ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 300, Finally I understand what love is


__ADS_3

Setelah melakukan istikharah dan berbincang dengan keluarga, sampailah pada keputusan Izma memantapkan hati untuk bersama dengan Leo.


"Ya udah kalo memang kamu udah mantap, minta Leo datang dulu kesini, Mas mau ngobrol sama dia. Abis itu baru rencanain buat lanjutannya kaya gimana. Soalnya kan berpacu waktu, tiga bulan lagi udah harus berangkat lanjutin study kan?" kata Dafi ke Izma.


"Ya Mas, nanti Izma chat Mas Leo" jawab Izma.


"Bunda gimana?" tanya Dafi.


"Ya Mas .. Bunda udah ikhlas, Izma berhak melanjutkan hidupnya. Bunda liat juga Leo anak yang baik, jadi kita bisa menitipkan Izma ke tangannya" jawab Bu Fia.


"Alhamdulillah kalo semua pihak udah legowo. Bun .. Izma hanya menikah kok, bukan meninggalkan Bunda. Malah nanti anak Bunda akan nambah lagi" ujar Dafi.


🏵️


Sabtu siang Leo datang ke rumah Bu Fia, setelah dijamu makan siang, Leo diajak berbincang serius sama Dafi dan Fajar. Izma dan Bu Fia memilih buat ke rumah Dafi agar para lelaki ini bisa serius berbincang.


Ketiganya ngobrol dengan santai dan penuh kekeluargaan. Dafi dan Fajar banyak bertanya ke Leo tentang keluarganya dan bagaimana pandangan Leo tentang sebuah komitmen pernikahan.


"Oke Bro .. welcome to our family" kata Fajar.


"Makasih Mas" jawab Leo.


"Be nice ya .. Izma selamanya akan jadi princess bagi kami, jadi tau dong ya maksudnya Mas" ujar Fajar.


"Ya Mas .. saya paham" jawab Leo lagi.


Qeena yang baru pulang abis ada arisan RT langsung meletakkan Andra yang tertidur di kamar. Qeena menanyakan keberadaan Dafi, tapi Bu Fia lupa bilang kalo Dafi lagi berbincang sama Leo.


"Mas .. bisa minta tolong jagain Andra? lagi tidur sih, Qeena ada orderan dadakan nih" pinta Qeena yang datang menghampiri Dafi.


"Oke... oh ya Leo, kamu lanjut ngobrol sama Fajar aja ya, biasa ini saya ada tugas negara" ujar Dafi.


Dafi bergegas naik ke kamarnya, Andra masih tampak pulas banget tidurnya. Sedangkan Qeena berjibaku di dapur produksi. Kalo Sabtu seperti ini, pekerja hanya kerja setengah hari, jadi kalo ada pesanan dadakan, mau ga mau Qeena yang turun tangan sendiri.


💐


Orderan selesai jam tiga sore, sambil menunggu kue dingin sebelum dipacking, Qeena menuju kamarnya. Dia kaget melihat Andra tengah turun tangga dengan rembetan.


"Ya Allah ... diam dulu ya Mas Andra .. jangan turun tangga, nanti jatuh" teriak Qeena sambil buru-buru berlari menaiki tangga.


Andra yang mendengar Qeena teriak malah jadinya nangis karena dikiranya Qeena tengah memarahinya.


Qeena memeluk Andra dan masuk ke kamar yang pintunya udah kebuka. Dilihatnya Dafi tertidur pulas sampe ga tau kalo anaknya udah bangun dan berjalan keluar kamar.


"Mas ... bisa-bisanya jaga anak malah tidur sampe ga denger apa-apa" omel Qeena.


Dafi yang kaget langsung bangun.

__ADS_1


"Mas ngantuk kan Neng, lagian anaknya juga masih tidur" jawab Dafi.


"Makanya mata dibuka yang lebar, nih anaknya udah Qeena gendong" ucap Qeena kesal.


"Oh udah bangun .. kirain masih tidur" jawab Dafi santai.


"Kenapa pintu ga ditutup rapet, tadi Andra udah turun tangga loh, kalo jatoh gimana?" oceh Qeena.


"Emang iya? perasaan mah pintu ditutup rapet deh" jawab Dafi.


"Kalo rapet ga bakalan dia bisa keluar. Mana nyampe handle pintu dia" ucap Qeena.


Andra masih menangis mendengar omelan Qeena ke Dafi.


