Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 88


__ADS_3

"Aku akan tunggu sampai kamu lulus,jadi jangan pernah nyuruh aku untuk cari perempuan lain,dan kamu jangan pernah coba-coba menghadirkan laki-laki lain di hati kamu. Kalau itu sampai terjadi,aku akan langsung seret kamu ke KUA!!!" Ancam Yordan.


Ica tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar kata-kata sekaligus ancaman Yordan,kemudian ia memeluk tubuh kekar Yordan. Setelah beberapa saat mereka berpelukan,Yordan menjauhkan tubuh Ica dari tubuhnya,dan merangkum wajah Ica dengan kedua tangannya. Yordan mendekatkan bibirnya pada bibir Ica,setan mesum yang ada ditengah-tengah mereka pun membisikkan ke telinga Ica untuk menutup mata Ica dan bersiap menerima bibir Yordan mendarat dibibirnya.


Dan...


Ceklek. Rini membuka pintu unit apartemen Ica.


Ica pun tersadar dan membuka matanya,ia langsung mendorong tubuh Yordan hingga terjatuh ke lantai. Padahal tinggal satu senti lagi bibir mereka bertemu.


Buru-buru Ica berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Rini yang pulang dengan membawa barang belanjaan.


"Auw..." Yordan mengelus punggungnya yang terkena pinggiran meja saat Ica mendorong tubuhnya.


"Badan doang kecil,tenaganya gede banget!!!" Perlahan Yordan pun berdiri dari lantai.


"Siapa sih yang dateng,ganggu aja!!! Baru aja mau minta DP sama calon bini!!" Kesal Yordan sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruang televisi.


"Siapa yang dateng Ca?"


Melihat Yordan yang keluar dari ruang televisi,mata Rini membelalak.


"Ganteng amat mas bule.." gumam Rini,matanya tak berkedip melihat Yordan yang makin mendekat ke arah mereka di ruang tamu.


"Hush...jatah aku tuh!!" Decak Ica tak suka,kalau Rini mengagumi Yordan yang sekarang sudah berlabel kekasihnya.


Jarak usia Rini dan Ica tidak lah jauh Rini masih berumur dua puluh satu tahun,sedangkan Ica masih delapan belas tahun,wajar saja di umur segitu mata masih jelalatan melihat laki-laki yang berbadan kekar.


"Siapa dia?!" Tanya Yordan yang sudah berada bersama mereka.


"Oh..kenalin,ini mbak Rini."


Rini tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bersalaman dengan Yordan,ia pun menjulurkan tangannya.


"Ish..ngapain sih gak usah salaman!!" Ica menyentak tangan Rini.


Rini mencebik melihat sikap protektif Ica.


Sedangkan Yordan,tak usah ditanya,pastinya hatinya berbunga-bunga melihat Ica yang ia yakini sekarang sedang cemburu.


"Ini kak Yordan. Anaknya mommy Sarah." Ica memberitahukan status Yordan pada Rini.

__ADS_1


"Kak Yordan ini juga..."


"Iya tau non,kalau mas bule ini tunangannya non Ica." Rini memotong kata-kata Ica.


"Tunangan?!" Lirih Yordan dan Ica,namun masih bisa di dengar Rini.


"Kata madam mommy saya disini untuk jagain tunangannya mas bule ini."


"Oooo" Ica dan Yordan sama-sama ber O ria.


"Akh si bule bar-bar bisa aja.!" Kata Yordan dalam hati.


Yordan pun membantu membawakan barang belanjaan yang di bawa Rini ke dapur.


"Non...kok sabun yang ada di kamar mandi itu habis? Padahal saya baru beli dua hari yang lalu loh non.?!" Tanya Rini pada Ica yang tengah memasukkan bahan makanan ke dalam kulkas.


Yordan yang sedang duduk sambil memainkan hp nya di meja makan pun membulatkan matanya mendengar pertanyaannya. Karena dia lah tersangka utama yang menghabiskan sabun itu untuk menina bobokan sahabatnya. Ia pun pura-pura tidak tahu sambil terus memainkan hpnya.


Sedangkan di negaranya,mommy Sarah yang mendapat laporan dari Ray dan Sam bahwa sekarang Yordan ada di unit apartemen Ica pun langsung membuka tablet untuk melihat cctv yang memang sudah ia pasang sebelum Ica menempati apartemen itu. Dan yang pastinya cctv yang tersembunyi.


