Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 42


__ADS_3

Saat mommy Sarah sudah ada di teras rumah,ternyata Yordan masih berada dalam mobil. Membuat mommy Sarah mengeluarkan teriakannya.


"DASAR BULE LEMAH!!!! CEPAT KESINI..!!!" suara mommy Sarah menggelegar di malam hari.


Tak ingin membuat mommy nya semakin mengamuk,Yordan pun keluar dari dalam mobil kemudian setengah berlari menghampiri sang mommy.


Bugh..


Mommy Sarah menendang bokong Yordan saat Yordan sudah tepat dihadapannya.


"Dasar bule lemah,baru gitu aja udah mabok!!' Protes mommy Sarah.


"Cih..jangankan Yordan mom,Ananda Mikola aja kalau disetirin sama mommy juga bakalan mabok.!!" Cibir Yordan yang tak suka dibilang lemah.


"Enak aja gue dibilang lemah,dia gak tau aja ketahanan anaknya ini kalau diranjang gimana!!" Umpat Yordan dalam hati.


Mommy Sarah melototkan matanya,membuat Yordan memilih untuk diam dan tak melanjutkan perdebatan.


Mommy Sarah melanjutkan langkahnya kakinya ke dalam rumah.


"Sana minum dulu..!!" Perintah mommy Sarah setelah sampai di ruang keluarga.


Cepat-cepat Yordan berlari ke dapur dan mengambil minum. Setelah dirasa tenggorokan dan perutnya sudah lebih baik,Yordan kembali menghampiri mommy nya.


"Naik..!!" Perintah mommy Sarah lagi pada anak semata wayangnya.


Bagai kerbau yang di cocok hidungnya,Yordan menurut saja dengan perintah sang mommy.


Mommy Sarah pun mengikuti Yordan dari belakang sampai ke dalam kamar anaknya.


Begitu sampai di dalam kamar,mommy Sarah langsung memukuli Yordan bertubi-tubi.


"Auuuw mom..sakit mom...ampun mom..!!!" Rintih Yordan kesakitan.

__ADS_1


"Apa kamu bilang sakit???!!!! Rasa sakit kamu ini gak seberapa dengan rasa sakit yang sedang Ica rasakan sekarang,ngerti kamu hah!!!" Teriak mommy Sarah,tangannya masih menjambak rambut anaknya.


Mommy Sarah melempar tubuh besar Yordan di atas sofa.


"Jadi ini rencana kamu,nyuruh Ica dateng ke hotel hanya untuk lihat kamu sama partner *** kamu lagi mendayung menuju neraka jahanam???!!!" Mommy Sarah menatap tajam anaknya.


Yordan menelan slivanya karena mommy nya tau akan rencananya. Walaupun yang dikatakan mommy nya tak sepenuhnya betul.


"Mom..Yordan bisa jelasin mom.." Yordan sudah memasang muka melas.


"Jelasin apa!!! Semua udah jelas!! Mommy tau kalau kamu laki-laki brengsek,tapi mommy gak nyangka kalau kamu lebih brengsek dari yang mommy kira!!!" Kata mommy Sarah kecewa.


Lalu kembali memukul anaknya.


Melihat kekecewaan dari mata mommy Sarah pada dirinya,Yordan pasrah menerima pukulan bertubi-tubi dari sang mommy.


Daddy Edwin yang mendengar keributan dari kamar anaknya,cepat-cepat ia naik ke atas untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Terlihat lah mommy Sarah yang sedang memukuli anaknya seperti sedang memukul samsak..


"Mom..stop..!!" Daddy Edwin langsung menarik istrinya agar menjauhi anaknya.


"Minggir dad,mommy belum puas ngehajar bule tengik ini..!!" Mommy Sarah menepis tangan suaminya.


"Bule tengik itu anak kita satu-satunya mom..lagian mommy ngehajar Yordan sama aja buang-buang tenaga mommy. Daripada tenaga mommy terbuang sia-sia,mending mommy ngehajar daddy aja di atas ranjang,gimana?? Mau yah....?" Rayu daddy Edwin agar istrinya menghentikan amukannya pada sang anak.


Yordan membulatkan matanya mendengar penuturan daddy nya. Tak menyangka daddy nya yang kalem bisa berbicara se frontal itu dihadapannya.


"Tenang aja,mommy masih punya batre cadangan untuk ngehajar daddy. Tapi untuk sekarang,mommy pengen ngehajar anak daddy ini sampe puas!!" Jawab mommy Sarah.


Yordan geleng-geleng kepala mendengar jawaban mommy nya.


"Anak kita mom. Liat tuh mukanya aja mirip mommy.." protes daddy Edwin yang tak terima Yordan dibilang hanya anaknya.

__ADS_1


"Ngamuk-ngamuknya lanjutin besok aja yah. Sekarang waktunya mommy ngehajar daddy,daddy rela kok mommy hajar sampe semua batre mommy lobet.." daddy Edwin menarik tangan istrinya keluar dari kamar Yordan.


"Kunci pintu mu!!" Kata daddy Edwin pada Yordan tanpa mengeluarkan suara sebelum menutup pintu anaknya.


Yordan pun buru-buru mengunci pintu kamarnya.


"Huftt.." Yordan bernafas lega sambil bersender di pintu.


"Akhirnya drama malam ini kelar juga."


Kemudian Yordan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah empat puluh menit membersihkan dirinya di kamar mandi,Yordan langsung mengganti bathrobe nya dengan kaos oblong dan celana boxer.


Ia naik ke atas ranjang nya,ia menyenderkan tubuhnya di kepala tempat tidur. Ia memejamkan matanya,menarik nafasnya dalam-dalam. Mencoba menghilangkan rasa sesak di dada yang ia tidak tahu apa penyebabnya. Yang pasti sejak Ica mengatakan sangat membenci dirinya dan akan berhenti untuk mencintainya,hati Yordan langsung terasa sakit dan sesak.


"Perasaan apa ini? Kenapa rasanya sakit banget..??" Lirih Yordan.


Yordan membaringkan tubuhnya,ia mencoba untuk tidur. Siapa tahu dengan tidur,rasa sakit itu bisa menghilang. Namun saat matanya terpejam,bayangan wajah Ica yang menangis saat kejadian di hotel tadi kembali berputar di kepala Yordan.


Ia membuka matanya dan mendudukkan tubuhnya.


"Ada yang gak beres dengan otak gue!! Udah si Jeki gak beres,si Otak juga gak beres!! Apa perlu gue ikut konsultasi ke psikiater bareng Irlan yah??!!" Ia menggaruk rambutnya kasar.


Karena tidak bisa tidur,Yordan memilih untuk menghisap rokok di teras balkon kamarnya.


Sedangkan Ica setelah sampai di dalam unit apartemennya,ia tak berhenti-berhentinya menangis.


"Kak Yordan jahat!! Kak Yordan tega!!! Kenapa kak Yordan benar-benar melakukan itu di depan Ica!!!" Kata Ica di sela-sela tangisnya.


"Aku benci kak Yordan!!! Mulai sekarang akan aku hapus nama kak Yordan dalam hati aku!!" Kata Ica lagi masih dalam keadaan menangis.


Cukup lama Ica menangis,hingga membuatnya lelah dan tertidur sendiri.

__ADS_1


__ADS_2