
"Kamu mengulang kesalahan yang sama Qeena ... kesalahan kedua orang tua kamu yang dibuat sembilan belas tahun yang lalu" ucap Mak Nuha dengan sadisnya.
"Mak ... maafin Qeena" pinta Qeena sambil bersimpuh di kaki Mak Nuha.
"Inilah kalo anak merasa gede, bisa jalan sendiri, jadi maksain datang" ujar Mak Nuha.
"Maafin Mak" kata Qeena sambil menangis.
Bagi Qeena adalah kesakitan yang luar biasa membuat Emaknya kecewa apalagi sampai menumpahkan air mata.
"Mak Nuha ... Qeena .. maaf kalo saya ikut campur. Dari awal saya coba merangkai kronologisnya sampe saya paham sama apa yang terjadi. Saya setuju sama analisa Fajar kalo mereka berdua ini dibius. Tapi memang kita ga tau motif dari pelaku itu apa. Dafi pun saya liat jujur kok. Lagipula dia memang ga tau ada Qeena di rumah ini, cukup beralasan karena dia dari luar kota. Sekarang coba kita telaah .. saat kalian ditemukan tidur bersama, apa dengan pakaian lengkap?" tanya Aa' Zay.
"Saya ga tau A' karena Mas Dafi bangun duluan. Kalo saya mah pake jilbab tapi rok dilepas. Saya sadar semua ada di kamar" ingat Qeena.
"Mas Dafi hanya pakai boxer tanpa busana, celana dan bajunya berceceran di lantai dekat sofa ruang keluarga. Kalo Qeena tanpa jilbab dan rok, tapi masih pakai kaos dan leggingnya. Emak yang pakein dia jilbab karena kan ada lelaki disitu. Posisi keduanya berpelukan, lebih tepatnya kepala Qeena berada didada Mas Dafi, posisi tangan Mas Dafi memeluk Qeena. Rambut Qeena pun acak-acakan ... ya posenya layaknya suami istri, mereka juga tampak tenang tidurnya" jelas Mak Nuha.
"Sangat profesional sekali nih pelaku, sampe hal detail rambut berantakan juga dilakuin. Kamu yakin kalo yang nyemprot kamu itu bukan salah satu keluarga sini?" tanya Aa' Zay.
"Udah ga ngeh A' ... begitu keluar kamar mandi langsung disemprot dengan posisi tangan pelaku ada disampingnya Qeena. Jadi Qeena ga liat sama sekali, hanya tangan, itu juga ga jelas" jawab Qeena.
"Yakin ga kalo itu bukan Rian atau Dafi?" lanjut Aa' Zay.
"Ga yakin juga sih A' .. kan Qeena emang ga liat dua orang itu ada dekat Qeena. TV nyala, tapi ga liat Mas Rian. Kalo Mas Dafi kayanya emang belum datang saat Qeena kena semprotan" jawab Qeena.
"Udahlah Qeena ... jangan terus berbohong" kata Mak Nuha ga percaya.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Didalam kamar Dafi, lamat-lamat Dafi mendengar pembicaraan dekat kamarnya, tapi dia ga fokus sama sekali dengan pembicaraan tersebut. Dafi tengah mendamaikan hatinya, mencoba berpikir dan mengingat kejadian yang baru menimpanya.
Baru teringat kalo banyak voice note dari Zahwa yang belum sempat dia dengarkan.
#Mas ... gimana udah sampe Jakarta kan? langsung ke rumah Tante? salam ya buat keluarga, besok Zahwa usahakan nyusul ke Jakarta, kalo ngga bisa, nanti Zahwa jemput Mas di Jambi ya#
Rupanya karena ga ada jawaban dari Dafi, kembali Zahwa mengirim voice note beberapa kali, diantaranya seperti dibawah ini.
#Mas .. udah dimana? HP aktif tapi kayanya disilent deh, masih tahlilan ya?" tanya Zahwa lagi.
__ADS_1
#Mas ke makamnya malam ini juga atau besok pagi?#.