"Dasar dedemit!! Belum apa-apa udah main nyosor!! Awas kalau kamu sampe rusak Ica sebelum kuliahnya beres,mommy museumkan itu benda pusaka mu!!" Geram mommy Sarah melihat Yordan yang akan mencium Ica.


Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam waktu setempat. Yordan yang masih berada di unit apartemen Ica dengan setia menemani Ica mengerjakan tugas kampusnya. Walaupun baru beberapa hari Ica menjadi mahasiswi,tapi tugas menumpuk sudah menantinya,karena sewaktu Ica masuk,perkuliahan sudah berjalan seminggu lebih.


Yordan menunggu Ica di ruang televisi,sedangkan Ica mengerjakan tugasnya di dalam kamarnya. Sangking lamanya menunggu Ica mengerjakan tugas,Yordan sampai tertidur di sofa ruang televisi.


Ceklek. Ica membuka pintu kamarnya. Ia berjalan ke arah dapur.


"Mbak Rini,kak Yordan mana?!" Tanya Ica pada Rini yang sedang memasak untuk makan malam.


"Di ruang televisi gak ada non?!" Rini malah balik bertanya pada Ica.


Ica pun berjalan ke arah ruang televisi sekali lagi. Tadi saat ia baru keluar kamar,ia berjalan sekilas melewati ruang televisi dan tak melihat Yordan disana.


"Kok gak ada." Lirih Ica saat melihat ruang televisi yang kosong.


Baru saja Ica ingin memutar langkahnya kembali ke dapur,tiba-tiba ia mendengar suara dengkuran.


"Kroook..huuuh..kroook..huuuh.." Ica pun berjalan ke arah sumber suara.


"Astaga." Ica terkejut melihat Yordan yang tertidur di lantai,untung saja lantai itu di lapisi karpet,kalau tidak bukan hanya suara dengkuran yang Ica dengar,melainkan suara kentut yang saling berbalasan dengan dengkuran Yordan.

__ADS_1


"Kak...kak Yordan..!!" Ica menepuk pundak Yordan yang tidur sambil memeluk bantal sofa.


Yordan pun mengerjapkan matanya. Ia kaget bukan kepalang melihat Ica sudah menindih tubuhnya.


"Nga...ngapain kamu Ca?!"


"Mau lanjutin yang tadi sempat tertunda kak." Kata Ica sambil tangannya sudah travelling kemana-mana.


Bukannya menghentikan pergerakan tangan Ica,Yordan malah menutup matanya dan menikmati sentuhan Ica. Perlahan Ica mendekatkan bibirnya ke bibir Yordan yang ada di bawahnya. Dengan lincahnya lidah Yordan masuk ke dalam rongga mulut Ica dan membelit lawannya di dalam. Ica melepaskan tautan bibir mereka disaat hampir kehabisan nafas.


"Kamu ganas juga ternyata Ca.."


"Kakak mau liat keganasan aku yang lain gak?!" Tanya Ica dengan nada yang di buat erotis di telinga Yordan.


Mata Yordan membulat.


"Ma...mak..sud kamu?!" Tanya Yordan antara kaget dan senang.


"Bukannya kakak pengen test drive sama aku?!"


Mata Yordan makin membulat saja.


"Serius? Gak nyesel? Aku kalau udah mulai gak bisa berhenti di tengah jalan loh Ca. Dan gak bisa hanya sekali test drive.!" Tanya Yordan untuk memastikan keputusan Ica.


Ica mengangguk pasti.


"Aku gak akan nyesel kak,selagi test drive nya sama kakak." Jawab Ica mantap.


Tanpa pikir panjang lagi,Yordan pun mendudukkan dirinya dan langsung menggendong tubuh Ica masuk kedalam kamar Ica. Yordan membaringkan tubuh Ica di atas ranjang sambil bibirnya memberikan sentuhan-sentuhan lembut dibibir Ica.


"Ca...kamar ini pake peredam suara gak?!" Tanya Yordan dengan nafas terengah-engah.


Ica mengangguk.


"Bagus deh. Kamu mau aku pake mode halus,sedang atau kasar.?!"


"Terserah kakak aja. Mana yang bikin kakak seneng aja."


"Kamu mau aku pake pengaman apa gak?"


"Aduuuuh banyak tanya deh,cepetan dong kak. Gak usah pake pengaman-pengaman segala,langsung gas aja!!" Geram Ica.

__ADS_1


__ADS_2