ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 102, Damai


__ADS_3

Dafi wakuncar ke rumah Zahwa, seperti biasa, tiap wakuncar cuma di rumah aja, menikmati hidangan Mamanya Zahwa yang lezat. Ngobrol sama Zahwanya juga sebentar, lebih banyak ngobrol sama Papanya Zahwa.


"Mas ... temenin kondangan ya besok pagi dan siang, ada dua kondangan .. yang satu rekan kerja, yang satu lagi teman masa kecil" pinta Zahwa.


"Ya ... naik motor gapapa?" tanya Dafi.


"Pake mobil aja Mas Dafi ... Itu kan Zahwa punya mobil sendiri" tawar Papanya Zahwa.


"Iya Mas .. bawa mobil aja, panas kan .. mana pake kain kebaya, jadinya lebih nyaman pake mobil" ucap Zahwa.


"Ini gapapa saya pergi berdua sama Zahwa aja Pak?" tanya Dafi.


"Ya kalian kan udah sama-sama dewasa, tau mana yang benar dan salah, jangan yang aneh-aneh aja di mobil. Saling menjaga dirilah" nasehat Papanya Zahwa.


"Iya Pak" jawab Dafi.


"Mas ada batik atau kemeja coklat kan? besok pakai ya" kata Zahwa.


"Ya .. apalagi?" tanya Dafi.


"Potong rambut dulu ya besok pagi, udah agak panjang gitu, keliatannya ga rapih" lanjut Zahwa.


"Oke ... ada lagi ga requestnya?" tanya Dafi sabar.


"Hehehe... patungan buat kondangan" jawab Zahwa becanda.


"Siap ..." jawab Dafi penuh senyuman.


"Kok malah senyum sih" protes Zahwa.


"Cewe itu bisa ketebak .. ujung-ujungnya juga ngajak patungan, minta traktir makan atau diajak piknik .. hehehe" papar Dafi.


"Mas Dafi mah gitu ... kan Zahwa kayanya bukan cewe matre deh" bela Zahwa.


"Siapa yang bilang kamu matre? lagian Mas suka kok kamu terbuka kaya gini, kita kan udah niat serius, ga usah malu-malu. Mas malah suka kalo kamu minta ke Mas, terkesan Mas dibutuhkan dan kamu masih wanita yang kodratnya dibawah lelaki" kata Dafi.


"Aduh Mas Dafi ... coba kalo Papahnya Zahwa yang ngomong gitu .. udah langsung deh borong ini itu ... hehehe" canda Mamanya Zahwa.


"Papa ga ngomong gitu aja kerjaannya mbrorong, apalagi dikasih penawaran mau minta apa ... bisa-bisa nih kartu ATM tipis gara-gara digesek mulu" jawab Papanya Zahwa.

__ADS_1


Semua tertawa bareng melihat orangtua Zahwa bercanda ria dan berakhir dengan saling memberikan senyuman dan tatapan penuh cinta.


Mungkin orang luar melihat keluarga Pak Dzul adalah keluarga sempurna. Tapi sebenarnya tidak pernah ada tatapan cinta diantara Pak Dzul dan Bu Fia kalo didepan anak-anak. Dafi bahkan sempat curiga kalo pernikahan Ayah dan Bundanya adalah perjodohan pada awalnya. Inilah yang membuat iri seorang Dafi melihat kemesraan orang tua Zahwa.


Konon katanya lelaki gak pandai mengungkapkan perasaannya, termasuk ungkapan cinta. Faktanya, kaum pria memang tidak semuanya dilahirkan untuk bisa ekpresif. Mungkin inilah yang Dafi rasakan, bucinnya dia sulit diungkap, tapi perhatiannya sangat besar.


Dafi tiap hari yang menanyakan kabar Zahwa dan melaporkan semua kegiatan yang akan dilakukan, kalo sedang tugas kedekat kantornya Zahwa pasti menyempatkan diri untuk makan siang bareng. Dafi juga rajin memberikan quote atau sekedar semangat buat Zahwa. Hal seperti inilah yang membuat Zahwa merasa sangat spesial. Makanya Zahwa pun sudah bisa dinego sama Dafi buat mempercepat pernikahan mereka. Dari yang rencananya dua tahun menjadi setahun lagi mereka akan menikah.


"Kok bengong Mas? emang ga pernah liat pasangan suami istri tatap-tatapan kaya gitu?" tanya Zahwa.


