
Dafi meminta tolong ke Rida buat membawa Iyus ke Rumah Sakit tempat kemarin konsultasi. Dafi juga mengirimkan sejumlah uang ke Rida buat pegangan. Iyus diantar pakai mobil tetangganya.
"Mba .. saya minta tolong, jangan kabarin Qeena langsung ya, semua harus melalui saya. Tolong pahami kondisi dia juga. Saya khawatir dia malah jadi tambah pikiran" pinta Dafi.
"Maaf ya .. kami ga tau kalo Qeena keguguran, yang sabar ya kalian berdua" ucap Rida bersimpati.
"Makasih Mba... mohon maaf kalo saya ga bisa ngurusin Pak Iyus. Jadi tolong diurus dulu ya Mba" harap Dafi.
"Ya .. malah saya yang makasih, udah selalu dibantu" kata Rida.
"Kewajiban anak Mba... semoga Pak Iyus baik-baik aja ya. Mba juga jaga kesehatan. Kalo ada apa-apa hubungi saya aja ya Mba" ujar Dafi.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Qeena melihat acara talk show di TV. Tentang orang-orang yang sukses dalam bisnisnya, apalagi masih diusia muda tapi udah bergelimang harta.
"Saya harus bangkit, mimpi saya harus terus dikejar. Sekarang toko kue sudah ada, punya customer yang loyal, punya reseller kaya Pak Shaka yang amat mensupport .. ya harta dan tahta pasti bisa membuat banyak hal bisa berubah. Titel anak haram yang selalu menempel dalam diri saya, pasti akan runtuh kalo saya kaya raya ... saatnya saya buktikan ke dunia, kalo Qeena mampu berdiri diatas hinaan mereka semua... ya... kamu bisa Qeena .. kamu bisa...." ucap Qeena penuh semangat.
Qeena langsung mandi dan memakai kaos dan celana panjangnya. Dia bergegas ke dapur produksi. Sedang ada yang membuat roti diawasi sama Mak Nuha.
Qeena membuka medsosnya Qukis by Qeena. Banyak yang memberikan testimoni, dia mengucapkan terimakasih kepada semuanya. Kemudian di cek apakah ada orderan yang baru masuk. Ternyata memang lagi ga banyak orderan. Roti gandum pun pesanan hanya sedikit.
Sepertinya orang akan bosan dengan kue yang itu-itu aja. Dia mencoba mikir sambil melihat bahan-bahan kue dan peralatan yang ada.
Mak Imah ijin pergi dari pagi, beliau ga bilang mau kemana. Tapi keliatannya buru-buru. Bu Fia lagi pergi menemani Izma ke Mall, katanya mau beli sepatu buat kuliah.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Iyus diminta sama dokter untuk dirujuk kesalah satu rumah sakit jiwa di bilangan Jakarta Barat. Karena Dafi belum bisa pulang, dia hanya berkomunikasi via telepon sama Rida dan mentransfer sejumlah uang.
"Mba Rida yang sabar ya, semoga Bapak lekas pulih. Ini kan bukan gangguan yang sangat berat, masih bisa diobati kata dokter. Kita upayakan kesehatannya ya" semangat Dafi via telepon.
"Ya ... kenapa bisa kaya gini ya" sesal Rida.
"Sabar ya Mba" ucap Dafi.
๐บ
Keeesokan harinya, Qeena datang bersama Mak Nuha dan Mak Imah, menjenguk Iyus. Kedua Emaknya mau diajak karena Qeena yang meminta untuk mereka ikut sama Qeena.
Dengan langkah berat dan dicoba untuk kuat, tiga wanita ini berjalan menuju tempat yang diinfokan oleh bagian informasi.
Setiap akses pintu dipasang teralis besi lengkap dengan gembok. Ada penjaga didepan pintunya. Masuknya pun ga bisa bergerombol. Qeena meminta ke pihak penjaga untuk diijinkan masuk bertiga, mendekati Iyus yang tengah duduk sendirian. Rida ga boleh menunggu disana, jadi Iyus dipercayakan kepada semua perawat di Rumah Sakit tersebut. Mereka diberi waktu sekitar dua puluh menit aja untuk berbincang sama Iyus.
