
Fajar ada kesempatan libur dua hari dari Koasnya, rencananya dia mau ke Ciloto, ketemu sama Qeena. Baru aja mau pamit ke Neneknya, tiba-tiba Nenek Sri panas tinggi dan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit. Karena lagi ga ada yang bisa anter, mau ga mau Fajarlah yang anter Neneknya ke Rumah Sakit.
Ga perlu rawat inap, bisa rehat di rumah. Neneknya kemarin habis kehujanan karena ikut menarik Rian yang malah mandi hujan saat ada petir.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Qeena lagi membantu Damar, ada yang datang ke Edufarm, anak-anak PAUD dan TK yang berjumlah seratus orang. Qeena bertugas untuk menyambut para peserta dan orang tua dan menginfokan tentang Edufarm ini.
Para peserta dibawa oleh masing-masing penanggung jawab menuju spot yang telah ditentukan. Qeena masih menghibur para orang tua agar tidak bosan dan mau membeli dagangan berupa susu murni, buah dan sayuran serta ga ketinggalan roti dan selai buatan Qeena. Damar memang menerapkan bagi hasil buat penjualan berbagai produk yang dijual di Edufarmnya.
Secara visual memang Qeena amat menjual, parasnya yang cantik bahkan membuat kaum Bapak dari tadi dicubit sama istrinya karena memandangi Qeena terus.
"Baik Bapak Ibu .. untuk mengisi waktu, ada hadiah kecil dari Green Edufarm Ciloto buat para orang tua semua, yang bisa menjawab pertanyaan akan ada hadiah berupa mug cantik dari kami" ucap Qeena.
"Mugnya cantik kaya yang pegang ya Mba" jawab Bapak-bapak.
Para Ibu-ibu kembali melotot kearah suaminya masing-masing.
"Nanti yang bisa jawab angkat tangannya dulu, kalo sudah saya sodorkan mic baru menjawab ya.." pinta Qeena.
"Okee ...." jawab para orang tua.
"Lemari apa yang bisa masuk kedalam kantong? ... ayo siapa yang mau jawab " ujar Qeena sambil menghampiri seorang Bapak yang tunjuk tangan.
Qeena menyodorkan micnya dan meminta sang Bapak menjawab.
"Lemari-buan ..." jawab Bapak tersebut.
"Ya benar .. ini ya mug cantiknya, dipakai ya Pak buat minum susu hasil dari peternakan disini" tutur Qeena promosi.
"Emang beda ya rasanya kalo minum pakai mug ini?" iseng sang Bapak nanya.
"Beda dong .. kan mug ini hanya dibuat ekslusif buat Green Edufarm Ciloto ditambah susu murni yang sudah melalui proses pasteurisasi jadi udah langsung bisa diminum .. ga ada campuran apapun, kami disini menjual perliternya dua puluh ribu saja" jelas Qeena.
"Belinya didepan tadi ya Mba?" tanya Bapak-bapak yang lain.
"Iya benar .. di gerbang masuk ada seperti saung, semua produk asli buatan warga sini, ada juga sayur dan buah-buahan segar yang baru dipetik, harganya pun bersaing. Kita mulai lagi ya tebak-tebakanya. Sebutkan tiga nama buah dalam tiga detik?" tambah Qeena.
Para orang tua lagi sibuk menyebutkan secepat mungkin nama buah-buahan.
"Ayo siapa yang mau jawab?" tanya Qeena.
Ada seorang Bapak yang angkat tangan. Qeena menghampiri.
"Ini kenapa Bapak-bapak yang dari tadi angkat tangan ya?" canda Qeena.
"Jawabannya rujak" langsung Bapak tersebut menjawab.
"Belum diminta jawab Pak ... sabar .. " ledek Qeena sambil memberikan micnya kemudian Bapak tersebut menjawab dan benar. Qeena memberikan mug ke Bapak tersebut.
Dagangan Qeena laku semua terjual karena dia yang langsung turun tangan di kios penjualan dekat gerbang depan. Para Bapak-bapak sangat royal belanjanya, tanpa nawar langsung dibayar.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Sudah jam tiga sore, Qeena sudah menyelesaikan pekerjaannya, dia mau membersihkan diri di rumah karena berkeringat dari tadi. Mak Nuha lagi ikut besanan tetangga dekat rumah ke Ciamis. Jadi Qeena sendirian di rumah, Emaknya baru akan pulang nanti malam.
Erin udah menawarkan agar Qeena di rumahnya sampai Mak Nuha pulang. Tapi Qeena bmerasa ga enak hati karena Pak Shaka sedang ada di rumah, lagi kurang sehat.
