
"Papa kenal sama orang tadi dong, kan kalo atasan Papa berarti pernah gathering bareng. Kok kayanya kita ga pernah liat ya" kata Zahwa.
"Iya ... Kayanya laki-laki tadi belum pernah Ayah liat juga. Pak Dzul kalo bawa ke acara paling dua anak aja. Yang calon dokter sama perempuan satu-satunya" kata Bapaknya Zahwa.
"Kalo Mas Dafi memang jarang di rumah Pak. SMP nya pesantren, pas SMA juga sibuk aja di sekolah dengan segala organisasi, masuk kuliah makin sibuk ikut-ikut survey gitu. Eh ga taunya sekarang dia ditempatin disini. Makin aja jarang di rumah" jelas Pak Buyung.
"Udah nikah belum dia?" tanya Bapaknya Zahwa.
"Yang saya tau anak-anaknya Pak Dzul belum ada yang nikah, tapi kurang tau juga ya sekarang, kan udah dua tahun saya ikut Bapak kesini" ujar Pak Buyung.
"Anaknya keliatannya kalem, ga tau kenapa saya sreg aja liat anak itu. Kayanya tipe-tipe idaman mertua" kata Bapaknya Zahwa.
"Pak Dzul sempat bilang sih, katanya Mas Dafi ini emang mau nikah muda. Ya mungkin aja udah kali Pak. Tadi sih kalo saya ga salah sempet bilang kontrak sama temannya, kalo udah nikah kan pasti kontrak sama istrinya" jawab Pak Buyung.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Qeena sekarang tidur di kamar sebelah Mak Nuha, dia ga sekamar sama Emaknya lagi. Mak Nuha yang meminta seperti itu agar Qeena bisa lebih mandiri. Memang Qeena pernah tinggal sendirian di Jakarta, tapi setelah sampai di Ciloto, mereka ga pernah tidur pisah.
Qeena gelisah, tubuhnya berkeringat padahal diluar hujan. Rupanya dia bermimpi, seperti dikejar oleh seorang laki-laki. Ketika bangun dan meminum segelas air, ada notifikasi masuk ke HP nya. Ada chat dari Fajar.
#Qeena ... Mas bete nih ... malam masih jaga, anggota kelompok cuma empat orang, mana pada tidur lagi..# chat Fajar.
#Nikmati ajalah# jawab Qeena.
#Masih bangun? Mas cerita ya via voice note# timpal Fajar.
#Iya# jawab Qeena.
#Mas lagi di stase Radiologi .. ya sekitar lima Minggu aja sih rencananya# kata Fajar direkam pake voice note.
#Oh yang Rontgen itu ya# jawab Qeena via voice note juga.
__ADS_1
#Dulu Mas juga taunya gitu kalo bagian radiologi Rumah Sakit, sebatas kamar periksa (USG/CT/MRI/Rontgen) dan ruang buat nyetak hasil. Mas kira santai nih bakalan banyak nongkrong karena kan jarang yang ke Radiologi, tapi hari ini ga taunya belajar baca hasil di ruang khusus untuk baca foto. Letaknya ada dibelakang ruang foto dan masuknya lewat pintu khusus, temboknya tebel banget, supaya radiasi gak tembus keluar ruang periksa. Selama seminggu ini kayanya ga dapat kasus ekstrim sih. Sekedar rontgen paru, patah tulang, CT scan kepala, MRI. Tapi ada yang cukup berkesan, saat melihat prosedur HSG secara langsung (histerosalfingografi - untuk mengecek saluran indung telur dan kemungkinan kelainan bentuk rahim). Melihat perjuangan seorang istri yang bisa memberikan buah hati dalam pernikahannya. Terus liat juga radioterapi pada tumor liver (menggunakan teknik radiografi untuk menyuntik obat kemo dan menyumbat pembuluh darah yang menyuplai tumor). Mas pake apron dari bahan timbal untuk mencegah radiasi. Masuk ruangan kaya gitu ribet juga, harus melepas semua benda logam yang ada ditubuh. Termasuk jam tangan, HP, ikat pinggang, perhiasan ... ya gitu deh jenisnya. Tapi ini salah satu stase yang paling santuy, ga banyak kerjaan jadi bisa curi-curi tidur# cerita Fajar.
#Ya udah Mas rehat aja kalo bisa ada waktu tidur# rekam Qeena.
