
Ternyata keputusan dari kantor pusat di Jakarta, akan menempatkan Dafi di Semarang. Karena ditiap Propinsi sedang banyak agenda perhitungan statistik yang diperlukan guna peningkatan potensi pendapatan daerahnya, jadinya Dafi akan diperbantukan dulu di Jambi selama empat bulan kedepan, baru nanti akan dipindahkan ke Semarang.
Tapi ada hal yang menjadi beban tersendiri buat Dafi yaitu Raisha akan menggantikan posisi dia sekarang.
Sejak hubungan Dafi dan Raisha putus, Raisha masih betah menjomblo, ga ada laki-laki sebaik Dafi yang datang berkenalan dengannya. Sebelum jadi runyam, Dafi menceritakan semua ke Zahwa tentang kisahnya dengan Raisha. Hal ini dilakukan karena Dafi butuh bemper buat menghadang Raisha. Kalo dia bilang sudah menikah pasti akan heboh kantor, serta dia akan terkena sanksi sudah menikah tanpa memberitahu pihak kantor.
Hari ini Raisha akan datang ke Kerinci dan pastinya akan ketemu sama Dafi. Raisha dan Dafi sama-sama tau kalo akan ketemu, karena mereka masih dalam naungan kantor yang sama, jadi tau dimana penempatan masing-masing. Hubungan mereka berdua emang ga banyak yang tau, makanya keduanya pasti sama-sama udah pasang kuda-kuda biar ga kebawa perasaan cinta yang lama.
"Jadi nanti kamu ikut ya buat jemput Raisha di Bandara Kerinci" pinta Dafi.
"Ya Mas ... Orang bilang emang gitu ya, kalo udah deket nikah pasti banyak cobaan, ya kaya begini ... orang dari masa lalu datang kembali buat menguji seberapa besar cinta kita mampu bertahan. Apalagi sekarang pernikahan kita ditunda sampe tahun depan" ungkap Zahwa.
"Sebenarnya ini bukan tugas Mas buat menjemput Raisha di Bandara Kerinci, tapi karena karyawan yang hanya berjumlah tujuh orang lagi sibuk semua, mau ga mau ya Mas sendiri yang turun tangan. Mana rumah kontrakan dia yang sudah dicarikan pihak kantor itu masih sebelahan sama Mas lagi" adu Dafi.
"Pokoknya Mas jangan macam-macam. Za udah kasih kepercayaan penuh sama Mas, jangan dikhianatin. Mantan kan cuma kenangan, jangan sampe dijadiin angan-angan" kata Zahwa.
Dafi diam, rasanya tenggorokannya tercekat ga bisa menjawab saat Zahwa bilang jangan dikhianatin.
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Karena penasaran, Iyus kembali mencari Qeena ke Ciloto. Aa' Zay yang menemui karena Iyus membuat keributan didepan rumah yang dulu ditempati Qeena.
"Mari Pak Iyus, ngobrolnya di rumah saya aja, ga enak jadi tontonan seperti ini" ajak Aa' Zay tenang.
Iyus mengikuti langkah Aa' Zay karena para warga banyak yang berkerumun saat tadi mendengar teriakannya Iyus.
Iyus dan Aa' Zay masuk ke ruang tamu. Aa' Zay hanya khawatir Iyus bicaranya ga bisa dijaga jadinya lebih baik didalam rumah aja.
Tetangga sebenarnya udah heboh dengan kepergian Qeena secara mendadak. Keluarga Aa' Zay beserta orang-orang sekitarnya ga ada yang membocorkan tentang Qeena dengan segala permasalahan yang Qeena hadapi. Aa' Zay juga ga membocorkan kalo Iyus ini Bapaknya Qeena.
"Qeena sama Mak Nuha apa didatengin debt collector ya, kok sampe dadakan perginya. Utangnya banyak kali ya" nyinyir tetangga.
"Tapi utangnya buat apaan coba? rumah numpang tinggal sama Aa' Zay, Qeena juga nyari duitnya rajin, terus mereka ga pernah pergi kalo ga diajak sama keluarga Aa' Zay, dibilang hidup mewah juga ga punya apa-apa. Masa sih sampe urusan sama penagih kaya gitu" sahut tetangga lainnya.