Ga pernah terbayangkan dalam pikiran Qeena akan menjejakkan kaki ditempat ini, tapi inilah kenyataan yang terjadi.
Sepanjang koridor menuju tempat Iyus sedang duduk, Qeena melihat para pasien sedang ngobrol satu dengan lainnya, sekilas didengar ada yang membahas dunia politik, ada yang membahas ekonomi dan saham bahkan ada yang bergaya seperti Boss.
Dalam hati Qeena bertanya pada dirinya sendiri.
"Apa yang keluarga bayangkan ketika memiliki kerabat yang mengalami gangguan kejiwaan atau berkebutuhan khusus seperti ini? saat ini banyak yang merasa malu, menjauhinya, bahkan meninggalkannya begitu saja dengan cara dibuang. Tapi disini, saya melihat orang-orang yang memiliki kesabaran hati yang tak terbatas. Tadi sempat ngobrol sebentar sama seorang Ibu yang anaknya sudah dirawat selama enam bulan disini karena tiba-tiba takut mendengar suara kokokan ayam, kalo mendengar bunyi itu maka pasien ketakutan dan menyerang orang lain. Sanggupkah hamba menerima kondisi Pak Iyus kedepannya? Ampunilah semua kesalahan ya Pak Iyus perbuat ya Allah.. berikanlah waktu buat Pak Iyus taubat ya Allah" kata Qeena.
Butuh waktu yang sangat lama untuk mengobati orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan atau berkebutuhan khusus seperti ini. Dan hasilnya pun ketika Qeena tanyakan kepada psikiater, ย tidak bisa seratus persen bisa pulih normal kembali. Ibaratnya sebuah piring yang pecah dan dipasang kembali pasti tidak akan utuh seperti sedia kala. Keluarga dimotivasi untuk ikhlas menerima cobaan hidup dari Sang Pencipta. Harus tetap setia menemani pasien berobat hingga sembuh.
"Assalamualaikum Pak ... kami datang" sapa Qeena sambil mencium tangan Iyus.
__ADS_1
Iyus melihat Qeena serta kedua mantan istrinya sudah duduk dihadapannya. Matanya tampak kosong.
Iyus hanya menatap tanpa kata. Entah dia kenal atau ngga.
"Pak ... Bapak udah makan?" tanya Qeena mencoba menahan air matanya.
Biar bagaimanapun juga, lelaki yang ada dihadapannya kini adalah sosok Ayah kandungnya. Setega-teganya Iyus terhadapnya dulu, Qeena adalah darah dagingnya.
"Mas ... Mas udah makan?" tanya Mak Nuha yang sudah mulai menitikkan air mata.
Mak Imah mengeluarkan roti isi coklat, Iyus hanya suka rasa ini. Iyus mengambil roti tersebut dan memakannya.
Tiba-tiba Iyus menangis sesenggukan.
"Bapak kenapa?" tanya Qeena sambil memegang bahunya Iyus.
"Saya punya anak .. cantik, manis dan baik. Tapi saya sia-siakan" jawab Iyus masih sambil menangis.
"Dia ga kenal sama kita?" tanya Mak Imah berbisik ke Mak Nuha.
"Kayanya ngga kenal" jawab Mak Nuha pelan.
"Pak .. jangan nangis lagi ya.. ini Qeena .. Qeena anak Bapak" ucap Qeena sedih.
"Anak saya cantik, tapi saya buang" oceh Iyus.
"Pak .. ini Qeena .. Qeena disini jenguk Bapak .. ini ada Mak Imah sama Mak Nuha" ujar Qeena.
"Qeena? Qeena siapa?" tanya Iyus mulai linglung.
"Nuha????" lanjut Iyus sambil mencoba mikir tapi malah jadi ketakutan.
"Iya Nuha .. dulu istrinya Mas Iyus" jawab Mak Nuha.
"Saya punya istri ... dia saya sakiti, saya khianati .. dia bawa pergi anak saya. Dimana dia sekarang, saya mau ketemu" kata Iyus sambil menatap langit.
