Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 165


__ADS_3

"Oh iya,itu pesenan kamu gak mau di makan?" Tanya Yordan mengingatkan Ica akan pesanan yang membuat Yordan salah paham dengan tukang ojek.


Ica menggeleng.


"Udah males,gak selera. Buat kakak aja." Kata Ica sembari mengambil plastik yang berisi makanan pesanan Ica di atas nakas samping sofa.


"Nih." Ica menyodorkan kantong plastik itu pada Yordan.


"Apaan nih?"


"Buka aja."


Yordan pun membuka plastik itu dan membuka styrofoam yang membungkus makanan pesanan Ica.


"Apa ini Ca?" Tanya Yordan yang tidak pernah melihat makanan yang Ica pesan.


"Itu pempek kak."


"Di makan ini?" Pertanyaan bodoh keluar dari mulut Yordan.


"Ya iyalah kak,namanya juga makanan yah di makan lah.!! Udah cepetan makan."


"Kamu kenapa sih suka banget jajan sembarangan gini? Kalau mommy tau,selesai kamu Ca."


"Kan mommy gak ada,jadi gak bakalan tau."


"Belum tau aja loe Ca,si bule bar-bar mata sama telinganya dimana-mana.!" Kata Yordan dalam hati.


"Udah cepetan makan,kata si dedek kalau papa udah selesai makan,si dedek mau di jenguk papa."


Mendengar kata 'si dedek mau di jenguk papa',Yordan langsung bersemangat,mentang-mentang sudah tidak merasakan kehamilan simpatik lagi.

__ADS_1


"Sekarang ajalah Ca,aku berkunjung." Kata Yordan bersemangat sambil membuka kaosnya.


"Gak!!! Di makan dulu pempeknya,baru boleh jenguk si dedek!!"


"Aku gak suka makan beginian Ca."


"Ya udah,gak ada acara jenguk-jengukan sampe aku ngelahirin!!!"


Mata Yordan membelalak mendengar ancaman Ica. Itu berarti dua bulan dan ditambah empat puluh hari setelah Ica melahirkan, si Jeki libur balapan. Akh...Yordan mana tahan. Demi tetap berjalannya aksi balap liar sang sahabat,Yordan pun menuruti kemauan Ica.


Ica pun memindahkan kuah pempek ke dalam mangkok yang sudah Ica siapkan sebelumnya dan memasukkan pempek itu ke dalam mangkuk. Setelah Ica selesai menghidangkan pempek di dalam mangkok,Yordan pun mulai menikmati pempek itu.


"Jangan sampe si bule bar-bar tau kalau Ica ngidam pempek. Bisa-bisa bikin produk pempek khusus ibu hamil dia nanti. Gue juga yang pusing." Yordan berdoa dalam hati. Karena gara-gara Ica hamil,SFF Group banyak membuat produk khusus ibu hamil.


⭐⭐⭐⭐⭐


Pagi ini Yordan lebih dulu bangun dari pada Ica. Yordan bangun bukan hanya sekedar untuk mandi dan bersiap ke kantor.


Ceklek. Yordan membuka pintu kamarnya.


Begitu ia masuk ke dalam kamar,Yordan melihat Ica yang masih tertidur pulas. Tak tega membangunkan sang istri yang Yordan yakini kalau sang istri masih dalam keadaan lelah karena ulahnya dan ulah sang sahabat tadi malam,jadi Yordan memutuskan untuk tidak membangunkan Ica sampai Ica sendiri lah yang bangun. Yordan pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk bersiap-siap.


Ica mengerjapkan matanya menyesuaikan sinar matahari yang masuk ke matanya.


"Eugh..." lenguh Ica.


Yordan yang baru keluar dari ruang ganti,langsung mendekati Ica saat melihat istrinya terbangun.


Cup. Yordan mengecup kening istrinya.


"Pagi sayang." Sapa Yordan.

__ADS_1


"Pagi kak."


"Jam berapa nih,kok kakak udah siap-siap?" Tanya Ica saat melihat Yordan sudah siap dengan pakaian kerjanya.


"Masih jam tujuh sayang."


"Astaga." Mendengar kata jam tujuh,sontak Ica langsung terduduk. Sepertinya ia lupa kalau sekarang dirinya sedang berbadan dua,jadi harus menggunakan cara ibu hamil ketika ingin bangun dari tidurnya.


"Ya ampun Ca,kok gitu bangunnya. Pelan-pelan dong Ca. Kasihan kan dedek Jeju nya." Yordan mengingatkan Ica sambil mengelus perut buncit istrinya.


"Sori-sori,abisnya aku kaget ini udah jam tujuh. Kok kakak gak bangunin aku sih,aku kan belum nyiapin sarapan untuk kakak."


"Sengaja Ca. Kamu pasti capek banget kan gara-gara semalam Jeki balapan sampe dua putaran. Lagian,mulai sekarang,kamu gak usah nyiapin apa-apa buat aku,gantian biar aku yang nyiapin semua keperluan kamu. Kamu pasti semakin susah ngelakuin ini-itu gara-gara dedek Jeju semakin besar di perut kamu,aku gak mau aja kamu kecapean. Tugas kamu cuma satu,cukup kumpulin tenaga untuk Jeki balapan."


Ica memutar bola matanya malas mendengar kalimat terakhir Yordan.


"Ini minum susunya dulu. Kasihan tuh dedek Jejunya udah kehausan." Yordan menyodorkan segelas susu ke hadapan Ica.


"Makasih suami ku sayang." Kata Ica sambil mengambil gelas yang ada di tangan Yordan. Ica pun menenggak susu buatan Yordan dengan perlahan.


"Duh pinternya dedek Jeju minum susu." Kata Yordan sambil mendusel-dusel hidungnya keperut Ica saat Ica telah menghabiskan segelas susu buatannya.


"Kak,namanya kok dedek Jeju sih? Kan kita udah punya nama untuk si dedek." Tanya Ica aneh dengan nama yang di berikan Yordan. Padahal mereka sudah tau jenis kelamin anak mereka dan sudah punya stok nama untuk anak mereka.


"Nama yang kita siapin itu kan kalau si dedek udah lahir,jadi karena si dedek masih dalam perut,jadi kita manggilnya dedek Jeju dulu. Dedek Jeju itu artinya,Jeki dan Juliet. Karena asal muasal si dedek kan dari hasil pertemuan dan pergulatan si Jeki dan Juliet. Paling gak kita kasih lah penghargaan ke Jeki dan Juliet,karena hasil kerja keras mereka sekarang si dedek Jeju ada dalam rahim kamu." Kata Yordan panjang lebar.


Ica geleng-geleng kepala mendengar penjelasan absurd suaminya.


"Udah gak usah di pikirin,mending sekarang kamu mandi,terus kita sarapan. Aku udah buatin sarapan spesial untuk kamu dan dedek Jeju."


Yordan pun membantu Ica untuk turun dari atas ranjang dan menuntun Ica sampai dalam kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2