Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 91


__ADS_3

Kini Ica dan Yordan telah tiba di Times Square,tempat belanja murah di kota New York.


"Kita ngapain kesini Ca?" Pertanyaan bodoh untuk pengusaha berotak encer sekelas Yordan.


"Ya belanja lah kak,masa mau berenang!!"


"Iya tau mau belanja,tapi kan kita bisa ke tempat barang-barang branded. Disini tuh rame banget Ca."


"Aku gak butuh barang branded!! Yang aku butuh kepuasan hati,buat apa beli barang branded yang harganya ratusan juta,kalau hati gak puas.!! Mending beli barang yang harganya murah,kualitas tetap bagus,dan yang paling penting hati puas!!"


"Gak sekalian Ca,kepuasan ranjang? Aku bisa kok bikin kamu puas di ranjang?!"


Mendengar kata-kata Yordan,Ica langsung melototkan matanya.


"Dasar bule cabul!! Mau nemenin aku keliling gak nih!!" Bentak Ica kesal.


"Ya...ya...ya..ya udah ayo!!" Yordan pasrah. Ia pun mengikuti langkah Ica untuk mengelilingi Times Square.


Hampir satu jam mereka masuk dari toko satu ke toko yang lain,tapi tak ada satu pun barang yang Ica beli dan itu sukses membuat Yordan geram.


"Sebenarnya kamu mau cari apa sih? Perasaan dari tadi muter-muter,gak ada barang yang kamu beli!!" Geram Yordan.


"Aku bingung,semuanya bagus,semuanya aku suka,tapi kan gak mungkin semua yang aku suka itu aku beli.!!"


Yordan menepuk jidatnya. Ica seperti sedang menjatuhkan harga dirinya sebagai laki-laki.


"Astagaaaa Ca...!!! Kan ada aku,kamu tinggal ambil aja barang yang kamu suka,nanti aku yang bayar!!" Kata Yordan semakin geram.


"Gak akh!! Nanti aku di bilang cewek matre lagi!!"


"Ya gak lah Ca!! Kamu kan pacar aku,udah sepantasnya aku memenuhi kebutuhan kamu!!"


"Justru karena hubungan kita yang masih berstatus pacaran aku gak mau kakak beliin aku ini-itu. Nanti kalau kita putus....Hemph..." kata-kata Ica terpotong karena Yordan langsung membungkam bibir Ica dengan bibirnya.

__ADS_1


Yordan tidak suka mendengar Ica mengatakan kata-kata putus,buatnya kata-kata itu sangatlah kramat ditelinganya.


Ica sekuat tenaga mendorong tubuh Yordan karena sekarang tangan Yordan sudah menahan tengkuk Ica,namun apalah daya tenaga Yordan terlalu kuat. Yordan baru menjauhkan bibirnya dari bibir Ica setelah dirasa kekurangan asupan oksigen.


Begitu Yordan melepaskan pungutannya,tangan Ica langsung mengudara siap-siap memberikan tamparan untuk Yordan,tapi dengan cepat Yordan menangkap tangan Ica.


"Jangan pernah kamu ucap kata-kata itu lagi!!! Kita gak akan pernah putus,sekalipun kamu bosan sama ku,aku gak akan pernah ngelepas kamu!! Hanya maut yang bisa memisahkan kita!! Kalau berani kamu ucapin kata-kata itu lagi,jangan salahin aku kalau aku berbuat lebih dari ini. Paham kamu?!" Kata Yordan tegas.


Melihat wajah Yordan yang serius,nyali Ica tiba-tiba menciut. Ada rasa takut dan sekaligus bahagia mendengar kata-kata Yordan,yang tidak ingin melepaskan Ica.


Ica pun menganggukkan kepalanya tanda ia paham akan kata-kata Yordan. Ica menghela nafasnya untuk mencairkan suasana.


"Ya udah kalau sini dompet kakak!!" Ica menadahkan tangannya ke depan Yordan.


"Untuk?!"


"Udah sini cepetan,gak usah banyak tanya.!!"


Yordan pun mengambil dompet yang ada di dalam saku belakang celananya. Dan memberikannya ke tangan Ica.


