Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 51


__ADS_3

Setelah mengisi formulir,Ica dan mommy Sarah berbincang-bincang sebentar. Canda dan tawa memenuhi ruangan mommy Sarah. Hingga tak terasa ternyata sekarang sudah hampir jam sebelas.


"Mom,Ica pamit ke kantor daddy Edwin dulu yah."


"Ngapain kamu kesana?"


"Mau kerja lah mom."


Mommy Sarah menggeleng.


"Mulai sekarang kamu gak usah kerja sama si bule kampret itu. Kamu pulang aja ke apartemen persiapkan diri kamu. Mungkin empat atau lima hari lagi kamu akan berangkat ke New York."


Mata Ica membulat sempurna.


"Kok cepet banget mom?"


"Lebih cepat lebih baik."


Ica pun manggut-manggut saja menyetujui keputusan sepihak mommy Sarah.


"Ya udah kalau gitu Ica pulang dulu mom."


"Iya hati-hati. Inget jangan cerita apaun ke si bule kampret itu."


Ica mengangguk paham.


"Iya mom."


Ica pun berdiri dari duduknya,berpamitan dan mencium punggung tangan mommy Sarah sebelum keluar dari ruangan mommy Sarah.


Ica melangkahkan kakinya menuju lift yang akan mengantarkannya sampai ke lobi.


Tiba di lobi,Ica mengeluarkan hp nya dari dalam sling bag nya. Ia mengaktifkan kembali hp nya. Ia bingung harus melakukan apa jika ia pulang ke apartemennya. Jadi ia memutuskan untuk menghubungi bang Satria untuk menemaninya menghabiskan waktu.


⭐⭐⭐⭐⭐


Ica dan bang Satria janjian di salah satu coffee shop dekat kantor mommy Sarah.


Setengah jam Ica menunggu kedatangan bang Satria.


"Bang Sat.." panggil Ica sambil melambaikan tangan saat melihat bang Satria di depan pintu masuk sedang clingak clinguk mencari keberadaan Ica.


Bang Satria pun berjalan mendekati table dimana Ica duduk.

__ADS_1


"Lama yah nunggu nya..?" Tanya bang Satria sambil mendudukkan dirinya di kursi didepan Ica.


"Gak juga sih. Abang beneran gak sibuk kan?"


"Gak. Abang pulang ke negara ini emang untuk liburan,jadi abang gak ada kerjaan apa-apa. Tadinya malah abang yang mau ngajak kamu jalan duluan,tapi karena seingat abang kamu kerja jadinya gak jadi deh."


"Emang deh bang Sat adalah abang ter the best.." Ica menoel pipi bang Satria.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mulai mengeluarkan asap dari kepala,hidung dan telinganya.


Siapa lagi kalau bukan Yordan si pemilik sepasang mata itu. Sejak Ica mengaktifkan kembali hp nya,Yordan dengan cepat melacak keberadaan Ica.


Setelah tau dimana posisi Ica berada,tak mau mengulur waktu,Yordan langsung meluncur ke tempat lokasi Ica berada.


Baru saja Yordan turun dari dalam mobil,ia sudah melihat sosok si Satria Baja Hitam ada di depan pintu masuk,ia yakin kedatangan si Satria Baja Hitam itu untuk menemui Ica. Dengan setengah berlari Yordan melangkahkan kakinya menuju pintu masuk. Niatnya ingin menggagalkan pertemuan Ica dan si Satria Baja Hitam,namun sayang ternyata Ica terlebih dulu melihat keberadaan si Satria Baja Hitam. Terpaksa Yordan harus kembali menjadi detektif abal-abal yang hanya bermodal rasa cemburu.


Yordan duduk selisih satu table di belakang table Ica dan bang Satria.


Melihat interaksi Ica dan bang Satria yang menurut Yordan sangat mesra,ingin sekali Yordan menghampiri mereka dan meninju wajah si Satria Baja Hitam. Namun otak gengsinya masih berfungsi sedikit,jadi yang ia lakukan masih sebatas memata-matai saja sambil menahan emosi.


Lagu yang di putar di coffee shop makin menambah panas hati Yordan. Bagaimana tidak,lagu dari Armada-Harusnya Aku sepertinya sudah mewakili jeritan hati Yordan.


Ku tak bahagia,melihat kau bahagia dengannya..


Aku terluka,melihat kau bermesraan dengannya..


