
Yordan menarik tangan Ica dan membawanya ke dalam pelukannya,dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya.
"Udah puas?" Tanya Yordan.
Wajah Ica memerah karena malu mendapat pertanyaan seperti itu dari suaminya. Tapi ia juga tak mau membohongi sang suami kalau ia puas karena akhirnya hasratnya bisa juga tersalurkan.
Ica menganggukkan kepalanya dalam pelukan Yordan.
"Gimana rasanya di gantung? Gak enak kan?"
Ica masih menjawab dengan gerakan kepala. Ia kembali menganggukkan kepalanya.
"Itu juga yang aku rasain saat kamu sering gantungin aku sama Jeki." Yordan menjeda kata-katanya untuk mengatur nafasnya. Ia menjauhkan wajah Ica yang masih betah terbenam di dadanya.
"Lain kali jangan gantungin aku sama Jeki lagi yah. Dan lain kali kali kalau soulmatenya Jeki kangen sama Jeki,langsung bilang aja,gak usah malu-malu kayak tadi,oke."
"Em..." jawab Ica sambil tertunduk malu-malu.
Melihat Ica yang malu-malu seperti ini,membuat Yordan menjadi gemas dan Jeki pun ingin balapan lagi. Yordan mendongakkan wajah Ica agar bisa menatapnya. ******* lembut Yordan berikan di bibir Ica sesaat.
"Oh iya,kok kamu sekarang pinter banget sih kasih servisan si Jeki? Belajar dari mana kamu gitu?" Tanya Yordan yang sedari tadi penasaran dengan keterampilan sang istri yang sangat tiba-tiba.
"Aku pernah nonton film yang ada di laptop kakak. Waktu itu kakak lagi sibuk-sibuknya di kantor,jadi karena bosen dan gak tau lagi mau ngapain,yah iseng-iseng aku buka laptop kakak,eh..ada film begituan."
"Terus kamu nonton semua?" Tanya Yordan kaget. Karena koleksi film panas Yordan kurang lebih ada seratus film.
Ica menggeleng.
"Aku cuma nonton satu aja,itupun tadinya aku geli lihatnya,tapi karena penasaran,yah..jadi di tonton deh sampe akhir."
__ADS_1
"Waktu kamu nonton itu apa yang kamu rasain?" Yordan bertanya karena penasaran,apa Ica juga merasakan hal yang sama dengannya saat menonton film panas sendirian.
"Em....apa yah. Gak tau gak ngerti." Jawab Ica berbohong,padahal waktu ia nonton film itu sendiri,rasanya seperti ada yang sedang jedag-jedug di bawah sana.
"Masa gak ngerti? Emangnya waktu kamu nonton gituan,gak pengen langsung di praktekin?!" Pancing Yordan.
Wajah Ica langsung memerah mendengar pertanyaan sang suami. Ia kembali membenamkan wajahnya di dada Yordan sangking malunya. Karena benar apa yang Yordan katakan,saat ia menonton film itu,rasanya ingin sekali ia ikut mempraktekkan adegan tiap adegan,tapi sayang waktu itu sang suami sedang sibuk-sibuknya.
"Hey..kok gak di jawab?"
Malu-malu Ica mengangguk.
"Oh..pantes waktu itu kamu ngamuk-ngamuk. Gak taunya gara-gara hasrat yang terpendam toh." Ejek Yordan sambil menoel dagu istrinya.
"Kak..!!" Rengek Ica malu sambil memukul dada sang suami pelan.
"Ca.."
"Sekali lagi yuk." Yordan mengajak Ica untuk mengijinkan Jeki balapan lagi.
"Tapi kak,ini udah jam empat lewat."
"Sekalian lah Ca,kita tidur jam lima. Sekali lagi yah."
"Bes..." Ica tak melanjutkan kalimatnya,karena jari telunjuk Yordan langsung membungkam mulutnya.
"Inget gak apa yang aku bilang barusan? Jangan gantungin aku sama Jeki lagi. Sekali lagi yah?" Tanya Yordan sekali lagi.
Ica hanya bisa mengangguk pasrah.
__ADS_1
Hadeh..kalau ujung-ujungnya kehendak Yordan lah yang harus jadi,lalu untuk apa Yordan meminta persetujuan Ica?!
Dan subuh itu,Jeki kembali balapan di dalam terowongan Icablanca. Setelah Jeki mengeluarkan pasukan cebong shift dua,baru lah Yordan dan Ica sama-sama pergi ke alam mimpi.
⭐⭐⭐⭐⭐
Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang waktu setempat,tapi belum ada dari pasangan pengantin baru yang sedang berbulan madu ini kembali ke alam nyata,mereka masih menikmati mimpi indah bersama.
Drt drt drt drt. Getar hp Yordan di atas nakas.
Ica yang mendengar suara getaran hp itu menjadi terbangun. Ia mengerjapkan matanya dan meraba nakas yang ada di sebelah suaminya. Ica mengambil hp Yordan untuk melihat siapa yang sudah mengganggu tidurnya.
"Kak Irna." Lirih Ica saat melihat tiga panggilan tak terjawab dari kak Irna.
Ica melihat sekilas ke arah suaminya,niatnya ia ingin membangunkan sang suami dan memberitahu kalau kak Irna menelpon. Tapi niatnya ia urungkan karena melihat wajah sang suami yang nyenyak sekali tidurnya. Ica pun mengembalikan hp Yordan ke atas nakas di sebelahnya,namun baru saja ia meletakkan hp sang suami,hp itu kembali bergetar. Ica pun kembali mengambil hp itu dan melihat ada pesan yang di kirimkan kak Irna untuk suaminya.
Tadinya Ica enggan membuka pesan itu,tapi karena rasa penasaran yang menghantui,Ica pun membuka pesan itu tanpa seijin Yordan. Sebenarnya tak perlu meminta ijin,karena di awal mereka menikah,Yordan mengijinkan Ica untuk menyidak hp nya kapan pun dan dimana pun Ica mau dan begitupun sebaliknya. Jadi tak ada kata privasi dalam pernikahan mereka.
Mata Ica membelalak saat membaca pesan yang di kirimkan oleh kakak ipar sahabatnya dan sekaligus dokter kandungan tempat ia mempercayakan penundaan kehamilannya.
Bagaimana tidak kaget,karena kak Irna mengirimkan foto tas kulit buaya dan di bubuhi caption :
'makasih yah Dan uang tutup mulutnya,nih tas kulit buayanya udah kakak beli. Jangan lupa untuk pastiin Ica minum vitamin penyubur kandungan itu sehari dua kali,oke. Biar begitu kalian pulang honeymoon,langsung ada Yordan junior. Selamat honeymoon adikku..'
"Jadi yang aku minum itu vitamin supaya aku hamil? Pantes bentuknya sama!!" Geram Ica. Nafasnya sudah memburu menahan emosi yang sudah di ubun-ubun.
Jika beberapa jam yang lalu nafas Ica memburu karena hasrat yang di ubun-ubun,kali ini nafasnya memburu karena menahan emosi.
"Kak Yordan!!!!" Teriak Ica.
__ADS_1
Jika beberapa jam yang lalu,Ica meneriakki nama sang suami karena merasakan dirinya di puncak kenikmatan,kini ia meneriakki nama sang suami karena berada di puncak kemarahan.