Tidak ada respon juga dari Dafi karena bersamaan dengan waktu kejadian dia pingsan. Memang belum terbaca juga sama Dafi.
#Mas ... are you okay? Mas sehat kan? tadi telepon ke Izma katanya Mas langsung pulang ke rumah, baru besok rencananya ke makam Nenek. Mas kemana sih kok lama ga jawab? Mas tidur ya? Mas ... Zahwa udah misscall banyak kali tapi ga dijawab# kata Zahwa dalam voice notenya.
Mulai raut wajahnya Dafi mengguratkan kesedihan. Kesedihan luar biasa. Merasa mengkhianati Zahwa, wanita yang selepas Idul Fitri akan sah menjadi istrinya.
#Mas ... Zahwa tau Mas sedih sama kepergian Nenek, tapi Mas harus ikhlas. Kalo Mas butuh teman buat berbagi kesedihan ada Zahwa yang selalu ada. Mas itu orang yang kuat, orang yang mampu menghadapi apapun dengan kepala dingin. Mas aja bisa kok ngadepin gimana moodynya Zahwa. Entah bagaimana Zahwa tanpa Mas# suara Zahwa terdengar khawatir.
"Zahwa ... Mas sayang sama kamu karena Allah ... menemukanmu adalah hal terindah yang Mas syukuri. Tapi Mas bingung sama kondisi ini" ucap Aa' Zay bicara sendiri.
🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠🏠
"Apa motifnya coba ... kalo menjebak Mas Dafi dan Qeena secara sengaja kayanya ga mungkin" analisa Fajar.
"Iya .. Ayah juga merasa gitu sih, ada yang janggal. Seorang Mas Dafi yang kita kenal ga mungkin mengumbar ***** begitu aja. Dia masih tau mana yang haram dan halal, sama kaya Qeena. Qeena itu wanita polos tapi tangguh. Dia ga akan semudah itu tidur dengan laki-laki. Wong dipepet sama Fajar aja jaga jarak kok" ujar Pak Dzul.
"Makanya Yah ... ngeselin sih ini, kenapa Qeena sih sasarannya. Kenapa ga Mba Parti aja yang jelas-jelas pasti ada disini, kan kalo kedatangan Qeena peluangnya kecil" ucap Fajar masih bingung.
"Yee Mas Fajar ... masa Mba Parti sih yang disumpahin jelek gitu" protes Mba Parti yang juga ikut dikumpulkan untuk didengarkan cerita versinya.
"Saksi kunci hanya Rian ... " kata Pak Dzul.
"Ayah mah percuma ngomong sama Mas Rian, tadi Izma bangunin aja marah, katanya ngantuk dan ga mau diganggu" sahut Izma.
"Tunggu deh, tadi kan Bunda bilang kalo Iyus datang ke rumah ini mau ambil barang, apa dia pelakunya?" tanya Pak Dzul.
"Ayah jangan asal nuduh orang, dia tuh cuma anterin yang mau ambil barang doang. Lagian dia ke samping garasi aja kok ga masuk rumah" jawab Bu Fia berusaha santai biar ga ada yang curiga.
"Ayah ga mau tau, suruh Iyus datang kesini malam ini juga. Kalo ngantuk, dia bisa naik ojol kesininya nanti Ayah ganti ongkosnya" perintah Pak Dzul.
"Ini kan udah malam Yah, ngapain coba ganggu orang. Ini aib keluarga kok malah mau nambah orang lagi yang tau" bela Bu Fia.
"Sekarang telpon atau Ayah minta Narko buat jemput ke kontrakannya" ancam Pak Dzul.
Bu Fia ketakutan, dia langsung menelpon Iyus buat datang ke rumahnya sekarang juga. Bu Fia menelpon di kamar dengan alasan sekalian mau ganti baju.
__ADS_1
"Pokoknya jangan pernah nyebut nama saya kalo kamu ketahuan. Saya udah bilang kamu ga masuk rumah, jadi kamu juga harus jawab yang sama" kata Bu Fia berbisik.