#Kok belum tidur?# tanya Fajar.
#Kebangun aja .. haus# jawab Qeena.
#Kayanya seminggu lagi Mas mau kesana# info Fajar.
#Ada apa mau ke Ciloto? mau kasih surprise buat dokter pembimbing lagi?# tanya Qeena.
#Mau ngeliat sesuatu yang perlu diliat. Mau ngerasain kopi bikinan kamu, mau makan bareng, mau keliling kampung, mau dikupasin buah ... pokoknya banyak deh maunya# beber Fajar.
#Udah dulu ya Mas ... Qeena ngantuk# pamit Qeena.
#Sweet dream ... kalo bisa ngimpiin Mas ya# harap Fajar.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
"Apa ini namanya jatuh cinta dengan seseorang pada pandangan pertama?" tanya Zahwa sambil tiduran di kamarnya.
Standar wajah yang disukai seseorang memang subjektif. Tergantung pada individu masing-masing. Seperti Zahwa yang melihat Dafi tampak menawan dimatanya.
"Tapi mungkin ga sih bisa ketemu sama dia lagi?" ucap Zahwa ragu.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Dafi kalo nyuci baju malam hari, karena biasanya air akan mengalir lebih kencang, kalo pagi sama siang banyak warga kontrakan yang memakai air, jadi pasti nyalanya kecil. Dafi paling ga betah harus nunggu lama buat nampung air di ember, maklumlah dia mencuci secara manual. Gaya nyucinya juga khas para pria kost, baju ga dipisah warna langsung rendam dalam satu ember, ditabur deterjen Solikin yang iklannya mampu mengangkat kotoran yang membandel dan kekuatannya seperti mengucek dengan sepuluh tangan, ngerendem dari pulang kerja sampe tengah malam. Nyucinya pun dikucek doang, kecuali bagian leher, ketiak dan bagian bawah celana panjangnya disikat sedikit. Setelah itu dibilas sekali dan direndam pewangi hingga subuh. Seusai sholat subuh baru dijemur dibelakang rumah, itu juga digantung diselasar yang tertutup atap jadi cukup keangin-anginan aja. Cucian pun ga diperas, dibiarkan air netes kebawah, katanya biar ga lecek setelah kering biar ga cape nyetrikanya. Sebenarnya teman lain yang sesama bujangan, lebih memilih laundry kiloan daripada mencuci sendiri, tapi Dafi merasa sayang aja biaya yang dikeluarkan lebih mahal daripada ngerjain sendiri. Kalo Dafi lebih senang uangnya buat jalan-jalan menjelajah tempat baru, jadinya dia selalu punya budget khusus buat jalan-jalan, sebagai reward buat diri sendiri karena sudah bekerja keras.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
__ADS_1
Erin lagi santai bersama tiga buah hatinya diruang keluarga, Pak Shaka lagi datang ke Ciloto. Aa' Zay lagi ikut panenan di tambak udang. Setelah kerjasamanya dengan pengusaha Jepang gagal karena spesifikasi belut yang diminta ga sanggup dipenuhi oleh Aa' Zay, akhirnya dia banting setir buat bikin tambak udang atas saran sarjana pertanian yang baru bekerja dengannya enam bulan yang lalu.
"Yah ... Erin sebenarnya udah lama mau tanya, tapi Ayah jangan marah ya" ujar Erin.
"Marah kenapa? selama anak Ayah ga salah ya mana mungkin marah" sahut Pak Shaka sambil bermain sama Zavier.
Erin mulai pembahasan serius setelah anak-anak tertidur di ruang keluarga karena lelah main.
"Ayah benar suka sama Mak Nuha?" tanya Erin langsung.
"Rin ... usia seperti Ayah kayanya bukan cinta atau suka seperti kalian ini. Diusia Ayah hanya perlu ada teman ngobrol dan menemani disisa usia. Saat ini kan anak-anak Ayah udah punya keluarga masing-masing, ga mungkin kan Ayah ganggu sekedar buat ngobrol" jawab Pak Shaka.
"Kan Ayah bisa tinggal sama Mas Iqbal atau sama Erin ganti-gantian. Kalo ke Ciloto Ayah lebih senang tinggal di rumah Ayah yang berdampingan sama Villa" ujar Erin.
"Rin ... Ayah ga mau ngerepotin anak-anak" jawab Pak Shaka.