Ica pun membuka dompet itu. Dan melihat-lihat isi dompet Yordan.


"Kamu mau ngapain sih?!"


"Mulai sekarang black card ini aku yang pegang!!" Kata Ica sambil mengeluarkan black card dari dalam dompet Yordan.


Mata Yordan membelalak mendengar kata-kata Ica.


"U..un..tuk a...apa kamu pegang itu?!" Tanya Yordan gelagapan.


"Kakak bilang aku boleh belanja apa aja,jadi mulai sekarang biar aku yang pegang kartu ini,jadi kalau kakak balik ke negara kita,aku masih bisa tetap belanja sepuas aku.!!" Jawab Ica dengan tengilnya.


Mampus kau Yordan,kini Ica menelan mentah-mentah ucapan mu.

__ADS_1


Senjata makan tuan,itu lah yang sedang Yordan rasakan saat ini. Karena dengan tidak berperasaannya Ica berbelanja semua barang-barang yang ia sukai dengan memakai kartu milik Yordan,dan pastinya sekarang Yordan lah yang paling tersiksa. Bukan karena Ica memakai kartunya,melainkan karena semua barang belanjaan Ica,Yordan lah yang membawanya. Dengan susah payah Yordan membawa papper bag yang jumlahnya lebih dari sepuluh.


"Ca..kita makan dulu yuk. Laper Ca.." mohon Yordan,tenaganya sudah habis terkuras berkeliling menemani Ica belanja.


Ica yang masih asyik melihat-lihat barang yang akan ia beli pun menoleh ke arah Yordan.


"Baru jam lima udah minta makan. Nanti akh kak,sejam lagi." Tolak Ica.


Yordan menghela nafasnya,lebih baik ia menghabiskan tenaganya di atas ranjang dari pada harus menemani Ica belanja. Ingin sekali ia menarik kata-katanya yang ingin Ica berbelanja sepuasnya.


"Ayo lah Ca,plis. Udah gemeteran ini." Yordan pura-pura menggetarkan tangannya agar Ica iba padanya.


"Ya udah deh ayo!!" Ica pun berjalan keluar dari dalam toko.


Mereka pun masuk ke salah satu restoran cepat saji yang ada di sekitaran Times Square.


Dari masuk sampai makanan tersaji di meja mereka,Yordan selalu memasang wajah cemberut.


"Kok gak dimakan,katanya laper.!"


"Tega kamu Ca nyuruh aku makan makanan junkfood,padahal tenaga aku udah terkuras habis untuk nemenin kamu belanja. Paling gak kita makan daging tenderloin kek. Ini malah makan...Huuup.." Ica langsung menyumpal mulut Yordan dengan paha ayam.


"Brisik!!! Tinggal makan aja banyak protes!! Udah aku yang ngantri,aku yang bayar,masih aja kakak protes!!" Hardik Ica.


"Iya loe yang bayar,pake kartu gue!!" Yordan mengomel dalam hati.


Perlahan Yordan pun mengunyah paha ayam yang sempat Ica sumpal ke mulutnya. Entah karena lapar atau memang doyan,Yordan malah tambah sampai dua kali.


"Cih..tadi aja protes gak mau makan junkfood,eh..gak taunya malah nambah!!" Sindir Ica.


Yordan memutar bola matanya malas mendengar sindirin Ica. Ia tidak memperdulikan kata-kata Ica dan tetap melanjutkan makannya.


Setelah perut terisi,Ica dan Yordan memilih untuk pulang ke apartemen. Mengingat,ada tugas kampus yang harus Ica kerjakan. Seperti saat mereka pergi,mereka pun pulang dengan menaikki bus.

__ADS_1


Sesampainya di apartemen Ica,Yordan yang sudah sangat lelah,langsung merubuhkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu. Ia biarkan papper bag-papper bag itu teronggok di lantai. Sedangkan Ica,ia sudah masuk terlebih dahulu ke dalam kamarnya dan langsung menuju kamar mandi,untuk buang air kecil yang sudah ia tahan sejak dalam bus,sekaligus ia mandi membersihkan tubuhnya dari debu-debu yang menempel di tubuhnya.


__ADS_2