"Ini Nuha Mas .. Nuha disini" ucap Mak Nuha pelan.
"Dia saya sakiti, saya khianati ...pernah saya pukul, pernah saya maki, pernah saya paksa melayani sampe saya puas. Saya sakiti .. saya khianati" ulang Iyus.
"Nuha udah maafin Mas... maafin Nuha juga ya Mas, ga bisa jadi istri yang baik buat Mas" pinta Mak Nuha.
Iyus menangis kembali. Ketiga wanita ini pun ikut menangis.
"Mas.. ini Imah .. Mas ingat?" tanya Mak Imah sambil memegang tangan Iyus.
Iyus merasakan sentuhan yang pernah dirasakan.
Iyus menatap wajah Imah, masih ada sisa kecantikan disana.
"Siapa?" tanya Iyus bingung.
"Ini Imah Mas" jawab Mak Imah.
"Kamu mirip istri saya .. cantik, masih muda, masih polos.. tapi saya jual dia ke lelaki lain. Uangnya buat saya main cewe lain.. hahahaha" kata Iyus yang malah ketawa.
__ADS_1
Ketiga wanita ini sibuk mengusap air matanya masing-masing. Ga menyangka kondisi Iyus separah ini.
Mak Nuha mendekati Iyus. Memegang sebelah tangannya Iyus. Kini tangan Iyus dipegang oleh kedua mantan istrinya.
"Mas .. dulu bagaimana bisa tenang, kalo setiap kali Mas pulang bukan lagi Nuha yang Mas cari, saat Mas terbangun dari tidur, bukan lagi nama Nuha yang Mas sebut. Bagaimana Nuha akan menjadi tenang jika ga ada lagi cinta untuk Nuha dihati Mas. Nuha berusaha menjadi istri yang terbaik buat Mas, sudah mencoba melakukan yang Mas mau, namun tetap saja orang ketiga terlihat lebih menarik dibanding Nuha. Lelah rasanya hati ini menunggu Mas sadar betapa berharganya Nuha dalam hidup Mas, tapi apa Mas? semua yang Mas lakukan hanya menghasilkan sendu. Mas begitu dalam membuat luka hati dalam diri Nuha, membuat terus terhanyut dalam kesedihan, membuat terus meratapi apa yang seharusnya Nuha lupakan. Tapi Mas... biarlah semua kenangan masa lalu, luruh bersama sang waktu. Nuha ikhlas memaafkan Mas" kata Mak Nuha melepaskan semua beban hatinya.
"Maafin Imah juga ya Mba Nuha ..apa yang Mba Nuha rasakan, berbalik juga ke Imah. Ya... yang menyakiti akan disakiti, yang mengkhianati akan dikhianati, yang melukai akan dilukai, yang meninggalkan akan ditinggalkan" lanjut Mak Imah.
"Gapapa Imah ... Mba udah mengikhlaskan segalanya. Awalnya Mba beranggapan bahwa Mba adalah orang yang sabar, memberi banyak kesempatan kedua. Tapi Mba bukan manusia tanpa cela, Mba masih punya batas kemampuan dan kesabaran. Jadi pilihan udah kita ambil masing-masing. Ga ada yang perlu disesali. Kita udah menjalankan takdir kita masing-masing. Sekarang lebih baik kita lihat kedepan. Ada anak kita yang butuh kehadiran kita bersama. Kita bertiga akan menjadi tim solid dalam mendukung Qeena.
Mak Imah meletakkan telapak tangan Mak Imah kemudian telapak tangan Iyus dan telapak tangannya sendiri.
Qeena memeluk Iyus dari arah belakang, hal yang ga pernah dia lakukan ke Iyus.
"Papa .. cepat sehat ya .. biar kita bisa sama-sama melewati takdir masa depan" bisik Qeena.
Ketiga wanita ini memeluk Iyus sambil menangis, tapi Iyus malah memandang pepohonan tanpa ada emosi apapun.
"Maaf .. waktu berkunjung sudah habis, pasien akan kami istirahatkan" ujar perawat.
Iyus dibawa oleh perawat menuju kamarnya. Ketiga wanita ini keluar dari pintu berteralis besi dan menuju parkiran mobil.