Baru ingat kalo sampo di rumah habis, Qeena menuju warung dekat Edufarm buat membeli sampo, saat di warung, Qeena melihat sebuah mobil minibus tertera nama sebuah instansi pemerintahan sedang menepi di saung dan sepertinya sedang membeli buah. Ada juga yang memesan bakso aci yang dipikul dan kebetulan lewat didepan mereka.
Qeena membayar belanjaannya kemudian bergegas meninggalkan warung, jalanan hari ini ramai, banyak sepertinya para pelancong yang ingin menikmati hamparan perkebunan dan persawahan di Ciloto.
Saat menyebrang, rupanya Qeena ga mudeng ada sebuah motor yang ngebut tanpa menyalakan klakson. Dia terjerembab ke jalan dan belanjaannya terjatuh. Bersamaan dengan itu ada motor lainnya yang ngebut juga tengah mendekati Qeena.
Qeena udah ga ingat apa-apa karena kejadian begitu cepat, yang dia tau sekarang sedang berada dalam pelukan seseorang. Karena berdirinya ga seimbang, keduanya pun jatuh dipinggir jalan dengan posisi tubuh Qeena ada diatas orang tersebut.
__ADS_1
"Pandangan matanya membuat jantung rasanya berdebar hingga ga mampu rasanya memompakan darah ke seluruh tubuh, pandangannya teduh tapi tepat menghujam hati. Matanya mampu
melemahkan sistem syarafku, kenapa bisa kaya gini sih" ucap Qeena sambil menatap orang didepannya.
"Qeena ????" tanya lelaki tersebut yang langsung menyadari kalo posisi mereka berpelukan dipinggir jalan.
Orang-orang langsung mendekat.
"Mba gapapa?" tanya seorang Ibu-ibu kemudian membantu Qeena duduk.
"Pak Danish ada yang luka?" tanya Bapak-bapak yang juga membantu Dafi duduk.
"Saya gapapa" jawab Dafi yang langsung diberikan air mineral sama rombongannya.
Qeena juga tengah diberikan minuman.
"Kamu gapapa Qeena?" tanya Dafi yang menghampiri Qeena.
"Kayanya kaki sakit deh Mas, terkilir kayanya" jawab Qeena.
"Loh ... Pak Danish kenal toh?" tanya Ibu-ibu.
"Ya ... saya kenal Ibunya, jadi otomatis kenal anaknya" ucap Dafi malas memberikan jawaban macam-macam.
"Pak Danish ini kenal aja sama cewe cakep, kemarin di Bandung juga gitu, ketemu cewe cantik" goda Bapak-bapak.
"Masih single mah bebas ya Pak Danish, kan di rombongan kita hanya dia yang belum nikah" ujar Ibu lainnya.
"Kamu berdarah tuh tangannya, baju kamu ada noda darahnya, kita ke Klinik terdekat aja ya" ajak Dafi.
"Ya nanti, rumah saya ga jauh kok dari sini" ujar Qeena.
"Mas juga akan menginap disini malam ini, besok siang pulang ke Jakarta. Kami dari Bandung, ada pelatihan, karena bisa selesai cepat akhirnya patungan sewa Villa dekat sini, ada saudaranya punya Villa, jadi dikasih harga khusus" cerita Dafi.
"Villa yang mana Mas?" tanya Qeena.
"Oh ... lumayanlah kalo dari sini, lurus aja ikutin jalan nanti ada pertigaan belok kanan terus mentok itu Villanya" jelas Qeena.
"Gampanglah itu, Mas juga pernah nginep disitu, yang penting sekarang kamu ke Klinik dulu, yang terdekat dimana?" tanya Dafi.
"Sebelum pertigaan ada Klinik" jawab Qeena yang mulai terasa sakit kakinya.
"Ya udah sekalian kita bawa aja Mba ini ke Klinik, satu arah kan sama kita" usul rombongan.
"Ya .. nanti saya nyusul ke Villa ya, tas saya turunin aja sekalian. Saya mau urus ini dulu" kata Dafi.
"Beres Pak Danish, urus dulu lah wanita cantik ini, siapa tau jodoh" goda Ibu-ibu.
"Eh .. jangan salah .. Pak Danish ini udah tunangan, sebentar lagi mau nyebar undangan dia" sahut lainnya.
"Oh udah ada toh ... Maaf ya Pak Danish" jawab Ibu-ibu.
"Gapapa Bu" jawab Dafi.
Karena Qeena susah buat berjalan, Dafi menggendong menuju minibus. Mereka duduk di tangga minibus biar gampang keluarnya.
Sesampainya di Klinik, keduanya turun. Rombongan kantornya Dafi langsung jalan menuju Villa.
Dafi menggendong Qeena masuk kedalam Klinik. Ga terlalu ramai, hanya ada satu pasien.
