
"Loe yakin ini santapan yang di kasih Yordan buat kita?!" Tanya salah seorang teman Ryan.
Ryan mengangguk sambil matanya tak lepas melihat Fika.
"Gue kirain anak abege mau si Yordan kasih,eh..gak taunya tante-tante." Timpal salah seorang teman Ryan. Karena teman-teman Ryan semua rata-rata berumur dua puluh lima,sedangkan Ryan sudah berumur tiga puluh. Kalau Fika sendiri ia sudah berumur tiga puluh tiga tahun.
"Jadi loe semua mau gak? Kalau loe semua gak mau,biar gue yang eksekusi sendiri. Senjata gue udah siap tempur nih.!!" Tanya Ryan yang sudah semakin tidak tahan menahan hasratnya.
"Buat loe aja deh!!! Mending gue bayar jalang dari pada harus terima gratisan tapi bentuknya begitu." Kata salah seorang teman Ryan.
"Sama gue juga,mending gue bayar jalang. Daripada adek gue nyelup di lahan gersang." Timpal salah seorang teman Ryan.
"Ya udah yok keluar!!" Salah seorang teman Ryan mengajak temannya yang lain untuk keluar dari private room itu.
"Jangan keras-keras megang squishy nya Yan,nanti meletus tuh implan squishy nya!!! Pelan-pelan juga maen biliarnya,kasian nanti tulang-tulang si tante remuk semua.!!" Peringatan plus ejekan untuk Ryan yang di lontarkan salah satu temannya sebelum menutup pintu private room.
"Cih...dasar bocah ingusan loe semua!!! Loe semua gak tau aja,puasnya maen sama yang lebih berpengalaman.!!" Omel Ryan saat semua teman-temannya sudah ke luar dari ruangan itu.
Ryan pun mendekat ke arah Fika yang masih menggeliat di atas sofa. Tangannya langsung memegang duo squishy yang sejak tadi menggoda imannya. Mata Fika langsung terbuka saat merasakan telapak tangan yang cukup besar sedang bermain dengan duo squishy yang ia pikir itu Yordan.
"Siapa loe!!" Teriak Fika sambil menghempaskan tangan Ryan dari dadanya. Ia pun terduduk dan matanya melihat ke arah pintu seolah sedang mencari keberadaan seseorang.
"Yordan mana?!" Tanya Fika dengan nada yang masih meninggi.
"Cih..ngapain loe nyariin dia?! Kan ada gue disini yang siap melayani loe.." goda Ryan sambil jari jemarinya menari di lengan Fika.
"Minggir loe!!! Gue gak butuh pelayanan dari loe,yang gue butuh sekarang Yordan. Gue cuma mau kenikmatan dari dia!!" Bentak Fika sambil mendorong tubuh Ryan.
"Dia udah pulang. Malahan dia yang nyuruh gue masuk kesini dan gantiin dia.!! Loe pikir Yordan mau sama loe?! Jangankan Yordan temen-temen gue aja tadi gak ada yang mau,begitu ngeliat loe yang di kasih Yordan buat jadi santapan kita!!" Kata Ryan sudah kesal karena Fika yang sok-sok nolak.
"Apa???!!!!" Teriak Fika kaget.
"Jadi Yordan berencana mau bikin gue piala bergilir gitu??!" Tanya Fika masih tidak percaya.
__ADS_1
"Cih,piala bergilir,keren amat loe!!! WC umum bergilir,tuh baru bener!!"
"Sialan loe!!!" Bentak Fika sambil menjitak kepala Ryan.
"Auw..!!!" Pekik Ryan kesakitan sambil mengusap kepalanya.
"Loe kalau mau ngejitak jangan kepala atas gue!! Nih kepala bawah gue jitak!!!" Kata Ryan sambil menarik tangan Fika menyentuh sesuatu yang sudah mengeras disana.
Mata Fika membelalak saat memegang benda yang memadat dan tak bertulang itu.
"Bukannya saat ini loe butuh seseorang yang nolong loe untuk menuntaskan hasrat?? Gue ikhlas kok nolongin loe,gak perlu bayar,gratis!!" Bisik Ryan di telinga Fika dengan nada yang sensual.
Fika berpikir sejenak,benar apa yang di katakan Ryan. Saat ini dirinya benar-benar butuh seseorang yang membantunya untuk pelepasan,apalagi ia sudah lama tidak berkolaborasi dengan laki-laki untuk mencapai kenikmatan. Dan tak mungkin juga ia mengharapkan Yordan,karena Yordan sendiri malah mengumpankan Fika pada Ryan.
