ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 223, Wedding Day


__ADS_3

Pengajian diadakan menjelang akad nikah, dengan sudah memakai kebaya lengkap, Qeena mengikuti pengajian dari ruangan disebelah tempat akad yang sudah disiapkan.


Lantunan do'a pun terangkai dengan indahnya. Kyai Syarif yang kebetulan sedang ke rumah salah satu santrinya di Wonogiri juga ikut menghadiri akad nikah Dafi dan Qeena. Bahkan beliau yang memimpin acara pengajian.


"Alhamdulillah kalo rencana kamu berjalan dengan baik. Enak kan merayakan idul fitri sama istri? masa demi rencana kamu berhasil mau pisah tempat merayakan ga elok Nak Dafi. Manusia boleh berencana tapi Allah Yang Maha mengabulkan. Sekarang ga usah lagi ngeprank apa ya istilah anak sekarang .. semua bicarakan dengan baik berdua biar ga ada salah paham. Yang namanya rumah tangga ya menyatukan dua kepala" kata Kyai Syarif sambil menepuk pundaknya Dafi.


"Ya Pak Kyai .. mohon do'anya" jawab Dafi.


Dafi menceritakan sekilas tentang Qeena kepada Kyai Syarif dan beliau hanya manggut-manggut saja.


Iyus yang udah ada di venue acara malah bikin ulah gara-gara Dafi tetap pada pendiriannya ga mau ijab kabul dengan Iyus sebagai walinya Qeena. Karena sedari awal sudah dikonfirmasi sama Mak Nuha, bahwa Qeena memang hasil perbuatan sebelum beliau menikah sama Iyus. Menikah sama Iyus pun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kehamilannya Mak Imah. Walaupun sudah dijelaskan berkali-kali, Iyus masih juga ga ngerti.


"Ini ga bener semua .. saya kan Bapak kandungnya tapi malah ga boleh jadi wali. Tanya aja sama Ibu kandungnya .. siapa Bapaknya Qeena? Ngakunya pada tau agama, tapi prakteknya ga ada yang jalanin" protes Iyus.


Semua mata tertuju pada Iyus yang lagi nyari panggung.


"Itu Bapaknya istri saya Pak Kyai, beliau marah dari pagi karena saya ga bersedia dia menjadi wali Qeena" bisik Dafi.


Kyai Syarif berjalan mendekati Iyus. Meminta beberapa orang untuk membawa Iyus keluar dari venue dulu. Awalnya Iyus menolak, tapi Pak Kyai memberikan isyarat untuk mengikutinya. Mau ga mau Iyus pun ikut keluar dulu.


"Sabar Pak ... semua tau kalo Bapak ini orang tua kandungnya pihak wanita, tapi coba tanya pada diri bapak sendiri ... bagaimana awal mula Qeena hadir didunia ini. Cukup sudah aib itu terjadi, Allah Maha Baik dengan menutupi cerita itu selama ini. Kalo Bapak tetap pada pendirian, artinya Bapak mau mencoreng muka putri Bapak sendiri. Apa ga sayang sama anak? maaf sebelumnya .. ketika kita ga bisa menjalankan tugas sebagai seorang Bapak, kenapa ga membiarkan dia menjadi lebih baik ditangan yang tepat?" ujar Kyai Syarif.


"Tapi kan dimana-mana kalo Bapaknya masih hidup, ya Bapaknya lah yang berhak. Ini pada ga ngerti hukum sih. Disekitar saya aja banyak kok yang dinikahkan sama Bapaknya. Kan jelas juga di aktenya Qeena kalo saya Bapaknya" kata Iyus berapi-api.


"Hukum mana yang dipakai? coba dijabarkan .. mungkin ada hukum baru dibuat yang saya belum pernah baca" ucap Pak Kyai tanpa basa basi.


Iyus terdiam, biasanya memang kalo para Kyai berbicara, auranya sangat bisa membius lawan bicara.


"Sekarang kalo sayang sama anak .. biarkan dia bahagia, bukannya orang tua akan lebih berbahagia jika melihat anak bahagia? Saya juga punya putri, pasti berat melepaskan dia bersama lelaki selain kita .. tapi putri kita juga harus menjalani takdirnya sendiri. Jadi masih mau bikin onar disini?" tanya Pak Kyai Syarif.


Iyus terdiam. Udah bingung juga melawan orang tua karismatik ini.