"Sini Mas Andra .. Bunda kamu tuh kalo ngomel, panjang banget kaya kereta api. Mending sini main sama Ayah" ajak Dafi.


"Yahhhh... " kata Andra sambil mengulurkan tangannya.


Andra memang lebih dekat sama Dafi, karena Dafi sejak Andra kecil ngurusin semua hal. Ga hanya begadang, tapi dia terampil mengurus bayi.


Qeena masih aja kesel sama Dafi, malah Andra dibawa ke kamar mandi buat mandi sore. Setelah rapih dibawa turun. Dafi tengah sholat ashar. Setelah itu turun menghampiri Qeena yang sedang menyuapi Andra.


"Sini Ayah yang nyuapin" kata Dafi.


Andra ketawa melihat Ayahnya datang.


"Makan itu harus happy, dia beda sama kita yang makan harus tertib sambil duduk dan tekun buat habisin makanan. Anak kecil biasanya makan sambil main, naik sepeda atau makan bareng sepantarannya di taman. Nanti juga kalo udah makin besar dia paham harus gimana kalo makan" papar Dafi.


"Justru dari kecil tuh udah dibiasain biar gampang kedepannya" sahut Qeena.


"Makanya kan anaknya lebih dekat ke Mas dibandingkan ke kamu, karena apa? karena Bundanya banyak aturan yang buat dia ga nyaman" kata Dafi.


"Kok Mas ngomongnya gitu" ujar Qeena.


"Nanti aja diomongin, jangan berantem depan anak .. ga baik" kata Dafi menengahi.


Memang akhir-akhir ini, pertengkaran yang terjadi kebanyakan seputar pola pengasuhan Andra. Qeena tergolong Ibu yang over protective, tapi Dafi inginnya anak melakukan hal yang disukai asal masih dalam pengawasan. Untungnya Bu Fia dan Mak Imah ga pernah ikut campur kalo Qeena dan Dafi tengah bersitegang.


🍒


Andra memang tidur bareng Qeena dan Dafi, tapi sejak Andra makin besar, Dafi tidur di sofa bed biar Andra bisa lebih lega tidurnya.


Ahad pagi, Mak Imah dan Bu Fia main ke Ciloto bareng Alifa. Keluarga Dafi ga ikut karena Dafi lagi mau di rumah aja, bersantai bareng keluarga kecilnya, nanti siang mau ajak Andra ke Playground milik temannya disalah satu Mall. Akan ada launching baby class yang diperuntukkan untuk bayi usia enam sampai delapan belas bulan. Andra akan mengikuti trial class atas undangan temannya Dafi.


"Kayanya lagi menjamur ya sekolah khusus bayi terutama di kota-kota besar. Emang sih konsep sekolah disini bukan sekolah formal, lebih kepada menstimulasi. Kaya belajar merangkak, berjalan, melempar bola, bermain alat musik dan bermain bersama bayi-bayi lainnya. Emang bagus tuh Mas?" tanya Qeena.


"Ini sih kata teman Mas ya, kalo sekolah sejak dini memang dianjurkan, namun semuanya bergantung pada perkembangan masing-masing bayi karena tujuan baby class lebih melatih motorik bayi, melatih bersosialisasi dan melatih kemampuan sensorik" jawab Dafi.

__ADS_1


"Dulu kaya gitu mah diajarin sendiri di rumah ya Mas" ucap Qeena.


"Kan di kota-kota besar biasanya orang tua bayi itu super sibuk, ya sejenis lah sama kita. Tapi Alhamdulillah masih ada Bunda dan Mak Imah buat bantu ngurusin Andra" kata Dafi.


"Kalo Qeena mah ngerasa ga butuh sekolah kaya gitu Mas" jawab Qeena.


"Ini kan kelas trial, kita ATM ... amati, tiru dan modifikasi. Pengajar di baby class kan pasti udah dapat pelatihan yang cukup dari ahlinya. Konon katanya anak dalam seribu hari pertamanya, dia harus distimulasi. Kadang orang tua kehabisan ide bagaimana cara menstimulasi anak. Nah,sekolah bisa menjadi salah satu alternatif untuk membantu orangtua menstimulasi anak" jelas Dafi.


"Mas kaya sales yang lagi nawarin tempat kursus nih" ledek Qeena.


