
Setelah Ica keluar,perlahan Yordan pun meletakkan baby Millie ke dalam box bayi.
"Eeekk." Baru di letakkan baby Millie langsung merengek.
"Suut...suuut...suut." Yordan langsung mengelus-elus kening putrinya dengan tujuan agar baby Millie tidur kembali.
Namun bukannya tidur,baby Millie malah menangis.
Yordan pun memakai cara lain untuk menidurkan baby Millie. Ia pun mulai bernyanyi.
"Bobok Millie,bobok Millie...kalau tidak bobok,papa yang bobok." Begitu lah syair nina bobok yang Yordan nyanyikan untuk baby Millie.
"Oweeek....oweeeeek...oweeeek." bukannya kembali tertidur,baby Millie malah makin menangis kencang setelah mendengar lagu nina bobok versi Yordan.
"Loh...loh...kok malah makin kenceng nangisnya." Cepat-cepat Yordan menggendong baby Millie.
"Cup..cup..cup anak papa. Kenapa sayang mau enen yah? Sabar yah,mama mandi dulu." Kata Yordan sambil berjalan mondar-mandir untuk menenangkan baby Millie.
Tapi sayang,baby Millie tak kunjung berhenti menangis. Yordan pun mulai putus asa untuk menenangkan baby Millie. Dua baby sitter pun belum kembali ke dalam kamar baby Millie.
Yordan pun memutuskan untuk keluar dari kamar baby Millie dan menghampiri Ica di kamar mereka.
Begitu masuk kedalam markas ke dua. Karena markas pertama adalah milik dady Edwin dan mommy Sarah. Yordan mendengar gemercik air dari dalam kamar mandi,ia yakin kalau Ica masih ada dalam kamar mandi. Yordan pun berjalan menuju kamar mandi.
Ceklek. Tanpa mengetuk terlebih dahulu,Yordan langsung membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci itu.
"Ca....Millie mau enen nih." Teriak Yordan sangking paniknya karena baby Millie yang tak berhenti menangis.
Mendengar pintu kamar mandi yang terbuka kasar dan suara teriakan Yordan,sontak Ica menoleh ke arah pintu dan melihat Yordan yang berdiri di depan pintu kamar mandi sambil menggendong baby Millie yang sedang menangis.
Ica pun mematikan shower dan mengambil bathrobe untuk menutupi tubuhnya dan handuk kecil untuk menggulung rambutnya yang basah.
"Astaga...kakak apain? Kok nangisnya bisa sampe kayak gitu?" Tanya Ica sambil berjalan menuju Yordan.
"Gak diapa-apain Ca,orang dia mau enen." Kata Yordan membela dirinya.
__ADS_1
Ica langsung mengambil alih baby Millie dari gendongan Yordan dan membawa berjalan menuju sofa untuk di berikan ASI.
Yordan menelan slivanya susah payah saat melihat penampakan buah siicakama yang sudah sebulan tidak pernah ia sedot. Dan penampakan buah siicakama itu sukses membuat sang sahabat kesurupan di dalam jeruji kain. Tapi untungnya Yordan sangat mandiri,ia tidak pernah menuntut Ica untuk meninabobokan sang sahabat jika terbangun,ia lebih memilih untuk men spa sendiri sahabatnya itu,karena ia takut kebablasan kalau Ica yang men spa si Jeki.
Tak butuh waktu lama,baby Millie pun kembali tenang dan kembali tertidur.
Ica pun berdiri dari tempat duduknya dan meletakkan baby Millie di ranjang king size tempat Yordan dan Ica mengadakan ritual pertemuan Jeki dan Juliet.
"Millie nya jangan di apa-apain. Aku lanjutin mandi dulu." Ica memberi peringatan keras pada Yordan sebelum masuk kembali ke dalam kamar mandi dan melanjutkan acara mandinya yang sempat tertunda.
Tak ingin membuat baby Millie kembali terbangun dan membuat singa betina mengamuk,Yordan pun memilih untuk duduk di sofa sambil memperhatikan baby Millie.
