Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 129


__ADS_3

Kini mobil Yordan dan mommy Sarah sudah terparkir mulus di halaman rumah orangtua Ica.


"Ya ampun Sar,kamu kok pake repot-repot segala nganterin Ica. Kan bisa suruh supir anter Ica kesini." Kata mama Nivi menyambut kedatangan Ica,Yordan dan kedua orangtua Yordan.


"Gak pa-pa Niv,itung-itung silahturahmi."


"Ya udah yuk masuk." Ajak mama Nivi.


Mereka pun masuk ke dalam rumah dan duduk diruang tamu. Tak lama mbak Nurul dan mbak Indri datang mengantar minuman dan cemilan untuk tamu majikan mereka.


Setelah minuman dan cemilan di letakkan di atas meja,tak lama papa Fano datang dan ikut bergabung dengan mommy Sarah,daddy Edwin,Yordan,Ica dan mama Nivi.


"Wah..tumben kamu dateng kesini bawa orangtua kamu? Kayak mau lamaran aja." Seloroh papa Fano. Ia tidak tau saja kalau mereka datang memang untuk melamar Ica.


"Ekhem." Mommy Sarah berdehem untuk memberi kode pada suaminya agar segera mengatakan tujuan mereka datang kemari.


"Saya dengar perusahaan pak Fano lagi merambah ke bidang property yah?" Tanya daddy Edwin basa-basi.


Mendengar calon besan plus orang kaya nomor lima di negaranya membicarakan bisnis,jiwa bisnis papa Fano pun meronta-ronta,ia berharap obrolan bisnis mereka bisa berlanjut dengan tanda tangan kontrak kerjasama.


"Iya pak Edwin. Masih kecil-kecilan lah." Jawab papa Fano merendah.


"Segala seuatu memang harus dari yang kecil dulu pak Fano."


"Jadi proyek apa yang sedang pak Fano kerjakan?!"


"Proyek perumahan tipe tiga enam pak Edwin."


"Awal yang bagus itu pak Fano,dari pada saya dulu waktu awal-awal merintis proyek saya membuat apartemen."


"Wah...itu mah proyek besar pak Edwin."


"Proyek besar dari mana,orang yang saya buat apartemen ayam kok." Kata daddy Edwin sambil terbahak-bahak.


Mendengar kata-kata daddy Edwin,papa Fano hanya bisa menganga,karena apartemen ayam yang di maksud daddy Edwin adalah kandang ayam.


Bukan hanya papa Fano yang menganga,Yordan,mommy Sarah,Ica dan mama Nivi pun menganga mendengar guyonan daddy Edwin ditambah lagi daddy Edwin yang tertawa terbahak-bahak.


"Dad." Lirih mommy Sarah sambil menyikut suaminya agar daddy Edwin berhenti tertawa dan fokus dengan tujuan mereka.

__ADS_1


Padahal daddy Edwin sengaja membuat candaan untuk mengalihkan rasa gugupnya. Kegugupannya saat ini,persis seperti saat ia bertemu dengan orangtua mommy Sarah untuk pertama kalinya.


Daddy Edwin pun menghela nafasnya sebelum memulai pembicaraan yang serius.


"Huft..yang bikin ulah siapa,yang tegang siapa!!" Gerutu daddy Edwin dalam hati.


"Jadi gini pak Fano,saya ingin perusahaan pak Fano bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan saya." Kata daddy Edwin.


Mendengar kata-kata daddy Edwin,tentu papa Fano senang bukan kepalang rasanya tuh seperti menang togel empat angka.


"Beneran ini pak Edwin?!" Tanya papa Fano meyakinkan.


Daddy Edwin menganggukkan kepala sambil memberikan senyum termanisnya.


"Tapi kalau bisa bukan hanya perusahaan kita yang bekerjasama,kalau bisa anak-anak kita juga kita persatukan untuk bekerjasama membuat cucu-cucu kita."


Yordan yang sedang menenggak minuman hampir saja menyemburkan minuman itu saat mendengar kata-kata daddy nya. Bisa-bisanya daddy Edwin meminta Ica pada orangtuanya dengan kata-kata seperti itu.


"Ma...mak..sud pak Edwin gimana yah?!"


"Masa pak Fano gak ngerti sih maksud saya. Maksud saya,kita harus segera menikahkan Yordan dan Ica agar mereka bisa bekerjasama mencetak penerus keturunan kita. Mereka kan sudah lama menjalin hubungan,gak baik kalau mereka berdua dibiarkan berpacaran terus,apalagi Yordan sudah semakin tua,takutnya kalau harus nunggu sampai Ica siap,nanti mereka gak bisa bekerjasama dengan baik gara-gara anak saya gak kuat menanjak." Kata daddy Edwin. Dan secara tidak langsung sedang meremehkan kemampuan Yordan balapan di terowongan Ica.


"Tapi Ica kan baru lulus kuliah pak Edwin,apa gak sebaiknya menunggu Ica mencari pengalaman di dunia kerja dulu. Jadi saat dia sudah menikah dengan Yordan,Ica jadi gak penasaran lagi bagaimana dengan dunia kerja."


"Saya rasa anak saya ini memiliki pikiran yang sangat terbuka dan sangat menjunjung emansipasi wanita. Benar kan Yordan?!" Kini daddy Edwin menatap anak semata wayangnya.


