
"Mau ngerasain yang lebih enak lagi gak?!" Goda Yordan lagi.
Masih dalam keadaan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan,Ica kembali menganggukkan kepalanya.
"Oke. Aku mulai yah." Yordan meminta izin pada sang empunya terowongan agar sang sahabat bisa memulai balapan liar di dalam terowongan.
Ica pun mengangguk.
Dengan perlahan Jeki pun memaju mundurkan dirinya di dalam terowongan.
"Emh..." desahan Ica tertahan karena Ica sekuat tenaga melipat bibirnya agar nada laknat tak kembali lolos dari bibirnya.
Melihat Ica yang menahan suara desahan yang sangat ingin Yordan dengar,Yordan pun melayangkan protesnya pada sang istri.
"Jangan di tahan Ca,lepasin aja. Biar Jeki makin semangat balapan." Protes Yordan.
Namun Ica tak menghiraukan protes sang suami,ia masih terlalu malu mengeluarkan nada laknat itu.
Karena Ica masih tetap menahan suara indah itu,Yordan pun menarik kedua tangan Ica yang masih menutupi wajahnya.
"Jangan di tahan di leher suaranya Ca,keluarin aja. Nanti amandel kamu kumat loh kalau kamu tahan suara kamu di leher." Kata Yordan sok menakut-nakuti Ica.
"A...aku ma..ma...lu kaaaak.. emh.." jawab Ica terbata-bata karena sambil menikmati gerak maju mundur si Jeki di dalam sana.
Otak licik Yordan pun mulai memberikan ide,agar Ica mau membuka suaranya semenggelegar mungkin. Ia mempercepat laju maju mundur,kelok kanan,kelok kiri,ngepot dan sebagainya,agar Ica mengeluarkan suaranya.
"Aaaakh...kak...akh..uh...sshh...ah..kak." akhirnya suara indah yang sedari tadi Yordan ingin dengar itu pun meluncur bebas dari bibir istrinya.
"Nah gitu dong,kan Jeki jadi makin semangat balapannya." Kata Yordan sambil terus mengatur gerak sang sahabat.
Jeki pun semakin panas dan menggila balapan di dalam terowongan pribadinya. Disaat Jeki makin menggila,Yordan pun tak mau menganggur begitu saja,ia juga membantu sang sahabat untuk menambah energi kegilaan dengan mengunyah bibir Ica dan tangannya bermain dengan buah siicakama.
Lima belas menit berlangsung. Nampaknya akan ada ombak besar yang keluar dari dalam terowongan.
"Kak..aku..." belum sempat Ica melanjutkan kata-katanya,ombak besar itu pun membasahi terowongan.
Ica pun melemas saat ia merasakan pelepasannya yang pertama.
"Hei..sadar Ca,belum selesai. Jeki belum sampai garis finish." Bisik Yordan di telinga Ica saat melihat Ica yang terkulai lemas.
"Istirahat bentar dong kak." Pinta Ica.
"Gak bisa Ca,kalau batrenya si Jeki masih full,kita berdua belum bisa istirahat."
"Tapi kak,aku lemes banget."
"Sini aku bantuin biar gak lemes lagi." Bibir Yordan pun mulai bermain dengan puncak buah siicakama bergantian agar istrinya kembali menegang.
Dan betul saja,hanya hitungan beberapa detik,Ica pun kembali bersemangat menikmati indahnya langit ke tujuh yang Yordan suguhkan padanya.
__ADS_1
Namun saat Yordan sedang enak-enaknya mengisi nutrisi dengan menyedot sari-sari buah siicakama,tiba-tiba pintu bel apartemen berbunyi. Sontak Ica menjauhkan wajah Yordan dari atas dadanya.
"Kak ada yang dateng." Kata Ica.
Sontak Jeki pun berhenti sejenak dari balapan liarnya. Yordan memasang telinganya untuk mendengar,apa orang yang memencet bel itu bisa membuka kode pintu apartemennya. Karena Yordan lupa mengganti kode pintu apartemennya.
Ting tong ting tong. Bel itu terus berbunyi. Itu menandakan kalau orang yang memencet bel tidak tau kode pintu apartemennya.
"Udah biarin aja lah Ca,paling juga cleaning servis." Kata Yordan santai,Jeki pun bisa bernafas lega dan kembali melanjutkan balapannya.
Namun tidak dengan Ica yang menjadi tidak fokus dengan ritual mereka.
"Tapi kak.."
"Sstt. Fokus Ca..fokus!!" Yordan menaruh jari telunjuknya di bibir Ica agar Ica tak lagi bersuara. Yordan pun kembali menyedot sari-sari nutrisi dari buah siicakama dan menghiraukan suara bel yang terus berbunyi. Anggap saja bunyi bel itu adalah backsound film panas yang sedang mereka bintangi.
Tak lama suara bel pun berhenti,namun suara bel itu berganti dengan suara panggilan masuk di hp Ica yang ada di atas nakas.
Ica pun meraba-raba nakas untuk mengambil hp nya.
"Nita.." lirih Ica.
