Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 171


__ADS_3

Sedangkan di rumah sakit,ada-ada saja kehebohan yang Yordan buat.


"Maaf pak. Bapak tunggu disini." Cegah salah seorang perawat yang ikut mendorong brankar Ica. Kini mereka sudah berada di depan ruang bersalin.


"Enak aja. Saya mau masuk!!" Tolak Yordan.


"Tapi pak..." perawat yang sedang berusaha mencegah Yordan ikut masuk kedalam ruang bersalin tak melanjutkan kata-katanya karena langsung di potong oleh rekan kerjanya sesama perawat yang kenal dengan keluarga Adiguna.


"Pak Yordan kok masih di luar? Ayo masuk pak." Kata perawat yang mengenali Yordan.


Yordan pun melangkahkan kakinya melewati perawat yang mencegahnya masuk sambil memberikan tatapan tajam.


"Kok di suruh masuk sih?" Bisik perawat yang mencegah Yordan tadi kepada perawat yang menyuruh Yordan masuk.


"Kamu gak kenal dengan pak Yordan Adiguna?"


Perawat itu menggeleng.


"Astaga!!! Dia itu anak tunggal orang terkaya nomor lima di negara kita. Kamu mau di pecat kalau sampai atasan kita tau kamu melarang pak Yordan menemani istrinya yang mau melahirkan?"


"Astaga!! Yang bener kamu?! Kok kamu gak bilang sih daritadi?!"


"Salah kamu sendiri,masa orang berpengaruh di negara kita aja kamu gak kenal!!!" Jawab perawat yang mengizinkan Yordan masuk dengan ketus sambil mendekati Ica yang sudah di pindahkan dari brankar ke ranjang bersalin.


Tak lama masuk lah dokter kandungan yang bertugas jaga malam dengan staf bidannya ke dalam ruang bersalin.


"Periksa bukaannya." Perintah dokter kandungan yang berjenis kelamin laki-laki ke salah satu staf bidannya.


"Baik dok." Kata bidan itu sambil mendekati Ica dan membuka paha Ica lebar-lebar untuk melepaskan penutup terowongan Icablanca.


"Loh..dokter Irna mana?" Tanya Yordan sambil celingak-celinguk ke arah pintu menunggu Irna.


"Dokter Irna shift pagi pak,dan saya yang bertugas di malam hari." Jawab dokter laki-laki itu.

__ADS_1


Sambil mendengar jawaban dokter laki-laki itu,mata Yordan juga melihat ke arah bidan yang sudah membuka kain penutup terowongan Icablanca.


Mata Yordan langsung membulat saat melihat sang bidan yang tiba-tiba memasukkan dua jarinya ke dalam terowongan.


"Eh...stop stop stop!!! Kamu mau ngapain? Mau ngobok-ngobok aset seumur hidup saya!!! Saya laporin kamu yah sama atasan kamu,ini pelecehan namanya!!!" Bentak Yordan pada sang bidan.


"Maaf pak,tapi bidan itu sedang memeriksa jalan lahir anak bapak sudah ada di pembukaan berapa. Bukan sedang melakukan pelecehan." Jawab dokter laki-laki itu.


"Kalau gitu biar saya aja!! Enak aja tangan kamu yang masuk!!" Yordan pun berjalan mendekati sang bidan yang berada tepat di depan kaki Ica yang sudah terbuka lebar.


"Minggir kamu!!" Perintah Yordan sambil berusaha menurunkan celananya. Maksud hati,ia ingin meyerahkan tugas mulia ini pada sang sahabat dari pada terowongan Icablanca terjamah oleh orang lain sekalipun itu wanita.


"Bapak mau ngapain?" Tanya sang bidan saat Yordan hendak menurunkan celananya.


"Yah mau meriksa jalan lahir anak saya lah!!" Jawab Yordan PD.


Mendengar jawaban Yordan semua tim medis termasuk Ica yang sejak tadi meringis kesakitan menghela nafasnya. Untungnya semua tim medis yang ada di ruangan itu memiliki stok kesabaran ratusan karung,kalau tidak sudah di pastikan Yordan lah yang di masukkan kedalam karung dan di buang ke selat Malaka. Tapi sayangnya hanya tim medis yang punya banyak stok kesabaran,tidak dengan Ica. Saat-saat seperti ini stok kesabaran Ica menguar entah kemana dan berganti menjadi kompor bersumbu pendek,apalagi melihat tingkah absurd sang suami yang mau menugaskan si Jeki mengecek jalan lahir dedek Jeju.


