
Baru saja Yordan memasukkan nasi ke dalam piringnya,mommy dan daddy nya muncul.
"Morning Son.." sapa daddy Edwin pada Yordan sambil memapah mommy Sarah ke arah meja makan.
"Morning dad..morning mom.." balas Yordan.
Mommy Sarah yang ikut disapa Yordan tidak membalas sapaan Yordan,mommy Sarah malah memasang tampang jutek pada Yordan menandakan ia masih malas berbicara dengan anak laknatnya itu.
"Auw.." rintih kesakitan mommy Sarah.
"Kenapa? Masih sakit?" Tanya daddy Edwin panik.
Yordan mengernyitkan keningnya,drama apalagi yang sedang ia tonton di pagi hari ini.
"Lumayan."
"Maaf yah kalau semalam daddy kasar banget."
Mommy Sarah mengelus pipi suaminya.
"Gak pa-pa dad,kalau itu bisa buat daddy puas mommy rela kok di bolak-balik."
"Uhuk..uhukk...uhukk" Yordan tersedak makanannya mendengar kata-kata mommy nya.
"Ternyata si bucin bener-bener ngelakuin kata-kata nya.!!" Gerutu Yordan sambil menenggak air putih.
Ia sadar sekarang kalau sang mommy baru saja menjadi korban kebuasan daddy nya.
"Dini..." panggil daddy Edwin pada sang art.
"Ya tuan." Dengan setengah berlari Dini menghampiri majikannya.
"Tolong kamu ke apotik,belikan obat encok buat madam. Obat encok yang paling paten yah." Kata daddy Edwin sambil mengeluarkan dua lembar uang seratus dari dalam dompetnya.
"Baik tuan. Permisi." Dini pun mengambil uang yang diberikan daddy Edwin lalu pergi ke apotik.
Tidak ingin lama-lama melihat ke absurd an kedua orangtuanya,Yordan buru-buru menyelesaikan sarapannya dan berangkat bekerja.
"Mom,dad Yordan pergi kerja dulu." Kata Yordan sambil beranjak dari duduknya.
"Cih..anak gak ada akhlak!! Bukannya salim kek sama orangtua!!" Mommy Sarah berdecih melihat Yordan yang ingin nyelonong dari ruang makan.
Mendengar sindiran mommy nya,Yordan memutar langkahnya. Dan langsung mendekat ke arah sang mommy yang masih pasang muka juteknya.
Cup. Yordan langsung mengecup pipi mommy Sarah.
"Yordan pergi yah mommy bar-bar." Kata Yordan dan langsung berlari setelah mengatakan itu.
"Dasar anak laknat!!!" Teriak mommy Sarah yang di katai bar-bar oleh anaknya sendiri.
Daddy Edwin hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah istri dan anaknya.
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐
Yordan mengendarai mobilnya menuju apartemen Ica sebelum berangkat ke kantor.
Setelah sampai di gedung apartemen Ica yang notabene adalah milik daddy Edwin,Yordan langsung naik ke lantai dimana unit apartemen Ica berada.
Ting. Pintu lift terbuka.
Dengan langkah tegap,gagah dan tangan kanan kiri yang ia masukkan ke dalam kantong celana,ia berjalan menuju unit apartemen Ica.
Yordan memencet bel unit apartemen Ica.
Satu kali,dua kali,tiga kali,empat kali Yordan memencet bel masih sabar,namun pintu tak kunjung terbuka.
Lima kali,enam kali,tujuh kali,delapan kali Yordan sudah mulai tersulut emosi karena Ica tak kunjung membuka pintu.
Sembilan kali,sepuluh kali,sebelas kali,dua belas kali Yordan sudah tidak sabar lagi.
Bukan hanya memencet bel,Yordan ikut menggedor pintu unit apartemen Ica bahkan sesekali ia menendang pintu itu.
"sshh...kemana sih nih orang!!" Kesal Yordan,nafasnya sudah ngos-ngosan.
Ia mengeluarkan hp nya dari dalam saku untuk menelpon Ica tapi yang di telpon tak menjawab panggilan Yordan.
"Kok gak diangkat-angkat sih!!! Apa jangan-jangan Ica udah pergi sama si Satria Baja Hitam itu??!!" Yordan bertanya-tanya dalam hati. Wajahnya memerah menahan emosi membayangkan Ica dan Satria berduaan.
Dengan langkah cepat Yordan kembali berjalan menuju lift untuk mengantarnya ke lantai bawah.
Setengah jam waktu yang dibutuhkan Yordan untuk tiba di kantor daddy Edwin. Dengan langkah cepat dia masuk ke dalam gedung. Melangkahkan kaki menuju lift yang akan mengantarkannya menuju lantai dimana ruangannya berada.
