ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Senja 72, Ngobrol ringan.


__ADS_3

Qeena mulai terbiasa dengan sekolah dengan sistem Homeschooling. Setelah menyelesaikan tugas sekolah dan orderan, dia akan membantu Erin menjemput anak-anak sambil nganterin orderan sayur dan buah-buahan ke Ibu-ibu teman sekelasnya Zayda dan Zavier. Erin yang ngajarin Qeena naik motor, jadi Qeena bisa membawa motor sendiri buat jemput anak-anak.


Sebulan sekali Qeena juga sudah bisa bolak balik Ciloto - Bogor Kota sendiri untuk tatap muka dengan teman homeschooling nya. Biasanya hanya akan diantar sampe jalan raya aja yang jaraknya sekitar satu setengah kilometer dari tempat dia tinggal, selanjutnya naik kendaraan umum. Sebenarnya banyak pria yang bersedia mengantarnya, namun berhasil dia tolak dengan halus.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Damar pun dinyatakan lulus disebuah Perguruan Tinggi Negeri di Bogor, jurusan yang diambilnya adalah agribisnis. Sejak mengenal Aa' Zay, Damar sangat terinspirasi dan ingin seperti Aa' Zay yang bisnis dibidang usaha pertanian dan perkebunan. Ditambah orang tuanya akan membangun bisnis seperti Aa' Zay untuk mengisi waktu pensiunnya kelak.


Damar sebagai murid yang pandai, berhasil masuk melalui jalur seleksi undangan memakai nilai raport. Ditambah pengalaman sebagai Ketua OSIS menjadi salah satu kunci bisa masuk kesana.


Orangtuanya sudah membeli sebidang tanah di Ciloto dan akan dibangun rumah pribadi serta beberapa Villa seperti milik Pak Shaka. Saat berlibur kemarin ke Ciloto, orangtuanya Damar menginap di Villa milik Pak Shaka, jadi memang ga sempat ketemu sama Qeena. Karena saat Qeena ke rumahnya Aa' Zay mereka belum datang.


Damar berencana tinggal di Ciloto. Orang tuanya Damar memang ga paham rencana udang dibalik batunya Damar, yang mereka tau kalo Damar ingin mempelajari sesuatu yang berhubungan sama kuliahnya. Padahal Qeena adalah alasan utama Damar buat tinggal disana. Toh menurutnya jarak Ciloto ke kampus bisa ia tempuh dengan motor pribadinya.


"Biar lebih mendalami ilmunya, Damar mau tinggal dekat Aa' Zay aja ya Pa" alasan Damar saat berbincang sama orang tuanya.


"Jangan tinggal sama Aa' Zay tapinya .. repot kan disana, dia anaknya banyak, masih kecil-kecil pula" sahut Mamanya.


"Kan bisa ijin tinggal sementara di rumah Pakde Shaka yang di Ciloto. Nanti kalo rumah kita udah jadi baru deh tinggal disana. Damar kan kuliah pertanian, kalo di Jakarta mau liat pertanian dimana? boro-boro liat sawah, tanah sepetak yang buat nanem pohon aja ga ada. Semua dibangun rumah, kios dan gedung" alasan Damar.


"Bener juga sih pemikiran kamu, tapi Papa diskusi dulu sama Pakde Shaka sama Aa' Zay. Kita dengarkan pendapat mereka" ujar Papanya Damar bijak.


"Ya Pa" jawab Damar.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Sore ini Qeena dan Nuha kepengen jalan-jalan melihat kampung. Dia meminjam motornya Erin, Nuha udah ga bisa jalan jauh karena kakinya akan sakit.


Selepas sholat ashar, mereka mulai melihat beberapa tempat. Selama beberapa bulan tinggal disini, baru kali ini mereka bisa berkeliling kampung.


Aa' Zay lagi duduk di saung sendirian, dia lagi sibuk ngeliat laporan tentang tempat edufarmnya yang belum kunjung memperlihatkan progress yang bagus. Rencananya memang akan diambil alih oleh Papanya Damar yang akan mempersiapkan bisnis sebelum pensiun tiga tahun lagi. Mungkin karena Aa' Zay kurang fokus mengurus Edufarmnya jadi seakan bisnis tersebut masih jalan ditempat.


Qeena dan Nuha menghentikan motornya disebuah saung, mereka ga liat kalo ada Aa' Zay lagi duduk disana.