Didalam mobil, Mas Anto ikutan diam, hatinya larut bersama tangisan ketiga wanita ini.
Dafi menelpon Qeena.
"Jangan nangis lagi ya, kita upayakan yang terbaik buat Pak Iyus, minta sama Allah untuk kesembuhan Pak Iyus. Jangan jadi tambah beban pikiran, daripada nanti malah berlarut sedihnya. Mau ke Serang dulu buat healing?" tanya Dafi.
"Ga Mas .. Qeena mau balik fokus ke Qukis by Qeena aja. Banyak yang udah ditinggalin. Saatnya bangkit lagi Mas" jawab Qeena.
"Tapi jangan cape-cape ya, pikirin kesehatan juga. Jum'at malam Mas pulang ya, nanti kita habiskan Weekend kemana aja kamu mau" ujar Dafi.
๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ
Banyak atasan Dafi yang diciduk pihak KPK karena kasus korupsi. Dafi termasuk orang yang diperiksa semua laporan pajak dan daftar kekayaannya. Rekeningnya juga diperiksa selama dua bulan terakhir. Hal ini dia sembunyikan dari siapapun karena ga mau membebani pikiran keluarga di rumah.
Makanya dia sendiri yang minta ditempatkan di Serang agar semua pemeriksaan dilakukan jauh dari keluarga.
Operasi tangkap tangan juga sudah dirilis dibeberapa media massa. Alhamdulillah transaksi rekening Dafi normal. Tidak ada aliran dana yang mencurigakan.
Dafi selalu menyimpan seluruh transaksi keluar masuk rekeningnya. Termasuk kalo dia dapat transferan diluar gaji. Pernah atasannya mengajak untuk Dafi meminjamkan rekeningnya, tapi Dafi ga mau kalo ga jelas sumber dana dan untuk tujuan apa. Uang dalam jumlah besar memang kadang membuat silau mata, tapi dia lebih takut dosa dan rasa malu keluarga jika dia melakukan hal nista.
"Ya Allah .. terimakasih udah selalu menjaga hamba dalam berbagai kondisi. Tanamkan rasa syukur dan cukup atas segala rejeki dari Mu ya Allah. Hindari hamba dari berbagai tindak pidana yang merugikan semua pihak. Kuatlah keyakinan hamba, jika Engkaulah tempat hamba memohonkan segalanya ya Rabb. Ampuni segala kesalahan dan kealfaan yang telah hamba buat. Semoga setelah kejadian ini, hamba semakin mawas diri dan menjaga pergaulan" do'a Dafi ketika habis sholat isya.
๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ
Bu Fia dan keluarga menonton berita penangkapan para pejabat ditempat Dafi bekerja, sebelumnya Dafi sudah menceritakan ke keluarga biar ga kaget.
Nama-nama pun sudah dirilis, selama seminggu kedepan, Dafi akan berada di Jakarta guna dimintai keterangan karena dia termasuk salah satu orang yang sangat dekat dengan beberapa orang yang ditangkap.
"Semoga Mas tetap Istiqomah ya dalam menjalankan pekerjaannya. Kejujuran harus ditanamkan dalam diri setiap insan. Ini nasehat buat semua ya" kata Bu Fia.
"Fajar mah yakin kalo Mas ga akan terlibat. Dia kan orangnya jujur Bun. Lagian Mas tipe orang yang tau konsekuensinya apa kalo dia melakukan sesuatu. Mas ga akan pertaruhkan semua yang udah Mas punya demi kekayaan yang haram kaya gitu. Bunda jangan lupa kalo dia anak pesantren, pasti tau mana yang haram dan halal" ujar Fajar.
"Eh jangan salah.. kemarin-kemarin yang ketangkap juga kurang tau agama gimana. Tau kan siapa aja yang ketangkep?" sindir Bu Fia.
__ADS_1
"Biarin deh Bun kalo yang lain mah. Yang penting kan keluarga kita ga begitu. Emang kita belum paham banget tentang agama, tapi kita kan ada keinginan mengenal agama lebih dalam. Daripada orang yang paham tentang agama malah keblinger" sahut Fajar.