
Namun saat Yordan sudah berada dalam ruang keluarga,ia tidak menemukan Ica disana.
"Apa jangan-jangan tuh anak ngorok yah?!" Yordan bertanya-tanya dalam hati.
Yordan pun keluar dari ruang keluarga dan naik kelantai atas menuju kamarnya.
Ceklek. Yordan membuka pintu.
"Kamu ngapain Ca?" Tanya Yordan dengan ekspresi kaget.
Sama dengan Yordan,Ica juga tak kalah kaget karena sang suami sedang memergokinya jedag-jedug.
Yordan berjalan mendekati Ica dan mengambil hp Ica yang ada di ring led.
"Lagi bikin konten kak,bosen aja gak tau mau ngapain. Sekalian olahraga lah kak." Kata Ica dengan nada memelas.
"Astaga Ca." Yordan menepuk jidatnya saat melihat hasil video sang istri solehot.
"Kamu jedag-jedug gini,gak kasihan sama dedek Jeju,hah? Pasti udah benjol ini dedek Jeju di dalam gara-gara gerakan kamu ini." Kata Yordan lagi.
"Sini kamu.." Yordan langsung menarik tangan Ica ke arah ranjang dan mendudukkan Ica di tepi ranjang.
__ADS_1
"Kakak mau apa?"
"Udah diem,aku mau cek dedek Jeju,mau mastiin kalau dia baik-baik aja di dalam." Kata Yordan sambil menurunkan celana jogernya.
"Ja..." belum sempat Ica melayangkan protesnya,Yordan langsung mengunyah bibir Ica rakus dan perlahan membaringkan tubuh Ica. Yordan yang sudah hapal di luar kepala titik kelemahan Ica,dengan mudahnya membuat Ica yang sempat menolak menjadi pasrah. Yordan pun berhasil menjeguk dedek Jeju dan mengecek apa dedek Jeju baik-baik saja karena ulah Ica yang melakukan gerakan terlalu bersemangat.
⭐⭐⭐⭐⭐
Sembilan bulan sudah usia kandungan Ica,semua perlengkapan bayi juga sudah di persiapkan,termasuk kamar beserta isi-isinya yang disiapkan oleh mommy Sarah untuk si dedek Jeju juga sudah selesai di dekor,tinggal menunggu kapan si dedek Jeju launching.
Ica juga rutin melakukan kelas prenatal yoga. Sebenarnya mommy Sarah mau Ica melakukan prenatal yoga dirumah saja dengan mendatangkan instruktur yoga kerumah,tapi Ica menolak. Ia ingin mengikuti kelas prenatal yoga umum,agar ia bisa berbaur dan juga bisa mendapatkan ilmu tentang parenting dari ibu-ibu hamil yang mengikuti kelas itu juga. Mommy Sarah pun tidak bisa berbuat apa-apa kalau itu kemauannya Ica. Dan sebagai seorang suami yang sedang belajar siaga,Yordan selalu mengantar dan menemani Ica mengikuti prenatal yoga.
"Minum dulu susunya sayang." Yordan menyodorkan segelas susu ibu hamil untuk Ica yang sedang melakukan latihan gym ball untuk membuka jalan lahir bayi. Maklum saja,usia kandungan Ica sudah lewat seminggu Hari Perkiraan Lahir atau HPL.
"Istirahat dulu kalau capek Ca. Kalau si dedek gak mau turun juga,kita kan bisa ceasar." Kata Yordan.
Sudah berapa kali Yordan membujuk Ica untuk melahirkan dengan cara operasi,tapi Ica tetap kekeh ingin melahirkan normal dan keputusan Ica di dukung penuh oleh mommy Sarah dan mama Nivi. Sebenarnya mau melahirkan normal atau operasi itu sama saja,tapi kalau dokter kandungan mengatakan tidak masalah untuk melahirkan secara normal,kenapa tidak di usahakan melahirkan normal. Karena melahirkan secara operasi rasa sakitnya itu setelah obat bius habis,tidak seperti melahirkan normal,melahirkan jam tujuh,jam delapan sudah bisa jalan. Selain itu jika melahirkan secara operasi,si ibu akan sering merasakan sakit pinggang dan nyeri pada bekas jahitan operasi kalau kecapean dan habis melakukan aktifitas berat.
Melihat mommy dan mamanya mendukung sang istri melahirkan normal,mau tidak mau Yordan ikut mendukung keputusan Ica. Bukan tanpa sebab Yordan melarang Ica melahirkan normal. Itu semua karena Yordan pernah menonton di internet bagaimana proses melahirkan normal. Setelah menonton video itu,Yordan menjadi ngeri dan takut,dan ketakutannya bertambah saat membaca artikel yang mengatakan kalau melahirkan secara normal mempertaruhkan nyawa. Padahal mau melahirkan normal maupun operasi sama-sama mempertaruhkan nyawa.
"Gak capek kok kak." Jawab Ica sambil menenggak segelas susu yang Yordan berikan.
__ADS_1
Yordan tak bisa berkata-kata apalagi ia hanya bisa melihat Ica yang semangat melakukan gym ball. Dengan setia Yordan menemani Ica di dalam kamar sambil mengecek email masuk di ipad nya.
"Ssshhh aau." Tiba-tiba Ica meringis kesakitan.
Mendengar suara ringisan sang istri,Yordan langsung mengalihkan pandangannya dari layar ipad dan meletakkan ipadnya di atas nakas samping sofa.
"Kamu kenapa Ca?" Tanya Yordan panik,ia pun berdiri dan berjalan mendekati Ica yang kini wajahnya memerah seperti menahan sakit.
"Perut aku tiba-tiba sakit,kayak keram gitu." Jawab Ica sambil mengelus perut buncitnya.
"Tuh kan,pasti kamu kecapean. Udah lah istirahat aja dulu,lagian ini kan udah malam. Kamu tidur aja. Seharian kamu udah ngelakuin ini-itu,pasti dedek Jeju juga kecapean di dalam sana." Yordan pun membantu Ica untuk berdiri dari duduknya di atas bola besar itu.
"Tapi aku gak capek kak,lagian sakitnya udah hilang kok." Ica menolak untuk berhenti merangsang jalan lahir untuk si dedek Jeju.
"Udah diem,gak usah ngeyel kalau di bilangin. Lihat tuh muka kamu udah kelihatan banget capeknya,mata kamu juga udah kayak mata panda. Sekarang kamu tidur,istirahatkan badan,pikiran sama hati." Kata Yordan sambil menggiring Ica ke tempat tidur.
"Ini tuh belum jam sembilan kak,masa udah mau tidur. Bentar lagi yah,biarin aku gym ball dulu sampe jam sembilan." Ica mengajak sang suami bernegosiasi.
"Oh..jadi kamu tetep kekeh mau merangsang jalan lahir?"
Ica mengangguk.
__ADS_1
"Kalau gitu jangan gym ball sayang." Kata Yordan sambil mengelus rambut istrinya. Sepertinya Yordan mulai mengeluarkan jurus modusnya.
"Terus?"