Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 179


__ADS_3

Dan suara tangis baby Millie yang kencang dan tidak kunjung berhenti itu,akhirnya sampai di telinga daddy Edwin yang sedang memeriksa beberapa email masuk di dalam ruang kerjanya.


Dengan langkah panjang,daddy Edwin menapaki anak tangga menuju lantai dua rumahnya.


"Millie kenapa sih? Dari tadi gak berhenti-berhenti nangisnya?" Tanya daddy Edwin.


"Gak tau dad. Ica bilang mungkin dia lagi bete karena tidurnya di ganggu si Yordan." Jawab mommy Sarah.


Daddy Edwin menghela nafasnya. Ia pun berjalan mendekati baby Millie yang berada dalam dekapan sus Meri.


"Sini,biar saya aja yang gendong." Kata daddy Edwin.


Sus Meri pun memberikan baby Millie ke tangan daddy Edwin.


Tak seperti saat berpindah tangan ke tangan mommy Sarah atau tangan sus Meri,baby Millie langsung terdiam begitu berpindah tangan ke tangan daddy Edwin.


"Oh...Millie cantik mau di gendong sama grandpa yah?" Kata mommy Sarah sambil mengelus pipi chuby cucu kesayangannya.


"Eee..." jawab baby Millie sambil tersenyum menatap wajah daddy Edwin. Seolah-olah baby Millie mengerti dengan pertanyaan sang grandma.


"Kayaknya Millie kangen deh sama grandpa nya,kan seharian ini grandpanya belum ada gendong Mille." Timpal Ica.


"Millie kangen sama grandpa?"


"Eee." Jawab baby Millie,seperti sedang mengatakan 'iya'.

__ADS_1


"Ya udah,grandpa gendong,tapi Millie jangan nangis-nangis lagi yah."


"Eeee."


Daddy Edwin pun membawa Millie turun ke lantai bawah dan berjalan menuju ruang kerjanya untuk kembali memeriksa email yang masuk.


Setelah daddy Edwin turun bersama baby Millie dan mommy Sarah,Ica pun masuk ke dalam kamar baby Millie untuk memompa ASI nya yang sudah penuh dalam pabrik.


⭐⭐⭐⭐⭐


Meninggalkan Ica yang sedang memompa ASI untuk stok baby Millie dan baby Millie yang sekarang sedang bermanja-manja dengan grandpa nya. Ada Yordan yang sedang sakit kepala atas bawah karena di hantui penampakan buah siicakama yang makin montok yang sudah sebulan tidak bisa ia nikmati. Jangankan untuk menikmati,untuk menyentuhnya saja sudah tak boleh. Dan penampakan buah siicakama yang Ica keluarkan saat menyusui baby Millie sukses membuat sang sahabat meronta-ronta ingin di pertemukan oleh soulmatenya.


Tak ingin men spa sang sahabat,Yordan memilih untuk merendam tubuhnya di dalam bathup,dengan harapan sang sahabat tidak merengek lagi.


Yordan pun keluar dari dalam bathup untuk memberikan pijatan plus-plus untuk sang sahabat agar bisa tenang kembali.


"Tahan Jek,sebulan lagi." Kata Yordan pada sang sahabat.


Setelah melihat perjuangan Ica melahirkan dan membayangkan terowongan Icablanca yang di perbaiki akibat longsor,Yordan jadi tidak tega Yordan jadi tidak tega untuk cepat-cepat mengadakan ajang balapan untuk si Jeki. Jadi Yordan memutuskan sendiri kalau dia harus bisa puasa lebih dua puluh hari setelah puasa yang dokter anjurkan.


Ica yang sudah selesai memompa ASI langsung kembali ke dalam markas dua untuk memakai serangkaian perawatan tubuh dan wajah yang belum sempat ia pakai setelah mandi karena baby Millie yang keburu menangis.


Ceklek. Ica membuka pintu markas dua.


Mendengar suara air dari dalam kamar mandi,Ica yakin kalau saat ini sang suami sedang membersihkan tubuhnya. Ica pun berjalan ke ruang ganti untuk menyiapkan pakaian untuk sang suami.

__ADS_1


Setelah berhasil menidurkan sang sahabat,Yordan pun keluar dari dalam kamar mandi.


Ceklek. Yordan membuka pintu kamar mandi.


Sontak mata Ica pun langsung tertuju pada pintu kamar mandi.


Ica menelan slivanya susah payah karena melihat penampakan Yordan yang hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya dan air yang menetes dari rambutnya yang masih basah. Penampakan Yordan yang seperti ini berhasil membuat Ica kalang kabut,sama seperti Yordan yang kalang kabut karena si Jeki yang ingin di pertemukan Juliet,Ica pun kalang kabut karena sekarang Juliet juga merengek minta di pertemukan oleh Jeki.


"Kamu kenapa? Kok gitu banget ngeliatin tubuh aku? Sampe gak kedip." Tanya Yordan yang melihat Ica tak berkedip melihat tubuhnya.


Cepat-cepat Ica mengalihkan pandangannya.


"Siapa juga yang ngeliatin tubuh kakak. Geer. Orang aku ngeliatin handuk yang kakak pake kok." Dalih Ica.


"Emang kenapa handuk aku?" Tanya Yordan sambil berjalan mendekati Ica yang sedang duduk di meja rias.


Jantung Ica makin berdegup kencang,Juliet pun makin tak karuan berdenyut saat Yordan berdiri tepat di sebelahnya untuk mengambil hairdryer. Aroma tubuh Yordan yang begitu maskulin membuat Ica tak sanggup untuk bertahan. Ica langsung memeluk erat tubuh kekar suaminya.


"Hey....kamu kenapa Ca?" Tanya Yordan. Ia bukannya tidak tau arti gelagat istrinya,hanya saja lebih baik ia pura-pura tidak tahu agar tidak kebablasan.


Bukannya menjawab,Ica malah berdiri dan mensejajarkan bibirnya dengan bibir sang suami,kemudian mengunyah bibir itu dengan sangat rakus. Tak perlu ditanya bagaimana respon Yordan,karena sudah pasti ia menikmati permainan bibir Ica.


"Ah...Ca." desah Yordan saat tangan Ica membelai kepala sang sahabat.


Mendengar ******* sang suami,hasrat Ica pun semakin menggila. Tangannya mulai membuka lilitan handuk yang masih di pakai Yordan.

__ADS_1


__ADS_2