"Kak Yordaaaaaan!!!!!" Teriak Ica kesal bercampur sakit.


"Kenapa sayang?" Tanya Yordan panik.


"Otak kakak tuh dimana sih!!! Aku lagi kayak gini,malah si Jeki lagi yang di pikirin!!" Bentak Ica sambil tak sadar menjambak rambut suaminya untuk meluapkan rasa sakitnya.


"Aaarrrgghh....sakit Ca..ampun Ca." Ringis Yordan kesakitan.


Ica pun sadar telah menjambak rambut sang suami,cepat-cepat ia melepaskan tangannya dari rambut Yordan dan kembali mengatur nafas.


"Maaf pak. Bisa staf saya kembali melakukan tugasnya untuk mengecek jalan lahir anak bapak?" Tanya dokter laki-laki itu.


"Iya dok,periksa aja. Jangan dengerin suami saya. Ada sedeng-sedengnya ini suami saya dok!!" Malah Ica yang menjawab. Karena kalau Yordan yang menjawab pasti jawabannya adalah TIDAK.


Setelah mendapat lampu hijau,bidan pun kembali melakukan tugasnya untuk memeriksa jalan lahir dedek Jeju.

__ADS_1


"Tarik nafas yah bu. Tahan sebentar." Instruksi bidan itu sambil memasukkan dua jarinya ke terowongan Icablanca.


"Sudah pembukaan tujuh dok." Kata bidan itu setelah memeriksa jalan lahir si dedek Jeju.


"Maaf pak,apa sebelum datang kesini istri bapak ada mengeluarkan cairan dari area intimnya?"


"Cairan? Cairan apa? Cairan pas pelepasan gitu? Kalau itu iya,karena tadi...." Yordan tak melanjutkan kata-katanya karena Ica langsung mencubit lengannya. Lagi dan lagi ia mencubit lengan Yordan,perpaduan antara rasa kesal dan rasa sakit saat keram perutnya datang lagi.


"Auw Ca...sakit!!!" Ringis Yordan lagi. Walaupun Yordan kesakitan,tapi ia tetap membiarkan Ica mencubitnya sampai sang istri melepaskan sendiri cubitannya.


Nampaknya bukan hanya Ica yang kesal dengan jawaban Yordan,tim medis yang ada diruangan itu pun nampak kesal dengan jawaban songong dari Yordan. Tapi mereka tidak berani untuk memarahi Yordan apalagi sampai mengusir Yordan dari ruangan itu,karena mereka tau siapa Yordan.


"Maksudnya air ketubannya pak." Tanya dokter itu sekali lagi.


"Ya mana saya tau lah pak air ketubannya pecah. Saya aja gak tau air ketuban itu apa!!" Jawab Yordan masih menahan rasa sakit karena Ica belum melepaskan cubitannya.


"Kayaknya udah sih dok,karena pakaian dalam ibu ini basah." Kata bidan itu saat mengecek pakaian dalam Ica yang tadi ia lepaskan. Bidan itu langsung berinisiatif mengecek pakaian dalam Ica,karena sang bidan yakin kalau menanyakan pada Yordan pasti tidak akan pernah mendapat jawaban yang benar.


"Pasangin selang oksigen sama cairan induksinya yah sus." Perintah dokter itu pada salah satu stafnya yang lain.


Kemudian dokter itu pun keluar,untuk mempersiapkan diri membantu proses kelahiran si bayi dua M.


Saat melihat sang dokter keluar,Yordan bertanya pada bidan yang sedang memasang selang oksigen untuk Ica.


"Mau kemana tuh dokter?"


"Mau siap-siap pak."


"Siap-siap kemana?"


"Yah mau bantu proses kelahiran anak bapak?"


"Maksudnya dokter itu yang nanganin istri saya?" Tanya Yordan kaget.

__ADS_1


Bidan itu pun menganggukkan kepalanya.


Melihat anggukan kepala dari sang bidan,otak Yordan jadi traveling kemana-mana. Yang ada di pikirannya sekarang,dokter itu akan bernafsu saat melihat terowongan Icablanca yang semakin tembem.


__ADS_2