Mendengar istrinya menyebut nama sang adik ipar,Yordan pun berhenti sejenak menyedot sari-sari buah milik Ica dan langsung merampas hp itu dari tangan Ica dan menggeser tombol merah. Kemudian meletakkan kembali hp istrinya di atas nakas.
"Kok di matiin kak?! Pasti ada sesuatu yang penting kak makanya Nita kesini."
"Lagian kalau emang penting,nanti dia balik lagi kok." Kata Yordan lagi. Ia pun kembali menaikkan imun tubuhnya dengan menyedot sari-sari buah milik istrinya.
Ica pun pasrah mengikuti kemauan sang suami. Disaat Ica sudah pasrah dan kembali mengeluarkan nada indah,tiba-tiba hp Ica berbunyi lagi. Karena tak ingin acara balapan Jeki kembali mengalami kendala,cepat-cepat Yordan menggeser tombol di layar hp Ica. Sayangnya,tombol yang Yordan geser bukan lah tombol merah melainkan tombol hijau.
Karena Yordan merasa yakin sudah menggeser tombol hijau,Yordan kembali melancarkan aksinya dan gaya Jeki balapan pun semakin ugal-ugalan.
Desahan yang awalnya lembut berubah menjadi teriakan.
"Akh...kak.." teriak Ica saat Jeki makin tak karuan memaju mundurkan kemudinya.
"Sebut namaku Ca." Pinta Yordan. Karena sepertinya sepasang suami istri itu sama-sama akan di terjang gelombang besar.
"Kak.."
"Nama ku Ca."
"Kak...sshh..ah..Yor..sshh..ah..Dan.." susah payah Ica menyebut nama itu karena kini dirinya sudah merasakan ombak besar yang hampir mendekat.
Jeki pun semakin mempercepat lajunya agar tiba bersamaan dengan istrinya di puncak gelombang.
"Kak..Yor..dan..aaaarrgghh." Erang Ica saat ombak besar menerpa dirinya untuk ke dua kali.
"Kame-kemeha.....!!!" Yordan pun mengeluarkan jurus andalan Sun Goku untuk mengeluarkan pasukan cebong milik sang sahabat.
__ADS_1
"Aaargghh Ca...i love you.." Yordan pun mengerang panjang saat pasukan cebong yang jumlahnya ribuan itu tersembur keluar.
Akhirnya pertemuan indah antara Jeki dan soulmate yang tertunda dua minggu itu pun berakhir di menit ke tiga puluh. Dan itu merupakan peningkatan yang cukup membanggakan,karena Yordan berhasil membuat istrinya di terjang gelombang selama dua kali tanpa harus menggunakan obat kuat super.
Sedangkan di depan pintu apartemen Yordan,Nita yang mendengar suara-suara ghoib dari seberang telpon jadi merinding sendiri.
"Dasar gak ada akhlak!!! Bikin telinga suci aku ternodai aja!!" Gerutu Nita. Ia pun langsung menggeser tombol merah di layar hp nya dan pergi dari depan unit apartemen Yordan.
⭐⭐⭐⭐⭐
"Udah gak marah lagi kan Ca?" Tanya Yordan.
Kini sepasang suami istri yang baru selesai menjajaki langit ketujuh itu,saling berpelukan dengan selimut yang menutupi tubuh mereka.
Ica menggeleng dalam pelukan Yordan.
"Maafin aku yah kak,udah punya pikiran yang aneh-aneh sama kakak."
Yordan menangkup wajah istrinya dan mencium bibir Ica gemas.
"Aku juga minta maaf Ca,karena udah buat kamu merasa terabaikan. Lain kali,kalau kamu kesel atau marah sama aku,langsung bilang yah,jangan di pendam,oke."
Ica mengangguk.
"Kakak gak lanjut meriksa kerjaan kakak?!"
Yordan menggeleng.
"Mau ngerjain kamu aja satu malaman ini Ca." Goda Yordan sambil menoel dagu istrinya.
"Ish.." Ica memukul dada suaminya karena paham apa maksud kata-kata Yordan.
"Maklum lah sayang,kan udah tiga minggu Jeki gak balapan. Jadi sekalinya balapan harus sampe teler sendiri dia,baru bisa berhenti."
"Tapi gak satu malam juga kan kak. Bisa patah nanti pinggang aku."
"Tenang aja,kan ada obat encok pemberian mommy." Kata Yordan sambil tertawa terbahak-bahak.
"Kak.." tiba-tiba nada suara Ica berubah menjadi serius.
"Kenapa?" Yordan pun ikut kembali ke mode serius.
"Aku boleh gak minum pil penunda kehamilan?" Tanya Ica berhati-hati.
Yordan yang sedang memeluk tubuh Ica langsung menjauhkan tubuhnya dari Ica karena mendengar kata-kata Ica,pikiran negatif menggerayangi otaknya.
"Maksud kamu apa? Kamu gak mau punya anak dari aku?" Tanya Yordan agak sedikit emosi.
Melihat suaminya yang emosi,Ica buru-buru memeluk sang suami lagi.
__ADS_1