"Bisa aja kan kalo dulunya mereka itu gaya hidupnya hedon, jadi kabur kesini karena utangnya menggunung. Toh selama ini ga ada yang tau asal-usul mereka gimana, semua ditutupin identitasnya. Aa' Zay aja yang menemukan mereka pertama kali juga ga tau deh masa lalu mereka" kata tetangga.
"Serem juga ya kalo sampe begitu, hidup jadi ga nyaman, dikejar utang kemana-mana. Begitu ketauan langsung kabur lagi. Tapi kayanya Aa' Zay santai aja tuh Qeena pergi, tau ga ya dia?" timpal lainnya.
"Ya ga tau juga deh, paling ga kita nyaman deh dengan kepergian mereka, suami kita ga jelalatan sama Qeena dan Mak Nuha lagi" sahut lainnya.
"Betul itu, kadang was-was kalo suami kita beli kue atau roti dari mereka, takutnya didukunin biar bisa digoda ... apalagi kalo bukan duit kan tujuannya" kata tetangga.
"Ya itu kali .. Qeena kerja keras buat lunasin utang-utang keluarganya, Mak Nuha yang di rumah jalanin ritual biar Qeena digilai semua lelaki disini. Untung aja tuh Teh Erin masih pinter servis Aa' Zay, kalo ga kan bisa kejadian berulang kaya Ayahnya, Kang Lana ... punya istri dua" timpal lainnya.
Sementara di rumah Aa' Zay.
__ADS_1
Agung dan Saino kebetulan pas datang mau laporan kerjaan tapi melihat ada Iyus duduk di sofa ruang tamu. Aa' Zay meminta mereka masuk, ikut ngobrol bareng.
"Ini Pak Iyus, Bapak kandungnya Qeena" kata Aa' Zay.
"Ohh ... ada apa ya Pak? Qeena kan ga ada disini" ucap Agung cuek.
"Mereka dimana ya?" tanya Iyus.
"Ga tau ... keluarga bukan, saudara apalagi .. kok malah tanya kesini, katanya Bapaknya .. masa ga tau dia kemana" jawab Saino.
"Jangan pada ngumpetin ya" tantang Iyus.
"Pak Iyus ... apa keuntungan saya nyembunyiin Qeena? Bapak salah alamat kalo nanya kesini, harusnya tanya sama suaminya" ucap Aa' Zay kelepasan.
"Suami????" tanya Agung dan Saino barengan.
Aa' Zay baru tersadar sama ucapannya.
"Ntar dijelasin" bisik Aa' Zay.
Iyus makin kesel karena Aa' Zay tampak masih menyembunyikan keberadaan Qeena.
"Apa dia ada disini?" tanya Iyus yang sudah berdiri siap buat mencari Qeena.
"Sebenarnya apa sih keuntungan kalian nyembunyiin Qeena? apa kalian kerjasama buat ngejebak Qeena biar nikah sama Mas Dafi" ucap Iyus marah.
"Ngejebak? kok bisa berpikir kaya gitu Pak? bukannya kebalik .. justru Bapak yang diuntungkan dengan pernikahan mereka" tantang Aa' Zay
"Ini apaan sih segala ngomongin nikah segala ... emang Qeena udah nikah? kapan nikahnya?" bisik Agung.
"Kaga paham deh, lagian kapan kawinnya, baru kemarin kita gaya-gaya ala detektip buat bawa dia keluar dari sini. Ini ada apa sih sebenarnya" kata Saino makin ga paham.
"Oke Pak Iyus ..saya rasa Bapak ga bisa diajak ngobrol baik-baik, jadi silahkan keluar dari rumah saya" usir Aa' Zay.
"Dimana Qeena!!!" kata Iyus langsung mendorong Aa' Zay sampe Aa' Zay jatuh hilang keseimbangan.
Jelas aja Agung dan Saino ga tinggal diam, mereka langsung meringkus Iyus.
"Beraninya keroyokan" ejek Iyus.
"Lepasin Gung .. kita liat nih orang tua maunya apa" ucap Aa' Zay sambil berdiri sendiri.
"Mana Qeena?" lanjut Iyus.
"Tanya sama suaminya, puassss!!!" kata Aa' Zay.
