
Walaupun mereka bukan lah pasangan yang sedang pacaran. Tapi Ica bertekad akan berusaha memikat hati pria yang sudah mencuri hatinya itu.
Terserah Yordan atau nitijen menganggap Ica murahan atau apalah,prinsip Ica adalah kalau memang cinta yah di kejar,bukan ngarep dikejar. Nanti ditikung orang lain baru nangis kejer.. Ini namanya salah satu bentuk emansipasi wanita. Jadi gak perlu nunggu si pria untuk berinisatif duluan,perempuan pun juga bisa mengejar cintanya kalau si laki-laki gak peka-peka juga.
Setelah Yordan mengantar Ica sampai depan unit apartemennya. Yordan kembali ke parkiran,masuk ke dalam mobilnya dan mengemudikan mobilnya menuju club malam. Tempat yang sudah lama ia tak datangi.
⭐⭐⭐⭐⭐
Yordan masuk ke dalam private room,tempat biasa dia,Irlan dan Igo berkumpul sebelum turun ke bawah mencari mangsa.
"Ini dia yang ditunggu-tunggu.." kata Igo saat Yordan masuk ke dalam ruangan.
"Kok lama banget loe? Abis ngelonin si aspri loe?" Ejek Igo.
"Taik loe!!" Yordan melemparkan korek ke wajah Igo saat setelah menyalakan rokoknya.
"Kok ngamuk...??!!" Diiringi tawa keras Igo.
"Berisik loe!! Turun yuk" ajak Yordan tak sabaran.
"Masih sore,gak sabaran banget sih loe!!"
Yordan melihat jam tangannya. Masih jam sebelas ternyata.
Satu jam berlalu,Igo dan Yordan pun turun ke lantai bawah.
Tebar pesona ON.
Dengan gaya yang bisa melelehkan hati wanita mana pun,Igo dan Yordan duduk di salah satu table. Dan baru lima menit mereka duduk,wanita-wanita yang siap menjadi teman ranjang semalam mereka pun menghampiri mereka.
Tapi Yordan dan Igo sama sekali tidak berminat memakai wanita-wanita itu di atas ranjang. Mereka punya standart tersendiri dalam memilih teman ranjang.
Mata Yordan sudah membidik target. Yordan pura-pura menghampiri wanita itu. Dan menumpahkan minuman yang ada di gelas yang Yordan bawa.
"Ooopss sori-sori.." Yordan meminta maaf pada wanita itu,seolah-olah dia tidak sengaja.
Wanita itu menatap tajam ke arah Yordan.
"Basi cara loe!!!" Kesal wanita itu.
Kemudian berjalan menuju toilet untuk membersihkan bajunya.
__ADS_1
Yordan tersenyum licik. Perempuan seperti ini lah yang jadi incaran. Sox-sox jual mahal di luar giliran di bawa ke atas ranjang sangat lah binal.
Yordan mengikuti si wanita itu ke toilet,ia menunggu didepan pintu toilet sampe wanita itu keluar.
"Eheem.." Yordan berdehem saat wanita itu keluar agar wanita itu menyadari keberadaannya.
Wanita itu pun menoleh. Saat melihat Yordan si wanita membuang wajahnya malas.
Yordan tersenyum sinis.
"Sox jual mahal" umpat Yordan dalam hati.
Yordan menarik tangan wanita itu ketika si wanita ingin pergi meninggalkan Yordan.
"Apaan sih,lepas gak!!" Si wanita mencoba menghentakkan tangannya dari genggaman tangan Yordan,tapi tak bisa karena Yordan menggenggamnya sangat erat.
"Gak usah galak-galak gue cuma mau kenalan." Yordan melepaskan tangannya dari tangan wanita itu.
Dan menjulurkan tangannya untuk berkenalan dengan wanita itu.
"Yordan."
"Rika."
Lalu mereka melepaskan salaman mereka.
"Kita ngobrol di sana yuk." Ajak Yordan sambil menunjuk private room.
Rika pun mengangguk.
Mereka pun berjalan bersama ke arah private room tapi bukan private room yang biasa Yordan cs pakai.
Yordan dan Rika sudah berada dalam ruangan. Kini mereka duduk bersebelahan di sofa ruangan itu.
"Baru pertama kali kesini?" Tanya Yordan membuka pembicaraan. Karena memang Yordan baru pertama kali melihat Rika disitu.
Rika menggeleng.
"Udah yang ke dua kalinya."
"Ooo"
__ADS_1
"Loe sendiri?" Kini Rika yang bertanya.
"Gue hampir tiap malam kesini,tapi udah hampir dua mingguan gue absen,karena ada kerjaan di luar kota." Yordan berbohong alasan sebenarnya dia absen ke club.
Tak mungkin kan dia bilang kalau dia sedang masuk penjara mommy nya. Bisa turun level lah status casanovanya.
"Ooo"
"Dari muka-muka loe,kayaknya loe baru dateng yah di negara ini?"
Rika mengangguk.
"Gue lahir dan besar di Jerman,tapi orangtua gue asli negara ini. Gue lagi ada kontrak sama salah satu perusahaan kecantikan di negara ini. Makanya gue disini sekarang."
"Oo..jadi loe model?"
"Ya gitu deh.."
Mereka pun asik mengobrol sambil menyesap wine yang mereka pesan.
Yordan menggeser duduknya mendekati Rika,kini jarak mereka hanya beberapa centi saja.
Yordan menatap mata Rika seolah memberi sihir kepada Rika. Seolah sudah tersihir dengan tatapan itu,kini bibir mereka sudah saling bertautan. Pungutan yang tadinya lembut kini menjadi kasar dan sangat menuntut.
Yordan melepaskan pungutan mereka untuk meraup oksigen sebanyak-banyaknya.
"Mau diterusin?" Tanya Yordan dengan suara seksi yang mengundang gairah bergejolak.
Rika pun mengangguk,karena dia juga ingin merasakan lebih dari ini.
Yordan menarik tangan Rika keluar dari ruangan itu.
Sebelum keluar dari gedung club,Yordan menghampiri Igo di table mereka tadi yang masih bermain-main dengan wanita-wanita yang sedang merayunya.
"Go..gue duluan" pamit Yordan.
Igo hanya menjawab dengan gerakan tangannya ke atas.
"Njriiit,garcep banget dia,mentang-mentang udah lama puasa." Ejek Igo.
Setelah pamit dengan Igo,Yordan membawa Rika keluar dari gedung club menuju parkiran.
__ADS_1