
Mata Ica membelalak mendengar perkataan sang papa. Ternyata dirinya memang benar di jodohkan dengan bang Satria,Ica pikir perjodohan yang Yordan katakan hanya sebatas kesalahpahaman saja.
Padahal nyatanya semua sudah di setting oleh kedua orangtua mereka.
"Gimana,apa kamu mau lanjutin perjodohan kamu dengan si Satria Baja Hitam itu?!" Tanya Yordan pada Ica.
Ica menggeleng lemah.
"Ya udah ngomong langsung sama papa kamu." Yordan pun menyodorkan hp ke tangan Ica.
"Pah...Ica gak mau di jodohin sama bang Satria. Bang Satria udah Ica anggep sebagai abang Ica,lagian bang Satria kan udah punya tunangan pah.."
Mendengar si Satria Baja Hitam ternyata sudah punya tunangan,makin panas lah mulut Yordan untuk mengompori Ica.
"Tuh kan om,apa Yordan bilang!! Yordan yakin seribu persen,kalau si Satria Baja Hitam itu masih cinta sama tunangannya. Aduuh om,batalin aja deh perjodohan Ica sama si Satria itu,daripada nasib Ica sama kayak istri sahabat saya om.!"
"Diam kamu wiro sableng!!! Kompor aja!! Sekarang semua tergantung Ica,kalau memang Ica gak mau,saya akan membatalkan perjodohan mereka sekarang juga.!" Tegas papa Fano.
"Pokoknya Ica gak mau!! Titik.!" Balas Ica tak kalah tegasnya.
"Nah..udah jelas kan om,Ica nya gak mau. Sesuai janji om,om akan ngerestuin hubungan saya sama Ica. Inget om,laki-laki itu yang di pegang kata-katannya.!" Sindir Yordan.
"Akh..terserah!!! Tapi kamu juga jangan maksa Ica kalau dia juga gak mau sama kamu!!" Kata papa Fano yang sudah kehabisan kata-kata menghadapi Yordan.
Yordan pun mengakhiri panggilan itu dengan senyum yang merekah dari bibirnya.
"Satria Baja Hitam defeated.!!" Sorak Yordan dalam hati.
"Jadi gimana Ca,kamu mau nerima aku kan?!" Tanya Yordan,kini sorot matanya menatap Ica penuh harap.
Ica menatap wajah Yordan dengan seksama. Ia teringat akan perkataan supir taksi saat ia pulang dari kantor SFF Group sebelum berangkat ke New York. Jika laki-laki itu serius,maka laki-laki itu akan berjuang mendapatkan mu. Dan melihat Yordan yang langsung mendatangi papanya untuk meminta membatalkan perjodohannya dengan bang Satria serta Yordan yang rela datang jauh-jauh menyusul Ica di New York,hati Ica menjadi yakin untuk memberikan kesempatan pada Yordan.
Ica pun menganggukkan kepala tanda ia menyetujui untuk memberikan kesempatan itu pada Yordan.
Mata Yordan membulat sempurna melihat anggukan kepala Ica,namun bukan Yordan namanya kalau tidak membuat Ica kesal dahulu.
"Itu kepala kenapa ngangguk-ngangguk,kayak boneka yang nempel di dashboard mobil aku aja." Goda Yordan.
"Ish...kakak.!!" Ica memukul manja lengan Yordan.
__ADS_1
Melihat Ica yang kesal,Yordan semakin gemas.
"Kamu kok ngegemesin banget sih..!!" Yordan memencet ujung hidung Ica gemas.
"Habisnya kakak ngeselin sih!!!"
"Salah kamu lah,orang aku nanya pake kata-kata,kamu jawabnya pake bahasa tubuh. Kalau mau pake bahasa tubuh,nanti aja kalau kita udah halal. Atau jangan-jangan kamu mau kita bicara pake bahasa tubuh sekarang?!" Goda Yordan lagi pada Ica.
Tapi sayangnya yang di goda tidak mengerti maksud bahasa tubuh versi Yordan.
Ica malah mengangguk.
Mata Yordan membulat. Apa ini kode,kalau Ica juga ingin bermain menggunakan bahasa tubuh?? Begitulah batin Yordan bertanya-tanya. Namun sayang jawaban Ica berikutnya membuat ia sadar kalau gadis masa depannya itu ternyata tak mengerti maksud kata-kata Yordan.
"Aku bisa kok pake bahasa tubuh,aku kan sering bicara sama kaum difabel."
Yordan menepuk jidatnya mendengar jawaban Ica.
