
Tanpa basa-basi lagi,daddy Edwin langsung melucuti pakaian istrinya. Setelah beberapa saat pasangan tak sadar usia itu saling memanaskan mesin,daddy Edwin yang sudah tidak sabar itu pun langsung menancapkan gas untuk masuk ke dalam terowongan Sarahblanca.
"Oh..dad.." desah mommy Sarah sambil melengkungkan tubuhnya saat merasakan tancapan gas suaminya. Apalagi saat ini,sang suami dengan lincahnya sedang memaju mundurkan kemudinya,membuat mommy Sarah makin menggelinjang nikmat.
"Panggil nama ku Sar.." kata daddy Edwin ditengah-tengah kesibukannya mengemudi.
"Ed..."
"Yes...terus panggil nama ku,oke Sar.." pinta daddy Edwin yang sudah semakin menggila mengemudi di dalam terowongan Sarahblanca.
Dan malam yang diawali dengan omelan kini harus berakhir dengan desahan. Yang tadinya mommy Sarah gelisah karena menunggu Yordan,kini mommy Sarah harus merasakan gelisah kalau sang suami berhenti mengemudi sesaat disaat mommy Sarah sudah sedikit lagi tiba di puncaknya. Buat mommy Sarah,gelisah yang satu itu lebih menyiksa daripada gelisah memikirkan Yordan yang ada di club malam.
⭐⭐⭐⭐⭐
Setelah keluar dari club malam,Yordan pun mengendarai mobilnya untuk pulang,entah kenapa ia malas pulang ke apartemennya dan memilih untuk pulang ke rumah utama. Setelah di pikir-pikir sudah sangat lama ia tidak pulang kerumah utama. Dengan kecepatan penuh,Yordan mengemudikan mobilnya menuju rumah utama.
Kini mobil Yordan sudah terparkir mulus di garasi rumah utama. Dengan langkah panjang,Yordan masuk kedalam rumah yang pasti sudah dibuka terlebih dahulu oleh penjaga rumah.
Baru saja ia akan menaiki anak tangga,tiba-tiba suara laknat terdengar di telinga Yordan.
Yordan menghela nafas sambil menggeleng-gelengkan kepala,karena ia tahu suara laknat jenis apa itu dan darimana sumbernya. Tak ingin membuat gendang telinga memberikan sinyal aneh-aneh pada Jeki,Yordan pun menutup telinganya sambil menaikki anak tangga.
Setelah sampai di lantai dua,barulah Yordan melepas tangannya dari telinganya. Cepat-cepat Yordan membuka pintu kamarnya dan masuk kedalam kamar.
BRUUUK..dengan kasarnya Yordan menutup kembali pintu kamar itu.
"Dasar orangtua gak ada akhlak!!! Pantes aja gue gak pernah di cariin lagi,kesenengan mereka ternyata!!" Umpat Yordan kesal karena harus di sambut dengan suara laknat si bule bar-bar.
"Sehebat apa sih itu si Sun Goku sampe si Chi Chi histeris begitu??!! Kenapa juga sih gak pake peredam suara!! Untung aja si Dini sama si Yani,kamarnya jauh di belakang,kalau gak,bisa dikira kdrt ini." Kata Yordan yang mulutnya tidak mau diam mengomentari tingkah kedua orangtuanya.
"Hiiiissh!!! Nyesel gue pulang kerumah!!! Kalau tau kenyataannya semenyakitkan ini mending gue balik ke apartemen!!" Cerocosnya lagi sambil menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Akh...mending gue tidur lah akh!!" Yordan pun perlahan memejamkan matanya dan masuk ke alam mimpi.
Disaat Yordan sudah masuk ke alam mimpi,pasangan tak sadar usia ini baru selesai dengan ritual mereka yang pertama.
Setelah daddy Edwin beranjak dari atas tubuh mommy Sarah,cepat-cepat mommy Sarah mengambil ipad nya dan mengecek cctv yang ada di apartemen Yordan untuk melihat apa sang anak sudah pulang ke apartemennya apa belum. Mommy Sarah makin khawatir saja,karena ia tidak melihat keberadaan si bule kampret di setiap sudut ruangan.
"Apa anak itu masih di club?!" Lirih mommy Sarah menerka-nerka.
