Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 169


__ADS_3

Setelah Yordan memakai kembali pakaiannya,ia pun mengambil hp nya untuk menghubungi mbak Dini untuk membersihkan pecahan gelas.


Tak lama mbak Dini pun datang dengan membawa sapu dan serokan untuk membersihkan pecahan gelas.


"Kok bisa sih den ada pecahan gelas? Den Yordan gak habis melakukan kdrt kan?" Tanya mbak Dini kepo sambil melirik ke arah Ica yang masih bersandar di atas sofa.


"Sembarangan loe ngomong!! Emang gue punya tampang tega mukulin cewek? Lagian gak mungkin lah gue mukulin bini gue,bisa di masukin ke kolam piranha gue sama si bule bar-bar.!!"


Mbak Dini memutar bola matanya malas mendengar jawaban narsis dari anak majikannya.


"Ssshh...aauw.." perdebatan unfaedah Yordan dengan mbak Dini terhenti karena mendengar Ica yang kembali meringis. Yordan yang sejak tadi duduk di pinggir tempat tidur yang berhadapan dengan sofa yang Ica duduki,langsung berdiri dan berjalan mendekati sang istri.


"Kenapa sakit lagi?" Tanya Yordan.


Ica hanya sanggup menganggukkan kepalanya.


"Sori yah sayang,tadi itu rem nya si Jeki blong,makanya dia balapan lebih ugal-ugalan dari biasanya." Yordan merasa bersalah,ia pikir karena permainannya yang tadi sedikit kasar membuat perut Ica sakit.


Ingin rasanya Ica menjitak kepala sang suami,bisa-bisanya disaat seperti ini ia membahas gaya balapan si Jeki,apalagi di kamar itu sedang ada mbak Dini.


Sedangkan mbak Dini yang mendengarkan permintaan maaf anak majikannya pada istrinya itu di buat berpikir keras karena mendengar kata Jeki,rem blong dan balapan.


"Kamu tarik nafas,buang perlahan,tarik nafas lagi,buang perlahan lagi." Yordan kembali memberi instruksi pada Ica dan Ica pun kembali mengikuti instruksi dari Yordan.


"Kak..aku mau pipis." Kata Ica setelah ia merasa perutnya sudah lebih baik.


Yordan pun membantu Ica berdiri dari sofa dan memapahnya menuju kamar mandi. Namun baru saja mereka masuk di kamar mandi,Ica merasakan ada air yang mengalir di selangkangannya.

__ADS_1


"Kok kamu ngompol Ca?" Tanya Yordan saat melihat air yang mengucur dari ************ Ica.


"Ini tuh bukan pipis aku kak." Ica pun juga heran karena air itu mengalir dengan sendirinya.


"Aaaauuuuw.." tiba-tiba Ica menjerit kesakitan karena rasa sakit di perutnya datang lagi.


"Kamu kenapa Ca?" Tanya Yordan panik. Suaranya juga tak kalah menggema dari Ica.


"Sa...sakit kak." Ringis Ica sambil tangan kirinya mencengkram tangan Yordan dan tangan kanannya memegang perutnya yang sakit. Untung kuku Ica sudah di potong,kalau tidak sudah di pastikan kuku Ica akan menembus kulit lengan Yordan.


Sedangkan mbak Dini yang mendengar suara jeritan nona muda dan anak majikan nya langsung berlari ke arah kamar mandi dan membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci itu.


"Non Ica. Non Ica kenapa?" Tanya mbak Dini tak kalah panik saat melihat sepasang suami istri itu mematung di tempatnya.


"Din...din..mending loe panggil mommy deh. Ini gue gak tau Ica kenapa." Perintah Yordan.


"Kok loe malah diem Din?! Cepetan panggil mommy!!" Teriak Yordan.


"Den..kayaknya non Ica mau ngelahirin deh." Kata mbak Dini dengan suara bergetar,seolah-olah ia juga ikut merasakan apa yang Ica rasakan.


"Yang bener loe Din?" Tanya Yordan tak percaya dengan asumsi mbak Dini.


"Iya den,itu air ketubannya udah ngucur." Tunjuk mbak Dini.


Mata Yordan mengikuti arah yang mbak Dini tunjuk,kemudian ia melihat wajah sang istri yang sudah sangat memerah menahan sakit. Sangking sakitnya,ia sampai tak bisa mengeluarkan suara.


"Kamu mau ngelahirin Ca.?"

__ADS_1


"Eng....gak...ta..u k...aak!!"


"Din,cepetan loe ke bawah,kasih tau mommy!!" Yordan kembali memberi perintah pada mbak Dini.


"I...iya den!" Mbak Dini langsung keluar dari dalam kamar mandi dan berlari ke lantai bawah.


Begitu juga dengan Yordan yang langsung menggendong tubuh Ica. Untung saja Yordan sekarang rajin olah raga dan makan-makanan sehat,kalau tidak mana mungkin kuat menggendong tubuh Ica yang berat badannya naik dua kali lipat.


Sesampainya di lantai bawah mbak Dini langsung mengetok-ngetok pintu markas.


Tok tok tok


"Madam...madam...madam...bangun madam!!! Non Ica mau ngelahirin!!" Teriak mbak Dini.


Mommy Sarah yang mendengar samar-samar suara art nya itu pun terbangun dan berjalan menuju pintu markasnya.


Ceklek. Dengan nyawa yang belum terkumpul semua,mommy Sarah membuka pintu.


"Ada apa sih Din?" Tanya mommy Sarah dengan suara serak khas orang bangun tidur sambil mengucek-ngucek matanya.


"Itu non Ica...."


"Mom...Ica mau ngelahirin!!!" Teriak Yordan saat melihat sang mommy di depan pintu markas.


Seketika nyawa mommy Sarah langsung terkumpul semua saat mendengar sang menantu akan melaunching cucu perdana untuknya.


"Astaga.. Ya udah ayo cepetan kita bawa ke rumah sakit!!!" Tanpa memperhatikan pakaian yang ia pakai dan tanpa memberitahu sang calon granpa,mommy Sarah langsung berlari ke garasi mobil dan mengambil acak kunci mobil yang ada di tempat khusus kunci mobil. Sedangkan Yordan menunggu di teras rumah sambil menggendong Ica yang terus meringis.

__ADS_1


Setelah salah satu kunci mobil yang mommy Sarah ambil secara acak itu sudah di tangan,mommy Sarah memencet tombol agar tau mobil mana yang ia ambil. Setelah tau,mommy Sarah pun berlari ke mobil itu dan masuk ke dalam mobil. Kemudian ia menyalakan mesin mobil dan mengeluarkan mobil itu dari garasi.


__ADS_2