"Iya om,saya gak akan ngelarang Ica kalau dia mau berkarir. Malahan saya akan membantu mewujudkan impiannya untuk membuka butik." Setelah dari tadi hanya diam mendengarkan daddy Edwin dan papa Fano berbicara,akhirnya Yordan mengeluarkan suaranya juga.


Papa Fano mengalihkan pandangannya dan menatap istrinya untuk meminta pendapat sang istri. Sepertinya mama Nivi setuju dengan daddy Edwin untuk segera menikahkan putri sulungnya dengan anak semata wayang sahabatnya itu. Mama Nivi mengangguk setuju.


Melihat istrinya mengangguk,papa Fano pun mau tidak mau ikut setuju untuk segera menikahkan Ica dengan Yordan.


"Jadi kapan kita akan melaksanakan hajatan besar itu?!" Tanya papa Fano.


"Minggu depan!!" Jawab mommy Sarah dengan semangat empat lima.


"Apaaaaa!!!" Kaget papa Fano dan mama Nivi bersamaan.


Sedangkan Ica dan Yordan yang sudah tau hanya bisa menundukkan wajah mereka. Ica menunduk karena takut kalau orangtuanya sampai mengendus aroma-aroma ketidak beresan dari lamaran ini. Sedangkan Yordan menunduk karena malu dengan sikap mommy nya yang sangat bersemangat.

__ADS_1


"Ini bule gak bisa jaim banget sih!!!" Gerutu Yordan dalam hati.


"Kenapa cepat sekali Sar?! Mereka gak melakukan hal yang aneh-aneh kan tadi malam?!" Tanya mama Nivi curiga.


"Gak lah Niv,mereka kan anak-anak baik." Jawab mommy Sarah sambil mendelik ke arah Ica dan Yordan.


"Aku tuh gak sabar pengen jadiin Ica menantu aku. Aku bosen Niv,ngeliat hubungan mereka berdua yang kayak komedi puter,yang muter-muter terus gak ada ujungnya. Yah..mending kita nikahin aja mereka berdua secepatnya. Dan kebetulan minggu depan hotel gak ada acara apa-apa,jadi kita bikin aja acaranya minggu depan. Gimana?!" Kata mommy Sarah meyakinkan.


"Memangnya kalian berdua udah baikan?!" Tanya mama Nivi pada Ica dan Yordan.


"Sudah kok tante,tadi malam kami udah menyelesaikan semua masalah dihubungan kami,makanya tadi malam kami gak pulang." Jawab Yordan.


"Memangnya sebesar apa masalah kalian sampe harus satu malam menyelesaikannya?!"


"Kalau besar sih gak tante,tapi bisa bahaya kalau gak diselesaikan malam itu juga. Dengkul Yordan aja sampe lemes tante gara-gara menyelesaikan masalah itu." Jawab Yordan ambigu.


Mendengar kata-kata Yordan,Ica langsung menyikut roti sobek Yordan,karena Ica dan Yordan kini duduk bersebelahan. Takut-takut Yordan tak bisa me rem mulutnya dan memberitahu tragedi tadi malam.


"Maksudnya?!" Tanya mama Nivi yang tak mengerti kata-kata Yordan.


"Maksudnya,masalah mereka sudah selesai. Dan mereka sepakat untuk menikah minggu depan." Sela mommy Sarah.


"Tapi gak minggu depan juga Sar. Kan banyak yang harus kita siapin."


"Udah tenang aja,semua beres di tangan aku. Kamu tinggal terima beres. Gimana,setuju yah Niv?!" Rayu mommy Sarah.


Mama Nivi berpikir sejenak. Akhirnya ia menyetujui kemauan mommy Sarah yang ingin membuat hajatan minggu depan.


"Baik lah aku setuju. Tapi aku gak mau pesta pernikahan Ica dan Yordan dibuat tertutup. Nanti orang pikir Ica hamil duluan lagi kalau pestanya tertutup. Biar sederhana yang penting harus ngundang orang."


"Iya Niv..kamu tenang aja deh,masa pernikahan pewaris tunggal SFF Group dan AAJ tertutup?!" Kata mommy Sarah meyakinkan.


Dan akhirnya acara lamaran yang jauh dari kata ketegangan itu pun ketok palu juga,dengan keputusan pernikahan yang akan di langsungkan satu minggu lagi.


⭐⭐⭐⭐⭐


Kini mommy Sarah,Yordan dan Ica sedang berada di butik untuk mencari gaun pengantin yang sudah jadi. Sedangkan daddy Edwin langsung pulang kerumah utama karena ada meeting virtual dadakan.


Setelah gaun pengantin untuk Ica dan tuxedo untuk Yordan di dapatkan,kini mereka beralih ke toko perhiasan untuk membeli cincin pernikahan. Cincin pun sudah beres,lanjut mencetak undangan dan meeting dengan wedding organizer.

__ADS_1


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Semua persiapan pernikahan Yordan yang sangat kilat itu pun selesai. Tinggal menunggu undangan selesai di cetak yang harus selesai besok lusa di pagi hari. Tidak main-main,mommy Sarah bahkan sampai harus membayar sepuluh kali lipat agar undangan itu bisa selesai dengan tempo waktu yang mommy Sarah inginkan.


__ADS_2