Fika melihat Ryan dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Ganteng juga,bersih,wangi lagi. Gak pa-pa deh,malam ini sama dia dulu,daripada gue mati karena nahan hasrat. Besok-besok gue pastiin Yordan yang akan jadi temen kolab gue!!" Gumam Fika dalam hati.
Tanpa basa-basi lagi,Fika langsung menduduki paha Ryan dan mulai melakukan pemanasan. Dan pastinya Ryan menyambut dengan sorak gembira inisiatif Fika yang ingin memulai pemanasan terlebih dahulu. Dan ini lah yang membuat Ryan tidak menolak santapan yang Yordan berikan,karena kolab dengan wanita seperti Fika membuat ia lebih merasakan kepuasan.
Setelah seharian melakukan sidak ke pabrik dan supermarket milik SFF group yang ada di kota itu,Yordan langsung pulang ke apartemennya. Ia tak lagi berminat untuk tinggal beberapa hari di rumah utama,karena takut kembali dihantui suara-suara goib dari dalam markas.
Bip bip bip bip bip bip. Yordan memencet kode pintu apartemennya.
Ceklek. Yordan membuka pintu setelah berhasil memasukkan kode pintu.
Ia melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mengambil segelas air putih.
"Astaga...!!!" Teriak Yordan kaget karena melihat sosok sang bule bar-bar yang sedang bertengger di kursi di ruang makan.
"Mommy bikin kaget aja ikh.!!" Kata Yordan sambil memegang dadanya. Ia pun mengatur nafasnya.
Bukan membalas kata-kata sang anak seperti yang biasa mommy Sarah lakukan,mommy Sarah malah berjalan mendekati Yordan sambil membawakan segelas air minum untuk anak semata wayangnya. Namun sayang,aksi mommy Sarah tak dianggap wajar oleh Yordan.
__ADS_1
"Minum dulu." Kata mommy Sarah dengan nada yang lembut sambil menyodorkan gelas berisi air putih itu ke hadapan Yordan.
Yordan mengernyitkan keningnya.
"Curiga gue nih,jangan-jangan si bule bar-bar udah masukin sianida ke air minum ini." Gumam Yordan dalam hati. Sepertinya Yordan terus lupa kalau berhadapan dengan sang mommy,dilarang keras berbicara apalagi mengumpat sang mommy dalam hati,karena sang mommy pasti akan tau.
PLETAK....
Mommy Sarah menjitak kepala anaknya karena tak kunjung mengambil gelas yang mommy Sarah sodorkan. Mommy tau kalau sekarang pasti Yordan sedang berburuk sangka padanya.
"Auw...!!" Pekik Yordan sambil mengusap kepalanya.
"Dasar bule kampret!!! Kamu pikir mommy mu ini ibu tiri yang kejam,yang tega meracuni anak nya sendiri. Nih lihat,mommy gak masukin racun ke minuman ini.!!" Mommy Sarah pun menenggak air yang ada di dalam gelas yang ia pegang sampai habis.
"Dah puas.!!!" Bentak mommy Sarah sambil berjalan kembali ke meja makan untuk menaruh gelas itu.
"Iya deh percaya mom,ambilin lagi kalau gitu mom." Pinta Yordan pada sang mommy yang sudah menaruh gelas itu di atas meja.
"Enak aja!!! Ambil sendiri!!! Tadi waktu mommy berbaik hati ngasih kamu minum,kamu malah nuduh mommy mau ngeracunin kamu!!"
"Bukan nuduh mom,tapi curiga doang." Jawab Yordan dengan entengnya sambil berjalan ke arah meja makan dan menuangkan kembali air ke dalam gelas.
PLETAK..
Mommy Sarah menjitak lagi kepala sang anak.
"Dasar bule kampret!!! Bisa-bisanya curiga sama mommy sendiri.!!"
"Auw...!!! Sakit mom,jangan dijitakin terus dong,nanti kalau Yordan amnesia dan melupakan Ica,terus Jeki buang air di wc umum lagi,kan mommy juga yang repot!!"
"Hiiish.!!!!" Geram mommy Sarah.
"Gimana sidak hari ini?!" Tanya sang mommy sambil mendudukkan bokongnya di kursi.
__ADS_1
"Aman mom. Gak ada masalah yang berarti." Jawab Yordan,dia pun ikut mendudukkan bokongnya di kursi.
"Bagus lah. Terus bagaimana dengan wanita itu.?!" Tanya mommy Sarah. Wanita yang dimaksud adalah Fika.