
Kini pasangan pengantin baru dan pengantin usang tengah menikmati sarapan di meja makan.
Yordan menatap sang mommy untuk memberi kode pada sang mommy agar memberikan vitamin yang tadi Yordan berikan.
"Ca.." panggil mommy Sarah.
"Iya mom."
"Kamu sudah datang bulan?" Tanya mommy Sarah to the point.
Ica yang di tanyakan tentang hal sensitif di depan papa mertuanya,tertunduk malu karena ulah mama mertuanya yang tidak tau tempat bertanya seperti itu. Padahal sang papa mertua terlihat biasa saja mendengar pertanyaan istrinya untuk menantunya,telinga daddy Edwin sudah sangat kebal mendengar kalimat-kalimat tak berfilter yang keluar dari mulut istrinya.
Sambil tertunduk,Ica menganggukkan kepalanya.
"Kapan?" Tanya mommy Sarah lagi.
"Minggu lalu mom." Yordan yang menjawab pertanyaan sang mommy.
Mommy Sarah pun mengeluarkan vitamin yang di berikan Yordan padanya.
"Ini mommy punya vitamin supaya tubuh kamu fit. Kan kalau habis datang bulan biasanya lemas,apalagi kamu sering di gempur,jadi kamu harus banyak-banyak minum vitamin." Kata mommy Sarah sambil menyodorkan satu botol vitamin ke arah Ica.
Tanpa ragu atau pun curiga,Ica mengambil vitamin yang mama mertuanya berikan.
Melihat Ica mengambil vitamin itu,Yordan dan mommy Sarah saling berpandangan dan saling tersenyum licik serta saling mengacungkan jempol mereka diam-diam agar tak terlihat Ica. Sedangkan daddy Edwin yang melihat konspirasi yang terjadi di depan matanya itu hanya bisa geleng-geleng kepala.
Makanan yang di piring mereka pun tandas.
"Langsung di minum dong Ca,vitamin yang mommy kasih."
__ADS_1
"Ah..iya mom."
Ica pun mengambil salah satu tablet dari dalam botol itu.
"Loh kok bentuknya sama kayak pil kb aku?!" Lirih Ica pelan tapi masih bisa di dengar oleh tiga orang yang masih ada di ruang makan itu.
"Masa sih?" Tanya mommy Sarah pura-pura heran.
"Iya mom,bentuknya kayak gini juga."
"Mungkin karena kualitasnya bagus,makanya bentuknya sama." Dengan wajah senatural mungkin mommy Sarah menjawab keraguan Ica.
"Kayaknya sih gitu mom,soalnya kak Irna bilang kemaren pil kb yang dia kasih sekarang kualitasnya emang bagus banget,pil kb premium lah,gak bikin gendut katanya." Yordan menimpali kata-kata sang mommy,wajahnya juga ia buat setenang mungkin agar Ica tidak curiga.
"Ya iya lah premium!!! Orang gue sampe ngeluarin dua M buat satu botol begituan!!" Gerutu Yordan dalam hati.
Sontak mommy Sarah dan Yordan langsung menoleh ke arah daddy Edwin. Di bawah meja,kaki mommy Sarah juga sudah menendang-nendang kaki sang suami,memberi kode agar suaminya tidak buka mulut dengan misi mommy Sarah dan Yordan untuk mengibuli Ica.
Dengan polosnya Ica memberikan botol itu pada sang papa mertua.
Daddy Edwin mengambil botol itu dari tangan Ica dan melihat secara seksama kemasan dan tablet vitamin itu.
"Obat kuat daddy juga bentuknya kayak gini kok." Jawab daddy Edwin santai.
Mendengar kata-kata daddy Edwin,mommy Sarah bernafas lega,tapi tidak dengan Yordan. Karena ucapan sang daddy,ia sampai tersedak slivanya sendiri. Bisa-bisanya sang daddy menyamai vitamin penyubur kandungan dengan obat kuat.
"Cih...bisa-bisanya nih aki-aki nyamain sama obat kuat. Kenapa gak disamain sama obat rematik kek atau obat tulang?? Lah...ini obat kuat!! Hadeeeh!!" Gerutu Yordan dalam hati.
"Mungkin bentuknya sama karena satu pabrik. Gak mungkin mommy mu memberikan vitamin yang asal-asalan untuk menantu kesayangannya. Dan Irna juga pasti memberikan pil kb yang berkualitas tinggi karena dia gak mau mengecewakan mommy mu." Kata daddy Edwin sambil mengembalikan botol vitamin itu pada Ica.
__ADS_1
Sebenarnya daddy Edwin enggan ikut campur dengan konspirasi yang di lakukan anak dan istrinya,tapi melihat Ica yang mulai meragukan vitamin yang di berikan istrinya,dengan terpaksa daddy Edwin turun tangan untuk membantu melancarkan misi anak dan istrinya itu.
"Oh..." Ica yang percaya dengan perkataan papa mertuanya pun hanya ber Oh ria.
Kasihan Ica,masuk dalam keluarga yang sangat solid dalam urusan kibul mengibuli.
"Mom.." panggil daddy Edwin pada mommy Sarah.
Di depan anak dan menantunya,daddy Edwin tetap ingin terlihat berwibawa dengan memanggil sang istri dengan panggilan 'mom' agar sang istri membalas dengan panggilan 'dad',tapi kalau daddy Edwin dan mommy Sarah hanya berdua saja,apalagi kalau sedang di kamar,daddy Edwin kembali memanggil sang istri dengan namanya begitupun sebaliknya,dengan tujuan agar mereka tetap seperti orang yang sedang berpacaran.
"Iya dad."
"Nanti siang kamu kekantor daddy kan?"
Mommy Sarah menggedikkan bahunya.
"Lihat nanti lah dad."
"Kenapa? Memangnya kerjaan mommy banyak? Kan ada Yordan."
Mommy Sarah menggeleng.
"Bukan itu dad. Hanya saja,sebulan lebih mommy ninggalin kantor,kantor mommy jadi angker dad."
"Angker gimana?" Tanya daddy Edwin penasaran.
"Katanya ada karyawan yang sering dengar suara-suara ghoib setiap habis jam makan siang dari ruangannya Yordan. Mommy jadi penasaran aja,makanya nanti mommy mau manggil pengusir setan dulu ke kantor mommy." Kata-kata mommy Sarah merupakan sindiran halus untuk sang putra.
Meski Yordan sudah mematikan cctv yang ada di ruangannya,tapi cctv mommy Sarah bukan lah hanya cctv yang menempel di ruangan Yordan,tapi ia juga memiliki banyak cctv berjalan yang melaporkan tentang guncangan yang sedang terjadi di dalam ruangan Yordan.
__ADS_1