
Ada tukang jepitan rambut keliling disamping warung nasi TO. Kebetulan Qeena mau beli printilan kecil kaya peniti buat jilbab, ikat rambut biar rambutnya ga sering pake karet gelang bekas ngaretin belanjaan sayuran di warung. Sambil iseng-iseng liat siapa tau ada bros yang lucu buat dipakai besok.
Dafi masuk ke warung TO lagi, dia menanyakan tentang topinya. Setelah topi diserahkan ke dia, Dafi segera naik ke motor lagi dan menuju Shaka Village.
Baik Dafi dan Qeena tidak saling melihat. Dafi hanya fokus mengambil topi dan Qeena juga menghadap belakang dari arah datangnya Dafi.
"Ada rasa yang aneh ya ... ada apa nih .. kok tiba-tiba aja jantung detaknya ga biasa. Apa ada hubungannya sama Nenek yang tadi nelpon ya?" pikir Dafi dalam hati sambil terus memacu motornya.
"Kenapa perasaan ada sesuatu ya ... Ya ampunnnn ... Emak kan sendirian di rumah, mungkin nungguin ikan sama sarapan nasi TO kan ya ... kenapa bisa lupa sih Qeena ...." ujar Qeena sambil menepuk jidatnya sendiri.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Rumah Aa' Zay rame, rombongan Pak Shaka udah datang. Zavier salaman sambil menekuk wajahnya dan kembali tiduran di sofa ruang keluarga.
"Kenapa nih jagoan?" tanya Pak Shaka ke Zavier.
"Agak flu Yah .. kemarin main hujan-hujanan" jawab Erin.
"Kok ga dibawa ke Klinik?" tanya Pak Shaka.
"Ga mau anaknya Yah, tadi Aa' udah nawarin. Katanya mau tiduran aja" ucap Erin lagi.
"Jagoan mah ga sakit ini ... pasti ada yang diminta" ledek Iqbal.
"Mau apa sih ... bilang sama Kakek coba ... " rayu Pak Shaka.
"Aa' mau sepatu roda" jawab Zavier antusias mendengar tawaran dari Pak Shaka.
"Tuh kannnnn ... jagoan satu ini kan kalo sakit pasti ada yang diminta" lanjut Iqbal.
"Kenapa sama Ayah ga dibeliin?" tanya Pak Shaka.
"Kata Ayah disini jalanannya ga rata. Kalo main di rumah nanti rebutan sama dek Zayda" jelas Zavier.
"Ayah ga mungkin alasannya cuma itu" lanjut Pak Shaka yang tau banget karakter mantunya.
"Aa' ga nurut sama Ayah" jawab Zavier dengan polosnya.
"Ga nurut gimana?" buru Pak Shaka.
"Aa' bolos ngaji, sebelum Maghrib berangkat dari rumah, abis sholat Aa' malah main sama teman-teman, kabur dari Mesjid" cerita Zavier.
"Ayah tau ya? terus Aa' diomelin Bunda sama Ayah?" tanya Iqbal kepo.
"Ayah ga marah, cuma kasih hukuman kalo Aa' ga boleh beli apa-apa selama tiga bulan" jawab Zavier.
Pak Shaka dan yang lainnya ketawa kecil mendengar ocehan Zavier.
"Tumben Bunda ga ngomel pas tau Aa' bolos ngaji?" goda Pak Shaka.
"Kata Bunda capek kalo ngomel-ngomel, tapi Bunda katanya ga mau ngomong sama Aa' ... " adu Zavier lagi.
"Enak didiemin sama Bunda?" tanya Pak Shaka.
"Ngga ... Aa' kan jadi ga disayang" jawab Zavier.
"Udah minta maaf belum?" tanya Pak Shaka lagi.
"Udah" kata Zavier.
"Masih mau ngulangin kabur dari pengajian?" ujar Pak Shaka meyakinkan.
__ADS_1
"Ngga" ucap Zavier.
"Janji?" Pak Shaka meyakinkan.
"Janji ...." kata Zavier dengan penuh keyakinan.
"Ya udah ... ganti baju sana, nanti Kakek beliin. Mainnya di Villa aja, kan lapangan basketnya rata tuh, jadi bisa main disana" ajak Pak Shaka.
"Horeee Aa' mau dibeliin sepatu roda sama Kakek ... makasih ya Kek, Kakek itu palingggggg baik sedunia" ucap Zavier sambil memeluk Pak Shaka.
"Kaya Ayahnya persis .. pinter ngomongnya .. " kata Pak Shaka.
Semua keluarga ketawa melihat tingkah Kakek dan cucunya.
🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞
Qeena masih berjibaku sama roti dan bakpau plus pizza. Sebelum Dzuhur akan diantar ke rumah Erin. Pepes ikan juga udah dikukus tinggal nanti dibakar sebentar di rumah Erin.
Jam sebelas kurang, Qeena membawa pepes ikan dan semua orderannya Erin. Dia langsung menuju pintu belakang aja, ga enak banyak tamu di depan.
Erin tampak lagi sibuk di dapur. Qeena akhirnya membantu menyiapkan makanan buat para tamu.
Erin membawakan roti, bakpau dan Pizza ke meja ruang keluarga. Langsung anak-anak menyerbu makanan.
"Ada Qeena toh ... Bapak ga ngeliat kamu dari tadi ... apa mata Bapak udah ga beres kali ya?" ucap Pak Shaka.
"Saya baru datang Pak ... Bapak sehat?" tanya Qeena.
"Alhamdulillah sehat ... Emak kamu kok ga ikut kesini, sekalian makan siang bareng" ajak Pak Shaka.
"Ga Pak ... Emak di rumah, capek bikin orderan" jawab Qeena.
"Panggil aja buat makan doang kok, ga ngerjain apa-apa" kata Pak Shaka.
Aa' Zay masuk ke dapur, meletakkan buah-buahan yang dia bawa.
"Ambil pepaya tuh Qeena ... Mak Nuha kan suka" tawar Aa' Zay.
"Iya A' makasih" jawab Qeena yang masih mencuci piring.
"Qeena tuh harus dibungkusin A', mana mau dia ambil sendiri, malu an orangnya" sahut Erin sambil mengambil kantong plastik dan memasukkan pepaya plus buah naga buat Mak Nuha dan Qeena.
"Makasih Teh" ucap Qeena.
"Kamu bener nih ga mau makan siang bareng disini?" kata Erin.
"Ya Teh .. udah masak" jawab Qeena.
"Lagian segala masak, disini banyak lauk. Oh ya pepesnya udah ditinggalin belum di rumah?" tanya Erin.
"Udah Teh" jawab Qeena yang kemudian pamit pulang.
Aa' Zay menuju teras belakang, menghilangkan keringat dulu. Pak Shaka mengikuti.
"Kayanya ada rombongan motor nginep di Villa Yah" buka Aa' Zay.
"Iya .. kemarin Maman laporan. Alhamdulillah hari ini 4 Villa full semua" jawab Pak Shaka.
"Alhamdulillah .. enak sih Yah disana. Sarananya bisa dibilang lengkap. Ada kolam renang, lapangan futsal dan basket, kebun bunga sama mini kantin, jadi ga repot mereka cari makanan. Depannya juga kebun sayur dan buah. Deket pemancingan segala" papar Aa' Zay sambil kipas-kipas pake koran.
"Makanya Ayah beli aja tanahnya pas ada yang jual, letaknya bagus itu, lebih tinggi dari jalan, jadi kaya bukit" ujar Pak Shaka.
__ADS_1
"Ayah mah uang ada, ya tinggal beli aja apa yang diinginkan. Kalo saya buat muter-muter modal Yah" ucap Aa' Zay.
"Banyakan juga kamu tanahnya, ini sekampung bisa dibilang sepertiganya milik kamu" ledek Pak Shaka.
"Berlebihan itu Yah ... by the way... gimana sama Mak Nuha?" tanya Aa' Zay.
"Belum ada perkembanganlah ... ngobrol belum pernah" kata Pak Shaka.
"Gercep dong Yah ... ntar keburu disamber orang loh" goda Aa' Zay.
"Ayah ini kan ga muda lagi Zay ... bedalah pendekatannya sama yang muda. Lagi kan kita belum kenal siapa Nuha dan Qeena. Apa benar mereka ga punya pasangan hidup" ujar Pak Shaka.
"Ya juga sih ... selama mereka disini, ga pernah tuh curhat atau bicara tentang siapa mereka. Kayanya emang mau ilangin identitas lama dan membuka lembaran baru tanpa ada yang tau masa lalu mereka" ucap Aa' Zay.
"Zay ... jangan marah ya, tadi Aa' Zavier, Ayah beliin sepatu roda, dia udah janji ga bolos ngaji lagi. Ya namanya anak-anak, ada saat mereka pengen main. Sekolah dari pagi sampe sore. Istirahat sebentar udah jalan lagi buat ngaji sampe Isya. Pulangnya ngerjain PR dan segala rupa. Kapan mainnya? kalo weekend juga kamu malah sibuk pergi meeting sama orang, main juga dibatasi waktu sama Erin. Pelan-pelan lah ... dia bukan mininya kamu atau Erin. Setiap anak punya karakter dan kebisaan masing-masing. Banyakin waktu sama dia, anaknya kritis loh kalo nanya. Kamu kan usaha sendiri, udah punya management yang ngurus ini itu, pelan-pelan lepasin deh urusan yang bisa didelegasikan ke orang lain. Erin kan juga memutuskan jadi Ibu Rumah Tangga .. ga karier, masa kalian ga bisa kasih waktu lebih ke anak-anak" nasehat Pak Shaka.
