Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 102


__ADS_3

Yordan sudah kembali ke negaranya. Kini ia sudah berada di dalam ruangannya di kantor sang mommy. Karena kesibukan mommy Sarah yang membantu mama Nivi mengembangkan toko kue dan roti nya,sampai-sampai urusan perusahan,sepenuhnya ditangani oleh Yordan. Entah jurus apa yang di pakai mommy Sarah untuk merayu daddy Edwin,agar masa kerja Yordan di perusahaannya terus dapat di perpanjang. Yang jelas hasilnya,daddy Edwin selalu bisa mengikuti kemauan istri tercintanya.


Setelah kepulangan dua pasang tak sadar usia itu dari mengantar Ica ke New York. Mama Nivi melanjutkan keinginannya untuk membuka toko kue dan roti. Awalnya papa Fano tidak mengizinkan,tapi dengan berbekal ilmu yang sudah di transferkan mommy Sarah pada mama Nivi,akhirnya papa Fano pun mengizinkan mama Nivi untuk membuka usahanya sendiri.


Hampir setiap hari mommy Sarah mengunjungi mama Nivi. Apalagi tujuan utamanya kalau bukan untuk gibah bareng calon besan. Membantu mama Nivi untuk mengembangkan usaha,itu hanyalah alasan klasik untuk menutupi alasan yang sesungguhnya. Dan Yordan lah yang harus jadi korban. Karena menurutnya kerja di perusahaan sang mommy lebih menguras tenaga daripada kerja di perusahaan sang daddy.


Bagaimana tidak menguras tenaga,selain memeriksa dokumen,ia harus turun langsung ke pabrik-pabrik bahkan peternakan ayam dan sapi milik SFF Group. Dan ini lah yang Yordan lakukan sekarang. Meninjau pabrik dan peternakan di kota itu. Padahal kepala Yordan masih pusing akibat jetlag,tapi sang mommy langsung memintanya untuk melakukan sidak.


Setelah lelah bekerja,akhirnya Yordan bisa kembali ke apartemennya. Di pikiran Yordan sekarang hanya ada tempat tidur. Ia ingin merebahkan tubuhnya dan masuk ke alam mimpi. Tanpa mengganti pakaian apalagi membersihkan tubuhnya,Yordan langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.


Baru saja dua setengah jam Yordan mengistirahatkan tubuh dan otaknya,tiba-tiba saja ia merasakan tubuhnya berguncang.


Ia mengerjapkan matanya perlahan.


"Anjriiiit..!!!!" Yordan yang kaget melihat sosok Igo yang ada di hadapannya langsung terduduk.


Igo tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Yordan yang kaget.


"Setan loe emang!!! Ngapain loe kesini?!" Bentak Yordan.


"Kangen gue sama loe!! Minggu kemaren gue dateng ke perusahaan si madam,loe nya kagak ada. Madam mommy bilang loe lagi kunjungan kesejahteraan ke New York. Emangnya loe sekarang punya organisasi sosial?!" Tanya Igo yang belum mengetahui tentang hubungan Yordan dan Ica.


Yordan memang belum memberitahukan pada Igo maupun Irlan tentang hubungannya dengan Ica. Bukan karena ingin merahasiakannya,tapi karena kesibukan mereka bertiga yang membuat mereka jarang berkumpul bersama lagi,apalagi Irlan yang dalam masa penyembuhan hati karena kegagalan pernikahannya dengan Nia,membuat Igo dan Yordan memilih untuk memberikan ruang sendiri pada Irlan.


"Cih kangen!!! Bukan organisasi sosial,tapi lebih tepatnya,melakukan gerakan untuk kesejahteraan masa depan yang lebih baik." Jawab Yordan asal,sepertinya nyawanya belum terkumpul semua.


"Apaan sih loe,gak ngerti gue!!!" Kata Igo sambil menoyor kepala Yordan agar cepat sadar.


