Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 160


__ADS_3

Setelah Jeki terbebas dari jeruji kainnya,Ica pun mengecup sahabat suaminya itu agar sahabat sang suami bisa terbangun.


"Jek..bangun Jek,di tungguin tuh sama dedek Juliet." Bisik Ica di telinga si Jeki sambil mengelus-elus kepala si Jeki.


Mendengar sang soulmate sedang menunggunya,tanpa basa-basi,kang Jeki langsung berdiri tegak.


Jika kebanyakan orang akan tertidur lelap jika di elus kepalanya,lain hal dengan si Jeki. Ia malah terbangun dan tegak berdiri begitu Ica mengelus kepalanya.


Melihat sahabat sang suami sudah bangun dari mimpi indahnya,Ica melirik sesaat ke arah Yordan,untuk memastikan apa suaminya itu juga ikut terbangun. Tapi sayangnya sang suami masih betah di alam mimpi,entah apa yang di mimpikan Yordan sekarang.


Perlahan tangan Ica mulai membelai sahabat suaminya dan memberikan pijatan-pijatan yang makin membuat sahabat suaminya itu keblinger. Puas dengan pijatan maut,perlahan Ica memasukkan sahabat suaminya itu ke dalam goa bergigi dan memperlakukan sahabat suaminya itu layaknya ice cream cone.


"Akh.." desah Yordan. Sepertinya apa yang di lakukan Ica sekarang masuk ke dalam alam bawah Yordan.


"Kok makin lama makin enak,makin berasa." Gumam Yordan dalam hati,dengan nyawa yang masih terkumpul,ia berpikir kenapa yang ia rasakan sekarang terasa sangat nyata.


Tiba-tiba saja Yordan membuka matanya setelah ia menyadari kalau yang ia rasakan bukan lah mimpi.


Ia langsung melihat ke arah bawah dimana istri solehot nya sedang memanjakan sang sahabat.


"Astaga Ca kamu ngapain?" Tanya Yordan.


Ica langsung berhenti memanjakan sahabat suaminya itu dan langsung menindih tubuh suaminya dan tanpa aba-aba,Ica langsung melahap bibir Yordan dengan ganas.


Yordan yang mendapat serangan tiba-tiba itu jelas langsung menyambut serangan bibir yang Ica berikan,tapi baru beberapa detik ia menyambut serangan itu,tiba-tiba ia teringat kalau hari ini adalah hari libur sang sahabat.

__ADS_1


Yordan langsung menjauhkan bibir Ica dari bibirnya.


"Jeki libur hari ini Ca." Kata Yordan mengingatkan istrinya yang sudah di selimuti kabut hasmara alias hasrat membara.


"Tapi aku pengen kak." Jawab Ica. Kini Ica tak lagi malu-malu untuk mengatakan 'pengen' pada Yordan.


"Aku besok kerja Ca,kerjaan aku masih numpuk di kantor. Kamu kan tau kalau Jeki abis balapan,aku yang mabok."


Sepertinya Ica tak peduli dengan kata-kata Yordan. Karena selagi Yordan mengingatkan dirinya atas kehamilan simpatik yang Yordan alami,Ica malah berdiri membuka kain penutup terowongan Icablanca.


Dan aksi Ica itu sukses membuat Yordan menganga,karena Ica berdiri dan membuka kain penutup terowongan tepat di atas wajahnya. Yordan menelan slivanya susah payah saat melihat penampakan halaman depan terowongan yang di tumbuhi rumput nan rimbun.


Setelah membuka kain penutup terowongan,Ica kembali menduduki bagian bawah Yordan.


"Aaakh..." desah keduanya saat Jeki dan Juliet bertemu di dalam terowongan. Perlahan terowongan Icablanca mulai mengguncang-guncang sahabat suaminya itu.


"Akh...uh....ter...se...rah...ah..uh...ka...mu...ah...uh..ajalah Ca. Ah...uh...aku pasrah.!!" Dengan susah payah Yordan mengatakan pada Ica tentang kepasrahannya.


Dan malam itu aksi saling membalas guncangan pun terjadi. Sepertinya selama kehamilan Ica,Ica tidak lagi terancam kenikmatan,tapi justru Yordan lah yang kini harus terancam kenikmatan,karena si dedek yang ada di rahim Ica pengen terus bersenda gurau dengan sahabat daddy nya itu.


Dan seperti biasa juga,setelah gempa buatan yang Jeki dan Juliet buat menggemparkan per-per ranjang dan memporakporandakan bantal dan selimut,Yordan langsung berlari ke dalam kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. Setelah kurang lebih dua jam merasakan mabok darat karena ulah Jeki yang ugal-ugalan seperti supir metro mini. Akhirnya Yordan bisa kembali tertidur nyenyak,tak lupa ia berdoa dalam hati agar istrinya yang sekarang telah menjadi istri solehot tidak lagi mempertemukan sang sahabat dengan soulmatenya.


"Enak aja,loe berdua yang seneng-seneng,gue yang modar!!" Gerutu Yordan dalam hati setelah berdoa untuk tercapainya keamanan peranjangan,agar tak ada lagi gempa susulan.


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Sepertinya doa Yordan malam tadi tidak sampai kepada sang Pencipta,buktinya pagi ini Ica kembali meminta dirinya untuk mempertemukan pasangan yang tak habis-habisnya kasmaran di dalam terowongan Icablanca. Sepertinya bukan hanya kehamilan simpatik yang dirasakan Yordan,tapi Yordan merasa kalau jiwanya dengan jiwa Ica sudah tertukar.


Setelah selesai dengan ritual apel pagi,Ica turun ke lantai bawah untuk membuatkan teh madu untuk sang suami.


"Yordan mabok lagi?" Tanya mommy Sarah saat melihat Ica berjalan membawa nampan berisi teh madu.


"Iya mom."


"Cih..dasar bule kampret!! Gak ada kapok-kapoknya yah anak itu!!" Gerutu mommy Sarah dengan nada sedikit meninggi,karena mommy Sarah tau penyebab anak semata wayangnya itu mabok darat.


"Mom.."


"Iya,kenapa sayang?" Mommy Sarah langsung menghaluskan nada suaranya,karena ia tidak mau cucunya yang masih ada dalam perut Ica kaget karena mendengar suaranya yang menggelegar.


"Nanti kak Yordan datengnya agak siang gak pa-pa kan mom?"


"Enak aja!! Gak profesional dong itu namanya. Salah dia sendiri siapa suruh si Jeki balapan mulu. Udah tau habis balapan dia yang mabok,tapi gak kapok-kapok."


"Bukan kak Yordan yang salah mom. Tapi..." Ica menggantung kata-katanya,ia malu mengatakan pada mama mertuanya kalau dirinya lah yang memaksa Jeki untuk balapan.


"Tapi kenapa?"


"Tapi si dedeknya yang mau di jenguk sama papa nya mom." Jawab Ica malu-malu sambil mengelus perutnya yang sudah sedikit menggelembung.


Mommy Sarah menganga mendengar pengakuan Ica. Ia tak tau harus berkata apa-apa lagi,apalagi Ica mengatakan kalau cucunya lah yang ingin di jenguk papanya.

__ADS_1


__ADS_2