"Bertaubatlah selagi sempat. Masih Allah kasih umur panjang, masih ada kesempatan .. bukannya malah nambahin tumpukan dosa. Mati ga kenal waktu .. setiap saat bisa terjadi" nasehat Pak Kyai Syarif.


"Heran ya sama para ustadz .. pembahasannya cuma seputar dosa pahala ...mati .. surga neraka .. emang ga ada pembahasan lain apa ya?" tanya Iyus.

__ADS_1


"Wong pembahasan begitu aja manusia banyak yang lalai, apalagi pembahasan yang lebih berat. Semakin tua itu semakin merunduk .. karena semakin banyak ilmu .. semakin rajin ibadahnya .. semakin menjalani apa yang Allah perintahkan dan menjauhi laranganNya" ucap Pak Kyai Syarif.


"Ah .. ga pernah do'a aja ada tuh rejeki buat saya .. kan katanya jodoh rejeki maut ada ditangan Allah. Saya udah nikah dua kali, bisa hidup walaupun nganggur .. bahkan banyak cewek-cewek yang takluk sama saya" sahut Iyus makin terlihat bodohnya.


"Itulah baiknya Allah .. ga minta aja dikasih, apalagi Hambanya minta .. bener apa bener?" jawab Pak Kyai Syarif dengan santainya.


"Emak saya rajin sholat sama ngaji masih aja ngeblangsak tuh hidupnya" sahut Iyus ga mau kalah.


"Emang sholat sama ngaji dijanjikan pasti akan langsung kaya raya? ada didalam Al Qur'an dan Hadist? Anda ini ikut aliran mana belajar agamanya? kalo semudah itu minta harta kekayaan sama Allah, buat apa orang kerja .. kan tinggal minta nanti turun dari langit" tanya Pak Kyai Syarif.


"Ga usah banyak nanya deh Pak Kyai... coba gimana tuh kalo kondisinya kaya Emak saya? ga bahagia juga biar kata rajin sholatnya" tanya Iyus.


"Sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, Allah menyelamatkan beliau buat ga melangkah kearah sana. Bisa jadi dimasa lalu beliau melakukan kesalahan dan sekarang Allah sedang kangen mendengar keluhannya dan permohonan maaf dari beliau? Binatang aja yang di hutan ada rejekinya .. bisa makan, bisa beranak pinak .. padahal kita tau bersama kalo binatang ga punya uang dan ga ada kantor buat bekerja. Tapi Allah tumbuhkan pepohonan sebagai bahan makanan serta binatang lainnya untuk dimakan, Allah sediakan sungai dan hujan agar cukup minum, kalo pernah belajar ilmu pengetahuan alam .. pasti tau kan tentang rantai makanan .. Allah punya tujuan dalam penciptaan sesuatu walaupun saling memakan sesama makhluk" papar Pak Kyai dengan santun.


"Udah .. udah ... ga usah dibahas lagi .. makin ngawur segala ilmu pengetahuan alam dibawa-bawa, kan kita bahas tentang walinya Qeena. Ya udah deh, saya ikhlas kalo Qeena dinikahkan sama wali nikah, daripada ga nikah kan? enakan di Mas Dafi dong ... anak saya udah dibawa kemana-mana, udah dipeluk, dicium bahkan tidur bareng, masa ga diakuin secara negara. Ntar dia malah kawin sama cewe lain lagi malah kasian anak saya. Ya siapa tau nikah sama Mas Dafi bisa buat saya jadi ga susah karena ada yang bisa bantu cari nafkah" kata Iyus.


"Disini ga hanya sekedar keikhlasan orang tua, tapi do'akan yang baik untuk mereka berdua. Punya mantu itu keberkahan karena kita punya anak yang baru, bukan malah jadi babu untuk memenuhi segala yang kita mau" ucap Pak Kyai Syarif sambil kembali masuk kedalam venue.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Sebelum akad nikah, Kyai Syarif juga yang memberikan khutbah nikah selama sepuluh menit.


Setelah itu berjabat tangan sama salah satu santri terbaiknya yang selalu berada dalam pantauan beliau walaupun sudah lama lulus dari pesantren.


"SAAHHHHHH ... ALHAMDULILLAH" ucap semua yang hadir.


Qeena dihadirkan ke venue untuk penyerahan buku nikah dan penandatanganan dokumen yang diperlukan oleh pihak KUA.


Pesona Qeena mampu membius semua yang hadir. Riasan yang pas sama wajahnya yang sudah cantik. Qeena berkebaya modern tampil tradisional namun elegan.