__ADS_1
"Mas Dafi saya telpon ga diangkat, janjinya semua urusan Qeena langsung sama dia, nyatanya bohong. Kalian pasti sekongkol kan?" ujar Iyus.
"Pak .. anggaplah kami emang sekongkol, terus masalahnya dimana?" tanya Aa' Zay.
"Qeena itu anak kandung saya, anak yang saya cari belasan tahun, permata hati yang udah lama dibawa pergi. Anak tunggal tempat saya mencurahkan kasih sayang" papar Iyus mencari simpati.
"Anak yang dicari? tempat mencurahkan kasih sayang? kemana Bapak selama ini? udah ngaca belum?" tantang Aa' Zay dengan sinisnya.
"Oh jadi tau cerita tentang masa lalunya Qeena ya? itu mah pinter-pinternya Nuha memutar balikkan fakta" kata Iyus.
"Kalo saya lebih percaya sama cerita versi Mak Nuha gimana?" lanjut Aa' Zay.
"Gampang banget sih dibodohin sama Nuha ... mereka tuh Ibu Anak yang punya tujuan buat ngejebak para lelaki buat diporotin uangnya ... nih saya udah jadi korbannya" ucap Iyus.
"Masih ingat kan pintu keluarnya dimana? saya males denger ocehan Bapak. Oh ya satu lagi, jangan bikin keributan disini, atau Bapak akan berurusan sama saya" ancam Aa' Zay.
"Sok-sokan juga ya nih anak muda, lagaknya udah kaya juragan tanah disini, bisa seenaknya ngatur-ngatur orang" ucap Iyus.
"Emang saya juragan tanah disini" ujar Aa' Zay sombong.
"Mana mungkin juragan tapi rumahnya kaya gini, kalo juragan tuh rumahnya tingkat, bagus kaya orang-orang kaya Jakarta, mobil juga yang mahal .. lah ini mobil cuma yang harga paling seratus jutaan .. motor juga model lama, segala ngaku juragan. Kalo ngimpi jangan disiang bolong .. jadi bisa diketawain orang-orang" ledek Iyus.
"Apa perlu saya tunjukin semua surat-surat tanah yang saya punya?" tantang Aa' Zay.
"Emang disini isinya orang gila semua. . gila jadi orang kaya .. petani aja ngomongnya ketinggian" ucap Iyus sambil meninggalkan rumah Aa' Zay.
"Bapaknya Qeena barbar ya orangnya, lah dia ga percaya kalo Ajay itu orang kaya" kata Agung.
"Kalo gw nih ya jadi Mas Jay .. pasti bilang gini ... tau perkebunan mangga yang pas mau masuk kampung punya siapa? itu punya saya. Kebun sayuran yang menghampar sepanjang jalan, kebun buah dekat pemancingan itu punya saya juga. Rumah ini emang ga tingkat, tapi luas sampe belakang, tuh halaman belakang buat main anak aja segede lapangan bola. Kalo perlu kepala Bapak juga saya bisa beli. Orang sini tuh kasih julukan Crazyrich Ciloto" ungkap Saino yang membuat Aa' Zay dan Agung malah ketawa karena ngomong dengan mimik yang lucu.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Saat Dafi membantu Raisha naikin barang kedalam mobil, Zahwa tetap duduk didalam mobil. Dia melihat dari kaca depan semua tindakan Dafi dan Raisha.
Keliatan banget kalo Raisha ada rasa penyesalan telah berpisah sama Dafi.
"Ayo kita jalan" ucap Dafi.
Raisha menuju pintu tengah dan membukanya sendiri. Tadinya ngarep Dafi yang bukain seperti dulu, tapi Dafi dengan cueknya langsung masuk ke pintu dibelakang kemudi.
"Kita langsung ke kantor dulu buat sedikit kenalan, terus saya antar ke kontrakan ya. By the way udah makan siang belum ya?" kata Dafi basa basi.
"Belum ... kalo ga keberatan kita cari makan siang dulu, Zahwa ga keberatan kan?" tanya Raisha.
"Sama kok kita juga belum makan siang, ya udah Mas ... kita cari makan dulu ya, soto semurup aja Mas .. yang di warung pertama kali kita ketemu itu loh" kata Zahwa dengan nada bicara manja yang membuat Raisha keki.
__ADS_1