Tak ingin di gentayangi rasa penasaran,mommy Sarah mengambil hp nya dan melakukan panggilan ke nomor orang yang ia suruh untuk mengekori Yordan,iya siapa lagi kalau bukan Ray dan Sam.
Tuuut...tuuuut...tuuut. Panggilan masih berdering.
"Kamu nelpon siapa sih Sar jam segini?!" Tanya daddy Edwin penasaran.
"Nelpon Ray dan Sam dad."
"Untuk apa ka...."
"Sstttt!!!" Mommy Sarah langsung menyuruh daddy Edwin untuk diam ketika panggilan itu sudah terhubung.
"Kamu tidur Sam?!" Dengan suara yang sedikit meninggi karena bodyguard anaknya itu malah tidur disaat si bule kampret masih berada di dalam club malam.
"Iya lah madam,ini kan udah waktunya saya tidur." Jawab Sam setengah sadar.
"SAAAAAM!!!!" teriak mommy Sarah. Bukan hanya Sam yang kaget di seberang sana,tapi daddy Edwin juga kaget mendengar teriakan sang istri yang menggelegar.
"Kamu mau saya potong gaji mu atau mau saya suruh cuci semua mobil yang ada di garasi hah??!!!" Teriak mommy Sarah lagi.
"Ma...maaf madam. Tadi madam nanya apa?!" Tanya Sam terbata-bata,kini kesadarannya sudah terkumpul seratus persen setelah mendengar teriakan sang madam.
"Kenapa kamu tidur disaat anak saya belum pulang hah???!!! Mau saya gantung kalian di pohon jengkol hah?? Biar jadi hantu penunggu pohon jengkol,mau??!" Bentak sang madam dengan ancaman khasnya.
__ADS_1
"Astaga madam jangan lah di pohon jengkol madam,di patung Liberty kek,atau di menara Eiffel atau gak di monas juga gak pa-pa madam." Jawab Sam,sepertinya ia sudah menguasai ilmu kebal ancaman sang madam.
"Udah berani kamu jawab yah Sam. Besok kamu datang ke rumah saya dan cuci semua mobil yang ada di garasi rumah saya.!!"
"Jangan gitu lah madam,saya kan cuma becanda. Lagian den Yordan juga udah pulang kok madam,makanya saya dan Ray berani pulang dan tidur madam."
"Apa kamu bilang Yordan udah pulang?? Pulang kemana? Kok saya cek di apartemennya dia gak ada.?!"
"Den Yordan gak pulang ke apartemen madam,den Yordan pulang ke rumah utama. Kalau madam gak percaya,madam cek aja sendiri."
"Ya udah saya periksa dulu. Awas kalau sampe si bule kampret gak ada disini,habis kalian berdua.!! Dan satu lagi,besok kamu datang kesini jam lima subuh dan cuci semua mobil yang ada di garasi.!!!"
"Saya sendiri madam? Si Ray enggak madam?!"
"Kan kamu yang berani ngejawab omongan saya,yah kamu sendiri lah yang cuci mobil!!"
"Tapi madam..."
"Gak ada tapi-tapian!!!" Mommy Sarah langsung mengakhiri panggilannya.
"Dasar Samsul!!!!" Kesal mommy Sarah sambil mengambil ipad dan mengecek keberadaan Yordan di kamarnya melalui cctv.
Dan ternyata benar yang katakan si Samsul alias Sam,kalau Yordan ternyata pulang ke rumah utama. Mommy Sarah pun melihat jam kedatangan anaknya yang ternyata datang satu jam yang lalu.
"Apa satu jam yang lalu??!" Lirih mommy Sarah pelan tapi masih bisa di dengar oleh daddy Edwin yang sejak tadi memperhatikan istrinya.
"Apanya satu jam yang lalu Sar?" Tanya daddy Edwin penasaran.
"Ini Yordan,ternyata dia udah datang dari satu jam yang lalu Ed."
"Terus?!" Tanya daddy Edwin lagi sambil mendekatkan tubuhnya dengan tubuh sang istri.
__ADS_1
"Pasti tadi dia denger jeritan aku tadi Ed.."
"Terus kenapa kalau dia denger,toh sebelum-sebelumnya dia juga pernah dengar kamu menjerit." Kata daddy Edwin,sambil tangannya menggapai sesuatu yang menggoda imannya.