Ting. Pintu lift terbuka.
Tak peduli lagi dengan image cool yang selama ini ia bangun,ia berlari menuju ruangannya hanya untuk memastikan keberadaan Ica. Sampai sekretarisnya pun bingung melihat tingkah atasannya.
Braak. Yordan membuka pintu ruangannya kasar,namun ternyata ruangan itu masih kosong. Meja kerja Ica pun masih belum ada jejak kedatangan Ica.
Kaki Yordan melemas,seolah habis berlari mengitari lapangan bola tiga putaran. Ia menghempaskan tubuhnya di atas sofa.
"Arrrrgghh.." Yordan menjambak rambutnya frustasi.
"Gila..ini bener-bener gila!!! Kenapa gue sampe segitu marahnya ngebayangin loe berduaan sama si Satria Baja Hitam!!! Ada yang gak beres sama diri gue!!!" Gumam Yordan yang masih belum mau mengakui kalau dirinya sudah jatuh ke dalam pesona si petasan cabe.
"Ca...loe dimana sih??? Kenapa belum datang juga???!!!" Yordan mulai gelisah.
Ia mengambil hp nya untuk kembali menelpon Ica,tapi hp Ica masih belum aktiv. Sepertinya Ica sengaja menonaktivkan hp nya agar Yordan tidak dapat melacak keberadaannya.
Yordan tidak ada gairah untuk bekerja sebelum Ica datang. Dia masih betah duduk di sofa dan menyandarkan kepalanya di pinggiran sofa.
Sedangkan yang membuat Yordan sedang asik tertawa dengan mommy Sarah di kantor SFF Group.
Ica sengaja datang lebih pagi dari biasanya. Karena ia sangat bersemangat memberitahu mommy Sarah tentang keputusannya.
__ADS_1
Satu jam lebih Ica menunggu mommy Sarah di dalam ruangannya,akhirnya yang ditunggu pun datang juga.
"Pagi Mom." Ica berdiri dari duduknya menyapa mommy Sarah.
"Pagi cantik." Jawab mommy Sarah.
Mommy Sarah jalan mendekati Ica dengan jalan tertatih sambil memegang pinggangnya.
Ica yang melihat mommy Sarah seperti dalam keadaan tidak baik,mendekati mommy Sarah dan membantunya berjalan menuju sofa.
"Mommy kenapa? Mommy sakit?" Tanya Ica setelah mendudukkan mommy Sarah di sofa.
Mommy Sarah menggeleng.
"Gak,cuma encok doang."
"Kok bisa encok? Emang mommy ngangkat-ngangkat berat?"
Mommy Sarah kembali menggeleng.
"Biasalah gara-gara daddy terlalu semangat bolak-balikin mommy. Sukur-sukur cuma encok,gak sampe salah urat. Kayaknya semalem daddy ngeluarin kekuatan supernya lagi buat bikin mommy K.O." ceplos mommy Sarah,ia tidak sadar dengan siapa dia berbicara sekarang.
Ica yang mendengar jawaban mommy Sarah sukses dibuat bingung,ia tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan mommy Sarah.
"Mommy ngomong apaan sih?" Tanya Ica dengan muka polosnya.
"Astaga" mommy Sarah menepuk jidatnya. Ia baru sadar kalau yang dia ajak bicara adalah anak emas kesayangannya yang otaknya masih polos.
"Gak usah dipikirin,lupain aja!! Gimana,kamu udah buat keputusan?" Tanya mommy Sarah mengalihkan pembicaraan tentang penyebab encok pinggangnya.
Ica mengangguk pasti.
"Ica terima tawaran mommy,Ica mau lanjutin sekolah disana." Kata Ica mantab.
"Bagus,mommy suka ngeliat kamu yang penuh semangat gini. Pokoknya kamu tunjukin sama papa kamu kalau kamu bisa sukses dengan jurusan yang kamu ambil."
Ica kembali mengangguk.
"Udah nentuin jurusan apa?"
"Udah mom. Ica mau ambil jurusan fashion design."
"Good. Kalau gitu isi formulirnya sekarang,biar bisa mommy suruh orang mommy urus keperluan kamu. Jadi nyampe sana kamu tinggal masuk kuliah."
Ica pun mengangguk.
Ica mulai mengisi formulir pendaftaran secara online.
Mommy Sarah tersenyum licik.
"Kita lihat aja bule kampret,setelah ini kamu yang bakalan kejang-kejang.!!! Kayaknya aku harus cari psikiater handal buat nyembuhin sakit mental kamu nanti,akh...atau aku booking kamar VVIP aja mulai sekarang di RSJ biar nanti kalau si bule kampret kena sakit mental gak usah repot-repot lagi." Gumam mommy Sarah dalam hati.
__ADS_1