"Eh ... ada Aa' ... maaf ya A' ga liat" kata Qeena begitu mau duduk malah liat Aa' Zay disana.


"Abis dari mana?" tanya Aa' Zay.


"Muter-muter aja A' .. Emak kan ga pernah muterin kampung. Mumpung ada waktu kosong" jawab Qeena.

__ADS_1


"Mak .. kalo mau buah naga, petik aja ya. Dilemari ada pisau dan piring" tawar Aa' Zay sambil menunjuk arah lemari kecil yang ada di saung.


"Ya ..." jawab Nuha.


Qeena sangat antusias melihat buah naga dari dekat bahkan mengabadikan di ponselnya.


"Mak sehat?" tanya Aa' Zay menghentikan aktivitasnya dan melihat Mak Nuha agak lelah.


"Alhamdulillah sehat A' .. ya beginilah kalo udah tua .. ada aja keluhannya" ucap Mak Nuha sambil mengurut kakinya.


Aa' Zay meminta ijin untuk membantu mengurut kakinya Mak Nuha, awalnya Mak Nuha nolak, tapi Aa' Zay bilang anggap aja seperti anak sendiri.


"Mak ... maaf kalo lancang, sepertinya Emak kok banyak pikiran, ada apa Mak?" buka Aa' Zay.


"Ga ada apa-apa kok ... ya namanya orang hidup ya pasti ada aja yang dipikirin" ujar Mak Nuha.


"Mikirin Qeena?" tembak Aa' Zay.


"Salah satunya" jawab Mak Nuha.


"Mak ... udah lama kita kenal, ga bisakah saya sedikit tau tentang Emak. Ya kaya Emak berasal dari mana? terus bisa sampe ke Ciloto itu gimana? Hampir ramadhan sebentar lagi Mak ... apa Mak ga kangen keluarga?" tanya Aa' Zay.


Mak Nuha ga bisa menjawab, tapi ada bulir air mata yang tertahan disudut matanya.


Mak Nuha mengusap air mata pake ujung jilbabnya.


"Sabar ya Mak ... gapapa kalo Emak belum siap cerita" kata Aa' Zay mencoba menenangkan.


"A' ... Emak mau tanya ... kira-kira apa anak sebesar Qeena yang baru berusia lima belas tahun bisa menerima kenyataan cerita masa lalunya yang mungkin amat menyedihkan? apa nantinya ga menimbulkan trauma?" tanya Mak Nuha setengah berbisik.


"Yang Aa' tau, diusia lima belas tahun, anak akan mulai masuk ke dalam tahap remaja. Aa' pernah baca kalo masa seperti ini akan cukup sulit baik untuk orangtua juga anak. Bahkan mungkin bisa kewalahan karena sikap dan perubahan mood. Anak juga akan mulai mengemukakan pendapatnya sendiri, mulai memahami permasalahan dengan melihat kebenaran dan kesalahan dan bisa membuat rencana serta tujuan hidupnya. Tapi jangan lupa kalo mereka akan merasa lebih percaya diri dan lebih bisa menghadapi tekanan. Saya liat Qeena itu sosok remaja yang bisa dibilang tahan banting. Kalo Emak ingin membuka sebuah tabir ke dia, mungkin bisa dibicarakan pelan-pelan agar ga melukai hatinya. Terkadang anak-anak yang terlihat biasa aja, menyimpan perasaan terpendam dan ingin menunjukkan kalo dia baik-baik aja padahal rapuh didalamnya" papar Aa' Zay.


"Makanya Emak masih ragu buat cerita" jawab Mak Nuha.


"Parahkah masa lalu dia sampe Emak khawatir Qeena akan terguncang dan marah?" tanya Aa' Zay.


"Mungkin kalo marah engga ... tapi terguncang pasti" jawab Mak Nuha.


"Apapun itu, Aa' do'akan Emak dan Qeena bisa melaluinya dengan baik" kata Aa' Zay.

__ADS_1


"Aamiin" ujar Mak Nuha.


Qeena datang menghampiri Emaknya dan Aa' Zay di saung.


"Emak abis nangis?" tanya Qeena heran.


"Enggaaaa .. Emak abis kelilipan" alasan Nuha berbohong.


"Mak mau pulang?" tanya Qeena lagi.


"Nanti aja, Emak masih nikmatin pemandangan disini" ujar Mak Nuha.


"Itu brosur apa A'?" kata Qeena yang melihat ada beberapa lembar brosur tergeletak di saung.