"Apa yang saya dan Erin lakukan buat anak-anak kan Yah" jawab Aa' Zay.
"Tapi anak-anak juga butuh waktu kalian, ga sekedar materi. Memang kalian sayang sama anak-anak, ngerawat anak-anak sendiri sebelum ada Qeena. Tapi itu aja ga cukup. Kalian harus peka sama anak-anak. Ini Zavier udah mulai kenalan kecil ala anak-anak, Ayah kira ini hanya wujud protes dia aja, caper sama orang tuanya" papar Pak Shaka.
"Iya Yah" jawab Aa' Zay.
"Kan kamu sendiri pernah cerita kalo duka bertentangan sama Ayah kamu .. jangan sampe kejadian itu terulang sama Zavier. Ingat Zay .. apa yang pernah kita lakukan dulu itu harus jadi pelajaran. Yang baik boleh kamu aplikasikan ke anak, tapi yang ga baik harus bisa kamu perbaiki" lanjut Pak Shaka.
"Makasih ya Yah ... selalu hadir buat ingetin Zay" ucap Aa' Zay tulus.
"Kamu kan anak Ayah juga Zay .. wajar aja kalo Ayah nasehatin" jawab Pak Shaka.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Sore harinya, Qeena janjian mau ke rumahnya Valencia. Mau ada demo panci serbaguna dari salah satu sales panci. Valencia sekarang punya sampingan, yaitu jualan alat-alat rumah tangga dengan sistem MLM. Qeena dan istrinya Saino juga tampak terlihat disana.
Jam Lima kurang, Qeena balik ke rumah, bareng sama Erin lewat halaman belakang rumah Erin.
"Teh ... besok kata Mas Agung mau pinjem mobil buat anter Qeena ke Bogor, ga enak sebenarnya sampe dianter begitu" ujar Qeena.
"Kamu tuh belum tau jalan, gapapalah dianter dulu, bulan depan kan bisa kesana sendiri" jawab Erin.
Iqbal lagi duduk sama Agung di halaman belakang rumahnya Aa' Zay.
"Baru liat yang namanya Qeena ... bener bro ... cantik bangettt" puji Iqbal.
"Dibilangin ga percaya ... bisa banget Ajay ketemu bidadari dan dibawa pulang" sahut Agung.
"Tapi Lo pernah ngeh ga sih Gung? antara Qeena sama Aa' Zay itu kaya ada sesuatu" ucap Iqbal.
"Sesuatu apa sih Mas ... mereka kan ga kenal sebelumnya" jawab Agung.
"Kalo sampe sekarang belum ada yang tau tentang Qeena dan Mak Nuha .. apa bukannya sengaja ditutupin? lagi kok bisa kebetulan Aa' Zay ketemu mereka terus dibawa pulang ke rumah. Mereka kan cewek-cewek, apa ga takut kalo Aa' Zay itu orang jahat?" ungkap Iqbal.
"Maksudnya Mas Iqbal, Qeena dan Ajay ada hubungan? mereka membuat cerita seolah-olah baru ketemu?" ujar Agung meyakinkan.
"Bisa jadi si Qeena itu istri keduanya Zay yang minta kesetaraan sama kaya Erin. Keliatan banget kok keduanya suka melemparkan senyuman kalo ketemu" lanjut Agung.
"Mas ... saya nih dari remaja sampe sekarang, selalu bersama Ajay. Jadi bisa dibilang ga ada rahasia diantara kami. Erin itu the one and onlynya Ajay, ga mungkin Ajay poligami" tengah Agung.
"Ayahnya aja bisa kok, apalagi Aa' Zay yang lebih segalanya dari Ayahnya" ujar Iqbal.
"Ayahnya poligami karena Bundanya Ajay ga kunjung hamil, itu juga istri keduanya dicariin sama Bundanya Ajay, bukan Ayahnya yang nyari sendiri" Agung mencoba meluruskan.
Pas lagi jalan pulang. Ada yang teriak memanggil Qeena.
__ADS_1
"Qeena...." panggil seorang lelaki dengan suara kencang.
Qeena membalikkan tubuhnya kearah suara yang manggil. Reaksi pertamanya tentu aja kaget, bisa bertemu sama lelaki ini di Ciloto.