"Gimana ini Bu, kalo Pak Dzul dan lainnya saya masih bisa hadepin. Kalo Mas Dafi kan orangnya keras, dia mah sama saya ga pernah main-main, mana pukulannya kenceng banget lagi. Kan dulu pernah dipukul sama dia, dua hari saya sakit kepala sama meriang" adu Iyus.
"Mas Dafi ada kita semua, ga mungkin dia berbuat anarkis" sahut Bu Fia.
"Terus Rian gimana Bu? dia kan liat saya gendong Qeena ke kamar dan membantu saya dorong Mas Dafi ke kamar juga" lanjut Iyus.
"Rian mah bisa dialihkan nanti sama mainan. Lagian kamu tuh mikir, kenapa jadi Mas Dafi yang kena, dia tuh kebanggaan keluarga, bodoh banget sih kamu" omel Bu Fia.
"Coba kalo Ibu diposisi saya, apa ga panik coba? udah mah berjalan sesuai rencana, eh tiba-tiba Mas Dafi datang dan meminum es coklat yang saya bikin buat Rian. Terus Mas Dafi langsung geletak .. ya akan menimbulkan sesuatu yang aneh kalo ada dua orang pingsan di tempat yang berbeda. Ya udah sih Bu, nikahin aja Qeena sama Rian, toh sebagai wujud tanggung jawab juga kan? Rian kan ga paham apa-apa tentang konsep tanggung jawab, dia pasti ga masalah dan mau sama Qeena" usul Iyus.
"Ga segampang itu kali, pake otaknya dong, Qeena ketahuan tidurnya sama Mas Dafi tapi malah kita nikahin sama Rian? Oh ya, gelas itu udah kamu singkirkan kemana?" marah Bu Fia.
"Udah saya buang ke tempat pembuangan sampah warga, tadi sekalian jalan pulang. Jadi amanlah barang bukti itu" ucap Iyus.
"Ya udah .. cepat datang kesini, ingat ya kamu harus bisa bersandiwara yang cantik, jangan sampe ketahuan siapapun, bisa-bisa kita masuk penjara. Dan satu lagi, jangan bawa obat bius yang kamu punya itu, tinggalin dulu di rumah" kata Bu Fia.
"Siap Bu .. urusan ngarang cerita mah saya jago. Pokoknya tenang aja semua aman. Saya bisa pura-pura jadi orang bodoh didepan mereka" sahut Iyus dengan penuh keyakinan.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
"Mak ... maafin Qeena ya Mak .. kita pulang aja yuk Mak .. kita pergi dari sini" pinta Qeena.
"Setelah apa yang terjadi? kamu itu korban Qeena ... Mas Dafi harus tanggung jawab sama kamu" ujar Mak Nuha.
"Tapi kami ga melakukannya Mak" jawab Qeena masih dalam tangisan.
"Qeena .. kalo kesucian seorang wanita sudah terenggut, orang akan memandang miring terhadap kamu. Mau ini sebuah jebakan atau emang sudah keinginan kalian berdua atas dasar suka sama suka, kalian harus bisa bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi" lugas Mak Nuha bicara.
"Mak .. Qeena ga mau nikah Mak, masih banyak yang ingin Qeena capai. Ada juga Kak Damar yang Qeena pilih. Tolong Mak ... jangan paksa Qeena menikah sama Mas Dafi. Qeena ga cinta Mak" ujar Qeena.
"Cinta? kamu masih sanggup ngomong cinta setelah apa yang terjadi tadi?" hardik Mak Nuha.
Qeena, Aa' Zay dan Pak Shaka kaget melihat Mak Nuha semarah ini.
"Mak ... Mak cukup mengenal siapa Qeena, masa Mak ga percaya sama Qeena?" tanya Qeena.
__ADS_1
"Selama ini Mak percaya, tapi kejadian tadi meruntuhkan semua kepercayaan Emak sama kamu. Mak bela didepan keluarganya Mas Dafi hanya sekedar buat kamu ga diinjak-injak" tutur Mak Nuha