Ku tak bahagia,melihat kau bahagia..


Harusnya aku yang disana,dampingi mu dan bukan dia..


Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia..


Harusnya kau tau bahwa,cintaku lebih darinya..


Harusnya yang kau pilih bukan dia..


Ku tak bahagia,melihat kau bahagia dengannya..


Ku tak bahagia melihat kau bahagia..


Mata Yordan tak henti-hentinya menatap ke arah Ica dan bang Satria. Sampai-sampai Ice Cappuccino yang ia pesan sudah habis.


Makin lama Yordan memandang Ica dan bang Sat membuatnya semakin panas.

__ADS_1


"Kruak..kruak.." tak sadar ia mengunyah es yang ada di dalam gelasnya.


Membuat pengunjung yang ada disamping dan depannya menoleh ke arah Yordan,karena bunyi es yang Yordan kunyah sukses membuat ngilu orang yang mendengarnya. Tak sadar dirinya sedang di perhatikan,karena fokus Yordan hanya pada table Ica dan bang Satria.


"Yordan.." seorang wanita menepuk pundak Yordan dari belakang,dan itu sukses membuat fokus Yordan terpecah.


Yordan pun menoleh. Mata Yordan membelalak saat melihat sosok yang barusan menepuknya.


"Loe..!!! Ngapain loe disini??!" Kata Yordan yang tak suka melihat Rika.


Ya. Sosok itu adalah Rika.


Rika yang masih penasaran dengan kehebatan Yordan,mencari tau tentang profil Yordan ke beberapa teman modelnya. Ternyata banyak teman sesama model mengenal sosok si casanova. Jelas lah banyak model mengenal sosok Yordan,apalagi model-model baru. Karena rata-rata partner semalam Yordan kebanyakan model-model baru yang belum terlalu banyak terkontaminasi.


Setelah mendapatkan informasi tentang Yordan,Rika pun mendatangi SFF group. Dan saat sampai di SFF group,Rika langsung bertanya tentang Yordan ke resepsionist,ternyata sang resepsionist membocorkan kalau minggu ini jadwal Yordan di perusahaan sang daddy.


Rika pun berniat mendatangi Yordan di Adiguna Asia Jaya. Tapi sebelumnya,ia ingin mampir ke coffee shop dekat kantor mommy Sarah,eh siapa sangka pucuk dicinta ulam pun tiba. Rika melihat Yordan sedang duduk sendiri di coffee shop itu.


"Yah mau ngopi lah..tapi malah dapet bonus ketemu sama loe disini." Jawab Rika sambil mendudukkan bokongnya di kursi samping Yordan.


"Ngapain loe duduk disini?!! Disana masih kosong!!! Pindah loe!!" Kata Yordan kesal karena Rika makin mendempetkan tempat duduknya dengan tempat duduk Yordan.


"Kalau gue maunya disini,loe mau apa???!!!" Jawab Rika songong.


"Gue mau nabok loe!!!"


Rika malah tersenyum jahil.


"Boleh,tapi tabok-tabokannya di ranjang yah!!!" Rika membisikkan kata-kata itu di telinga Yordan. Sehingga membuat Yordan geli dan refleks mendorong Rika.


Namun tangan Rika dengan lincahnya memegang tengkuk Yordan,sehingga kepala Yordan terikut dengan tubuh Rika yang ia dorong. Dan...


Mereka berdua pun terjatuh ke lantai,dengan posisi Yordan berada di atas tubuh Rika dan bibir mereka pun ikut menempel.


Sontak aksi mereka membuat pengunjung lainnya melihat ke arah mereka.


"Hu..hu...huuuuu." sorak sorai pengunjung coffee shop.


Yordan pun segera bangkit dari tubuh Rika,dan Rika pun ikut berdiri setelah Yordan tak lagi menindih tubuhnya.


"Kak Yordan...!!" Teriak Ica yang ikut melihat ke arah keributan. Dan ternyata aktor dan aktris yang menjadi pusat perhatian itu adalah Yordan dan Rika.


Ica yang masih belum bisa membuang nama Yordan dari hatinya,bangkit dari tempat duduknya. Dengan setengah berlari,ia melangkahkan kakinya menuju pintu keluar melewati Yordan dan Rika.

__ADS_1


Jujur hatinya masih sangat sakit melihat adegan yang baru saja terjadi.


__ADS_2