Setelah lima menit,Ica pun keluar dari dalam kamar mandi. Sengaja ia tak berlama-lama dalam kamar mandi,karena telinganya selalu terngiang-ngiang dengan suara tangis baby Millie. Dan apa yang Ica rasakan,sama seperti yang ibu-ibu lain rasakan jika sedang mandi,sedang masak atau sedang membersihkan rumah. Selalu terngiang dengan suara tangisan anak,namun begitu di periksa ternyata si anak sedang bobok cantik.
Ceklek. Ica membuka pintu kamar mandi.
"Kok cepet banget mandinya?" Tanya Yordan saat melihat Ica keluar dari dalam kamar mandi.
"Aku kirain Millie bangun lagi." Jawab Ica sambil berjalan ke arah tempat tidur dan melihat baby Millie yang masih tertidur pulas.
Melihat buah cintanya dengan Yordan sedang tertidur,Ica pun melanjutkan langkah kakinya menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya dengan sleepwear set berbahan satin.
"Oweeeek...oweeek...oweeeek." baru saja Ica selesai memakai sleepwearnya,terdengar suara baby Mille menangis.
Cepat-cepat Ica keluar dari dalam ruang ganti dengan rambut yang masih basah.
"Kakak apain lagi sih? Pasti kakak gangguin deh!" Tanya Ica sambil mengambil alih baby Millie dalam gendongan Yordan.
"Gak. Orang aku cuma nyium keningnya doang,eh...dia malah bangun. Aku gendong malah makin nangis."
"Udah di bilang jangan di apa-apain kalau Millie lagi tidur,gimana sih." Omel Ica sambil berjalan ke arah sofa untuk kembali memberikan ASI pada baby Millie.
Tapi sayangnya,baby Millie tidak mau menerima buah siicakama yang menggoda di mata Yordan itu.
__ADS_1
"Cup...cup...dedek Millie kesel yah sama papa,karena di gangguin terus tidurnya?" Tanya Ica seolah-olah baby Millie mengerti akan pertanyaan Ica.
"Uh..papa nakal." Kata Ica lagi sambil berpura-pura memukul lengan suaminya.
"Cup...cup...cup...udah mama marahin papanya. Udah yah dek,jangan nangis lagi. Enen yah.."
Tapi usaha Ica tak juga membuahkan hasil,baby Millie masih tetap menangis. Ica pun berdiri dari tempat duduknya dan hendak berjalan keluar kamar.
"Kamu mau kemana?" Tanya Yordan saat melihat Ica berjalan ke arah pintu.
"Mau keluar,manatau aja mood nya Millie bisa bagus lagi kalau keluar dari kamar." Jawab Ica.
"Tunggu,pake ini." Yordan mengambil jubah mandi untuk menutupi tubuh Ica yang hanya memakai sleepwear.
Ica pun menyerahkan baby Millie ke tangan Yordan agar bisa memakai jubah mandi yang Yordan berikan untuknya. Kemudian ia mengambil baby Millie lagi dari tangan Yordan dan keluar dari kamar.
Yordan pun tak banyak bicara lagi dan membiarkan Ica keluar dari dalam kamar bersama baby Millie.
Mendengar cucu kesayangannya menangis,mommy Sarah langsung naik ke lantai atas untuk melihat keadaan baby Millie.
"Millie kenapa Ca?"
"Lagi bete mom,tidurnya di ganggu sama papanya."
"Dasar bule kampret,taunya cuma bikin anak sama bikin anaknya nangis aja. Giliran dieminnya gak tau." Gerutu mommy Sarah.
"Udah kamu kasih enen?"
"Millie nya gak mau enen mom."
"Sini,biar mommy coba diemin." Mommy Sarah mengambil baby Millie dari tangan Ica.
"Oweeeek...oweeeeek...oweeeek." baru saja baby Millie berpindah tangan,suara tangis baby Millie malah semakin keras,padahal setelah keluar dari dalam kamar,suara tangis baby Millie mulai sedikit mereda.
Sus Vina dan sus Meri yang ada di dalam kamar baby Millie pun sampai keluar karena mendengar suara tangis baby Millie.
__ADS_1
"Sini madam,biar saya aja yang tenangin nona muda." Tawar sus Meri.
Mommy Sarah yang takut dengan suara tangis baby Millie,langsung menyerahkan baby Millie ke tangan sus Meri. Sama halnya saat baby Millie di tangan mommy Sarah,baby Millie juga langsung menangis histeris begitu pindah ke tangan sus Meri.