"Ga ada yang direpotin Yah, kita malah senang kok kalo Ayah disini, cucu-cucu juga semua hepi" lanjut Erin.
"Kenapa Rin? kamu malu kalo Ayah nikah lagi? kamu ngerasa Ayah lupa sama Ibumu? atau kamu emang ga suka sama Mak Nuha?" tanya Pak Shaka serius.
"Bukan gitu juga sih Yah .. tapi kan Ayah udah berumur, Mak Nuha sendiri masih muda, kayanya baru tiga puluh enam tahun, Ayah udah lima puluh lima tahun, jauh Yah jaraknya" papar Erin.
"Kalo ngeliat Nuha itu rasanya tenang, dia juga ga silau sama apa yang Ayah punya, beda sama wanita lain" papar Pak Shaka.
"Harus gitu nikah lagi?" ujar Erin.
"Rin ... selalu sehat dan panjang umur jadi harapan tiap orang, tapi umur manusia menjadi rahasia Allah. Ayah ga pernah tau kan kalo Ibu kamu lebih dulu meninggalkan Ayah padahal usia Ayah lebih tua. Semua orang kalo ditanya pasti mengidealkan untuk menikah hanya sekali seumur hidup, dengan satu pasangan aja. Namun menikah lagi, selama terpenuhi syarat-syaratnya, diperbolehkan. Menikah merupakan salah satu sunah Nabi. Selain untuk menjaga kesehatan fisik dan jiwa, pernikahan bernilai ibadah. Toh Ayah juga berniat menikahi seorang janda, punya anak pula. Bisa menjaga dia dari fitnah dunia, memberikan nafkah kepada dia dan anaknya, Alhamdulillah malah kalo bisa membahagiakan dia dimasa tuanya kelak. Ayah liat Nuha itu seperti menyimpan masa lalu yang kelam. Wanita seperti Nuha dan Qeena perlu kita lindungi" lanjut Pak Shaka.
"Selama ini kurang apa kita melindungi mereka Yah? mereka datang ke rumah ini tanpa kita kenal dan hingga detik ini ga ada satu cerita pun sampai ke telinga kita tentang mereka. Apa benar status Mak Nuha itu janda? memang KTP daerahnya menyebutkan hal itu, tapi apa asli KTP itu? kita ga tau masa lalu mereka. Bukan berburuk sangka, tapi kita pun harus waspada agar kedepannya ga ada kericuhan Yah. Gimana kalo mereka kabur karena kesalahan mereka di masa lalu? Mereka kan pasti masih punya keluarga, kenapa harus kabur ga tentu arah? bahkan baru pulang ke kampung setelah satu setengah tahun ada disini. Ayah yang Erin kenal itu orang yang bijak, kenapa semua jadi jatuh kasian sama mereka? Ayah ke Mak Nuha ... Aa' ke Qeena" jawab Qeena.
"Aa'? kenapa sama Zay?" tanya Pak Shaka heran.
__ADS_1
"Ayah kan tau gosip yang beredar bilang kalo Qeena itu calon istri kedua Aa', bahkan ada yang bilang sebenarnya dia istri keduanya Aa' yang lagi meminta untuk mendapatkan perlakuan yang sama seperti Erin. Apa ga sakit hati Erin dengernya? Aa' juga kayanya ngebela Qeena banget. Beberapa kali Erin juga liat kalo mereka berbincang, mata Aa' sangat bercahaya setiap memandang Qeena. Erin akui kalo Qeena memang lebih cantik dari Erin. Tapi kurang apa pengabdian Erin ke Aa' sampe setega ini nyakitin perasaan Erin" curhat Erin.
"Jadi kamu curiga ada sesuatu antara Zay sama Qeena? dimana akal sehat kamu sih Rin? Zay itu hanya menganggap Qeena seperti adiknya. Kamu jangan lupa, Zay punya empat adik perempuan semua. Makanya empatinya terhadap perempuan pasti tinggi. Ayah liat masih wajar-wajar aja mereka berdua. Keliatanlah Rin kalo mereka ada sesuatu. Lagian Zay itu bucin banget sama kamu, kan kamu tau kalo semua aset yang dia punya atas nama kamu. Dia juga jarang pegang uang, kalo ada apa-apa di jalan suka pinjam ke Saino atau Agung dulu baru nanti kamu transfer" bela Pak Shaka.