Memang sih pengantin wanita mendapatkan riasan wajah yang sangat lengkap saat akad nikah maupun resepsi. Akan tetapi riasan wajah ini bukan merupakan jaminan yang mampu mengubah tampilan pengantin menjadi semakin cantik. Wajahnya Qeena bukan aja menjadi segar dan terang, namun bersemu kemerah-merahan karena efek bahagia.


Qeena mengumbar senyumnya yang menawan sepanjang berjalan menuju meja akad, dia didampingi sama Mak Nuha dan Mak Imah.


Di meja akad sudah menunggu Dafi yang kini sudah sah menjadi suaminya secara negara dan agama.

__ADS_1


🌺


Malam pertama adalah malam yang ditunggu oleh para pengantin baru, setiap pasangan ingin malam pertama jadi mengesankan dan tak bisa dilupakan seumur hidup.


Semua sudah dikondisikan sama Dafi sebagai pihak yang sangat menunggu waktu "belah duren", dia pun tau kalo Qeena hari ini sudah sholat karena tadi saat nanya tentang kesiapan acara, Qeena tengah sholat subuh.


Dafi sudah memesan satu kamar khusus dan meminta pihak hotel untuk menciptakan suasana kamar yang mendukung momen ini.


Dafi bahkan mendapat hadiah lingerie lembut dan halus dari keluarganya. Bahkan Dafi menyediakan coklat kesukaan Qeena, menurut ahli bahwa mengandung kafein dan phenylethylamine, bahan kimia yang membuat merasa nyaman.


🌺


Semua rangkaian acara sudah disusun selesai jam satu siang. Jadi Dafi dan Qeena bisa melaksanakan sholat Dzuhur berjama'ah. Karena agak lama menunggu Qeena melepaskan riasannya, Dafi akhirnya sholat sendirian dulu.


Setelah itu keluar kamar menuju kamar keluarganya yang akan langsung pulang ke Jakarta karena diberikan waktu checkout jam dua siang oleh pihak hotel.


Rombongan Nyaknya Iyus beserta keluarga pun pulang, tadi sudah berpamitan sama semuanya. Dafi ga mau malah keluarga Iyus merusak suasana yang sudah dia susun.


Keluarga Mak Nuha pun sudah kembali ke rumahnya, Aa' Zay bersama keluarganya lanjut pergi ke Yogyakarta buat berlibur. Mak Imah yang sudah membawa semua bajunya masih stay di hotel bareng Mak Nuha. Di kamar tempat Qeena sekarang sedang membersihkan riasannya.


🌺


Dafi menjemput Qeena yang sudah bersih dari riasan buat menuju kamar mereka. Kamar yang sudah didekor buat honeymoon. Begitu masuk kamar, Dafi langsung meletakkan barang bawaan dekat lemari disamping kiri pintu masuk kamar tersebut. Lega, nyaman dan mewah itu kesan pertama yang didapat. Sebuah televisi layar datar berukuran besar nempel diseberang tempat tidur, dengan sebuah sofa bed diantaranya.


Di tempat tidur king size, tergeletak handuk berbentuk angsa dan kelopak mawar yang disusun membentuk simbol hati. Simbol yang melambangkan cinta. Cinta sepasang suami istri baru yang akan melangsungkan bulan madu. Pada sisi luar kamar, terdapat balkon berisikan sepasang kursi dan sebuah meja kecil dengan pemandangan hamparan bukit yang menghijau. Diatas meja depan TV, tergeletak nampan berisikan dua potong kue dengan sepucuk surat. Surat dari GM Hotel tersebut yang ternyata kawan baik Ayahnya Dafi saat masih bersekolah dulu.


# it is so much pleasure to have you with us even create a memorable memory during your stay..happy honeymoon #.


Qeena mengecek kamar mandi yang pintunya terdapat disamping tempat tidur. Taburan kelopak mawar nampak menghias bathub, disisi kiri terdapat shower. Di wastafel juga disediakan perlengkapan mandi lengkap beserta handuk. Dafi menyusul Qeena ke kamar mandi. Sudah sore, badan Qeena terasa bau keringat karena tadi belum mandi setelah menghapus make up.


"Neng..." Panggil Dafi dengan manis.


"Ya Mas" jawab Qeena yang sedang melepaskan jilbabnya.


Dafi menggelayut manja memeluk Qeena dari belakang dan meletakkan kepalanya di bahu Qeena.

__ADS_1


__ADS_2