"Itu bahasa isyarat Ca..." geram Yordan.
"Eh...iya yah..oh..astaga. Tapi sama ajalah kan bahasa isyaratnya juga pake tangan." Jawab Ica tak mau kalah.
"Aarrrgh..terserah!!! Balik ke topik!! Jadi apa jawaban kamu.?!" Tanya Yordan sekali lagi.
"Gak afdol lah Ca,masa jawabnya cuma ngangguk-ngangguk. Ngomong dong.!"
Ica menghela nafasnya sebelum memberikan jawaban dengan kata-kata.
"Iya kak,aku mau kasih kakak kesempatan."
Senyum bahagia pun terbit dari bibir Yordan. Yordan pun langsung memeluk erat Ica.
"Makasih yah sayang."
Mendengar Yordan memanggilnya sayang,entah kenapa Ica jadi geli sendiri. Mungkin ini pertama kalinya ada laki-laki yang memanggilnya seperti itu. Ica mendorong tubuh Yordan.
"Jangan panggil sayang akh kak,aku geli dengernya." Pinta Ica.
"Jadi,mau aku panggil apa? Beb? Honey? Darling?"
__ADS_1
Ica menggeleng.
"Gak semuanya. Aku suka kalau kakak manggil nama aku aja."
"Oke,terserah kamu aja. Disetiap pelepasan aku,aku juga akan manggil nama kamu." Sambil memeluk Ica lagi. Dasar Yordan otaknya gak jauh dari urusan ranjang. Ica mana ngertilah yang begituan.
"Hah...maksudnya.??!"
"Gak ada. Gak usah dipikirin. Nanti kamu juga paham." Kata Yordan sambil mengelus punggung Ica dan menghirup aroma rambut Ica. Dan itu sukses membangunkan sang sahabatnya lagi.
"Besok kamu ikut aku yah. Kita pulang ke negara kita. Aku pengen langsung ngelamar kamu." Kata Yordan lagi. Sepertinya ia sudah tidak tahan untuk menghalalkan Ica,baru berpelukan dan mencium aroma rambutnya saja,gairah Yordan meronta-ronta. Kalau tidak segera dihalalkan,takutnya nanti ia kebablasan,sekalipun ia bisa menahan diri takutnya Jeki yang demo dan berhibernasi lagi.
Ica langsung mendorong tubuh Yordan.
"Apa ngelamar..??!!" Tanya Ica kaget.
Yordan mengangguk. Dia tak sanggup menjawab dengan kata-kata karena dirinya sekarang sedang menahan hasrat.
"Maaf kak,kalau soal itu aku gak bisa.!" Kata Ica sambil menundukkan kepala.
Mendengar jawaban Ica,hasrat Yordan langsung terjun bebas,sang sahabat pun mendadak pingsan.
"Maksudnya kamu gak mau membina rumah tangga sama aku?! Atau jangan-jangan kamu masih ragu sama aku?!"
Ica menggeleng.
"Bukan itu kak. Kakak tau gak kenapa aku ada disini.?!"
"Kamu kuliah kan disini?" Jawab Yordan yang memang sudah mendapatkan informasi dari Richie.
Ica mengangguk.
"Terus kenapa kalau kamu kuliah,emangnya orang kalau sudah nikah gak bisa kuliah,kan bisa.!!"
"Iya aku tau bisa. Tapi aku gak mau ada yang terbengkalai antara pernikahan aku atau kuliah aku. Kalau aku udah nikah,pasti nanti punya anak,kalau udah punya anak waktu aku lebih banyak tersita untuk keluarga."
"Kan bisa kita nunda..."
"Kalau kakak gak bisa nunggu aku,ya udah kakak cari perempuan lain aja yang siap langsung kakak nikahin." Lanjut Ica memotong kata-kata Yordan.
__ADS_1
Yordan menghela nafasnya. Ia sadar tak baik memaksakan kehendaknya pada Ica,apalagi ia sangat tau ini adalah hal yang sangat di impi-impikan gadis masa depannya. Yordan pun mengalah,mereka bisa menjalin hubungan jarak jauh. Sekarang hanya perlu memberi pengertian pada sang sahabat agar bisa tahan beberapa tahun menanti Ica.
"Aku akan tunggu sampai kamu lulus,jadi jangan pernah nyuruh aku untuk cari perempuan lain,dan kamu jangan pernah coba-coba menghadirkan laki-laki lain di hati kamu. Kalau itu sampai terjadi,aku akan langsung seret kamu ke KUA!!!" Ancam Yordan.