Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
BonChap 2


__ADS_3

Setelah baby Millie dirasa sudah tertidur pulas,daddy Edwin pun membawa baby Millie dalam kamarnya dan meletakkan baby Millie dalam box dan meninggalkan baby Millie tidur dengan pengawasan dari sus Vina dan sus Meri.


Ceklek. Daddy Edwin membuka pintu markas dua.


"Millie udah tidur?" Tanya mommy Sarah saat melihat daddy Edwin masuk ke dalam kamar dari pantulan cermin,karena sekarang mommy Sarah sedang memoleskan cream malam di wajahnya.


Daddy Edwin menganggukkan kepalanya sambil mendudukkan dirinya di sofa.


"Dad.."


"Hemh.." jawab daddy Edwin seadanya tanpa melihat ke arah mommy Sarah,karena sekarang daddy Edwin sedang memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya di sandaran sofa.


Mommy Sarah menoleh ke arah sang suami karena jawaban daddy Edwin yang seadanya itu.


"Kenapa? Kamu capek?"


"Sedikit."


"Tuh kan,udah aku bilang kamu harus kasih space sama Millie biar si Millie gak nempel terus kayak ceres yang di donat. Kalau udah gini,kamu juga yang capek." Omel mommy Sarah.


"Millie kan cucu pertama kita mom,ya wajar lah kalau daddy mencurahkan semua kasih sayang daddy untuk Millie."


"Dulu sama Yordan kamu gak kayak gitu."


"Siapa bilang? Aku juga mencurahkan semua kasih sayang ku untuk Yordan dulu,sangking sayangnya makanya aku pekerjakan banyak baby sitter untuk jaga Yordan." Elak daddy Edwin.


"Cih..gak salah? Bukan karena kamu gak mau aku menghabiskan waktu untuk Yordan?" Balas mommy Sarah sambil memutar bola matanya malas.


"Dad,kita beliin rumah untuk Yordan dan Ica yuk."


"Kamu mau ngusir Yordan dan Ica keluar dari rumah ini?"


"Bukan ngusir dad,tapi mau bikin mereka mandiri. Sebentar lagi mereka mau punya dua anak,tapi si Millie lengketnya sama daddy. Gimana kalau anak kedua mereka lahir dan lengket juga sama daddy? Enak di mereka dong,cuma tau bikin gak tau membesarkan,mengasuh dan mendidik anak."


"Bukannya daddy gak setuju mom,tapi rumah ini terlalu besar kalau cuma kita berdua yang tinggal."


"Ya udah kalau gitu,kita aja yang pindah ke apartemen biar mereka tinggal disini."


Daddy Edwin mengkerutkan keningnya nampak sedang memikirkan kata-kata sang istri. Kemudian daddy Edwin mengangguk-anggukkan kepalanya sepertinya ia menyetujui kata-kata sang istri. Kalau mereka tinggal di atap yang sama,Yordan dan Ica tidak akan pernah dewasa dalam menjalankan peran sebagai orangtua.


"Oke daddy setuju. Tapi setiap weekend kita pulang kesini dan balik lagi ke apartemen hari seninnya."


"Oke,mommy setuju." Jawab mommy Sarah. Dalam hati mommy Sarah bersorak gembira,karena akhirnya dirinya bisa kembali ke masa-masa romantis bersama sang suami.

__ADS_1


Mommy Sarah berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati sang suami dan langsung mendudukkan dirinya di pangkuan daddy Edwin.


"Ed..." kata mommy Sarah sambil mengelus wajah daddy Edwin.


"Hemh.."


"Kita udah lama gak..."


"Ya...ya...ya..aku tau Sar." Potong daddy Edwin yang tau kemana arah yang istrinya tuju sekarang.


"Jadi..."


"Jadi kamu mau berapa ronde,hah?" Potong daddy Edwin lagi.


"Sepuasnya kamu Ed." Bisik mommy Sarah dengan nada menggoda.


"Oke. Tapi aku gak mau dengar besok pagi kamu mengeluh encok."


"Tenang aja Ed,semua udah aku perhitungkan." Jawab mommy Sarah sambil mengerlingkan matanya.


Daddy Edwin pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan menggendong mommy Sarah seperti anak koala dan berjalan menuju tempat tidur.


Sesampainya di tempat tidur,perlahan daddy Edwin meletakkan mommy Sarah di atas ranjang dan langsung menindih istrinya itu. Dan pertempuran sengit sesama bibir pun terjadi,bahkan lama kelamaan bukan hanya bibir yang bertempur,tangan mereka pun ikut menjalar kesana-kemari saat pertempuran bibir semakin memanas.


Sontak daddy Edwin dan mommy Sarah menghentikan aksi mereka yang sedang melepaskan pakaian yang menempel di tubuh pasangan mereka.


