Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 143


__ADS_3

"Sebulan lebih mommy tinggal,apa udah ada hasil dari kerja keras mu itu?"


Yordan menggeleng.


"Ica minum pil kb mom." Jawab Yordan lemas,sebenarnya ia masih tidak rela Ica mengkonsumsi pil kontrasepsi,bukan hanya ingin cepat-cepat punya anak,tapi Yordan merasa kerja kerasnya sampai dengkul gemetaran jadi sia-sia.


Mommy Sarah mengernyitkan keningnya,pasalnya Yordan tidak pernah cerita kalau Ica mengkonsumsi pil kontrasepsi. Tapi ia tidak mau banyak mencampuri urusan rumah tangga Yordan dan Ica. Walaupun sebenarnya ia juga sangat ingin secepatnya memiliki cucu,tapi ia harus bisa terima keputusan yang sudah anak dan menantunya sepakati.


"Alasan dia menunda punya anak apa?" Tanya mommy Sarah,walaupun tidak mau ikut campur,tetap saja ia penasaran dengan alasan Ica.


"Dia mau kita berdua pacaran halal dulu mom. Padahal Yordan pengen banget punya anak,biar rumah tangga Yordan bisa semakin kokoh." Akhirnya Yordan pun mengeluarkan isi hatinya pada sang mommy.


"Kamu masih ragu sama cinta Ica ke kamu?"


"Ragu sih gak mom,tapi Ica kan masih muda,pasti banyak ulet bulu muda yang ngejar-ngejar Ica kalau lihat penampilan Ica sekilas. Kalau sampai Ica tergoda sama ulet bulu muda itu gimana?! Jaman sekarang kan istri orang jadi incaran para brondong mom." Sepertinya Yordan insecure dengan dirinya sendiri.


"Bodoh!!! Walaupun di luar sana banyak yang lebih bening dan mulus tanpa keriput kayak kamu,kalau hati Ica hanya untuk kamu,gak usah khawatir dengan laki-laki yang godain Ica. Masa mantan casanova insecure sama dirinya sendiri sih."


"Terus Yordan harus gimana dong mom?!"


Mommy Sarah menggeleng-gelengkan kepalanya aneh dengan kebodohan anaknya itu.


"Ternyata kebanyakan dapet nutrisi dari susu segar bisa buat otak kamu jadi ngedet yah!!!" Ejek mommy Sarah.


"Maksud mommy apa? Mommy mau bilang Yordan bodoh gara-gara overdosis buah siicakama gitu?!"


"Iya. Kenapa?" Jawab mommy Sarah dengan raut wajah menantang.


"Kamu kan bisa tuker pil kb nya Ica dengan penyubur kandungan bule kampret!!! Masa gitu aja gak bisa mikir sih!! Heran deh,otak kamu itu liciknya cuma sama mommy,coba sama Ica,ngadet tuh otak langsung!!" Ejek sang mommy lagi.


"Iya yah,kenapa gak kepikiran!!" Gumam Yordan dalam hati.


Yordan tersenyum bahagia setelah mendapat pencerahan dari sang mommy. Ia langsung berdiri dari duduknya.


"Mau kemana kamu?!" Tanya sang mommy saat melihat Yordan berjalan ke arah pintu.


"Mau ke tempat kak Irna,mau tuker pil nya Ica." Jawab Yordan di depan pintu.


"Hei...ini masih jam kantor bule kampret!!" Teriak sang mommy.


Tapi Yordan tak menghiraukan teriakan sang mommy. Dia tetap memutar handle pintu dan keluar dari dalam ruang kerjanya. Tujuannya adalah ke tempat praktek kak Irna,kakak Irlan.


Sedangkan mommy Sarah tersenyum bahagia saat Yordan sudah keluar dari dalam ruangan.


"Dasar bule kampret!!! Mudah-mudahan usaha mu berhasil,mommy udah gak sabar gendong cucu. Cuma kamu harapan mommy sama daddy untuk memproduksi generasi penerus kami." Lirih mommy Sarah sambil senyum-senyum sendiri membayangkan dirinya yang akan bermain dengan cucunya.


Kini Yordan sudah berada di tempat praktek kak Irna,karena sebelumnya Yordan menghubungi kakak dari Irlan sahabatnya itu untuk menanyakan keberadaannya.

__ADS_1


Tanpa mengikuti prosedur yang berlaku,dengan tak tahu malunya Yordan berjalan ke arah ruangan kak Irna melewati deretan ibu-ibu hamil yang sedang duduk di kursi depan ruangan Irna.


Ceklek. Yordan membuka pintu itu.


"Eh pak,di larang masuk. Masih ada pasien di dalam." Asisten Irna melarang Yordan untuk masuk ke dalam karena Irna sedang memeriksa pasien.


Irna yang mendengar keributan di depan pintu pun menoleh ke arah pintu.


"Biarin dia masuk sus." Perintah Irna pada asistennya itu.


"Kamu duduk dulu di situ Dan." Kini Irna menyuruh Yordan duduk di sofa di dekat pintu.


Yordan pun masuk dan duduk di sofa yang sudah di tunjuk Irna.


Selesai Irna memeriksa pasien,Irna pun menyuruh Yordan untuk duduk di depan meja kerjanya.


"Ada perlu apa kamu kesini?!"


"Aku mau minta bantuan kak Irna." Jawab Yordan to the point.


"Bantuan apa?!"