Aa' Zay dan dokWan lagi berbincang berdua di meja dekat pendaftaran.
"Loh Qeena .. kenapa?" tanya Aa' Zay kaget.
"Hampir ketabrak motor yang ngebut tadi Mas" jawab Dafi menjelaskan.
__ADS_1
"Dafi? kok ada disini?" tanya Aa' Zay.
"Aa' Zay ... wah baru aja saya mau hubungin kalo saya malam ini akan menginap disini" jawab Dafi.
"Ini malah pada reuni ... Qeena luka tuh, ayo masuk ke ruang tindakan, biar saya periksa" saran dokWan.
"Gercep banget dok .. tadi pasien nenek-nenek ga langsung dilayanin" ledek Aa' Zay.
"Kan liat tingkat keparahan, udah berdarah kaya gini harus diobati lah. Lagian ada dokter yang lagi praktek, biarin yang muda punya pengalaman nanganin pasien" jawab dokWan.
Dafi yang masih menggendong Qeena menuju ruang tindakan. Secara perlahan Dafi meletakkan tubuh Qeena di bed periksa.
"Maaf ya Qeena ini bajunya ada sobek, saya gunting ya buat liat lukanya" kata dokWan.
Aa' Zay mengambilkan alat yang diperlukan.
"Ini ada yang perlu dijahit nih, robeknya dalam, ya sekitar dua jahitanlah" kata dokWan lagi.
"Sakit ga dok?" tanya Qeena.
"Ya kaya digigit semut, lagian kan saya suntik dulu biar kebal .. tenang aja" kata dokWan menenangkan.
"Takut disuntik?" tanya Dafi ke Qeena, Qeena mengangguk.
dokWan menyiapkan semua dulu. Aa' Zay yang menggunting lengan bajunya Qeena. Dafi masih disebelahnya.
"Tarik nafas ya ... saya suntik dulu" kata dokWan yang udah siap dengan spuit yang telah berisi cairan.
"Tenang ... jarumnya kecil kok, ya paling sakit awalnya aja. Kalo ga berani ya jangan diliat, sini Mas tutupin mukanya" saran Dafi sambil meletakkan kepala Qeena tepat diperutnya agar Qeena ga melihat kearah jarum.
"dok ... dokWan ... eh malah bengong ... suntik itu..." ingat Aa' Zay sambil menyentuh tangannya dokWan.
"Lah si Mas nya, rejeki amat meluk-meluk Qeena. Tapi kenapa begini aja jadi baper ya liatnya" ucap dokWan.
"Ingat istri dokkkk" ujar Aa' Zay.
"Ya kan boleh mengagumi ciptaan Allah, yang ga boleh tuh dari kagum terus didalami rasa kagumnya" ngeles dokWan.
"Aduhhhh....." teriak Qeena saat disuntik.
"Sabar ... tarik nafas..." saran Dafi sambil mengusap kepalanya Qeena.
Qeena refleks tangan kanannya memeluk pinggang Dafi dengan erat.
"Nih dicubit berasa ngga?" tanya dokWan sambil menjepitkan pinset ke kulit tangannya Qeena.
"Ga dok" jawab Qeena.
Setelah dirasa pas, dokWan mulai menjahit luka robek pada tangan kiri Qeena.
"Aduh dok ... berasa jarumnya nusuk" teriak Qeena.
"Jangan ditarik tangannya, nanti malah jarumnya kemana-mana" saran Aa' Zay.
"Yang penting kan darahnya berhenti, daripada keluar terus, bisa kehabisan darah kamu nantinya" ujar Dafi.
"Ga gitu juga Dafi... Qeena kan bukan luka terbuka lebar yang cepet berkurang darahnya. Ini luka kecil yang dalam, jadi ngerembes aja darahnya kalo ga dijahit. Kalo besok tuh bisa deh dia kehabisan darah" sahut Aa' Zay.
"Kaya ga pernah puber aja deh si Ajay. Ya namanya orang panik liat yang tersayang terluka ya pasti mikirnya ga panjang. Ibaratnya kegores satu centi aja udah kaya orang mau dioperasi paniknya" ledek dokWan.
"Iya juga sih ya .. hahaha" lanjut Aa' Zay.
"Apaan sih Aa' Zay.. ngeledekin mulu" protes Qeena.
"Lah... ga pake diledekin juga kalian berdua keliatan saling menyayangi. Yang cowo langsung panik gendong bawa kesini sambil diusap-usap, yang cewe juga nyaman banget tuh tangan melingkar di pinggang" kata Aa' Zay.
__ADS_1
Dafi langsung melepaskan tangannya dari kepalanya Qeena. Qeena pun langsung melepaskan tangannya dari pinggang Dafi.