Tok Tok Tok. Pintu markas satu terketuk lagi.


"Dad,mom..." teriak Yordan dari depan pintu markas satu.


"Ish..mau ngapain sih tuh anak!!!" Gerutu mommy Sarah.


"Udah sana kamu buka pintu." Perintah daddy Edwin pada istrinya,karena tidak mungkin dirinya yang membuka pintu,karena saat ini senjatanya yang berjenis shotgun sudah siap menembak.


Mau tidak mau mommy Sarah bangkit dari atas tempat tidur dan kembali memakai sleepwearnya dan berjalan menuju pintu.


Ceklek.


"Huaaaa...ati...ati..." tangis baby Miliie pecah saat mommy Sarah membuka pintu.


"Loh Millie kenapa Dan?"


"Gak tau mom,nyari aki nya kayaknya. Habis daddy keluar dari kamar Millie,gak berapa lama Millie langsung nangis. Yordan,Ica,sus Meri,sus Vina udah berusaha diemin tapi gak mau juga. Mau sama aki nya katanya."

__ADS_1


"Cucu aki kenapa cantik?" Tanya daddy Edwin dari arah belakang mommy Sarah.


"Huaaaaa...ati...mau ati.." tangis baby Millie lagi sambil membuka kedua tangannya tanda ingin di gendong aki nya.


Daddy Edwin langsung mengambil baby Millie dari gendongannya dan seketika baby Millie langsung diam dalam dekapan aki Edwin.


"Millie kenapa gak bobo hah?"


"Mau ati.."


"Mau bobok sama aki?"


Millie menganggukkan kepalanya.


"Ya udah,Millie bobok disini aja kalau gitu sama aki dan nini."


Mata mommy Sarah langsung membulat mendengar perkataan daddy Edwin.


"Dad.." protes mommy Sarah sambil memberi pelototan untuk sang suami.


"Udah lah mom,biarin aja Millie tidur sama kita. Kamu mau Millie nangis terus?" Jawab daddy Edwin yang mengerti arti dari pelototan mata sang istri.


"Dan,kamu ambil susu nya Millie sama popok dan pakaian gantinya." Perintah daddy Edwin.


"Ini udah Yordan siapin." Jawab Yordan sambil memberikan tas kecil yang berisi keperluan baby Millie untuk satu malam selama menginap di markas satu.


"Kamu taro disitu." Perintah daddy Edwin lagi.


Yordan pun masuk ke dalam markas satu dan meletakkan tas kecil itu di atas sofa. Kemudian berjalan mendekati baby Millie dan daddy Edwin yang sudah duduk di pinggiran ranjang.


"Muaaaah...mimpi yang indah yah cantik dalam pelukan aki." Yordan mencium kening baby Millie sebelum keluar dari markas satu.


Mommy Sarah langsung menarik baju Yordan saat Yordan melewati mommy Sarah yang masih berdiri di depan pintu markas.


"Pasti kamu sengaja kan bangunin Millie?!" Selidik mommy Sarah.


"Enak aja!!! Orang Millie bangun sendiri kok,tanya aja sus Vina sama sus Meri." Jawab Yordan tak mau disalahkan karena memang bukan dirinya yang membangunkan baby Millie. Yordan hanya menjalankan perannya sebagai ayah yang siaga.


Disaat Yordan mendengar baby Millie menangis,cepat-cepat Yordan masuk ke dalam kamar baby Millie sebelum Ica yang sedang membersihkan dirinya di kamar mandi keluar. Begitu masuk kedalam kamar baby Millie,Yordan langsung mengambil alih baby Millie dari gendongan sus Meri yang sedang berusaha menenangkan baby Millie,karena baby Millie terus memanggil nama aki nya,Yordan pun berinisiatif langsung membawa baby Millie ke markas satu. Ia pun menyuruh sus Vina dan sus Meri memasukkan perlengkapan baby Millie ke dalam tas,niat nya supaya ia tidak bolak-balik kalau-kalau daddy Edwin ingin baby Millie tidur di markas satu. Bayangkan kurang siaga apa lagi coba Yordan sebagai seorang ayah,begitu lah pikir Yordan.


Mommy Sarah menajamkan tatapannya kepada Yordan.


"Udah akh mom,Yordan ngantuk. Yordan naik dulu yah." Kata Yordan yang tak merasa takut dengan tatapan mommy Sarah.

__ADS_1


Yordan pun melanjutkan langkah kakinya keluar dari markas satu. Sedangkan mommy Sarah tidak henti-hentinya ngedumel dalam hati karena harus gagal melakukan ritual pengengkolan yang mengencokkan pinggang.


__ADS_2