"Tolong tukar pil kb yang Ica konsumsi dengan vitamin penyubur kandungan supaya Ica cepet hamil."


Mendengar kata-kata Yordan,Irna menggelembungkan pipinya menahan tawa. Sebenarnya Irna sudah punya feeling suatu hari nanti pasti Yordan akan datang menemuinya untuk memintanya menukar pil kb yang Ica konsumsi dengan vitamin penyubur kandungan. Tapi ia tak menyangka kalau Yordan cukup lambat memintanya untuk melakukan hal itu.


"Kak Irna punya pikiran kayak gitu?"


Irna mengangguk.


"Makanya kakak saranin Ica minum pil kb. Pil kb kan gak terlalu keras menunda kehamilan,kalau kakak gak punya pikiran kesana,pasti kakak udah saranin Ica pasang alat kontrasepsi atau implan."


"Sebenarnya aku juga gak kepikiran sih kak ke situ,kalau bukan mommy yang ngasih ide,mana mungkin aku sadar hal begituan."


Irna menggelengkan kepala,bisa-bisanya Yordan yang berotak licik tidak memikirkan hal itu.


"Ini." Irna mengambil satu botol vitamin yang sudah ia siapkan jauh-jauh hari dari dalam laci meja kerjanya dan menyodorkannya pada Yordan.


"Usahakan minum dua kali sehari." Kata Irna memberi tahu petunjuk pemakaian. Karena kemasan luar obat itu sudah Irna rombak dengan cover pil kb.


"Dua kali sehari. Kalau Ica curiga gimana?"


"Ya kamu pikir sendiri lah gimana caranya Ica minum itu dua kali sehari. Kalau perlu kamu minta pencerahan lagi sama mommy."


Yordan pun berpikir sejenak untuk mencari ide,tapi sayang otak liciknya seakan enggan berkonspirasi dengan Yordan.


"Mending tanya mommy ajalah." Gumam Yordan dalam hati.

__ADS_1


"Ya udah,aku pulang dulu. Makasih vitaminnya kak." Kata Yordan sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Enak aja. Bayar dulu."


"Gampang,kirim aja nomor rekening kakak,nanti aku tranfer."


"Transfernya sesuai harga satu tas kulit buaya yah Dan." Kata Irna mematok tarif.


Yordan yang tadinya tak memperdulikan kata-kata Irna,sontak langsung memutar tubuhnya kembali menghadap Irna.


"Satu tas kulit buaya. Berarti kurang lebih dua M dong kak?!" Tanya Yordan kaget.


Irna mengangguk santai.


"Kakak yang benar aja,masa satu botol ini harganya dua M.?" Protes Yordan.


"Bukan vitaminnya yang mahal,tapi uang tutup nya yang mahal.!" Irna balik protes pada Yordan.


Yordan pun menghela nafasnya. Untung dokter yang ada di hadapannya sekarang ini adalah kakak dari sahabatnya yang sejak jaman Yordan SMP selalu menjadi wali kalau Yordan,Irlan dan Igo di panggil keruang BK karena kenakalan mereka.


"Ya udah lah. Tapi nanti kalau Ica nelpon kakak,kakak bilang kalau kakak yang nganter ini ke kantor dan bilang kalau ini lebih bagus dari pil yang kemaren kakak kasih." Kata Yordan,ia ingat kalau pil kb yang Ica konsumsi sudah mau habis. Dan itu menjadi salah satu alasan kalau Ica mencurigai pil kb yang baru ini karena bentuk tempatnya yang berbeda.


"Beres." Irna menyetujui rencana Yordan.


"Ya udah,aku pulang." Kata Yordan lagi sambil berjalan ke arah pintu. Ia pun mengantongi botol yang di berikan Irna padanya.


⭐⭐⭐⭐⭐


Kini Yordan dan Ica sedang berada di rumah utama. Setelah selesai makan malam bersama dengan mommy Sarah dan daddy Edwin,mereka pun berkumpul di ruang keluarga.


"Gimana?" Tanya mommy Sarah tanpa suara pada sang anak.


Yordan yang tau apa maksud dari pertanyaan sang mommy pun mengacungkan ibu jari ke arah sang mommy tanda kalau ia sudah mengganti pil kb Ica dengan vitamin untuk menyuburkan kandungan.


Melihat Yordan mengacungkan ibu jarinya,mommy Sarah kembali senyum-senyum sendiri.


"Kamu kenapa mom?!" Tanya daddy Edwin yang penasaran melihat istrinya senyum-senyum sendiri.


"Mommy lagi senang aja dad." Jawab mommy Sarah.


"Senang kenapa? Kamu habis komunikasian sama si Luke?" Tanya daddy Edwin curiga. Ia masih saja cemburu karena pertemuan tak sengaja sang istri dengan laki-laki masa lalu sang istri.


"Ish daddy ini.!! Bukan dad,tapi..." mommy Sarah membisik ke telinga daddy Edwin untuk memberitahu hal apa yang membuat dirinya senang. Sengaja mommy Sarah berbisik karena ada Ica disana.


"Mommy gak sabar pengen cepat-cepat gendong cucu." Bisik mommy Sarah.


"Ica ha..." mommy Sarah langsung menutup mulut suaminya agar tidak keceplosan. Dengan tatapan tajam,mommy Sarah memberi kode pada sang suami untuk diam.

__ADS_1


__ADS_2