"Tempat edufarm milik Aa', tapi kayanya kurang jalan usaha ini. Mau di take over sama orangtuanya Damar, buat persiapan masa pensiun. Damar kan anak bungsu yabg pastinya masih butuh biaya, sedangkan kalo pensiun biasanya keuangan ga seperti saat masih aktif kerja" jelas Aa' Zay.


"Ya mungkin belum banyak dikenal ya A' tempatnya" ucap Qeena.


"Manajemennya juga belum profesional" ujar Aa' Zay.


"Emang kenapa sih Aa' bikin usaha itu kalo emang belum ada yang paham tentang hal itu?" tanya Qeena penasaran.


"Banyak hal sih saat itu. Awalnya banyak anak sekolah yang mengadakan wisata edufarm di perkebunan milik Aa', akhirnya banyak kerusakan tanaman akibat keinjek-injek. Jadinya malah rugi karena kadang tanaman siap panen yang rusak. Akhirnya Aa' buat khusus biar yang mau liat bagaimana berkebun ditempat yang khusus aja. Lagi pula Aa' merasa miris sama anak-anak usia PAUD, TK dan SD, jaman sekarang pada umumnya lebih cenderung suka sama barang elektronik, padahal seharusnya mereka itu lebih cinta kepada alam, kepada makhluk hidup ciptaan Allah. Terus Aa' dulu juga merasakan kita jenuh kalo lebih sering hanya di dalam kelas aja pas belajar. Nah anak-anak usia itu kan biasanya suka jalan-jalan, berwisata ketempat rekreasi, makanya Aa' membuat ini sebagai tempat berwisata sekaligus menambah pengetahuan tentang dunia pertanian. Simpel aja sih, kaya mengenal bagian tanaman, bagaimana cara menanam pohon, bahkan Aa' sediakan pula kolam ikan buat anak-anak tau bagaimana ikan bernafas. Aa' juga bisa dibilang menjual buah dan sayur pula buat para ibu-ibunya. Tapi semua ini belum berjalan karena Aa' belum terlalu fokus" cerita Aa' Zay.


"Jadi sekarang Aa' lagi nyiapin semua buat diambil sama orang tuanya kak Damar?" ujar Qeena.


"Lebih tepatnya sih lagi mikirin dilepas atau ngga sih" ucap Aa' Zay.


"Iya sih ... pasti Aa' sayang juga ya buat ngelepas sesuatu yang udah Aa' rintis" kata Qeena.


"Gimana sekolahnya?" tanya Aa' Zay.


"Alhamdulillah semua lancar. Malah kayanya lebih enak ikut homeschooling A' daripada sekolah umum. Qeena jadi punya banyak waktu buat usaha roti" tutur Qeena.


"Udah serius jadi pengusaha nih" ledek Aa' Zay melihat semangat Qeena.


"Kan terinspirasi dari Aa' yang membangun desa ini dengan membuka banyak lapangan pekerjaan. Qeena ngerasain kan liat Emak susah banget cari uang, jadi maunya bisa meringankan beban masyarakat" jawab Qeena penuh percaya diri.


"Segala sesuatu yang diniatkan dengan baik, lakukan dengan cara yang baik pula. Kalo perlu saran Aa' bilang aja. Semangat doang ga akan cukup buat memulai bisnis. Bukannya Aa' sok pinter, tapi kan Aa' udah ngalamin jatuh bangunnya usaha. Kaya sekarang ini, ketika Edufarm hanya menjadi beban usaha yang lainnya, mau ga mau Aa' lepasin biar ga terlalu rugi jatuhnya" jelas Aa' Zay.

__ADS_1


"Makasih ya A' ... kalo bukan karena Aa', kami ga akan seperti sekarang ini" ucap Qeena dengan tulus.


"Berterimakasihlah pada Allah yang telah mengatur takdir pertemuan kita. Aa' juga mau terima kasih sama Emak dan Qeena yang secara ga langsung bisa membantu Aa' lebih fokus ngurus usaha. Tau sendiri kan gimana repotnya Erin urus anak tiga. Alhamdulillah sekarang Zafran udah mulai mengejar ketertinggalannya dalam perkembangan tahapan anak. Anak-anak juga bisa lebih happy karena kami ga sekedar memberikan sisa waktu kami, tapi memberikan waktu yang terbaik buat mereka" tutur Aa' Zay.


__ADS_2