"Udah lah,otak loe gak bakal nyampe.!!! Sana loe pulang gue mau tidur,capek banget gue seharian ini.!!" Usir Yordan sambil kembali merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


"Enak aja loe nyuruh gue pulang!!! Loe kira,loe aja yang capek,gue juga capek kali!!! Tapi karena gue kangen sama loe,gue bela-belain deh kesini nyamperin loe!!! Masa loe gak hargain usaha gue sih.!!"


"Akh..diem loe bacot.!!!.keluar sana!!" Teriak Yordan.


Igo tak mau berhenti sampai di situ,ia malah menarik kaki Yordan untuk membuat Yordan bangun dari aksi rebahannya.


"Lepas Go!!! Lepas setan!!!" Teriak Yordan. Tapi tak di hiraukan Igo. Igo malah terus menarik kaki Yordan sekuat tenaga sampai akhirnya si pemilik kaki jatuh dari atas tempat tidur.


GUUUBRAAAK.


"Auuw.." pekik Yordan sambil memegang bokongnya yang mendarat terlebih dahulu di atas lantai.


Melihat Yordan meringis,Igo malah tertawa terbahak-bahak.


"Iblis memang loe!!!!" Yordan berdiri sambil mengelus-elus bokongnya.


"Mau ngapain sih loe sebenarnya?!" Kini Yordan sudah mendudukkan bokongnya di pinggir tempat tidur.


"Otak gue jenuh nih,udah lama gak refreshing."


"Loe kan tau gue udah pensiun.!!" Tolak Yordan yang paham akan maksud kata-kata Igo.


Karena sekarang Igo mengajaknya untuk ke pergi ke club malam.


"Loe kira cuma loe doang yang pensiun?! Gue juga udah pensiun kali!!" Balas Igo.


"Kita refreshing aja Dan,ayo lah Dan. Cuci mata doang mah gak masalah kali Dan."


"Iya,awalnya cuci mata,ujung-ujungnya cuci pedang!!! Gak lah,kalau loe mau,loe pergi aja sendiri!!" Tolak Yordan sekali lagi.

__ADS_1


Igo menghela nafasnya.


"Loe gak kasihan apa sama gue Dan yang jomblo akut ini,gue mau cari cewek yang bener untuk masa depan gue. Ayo lah Dan,temenin gue doang." Rayu Igo.


"Anjiiir loe!!" Umpat Yordan sambil menoyor kepala sang sahabat.


"Kalau loe mau cari cewek bener bukan di club goblok!!! Di playgroup noh banyak!!" Lanjut Yordan dengan nada yang sudah meninggi.


"Pedofil dong gue!!" Cebik Igo.


"Kalau emang loe mau punya pasangan hidup dari kalangan cewek baik-baik,loe rubah dulu hidup loe. Kalau emang loe mau pensiun,jangan setengah-setengah. Totalitas dong kayak gue.!" Yordan sok menasehati sang sahabat.


Igo pun mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Iya lah iya."


"Muka loe kok melas gitu?! Ya udah lah ayok gue temenin loe!! Inget,gue cuma nemenin loe doang yah!!"


Mata Igo langsung melotot mendengar kata-kata Yordan. Ia tak percaya,baru saja Yordan menasehatinya,eh sekarang malah dia yang ngajak. Sok-sok an bilang cuma mau nemenin lagi,padahal mah memang dia juga mau.


"Cih...bilang aja loe juga mau setan!!!"


"Tuh kan,gue dituduh kan!! Loe mau gue temenin gak?! Kalau gak ya udah,pulang sana loe,gue mau tidur lagi nih.!!" Yordan membalas kata-kata Igo tak mau kalah.


Igo geleng-geleng kepala mendengar kata-kata Yordan yang munafik.


"Ya udah lah,ayo lah. Gue ikhlas loe temenin."


"Gue lebih ikhlas nemenin loe kok. Bentar gue mandi dulu." Kata Yordan sambil menepuk pundak Igo kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2