Dafi hanya tersenyum, orang tua Zahwa pun paham akan arti senyuman Dafi.


"Pernikahan kami kan udah lama ya, kalo ga dipupuk terus rasa sayangnya bisa ngebosenin, kebayang kan kita menghabiskan lebih dari separuh usia kita sama orang yang sama. Wanita itu kan banyak ngomong, kita nih sebagai laki-laki harus memperhatikan karena itu bisa jadi tandanya suami mencintai istri" nasehat Papanya Zahwa.


"Ya Pak" jawab Dafi.


"Mas Dafi ini sepertinya masih kaku ya sama perempuan, masih keliatan malu-malu" ucap Mamanya Zahwa.


"Sebenarnya ga juga, tapi ya saya berusaha menahan diri aja, saya sadar bahwa manusia punya kelemahan iman kan, daripada nanti malah jadi berbahaya kalo saya terlalu sumeh sama lawan jenis" ujar Dafi.


"Kayanya kita ga salah menyetujui hubungan kalian. Mas Dafi sebagai laki-laki itu sangat siap dan bertanggung jawab, Zahwa pun perlahan bisa menekan ego dan bisa menerima masukan dari Mas Dafi" puji Mamanya Zahwa.


Qeena mengirimkan brownies buatannya ke Rumah Sakit tempat Fajar sedang dinas. Kemarin sudah meminta maaf melalui chat, tapi sama Fajar seperti dicuekin, akhirnya Qeena minta alamat Rumah Sakit buat mengirimkan kue. Fajar memberikan alamat karena ingin tau seberapa serius Qeena minta maaf sama dia.


Qeena memakai layanan ekspedisi yang sehari sampai untuk makanan. Kebetulan juga ada kiriman sayur ke Tebet, jadi Qeena titip buat dibawa ke Tebet dulu, terus dari Tebet dipesankan ekspedisi biar lebih murah. Lagipula daerah Ciloto agak kedalam seperti ini belum mencakup area pickupnya.


Dalam sebuah hubungan, entah percintaan atau pertemanan, masalah ada aja yang datang dan membuat ga nyaman bahkan bisa retak hubungan kedua belah pihak tersebut. Dari setiap permasalahan, banyak hal yang bisa diadikan pelajaran kedepannya. Selain itu, setiap permasalahan akan membuat kita semakin mengerti dan mengenali siapa sebenarnya orang yang sedang berseteru sama kita.


Fajar mengambil kotak kue di Pos Security. Kemudian dia bergegas ke ruangan istirahat para Koas seperti dirinya. Saat itu dia lagi bertiga ada di kamar.


"Pesen kue Jar? buat siapa?" tanya teman Koasnya dari kampus lain.


"Bukan .. ini dikirim sama pacar saya" jawab Fajar.


"Wow perhatian banget ya pacarnya" kata lainnya.


Fajar membuka kotak, tampak kue brownies ada didalamnya. Simple aja tanpa toping, hanya ada secarik pesan dikertas.


#Jangan marah lagi ya#

__ADS_1


Fajar tersenyum membaca kalimat tersebut.


"Mana mungkin Mas marah sama kamu Qeena ... Mas hanya kecewa kamu memilih Damar" ucap Fajar dalam hatinya.


Fajar emang ga tau kalo ternyata Qeena membatalkan rencana pertunangannya sama Damar, hal ini karena setelah pertemuan terakhir sama Qeena, dia ga pernah lagi hubungin Qeena, jadi ga tau ada pembatalan tersebut.


Baru kemarin Qeena mengirimkan pesan kepadanya kalo ingin meminta maaf. Ga lama kemudian, ada pesan masuk lagi dari Qeena, sepertinya Qeena sudah mengetik terlebih dahulu baru dikirim ke Fajar karena isi chatnya sangat panjang.


#Siapa yang ga kenal brownies .. manis, legit dan enak. Tau juga kan kalo kue ini awalnya adalah produk gagal alias bantat. Bukankah dari situ kita belajar bersyukur? ya bersyukur, karena justru dari sebuah kegagalan bisa belajar sesuatu dan menghasilkan rasa baru yang enak. Sama kan dalam kehidupan, kita pernah gagal mendapatkan sesuatu. Tapi kalo kita mau bersyukur, mungkin kegagalan itu adalah bagian dari sukses yang tertunda. Seloyang kue ini dibuat dengan takaran yang tepat, proses pembuatannya sesuai tahapannya, serta suhu oven yang akurat, barulah tercipta kue ini. Artinya apa? ya sebuah hubungan harus ditata dengan hati-hati, langkah demi langkah dan sesuai porsinya agar bisa menghasilkan hubungan yang memuaskan bagi semua pihak yang terlibat didalamnya#.