"Sekedar kita ambil ilmunya aja, ga ada niat masarin buat orang tua lain. Toh dua tahun pertama, anak masih belum bisa perhatian terhadap orang lain. Dalam arti, apa yang dilakukan masih ego sentris, perhatiannya terpusat pada hal-hal yang terkait dengan dirinya sendiri. Misalnya, anak hanya akan memperhatikan orang yang menggendong dirinya, ga peduli sama orang sekitar yang ga dia kenal. Dengan adanya baby class kan anak jadi bisa mengamati orang-orang yang seumuran dengannya, beraktivitas yang sama dengannya. Itu akan menjadi stimulasi sosial bagi anak" lanjut Dafi.


"Mas ini concern ya sama perkembangan anak" puji Qeena.


"Harus dong. Emang ga salah pola asuh orang tua jaman dahulu, tapi sebagai orang tua baru, kita juga harus bisa ngikutin perkembangan jaman dalam pola asuh. Intinya sebagai orang tua ya kita pasti ingin yang terbaik buat anak. Tapi anak pun ga bisa kita sama ratakan sama anak lain atau kita sewaktu kecil. Ya seenjoynya anak aja, yang penting kita sebagai orang tua harus seiya sekata, biar anak ga bingung" saran Dafi.


"Mas kadang suka manjain sih" ujar Dafi.


"Karena Mas kan ga tau rasanya bermanja sama orang tua itu gimana. Apa yang kita rasakan dulu, jangan sampe deh Andra merasakan hal yang sama. Dia harus mendapatkan kasih sayang utuh dari kita berdua. Menjadi prioritas ditengah kesibukan kita. Kan kita juga bikinnya ga iseng-iseng berhadiah. Tapi kita saling mencurahkan perhatian dan kasih sayang, meluangkan waktu yang cukup .. ya sama lah kaya proses buatnya, ketika proses merawatnya pun kita harus begitu juga" kata Dafi.


"Gimana ga makin cinta sama Mas.. ga hanya Qeena dan seluruh keluarga yang diperhatikan, Andra pun udah Mas pelajari tumbuh kembangnya" puji Qeena.


"Kalian ini kan menjadi keluarga sama Mas karena sebuah pernikahan, bukan orang yang serahim sama Mas. Jadi haruslah Mas perhatikan tiap detailnya. Apalagi Andra kan amanah baru buat kita. Jadi harus tau ilmunya dong" ucap Dafi.


"Mantap emang, ga percuma daku Ter Dafi Dafi selama ini" puji Qeena.


"Daku pun ter Qeena Qeena sejak hari akad itu dilantunkan. Sekarang nambah ter Andra Andra, buah cinta yang kita sayangi. Kayanya benar kata Neng .. mending kita kasih jarak waktu minimal tiga tahun buat punya anak kedua. Biar kita bisa fokus dulu ke Andra, kita persiapkan dia juga menjadi Kakak yang baik buat adik-adiknya kelak. Ga harus jadi contoh yang baik, tapi selalu berada di jalur norma agama dan sosial aja cukup. Kalo dia ganteng karena punya Bunda yang cantik itu mah bonus, apalagi kalo punya sifat kaya Mas .. double bonus itu" kata Dafi.


"Tuh kan begitu ... ujung-ujungnya memuji diri sendiri" ledek Qeena.


"Ya daripada ga ada yang muji" jawab Dafi.


"Oh jadi pengen dipuji toh ... butuh pengakuan" sahut Qeena.


"Ya sesekali perlu" jawab Dafi.


"Mas itu anak, kakak, ipar, suami dan ayah yang terbaik. Tanpa Mas, mungkin ga ada Qeena seperti sekarang ini. Terima kasih karena telah menemani Qeena dalam perjalanan yang sangat menakjubkan ini. Terima kasih sayangku, finally I understand what love is, it's because of you (akhirnya aku mengerti apa itu cinta, itu karena kamu)" puji Qeena.


"Cuma makasih aja?" ledek Dafi.


Baru aja Qeena mau mencium pipinya Dafi, Andra yang ada dipangkuan Qeena langsung bangun dan nangis.


"Nyenyen..." ucap Andra sambil menangis.


"Yahhh .. keduluan anaknya nih .. hahaha" kata Dafi.


"Kurang gercep Ayahnya sekarang" ujar Qeena.

__ADS_1


"Gapapa lah.. dia kan hanya bisa menikmati dua tahun pertama dalam hidup nyenyen sama Bundanya, kalo Ayahnya kan sepanjang masa .. hehehe" canda Dafi sambil mengusap kepalanya Qeena.


__ADS_2