadi manusia yang lebih baik. Aku janji akan pensiun dari dunia percasanovaan Ca. Aku mau membuka lembaran baru bersama mu Ca,tolong kasih aku kesempatan Ca."

__ADS_1


Ica mengernyitkan keningnya saat Yordan mengatakan dirinya dijodohkan dengan bang Satria. Ingin sekali Ica meluruskan kesalahpahaman itu,tapi mulut Ica seakan kelu setelah mendengar kata-kata Yordan selanjutnya.


__ADS_2