"Apa sih ini maksudnya, tumben dia rada panjang gini kirim chat, tuh anak lagi ga ketibanan oven kan ya? kali aja gegara ketibanan sesuatu otaknya jadi berubah rada sweet kaya gini ... atau jangan-jangan dia copas dari sebuah kutipan artikel atau apa gitu" ujar Fajar kaya ga percaya Qeena yang menulis chat tersebut.


Ada chat masuk lagi dari Qeena.


#Qeena minta maaf ya Mas. Tidak ada sedikit pun keinginan menyakiti bahkan mempermainkan perasaan Mas Fajar, tapi Qeena hanya belum siap menjalin sebuah komitmen. Kita masih amat muda buat bicara sebuah keseriusan. Carilah wanita yang tepat buat Mas Fajar#.


"Kayanya besok kalo libur perlu ketemu sama dia deh, ngomong langsung. Ga siap komitmen tapi tunangan sama Damar ... sakit mental nih anak kayanya" kata Fajar.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Hubungan Dafi dan Zahwa pun makin terlihat kompak. Keduanya sudah saling mensupport satu sama lain, seperti kemarin saat Dafi sedang sibuk-sibuknya banyak kerjaan, Zahwa menyempatkan untuk membawakan makan siang dan makan bersama di kantornya Dafi. Weekend yang lalu juga Dafi membantu Zahwa buka Bazaar makanan disalah satu acara, membantu menyiapkan dagangan bahkan ikut melayani pembeli.


Perhatian seperti itulah yang Dafi dan Zahwa butuhkan. Mungkin secara ekonomi mereka bisa saling membelikan sesuatu, tapi perhatian adalah sesuatu yang ga bisa dibeli dan lahir begitu aja tanpa dipaksa.


Dafi pun kian bucin sama Zahwa, dia bahkan sudah memesan cincin buat acara pernikahan mereka yang akhirnya akan dipercepat menjadi delapan bulan lagi.


Bu Fia yang mendengar kalo rencana pernikahan akan makin dimajukan menjadi pihak yang paling repot. Sebagai seorang Ibu dan anak sulungnya akan menikah, menjadi sesuatu yang harus disiapkan dengan baik. Bu Fia sudah mulai menyusun siapa aja undangan yang akan diberikan undangan pernikahan. Sampe konsep serta katering hari H pun sudah mulai dibayangkan dan dicari-cari referensi yang terbaik.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Qeena juga meminta maaf sama Damar dengan mengirimkan kue ke Edufarm. Saat itu Damar masih kuliah, jadi dititip ke ruangannya. Biasanya Damar akan ke kantor selepas kuliah.


Siang harinya Damar datang ke Klinik, membawakan makan siang buat Qeena sebagai balasan atas kue yang Qeena kirim.


Klinik tampak ramai hari ini, karena ada Aa' Zay bekerjasama dengan pihak Puskesmas untuk edukasi tentang obat TB Paru. Jadi nantinya akan ada petugas khusus tiap Rabu bagi yang ingin memeriksakan diri bagi pasien TB Paru baik yang lama maupun yang baru, serta bisa mengambil obat di petugas tersebut. Yang menjadi kendala para pasien yaitu ketidaktahuan para penderita TB Paru untuk berobat secara rutin dan tuntas serta fasilitas kesehatan yang jauh (harus keluar ongkos bagi yang tidak punya kendaraan sendiri). Jadi sistemnya Aa' Zay beserta jajaran Klinik menjemput bola, pasien cukup datang ke Klinik, semua sudah disiapkan dan dipikirkan oleh Klinik.


Dari pagi Qeena membantu mendata secara lengkap pasien-pasien tersebut dan pasien baru yang akan cek laboratorium dan Rontgen secara gratis (semua biaya ditanggung sama Klinik, Aa' Zay juga sudah bekerjasama dengan Rumah Sakit terdekat untuk pemeriksaan ini).


Qeena tampak lelah sehabis sholat Dzuhur hingga belum sempat makan, untunglah Damar membawakan makan siang buatnya.

__ADS_1


__ADS_2